Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 4/5)

Klik disini untuk ke bagian sebelumnya –> Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 3/5): Zhen Qi Yun Xing 5 Tahap

Tahap kedua: Perhatian dan hembusan berdampingn diturunkan ke Dan Tian

Kalau tidak salah mulai hari ketiga, setelah dirasa Qi terkumpul di uluhati, maka latihan dilanjutkan lagi. Saya sendiri masih tetap tidak merasa panas, atau hal yang lain di ulu hati saya… Tetapi saya sudah bisa hening… ceileee… hening lagi :).

Pada tahapan ini, Qi yang katanya sudah terkumpul di ulu hati diturunkan ke Dan Tian.

Apa itu Dan Tian? Dan Tian itu katanya berada sekitar 4 jari, jika ditempelkan horizontal, di bawah pusar / udel. Antara perut dengan alat reproduksi. Disitu titik Dan Tian.

Tugas kita kembali memusatkan perhatian, menempelkan lidah ke langit2, dan secara virtual membayangkan aliran Qi dari ulu hati ke Dan Tian.

Effectnya?

Kali ini saya dan hampir seluruh peserta merasakannya. Perut bergolak, berbunyi grak grukk… grakk… grukkk… Namun dasar bebal, ketika itu saya juga tidak percaya, saya anggap itu karena sambel yang saya makan di mie abang2 pagi harinya… xixixi…

Pak Niko mengatakan, bagi sebagian orang, nanti bakal bisa merasakan seperti diare tapi bukan diare. Yang sama adalah bolak balik ke WC. Yang beda adalah kalau diare badan jadi lemes. Sedangkan ini, setiap kali ke WC, badan tambah segar. Dannn… sorry… gas, kencing maupun kotorannya jadi berbau… Itu artinya Qi sedang membersihkan alat pencernaan kita, supaya makanan yang kita makan, energynya bisa lebih optimal diserap tubuh.

Kalau yang terakhir ini saya alami juga sih… Tapi ya saya pikir karena mie nya si abang2 itu tadi.

Selain itu krenyeng2, gatal2, kesemutan, panas di tumit dlsb tetap saya rasakan.

Tahap ketiga: Mengatur pernafasan Menjaga Dan Tian

Pada tahapan ketiga ini, saya lupa hari keberapa, latihan sama dengan sebelumnya. Hanya konsentrasi tidak lagi menurunkan Qi dari uluhati ke Dan Tian. Tapi konsentrasi hembusan nafas sudah langsung diarahkan ke Dan Tian.

Asumsinya pada tahap kedua semuanya sudah bisa mengalirkan Qi yang terkumpul di uluhati ke Dan Tian. Dan sekarang adalah saatnya untuk mengakumulasi Qi di Dan Tian.

Effectnya?

Ada yang perutnya bengah, panas, grak gruk grak gruk, dll… Saya? Gak krasa apa2? Hehehe… gemblung bener…

Pada saat ini juga sudah ada yang mengalami Thung Kwan.

Tahap keempat: Menembus meridian jangan dibantu

Pada tahap keempat ini, latihan sama persis dengan tahap ketiga. Kita diminta konsentrasi ke Dan Tian. Pada tahap ini diharapkan Qi kita mampu menembus meridian utama sehingga REN dan DU menyambung atau Thung Kwan. Nanti saya akan jelaskan secara semau gue… (maklum hanya berdasarkan apa yang saya denger :)).

Sampai di tahap ini tidak ada yang bisa dilakukan selain konsenstrasi. Ada yang tembus ada yang tidak. Ada yang sampai ikut 3 kali sesi pelatihan, artinya 3 x 13 hari, gak tembus2 juga. Ada juga katanya yang TK hanya 1 – 2 jam. Masing2 orang dikarunia tubuh berbeda.

Oleh karena itu bagi pembaca yang usianya seangkatan saya dan demen baca komik silat, rasa2nya kok mirip ya? Hanya saja dulu saya asal baca, tidak membayangkan atau memikirkan latar belakangnya. Sekarang setelah mengetahui teori dan melakukan latihannya, jadi inget2 semua pendekar2 itu :). Oya kalau ada yang inget dengan Thio Sam Hong… ada lho disebut2…

Nah bagi yang mengalami Thung Kwan, apa yang terjadi dengan mereka?

TCM (Traditional Chinese Medicine) mempercayai selain adanya aliran darah di tubuh kita, juga ada aliran Qi yang digambarkan dengan meridian. Kalau pembaca pernah pergi ke sinshe atau suhu, biasanya selalu terpampang gambar tubuh manusia dengan garis2 di sekujur tubuhnya. Itulah yang dimaksud dengan meridian.

Nah katanya, pada manusia ada 2 meridian utama. Satu berawal dari dagu, tepatnya antara mulut hingga pertengahan antara organ reproduksi dengan anus, disebut REN. Satu lagi dari tulang ekor hingga ke rahan atas mulut kita, dikenal dengan nama DU.

Kedua meridian ini, konon katanya, pada saat kita berusian antara 16 – 24 tahun terputus, entah karena apa. Nahhh… TK adalah saat dimana kedua meridian ini menyambung kembali. Duhhh… mudah2an gak salah2 amat saya menjelaskannya.

Pada saat kedua meridian ini bersatu, atau TK tadi, maka terjadilah sensasi yang tidak bisa dijelaskan bahkan oleh Prof Li sendiri. Tapi secara logika seperti ini, menurut Bpk. Nico:”Pernah melihat petugas pemadam kebakaran memegang selang untuk memadamkan api itu? Biasanya kan dipegang oleh beberapa orang tuh. Nah sebelum air dialirkan, selangnya lemes tidak bertenaga. Namun begitu keran dibuka, wahhh… kita bisa terpelanting kalau tidak memegangnya dengan baik”.

Hmmm… penjelasan yang lumayan masuk akal juga.

Jadi ketika meridian REN dan DU nyambung, yang terjadi, jika akumulasi Qi sudah terkumpul di Dan Tian setelah beberapa hari kita kumpulkan, kita bisa bayangkan aliran Qi yang sangat besar tiba2 bergolak di seluruh meridian tubuh, dan… amazing things happen. What kind of amazing things?

Setiap orang mengalami sensasi yang berbeda. Disini saya katakan sensasi, karena hanya terjadi sekali seumur hidup (katanya…), dan tidak bisa diulang. Saya sendiri tidak mengalami hal yang terlalu bombastis seperti teman2 yang duduk disebelah saya. Namun cukup fantastis…. Saya merasa pelan2 tubuh saya mengembang, semakin lama semakin besar… besarrrrr sekali… dan perasaan saya nyaman sekali. Aneh sekali. Dan setelah itu… hilang.

Teman disamping saya seperti terpaku di kursi, gak bisa bergerak, seperti membatu. Yang lain tiba2 menyanyikan lagu2 gereja. Ada lagi yang tertawa terbahak2. Ada pula yang menangis menggerung2. Ada lagi yang berputar seperti gasing, sampai ruangan dikuasai dia sendiri. Ada yang duduk di kursi dan kursinya bergerak menghentak2 berpindah tempat. Ada yang memukul2 titik meridian di tubuhnya, padahal dia gak pernah belajar meridian. Macam-macam….

Dan semua itu kita alami dalam keadaan 100% sadar, jadi kita tetap bisa mendengar suara2 teman2 membicarakan kita, kita bisa berpikir dengan baik, yang tidak bisa adalah melawan sensasi itu, hingga sensasi itu hilang sendiri.

Tahap kelima: Yanshen mengumpul tenaga untuk memelihara kehidupan

Pada tahap kelima, setelah kita TK, maka seluruh meridian utama kita sudah menyambung. Aliran Qi sudah bisa berputar dari depan badan, ke Dan Tian, berputar melalui saluran pembuangan, ke belakang (saya sering krenyeng2 disini), kemudian naik ke leher, ke kepala (sering krasa kepala berat atau ksemutan atau seperti ditarik2) dan kemudian ke muka depan (bagian mata kanan sana seperti di tarik2, mulut seperti digremeti semut,  kalau istri saya mata kanannya seperti mau copot) kemudian turun ke dagu, hingga ke uluhati.

Pada tahap ini tidak ada yang lain lagi selain berlatih dan berlatih. Dan jika pas latihannya betul, hati dan pikiran tenang, nafas teratur, kita bisa memasuki ‘hening’. Saya baru tahu jika apa yang saya alami di atas henang hening itu adalah yang dicari-cari setelah kita TK. Seperti apa rasanya hening, sepertinya juga berbeda tiap orang, namun apa yang saya rasakan adalah tiba2 kita merasakan secara perlahan tubuh kita seakan terpisah dari alam sekitar, kaki, tangan dan tubuh secara perlahan juga menghilang, rasanya antara ada tapi tiada, nafas seakan2 ada juga antara ada dan tiada (tuhhh mirip kan kaya di komik silat dulu bwakakak…). Saya tidak bisa mengendalikan nafas saya, seakan-akan nafas saya jalan sendiri, pelannn… pelannn… luar biasa, kata pak Nico itulah yang dinamakan pernafasan Janin…

Semuanya itu bukan sensasi, karena saya bisa merasakannya berulang2 jika saya bisa berkonsentrasi dan mengatur nafas dengan benar.

Semua itu saya rasakan dengan perasaan enak, damai, dan tidak mau saya lepaskan. Saya kadang gampang sekali mencapainya, kadang sampai satu jam gak bisa dapat…. Seperti kemarin malam sampai keringatan saya gak bisa, setelah pulang dari kantor dan saya coba, hanya beberapa menit langsung…serrrr….

Menurut pak Nico, itu dikarenakan latihan saya masih ajrut2an itu tadi… ya pantes aja saya hanya mengalami sesukanya sendiri. Namun kalau kita rajin melatihnya, beliau mengatakan kita akan mengalami hal2 yang jauh lebih menarik lagi. Apakah itu??

Ya latihan lah yang rajin katanya… Asemmm… 🙂

Nah setelah selesai tahap kelima ini, semuanya tergantung kita mau rajin berlatih atau malas2an…

Klik disini untuk ke bagian penutup –> Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 5/5): Penutup 

 

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, Kebon Jeruk,

Selasa, 14 Juli 2015, 02:15

http://www.gunturgozali.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s