Pelajaran dari insiden OpenAI dan Hugging Face
Disclaimer:
Tulisan saya ini tidak bermaksud untuk menguliahi, menggurui atau menakut2i, tetapi untuk membuka wawasan kita semua akan potensi luar biasa AI yang saat ini sudah menjadi makanan sehari2 hampir seluruh Masyarakat pengguna internet. Tulisan ini saya research menggunakan AI, termasuk juga beberapa bagian penulisannya.
Pertama2 perkenankan saya menyapa pembaca setia saya yang masih tetap mengunjungi blog saya meskipun sudah hampir 3 tahun saya tidak menulis.
Kali ini, ditengah kemalasan saya akibat banyaknya hiburan di telapak tangan saya (baca: HP :)), saya memaksakan diri untuk untuk mengetikkan tulisan yang menurut saya sangat perlu teman2 ketahui mengenai resiko terbesar AI yang mungkin belum terbayang selama ini.
AI berpotensi lebih berbahaya dibanding NUKLIR
Ini adalah pernyataan salah satu dedengkot AI yang juga merupakan pengusaha terkaya di dunia, Ellon Musk. Pada bulan Agustus 2014 (dua belas tahun lalu) melalui account Twitter (sekarang X) pribadinya dia mengatakan:
“Kita harus sangat berhati-hati dengan AI. Berpotensi lebih berbahaya dibanding nuklir.”
Hal ini dia sampaikan setelah membaca buku berjudul Superintelligence: Paths, Dangers, Strategies karya filsuf Nick Bostrom.
Continue to page 2 —> please click 2 below…
Selama kurang lebih 7 akhir pekan (weekends) terakhir saya berpuasa menonton atau keluar rumah untuk makan bersama istri saya, kegiatan yang selama beberapa tahun terakhir ini mengisi akhir pekan kami berdua. Ngapainnn… hayooo… š