Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 3/5)

Klik disini untuk ke bagian sebelumnya –> Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 2/5): Pengalaman Kedua berkenalan dengan Zhen Qi

Zhen Qi Yun Xing 5 Tahap

Pelatihan Zhen Qi Yun Xing dibagi dalam 5 tahapan. Ini adalah hasil research dari Prof. Dr. Li Shao Bo selama puluhan tahun berdasarkan dari berbagai sumber, buku, teknik pengobatan dan pengalaman beliau pribadi. 5 tahapan ini beliau rumuskan sendiri agar semua orang secara universal bisa menerimanya.

Konon katanya pada jaman dulu, kerajaan2 dan juga pemerintahan di Tiongkok sana sangat tidak senang ilmu2 traditional seperti ini diajarkan ke pihak luar. Namun Prof Li merancang ZQYX sehingga bersifat universal karena sifatnya yang menyembuhkan itu. Beliau katanya pernah mengatakan biarlah orang berjodoh yang menemukannya. Mirip cerita silat :).

Hal mengenai berjodoh ini memang betul. Karena setiap kali saya menceritakan hal ini ke orang lain, sebagian besar bersikap skeptic, kalau tidak mau dikatakan sarkastis. Rata2 berujar:”Ahhh… itu mah sama seperti ini… seperti itu…. Gak bedalah…. Percuma belajar begituan… Emang lu mau jadi pertapa? Emang lu mau jadi dukun?”. Jarang yang open minded, paling tidak mendengarkan dulu sebelum membuka mulut, kecuali yang sudah menderita sakit berat dan tidak ada jalan keluarnya, baru dengan terpaksa menerima apapun yang disorongkan kepadanya.

Saya awalnya juga begitu. Tetapi sejak saya mengalami banyak kejadian di dalam hidup saya, saya berusaha untuk tidak frontal didalam menolak sesuatu. Lebih tepatnya, mendengarkan, mencari tahu, baru cuap2 :).

Karena sudah berkali2 sok tahu, ternyata salah… kan mending sok tahunya saya simpan dulu sampai saya dapat data untuk menyerang. Beruntungnya dalam kasus ZQYX ini, saya tidak frontal menolak, namun ada satu hal yang saya sangat berhati2, saya tidak ingin terlibat dengan urusan agama/kepercayaan/tahayul dlsb. Nah sejauh yang saya ikuti, saya percaya ZQYX bersifat universal.

So, kembali ke laptop, 5 tahapan itu adalah

  1. Menghembus nafas memperhatikan uluhati
  2. Perhatian dan hembusan berdampingn diturunkan ke Dian Tian
  3. Mengatur pernafasan Menjaga Dan Tian
  4. Menembus meridian jangan dibantu
  5. Yanshen mengumpul tenaga untuk memelihara kehidupan

Kalau saya tidak salah catat seperti itu deh…wkwkwk… mohon jangan mencaci saya ya :)… saya bukan ahlinya dan saya tidak berminat menjadi ahlinya. Saya tuliskan tahapan di atas supaya nanti di bawah saya lebih mudah menjelaskannya.

Kalimat di kelima tahapan itu memang agak2 berbau syair atau gimana ya, mungkin karena diterjemahkan dari kitab2 kuno dari negeri Tiongkok sana. Saya suspect memang tidak dibuat jelas2 amat supaya ilmu itu tidak mudah dicuri orang. Jadi harus diterangkan oleh ahlinya baru mengerti. Oleh karena itu saya sangat tidak menyarankan untuk belajar sendiri.

Proses Pelatihan

Seperti sudah saya singgung di atas, lama pelatihan adalah selama 13 hari berturut-turut, biasanya sekitar 4 jam, bisa pagi atau malam, tentu saja tergantung kesepakatan peserta dan pelatihnya.

Apa yang kita lakukan selama 13 hari berturut2 itu?

Kalau saya amati, mudah2an tidak salah. Ada 2 tujuan utama dari kelima langkah itu.

Pertama adalah untuk mencapai Thung Kwan (TK), dan kemudian adalah untuk mencapai tahap hening. Tapi paling tidak selama 13 hari itu, bisalah mencapai TK terlebih dahulu.

Jika sudah TK dan masih tersisa waktu, biasanya banyak yang sudah merasakan seperti apa hening itu… dan saya sudahhhh… hehehe… (nanti kita bahas di belakang)

Pelatihan biasanya dimulai dengan teori, bisa 30 menit, bisa sejam, kemudian langsung latihan mengatur nafas. Itu saja yang kita lakukan selama 13 hari. Jadi kombinasinya adalah teori – latihan. Atau bisa juga latihan – teori – latihan. Atau latihan – latihan – teori – latihan.

Pelatihan diadakan biasanya dilakukan bersama-sama, semakin banyak orang semakin baik, supaya kita bisa mendengar effect yang terjadi pada orang lain, sehingga kita semakin yakin bahwa Qi itu benar adanya.

Pelatihan sebaiknya dilakukan di ruang tertutup yang cukup lapang (jarak antar peserta tidak berdempetan), udara nyaman (sangat disarankan ber AC dengan kedinginan yang nyaman), duduk di kursi dengan badan tegak, dan pakaian yang nyaman (saya bahkan pakai pakain kerja biasa). Oya ada lagi, jangan terlalu kenyang atau lapar, saya sudah mengalami kedua hal ini.

Tahap pertama: Menghembus nafas memperhatikan uluhati.

Pelatihan ini tujuannya adalah mengumpulkan Qi di uluhati. Saya yakin pembaca sudah tahu dimana letak ulu hati. Kira2 kalau di dada, tepat di tengah yang ada jeglokannya itu, yang kalau ditekan gak enak rasanya. Kalau gak tahu, coba tanya teman kanan kiri :).

Nah caranya gampang banget: duduk tegak di kursi, lutut ditekuk 90 derajat, telapak kaki menempel lantai, dan tangan menempel di paha atas dengan posisi menghadap ke bawah (nanti kalau sudah TK, katanya boleh lebih bebas). Setelah itu lidah ditempelkan di langit2 rahang atas. Tutup mata. Dan… bernafaslah secara alami.

Pada saat kita menghembus nafas, bayangkanlah nafas kita terkumpul di uluhati.

Wis gitu aja… gampang kan???

Nggakkk!!!

Kenapa? Karena begitu kita menutup mata? Pikiran suka lari kemana2… apalagi ketika saya memutuskan untuk menuliskan blog ini. Jiaaahhh… setiap kali menutup mata, otak saya langsung mulai “mengetik”… bwkakakak… sampai keringetan juga gak bisa konsen… asem bener…

Tapi kalau pikiran dan hati tenang, mak mblubusss hanya dalam beberapa menit saya bisa hening… (lehhh… hening lagi… :))

Nah 2 atau tiga hari pertama itu, itu aja yang kita latih. Menghembuskan nafas ke uluhati. Katanya biar Qi mengumpul disana.

Effectnya apa?

Ada yang mengatakan panas di uluhati, sesak, krenyeng2, macam2 dahhh… Saya merasa apa? Gak krasa apa2… hihihi…

Dulu malah lebih parah, 4 hari pertama saya tidak bisa merasakan apapun, sampai hampir frustasi. Padahal yang lain bahkan sudah ada yang TK segala. Kenapa?

Pertama, meskipun saya sudah mencari info bahwa ZQYX ini tidak berafiliasi ke agama/aliran/kepercayaan apapun, saya tetap belum percaya (maklum kepalanya dari batu wkwkwk…). Jadi setiap kali disuruh mulai memejamkan mata, saya mencuri2 membuka mata dan mengawasi apa yang dilakukan instrukturnya, ngintip hihihi… :). Saya takut instrukturnya meletakkan tangan di kepala saya atau melakukan hal2 yang ajaib2 begitu hehehe…

Saya baru mulai merasa nyaman menutupkan mata setelah saya lihat instrukturnya hanya berjalan menjaga kalau ada yang TK duluan, atau lebih seringnya, begitu kami menutup mata, mereka juga ikutan ZQ untuk mengumpulan Qi di tubuh mereka.

Hal kedua adalah pengertian yang salah. Saya pikir meditasi itu harus mengosongkan pikiran. Kan sering tuh katanya kalau meditasi harus mengosongkan pikiran. Nah ternyata mengosongkan pikiran itu sussaaaahnya minta ampun. Dan tidak diperbolehkan di ZQ ini. Takut dimasuki demit kali ya… hohoho…

Setelah saya mulai nyaman untuk menutup mata dan berkonsentrasi tanpa mengosongkan pikiran, baru saya mulai bisa merasakan effectnya.

Apa effectnya?

Pertama, indera kita menjadi sangat peka, terutama telinga. Suara kletek sedikit saja, membuat kepala seakan disiram air es, atau di-strum di kepala… brrttt… gak enak bener. Saya baru tahu kenapa dulu pas baca komik silat, pendekar2 itu kalau bertapa biasanya naik ke gunung dan masuk ke goa2. Mereka mencari tempat yang sunyi dan sepi.

Kedua, ada bermacam hal terjadi. Air liur keluar, mungkin karena lidah diangkat ke atas. Untuk itu telan saja air liurnya. Gatal seperti digigit nyamuk di berbagai lokasi di tubuh kita, di belakang leher, di muka, di tangan (ini katanya karena Qi mengeluarkan racun dari tubuh). Cedutan, bisa di dada, di paha, di punggung. Kemeng (apa ya bahasa Indonya, kaku kali ya) di dada dan punggung. Panas di tumit saya. Rata2 yang lain juga mengalami hal yang sama hanya lokasi berbeda.

Selama kita memusatkan pikiran ke hembusan nafas (bukan tarikan nafas) dan memusatkannya di uluhati, kita membiarkan pendengaran kita seperti biasa, tidak usah berusaha menutup suara2 yang masuk. Biarkan suara orang bicara, suara tv, radio, atau kucing berantem, tapi jangan diolah, jangan berusaha mengikuti pembicaraan orang, pasti bubar konsentrasinya.

Kemudian, ya itu tadi, bagi yang sensitive, mereka merasakan berbagai hal di uluhati mereka, kecuali saya. Memang sayanya sudah beda kelasnya… kelas beballl…wkwkwk…

Klik disini untuk ke bagian selanjutnya –> Zhen Qi Yun Xing – Menghembus Nafas, Meraih Kesehatan (bagian 4/5): Tahap kedua: Perhatian dan hembusan berdampingan diturunkan ke Dan Tian 

 

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, Kebon Jeruk,

Selasa, 14 Juli 2015, 02:15

http://www.gunturgozali.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s