Pilih mana iPhone 5s atau Samsung Galaxy Note 3 atau Sony Xperia Z1?

Samsung vs Iphone 1Minggu lalu saya makan siang dengan dua orang teman saya yang sudah hampir setahun tidak bertemu muka. Begitu kami duduk di meja, dan selesai memesan makan, salah satu teman saya melirik handphone yang saya geletakkan di atas meja.

Dia segera mengambil dan mengamati handphone yang baru sekitar 4 bulan terakhir saya pakai itu. Setelah membolak-balik dia bertanya kenapa kok saya memilih handphone itu sementara di pasaran beredar banyak pilihan handphone yang lebih atau sama canggihnya.

Sayapun dengan senang hati menjelaskan panjang lebar kenapa kok saya akhirnya memilih pasangan hidup yang satu itu. Begitu mendengar penjelasan saya, dia langsung menoleh ke teman saya yang datang bersama dengan dia:

“Kalau begitu, kita beli yang ini aja deh, daripada pusing kepala milih2 lagi”

Hmmmm…..pusing kepala milih2?? Sound familiar to me :).

Ya emang, saya juga mengalaminya ketika kurang lebih empat bulan lalu saya harus memutuskan membeli handphone yang mana. Rasa2nya selama ini tidak pernah keraguan mampir di kepala saya di dalam menentukan handphone ataupun gadget yang akan saya beli. Saya biasanya sangat mantap menentukan pilihan saya, karena sebelum menetapkan pilihan, biasanya saya melakukan research yang cukup mendalam terlebih dahulu.

Namun sekali ini, untuk pertama kali saya sampai harus melemparkan keraguan saya ke group teman2 kuliah saya, saking bingungnya.

Kenapa kok sampai bingung? Continue reading

To All Dad Around The World

I Love You DadKurang lebih empat bulan yang lalu, saya pernah marah besar terhadap putera2 saya karena ketidak disiplinan mereka, karena kecuekan mereka di dalam menepati janji. Saya memang paling tidak suka dengan orang yang kegemarannya ‘nelat’ atau tidak tepat janji.

Saya paling sebel dengan orang yang janji ketemu jam sekian baru nongol setengah atau sejam kemudian, apalagi sambil senyum2. Menurut saya mereka yang suka nelat itu tidak memiliki respect terhadap orang yang diajak bertemu, setuju tidak teman2 pembaca?

Begitu marahnya saya ketika itu, mereka sampai tidak berani berbicara apa2. Dan saya sempat mendiamkan mereka untuk beberapa saat, sampai salah satu putera saya, Ivan, mengirimkan email yang berisi quote-quote seperti di bawah.

Selesai membaca email itu saya lemas, mata saya berlinang, dan semua kemarahan saya langsung pupus.

Continue reading

Apa yang Terjadi Jika Singapura Setop Ekspor BBM ke Indonesia?

surprised.jpgJudul di atas saya copy paste langsung dari berita dengan judul yang sama dari detik.com yang di post Minggu, 09/02/2014 18:12 WIB. Judul yang membuat saya langsung meng-click dan membaca hingga ternganga.

Saya seharian ini, dari pagi hingga saat ini marathon menulis 3 artikel untuk blog saya, dan saya sudah sangat capek sekali, mana belum makan malam pula. Namun membaca berita di detik.com ini benar2 membuat saya, entah gimana ya. Marah, kecewa, merasa goblok, merasa kecil dslb dslb. Dan saya langsung mengambil lagi laptop saya untuk menuangkan kegundahan hati saya ….

Bagaimana tidak???

Ini adalah pernyataan Wakil Menteri Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo ditemui di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014), yang membuat saya tercengang itu:  Continue reading

Panggilan2 yang menjengkelkan

TelemarketerSaya sedang menghadapi seorang client penting ketika tiba2 handphone saya berdering, saya lirik nomor yang terdisplay, tidak saya kenal. Namun saya tidak berani tidak mengangkatnya, karena nomor hp saya tertera di kartu nama saya, yang artinya setiap orang yang pernah saya beri kartu nama saya boleh menelpun saya setiap saat.

Setelah meminta maaf ke client saya, sayapun segera menerima telpun tersebut:”Hallo….”, sapa saya, namun tidak langsung terdengar jawaban. Beberapa saat kemudian baru terdengar click suara telpun diangkat dari hooknya, hmmm…pikir saya kok tidak sopan sekali.  Saya panggil lagi: ”Hallo…”.

Setelah hallo yang kedua baru terdengar jawaban mantap dan bersahabat dari sisi sebelah sana:”Eh…haiiii… pak Guntur, bagaimana kabarnya sekarang? Mudah2an baik2 saja ya”, terdengar suara pria yang memberi kesan sudah lama saya kenal.

Continue reading

Do you move enough?

Pernahkah pertanyaan ini mampir di benak pembaca? Pertanyaan yang tidak penting2 amat, terutama bagi pembaca yang masih muda belia. Begitu pula halnya dengan saya, tidak pernah saya peduli seberapa banyak saya bergerak dalam sehari, hingga…seingat saya…umur saya mulai mencapai kepala empat, ya betul kepala empat.

Begitu umur mulai memasuki kepala 4, yang katanya “Life begin at Forty” yang juga merupakan judul buku karya Walter B. Pitkin pada tahun 1932, maka terasa sekali badan ini tidak muda lagi. Rasa capek yang dulu jarang terasa, sekarang rasanya mulai seneng mampir. Istilah tertidur yang dulunya tidak pernah saya pahami, sekarang lebih sering mengalami.

Dulu saya paling tidak suka kalau dipijat, geli dan sakit rasanya. Saya sering heran melihat orang2 yang senang sekali dipijat sampai berjam-jam, sampai ‘grak-grok-grak-grok’ ketiduran. Ngapain pikir saya buang2 waktu tengkurap disiksa berjam-jam, habis gitu masih disuruh bayar pula :).

Tapi…mendekati kepala 4, Continue reading