Ayooo… pilih mana, Galaxy Note 7 atau iPhone 7?

Hal yang pertama saya lakukan pagi ini adalah meraih iPad saya, dan menonton acara Apple Keynote Live yang baru diselenggarakan di Bill Graham Civic Auditorium, San Francisco tanggal 7 September 2016, 10am waktu setempat, atau kemarin malam pukul 24.00.

Sedianya saya ingin menonton langsung acara ini seperti beberapa keynote sebelumnya, akan tetapi seperti juga beberapa keynote lainnya mata saya tidak bersedia diajak kompromi, dianya merem aja sendiri… hehehe…

Acara ini tentu sudah ditunggu-tunggu oleh pencinta gadget seluruh jagad, termasuk saya juga (caileee… pencinta gadget nih yeee… hehehe…). Siapa yang tidak penasaran dengan spesifikasi dan fitur2 iPhone 7 yang merupakan major release setelah iPhone 6s dan iPhone 6s Plus yang dilaunch 9 September 2015 lalu itu.

Lha terus ngapain kok saya bela2in malam ini juga langsung menulis dan memposting tulisan  ini?

Jawaban pendeknya karena hutang…

Jawaban panjangnya karena sejak sebelum peluncuran hingga pembatalan pengiriman Galaxy Note 7 beberapa waktu lalu (baca: Ada apa dengan Galaxy Note 7?), sudah banyak teman2 saya yang menanyakan langsung maupun berkirim email, sebaiknya membeli GN7 atau iP7/iP7+?

Setelah Samsung membatalkan pre-order GN7, pertanyaan ini menjadi semakin gencar, mungkin karena sudah kadung kepingin pegang mainan baru tapi gagal, jadi perlu segera cari penggantinya🙂. Padahal saya sendiri juga belum tahu spesifikasi dan fitur detail iP7.

Daripada dikejar-kejar pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, saya janji sekenanya bahwa nanti kalau sudah dilaunching akan saya tuliskan deh kata saya… Sebagai akibatnya sayapun ketiban pulung berutang tulasan, sehingga dari kemarin sudah ditagih2 janji saya kalau Apple melaunching iPhone 7 saya harus melunasinya, maka … jadilah postingan ini🙂.

So berdasarkan keynote kedua product ini, baca sana sini ditambah  pengalaman saya menggunakan Note Edge, Note 5 dan iPhone 6 Plus, saya memberanikan diri memberikan opini saya atas kedua smartphone paling canggih sejagat saat ini.

Saya hanya membandingkan GN7 dengan iPhone 7 Plus yang secara harga paling sesuai disandingkan. iP7 saya rasa tidak terlalu istimewa jika dibandingkan dengan iP6s atau iP6s+.

Design

Saya beruntung sempat memegang GN7 beberapa saat setelah launching, banyak yang mengatakan sama persis seperti S7 dengan gorilla glass di bagian depan dan belakang. Saya sendiri bukan penggemar Samsung S series, sehingga saya tidak bisa berkomentar banyak, namun jika dibandingkan dengan Galaxy Note Edge dan GN5 yang sekarang saya gunakan, rasanya memang lebih enak digenggam. Citra rasanya terasa cantik, elegant dengan kedua sisi melengkung (dual curved screen), dan lapisan kaca di bagian belakang. Terasa ada perbedaan dibandingkan dengan kedua kakaknya, Note Edge dan GN5.

galaxy-note-7

Sedangkan iP7+ … hmmm… terus terang saya sangat kecewa melihat bentuknya yang seperti ituuuu ituuuu saja. Apalagi sebelum launching sudah bertebaran fotonya, sehingga tidak terasa lagi factor WOW nya.

iP7 n iP7+.png

Tidak seperti product Apple lain, semisal keluarga MacBook ( MacBook Air atau New MacBook) yang setiap kali keluar major release, selalu tampil sangat menarik, bentuk iPhone tidak ada perubahan significant.

Lain halnya dengan keluarga Samsung Galaxy Note, mulai dari GN1 dengan layar lebarnya, Note Edge dengan sisi lengkungnya, GN5 dengan perubahan bentuknya hingga GN7 dengan dual curve screen nya. Samsung mencoba berbagai inovasi untuk memuaskan penggemarnya.

Sedangkan bentuk fisik iP7 dibandingkan iP6 hampir tidak terasa, kecuali bentuk lensa camera melebar di iP7 Plus. Menurut saya iP7 lebih tepat disebut iPhone 6S2 saja, kelanjutan dari iPhone 6S… kalau dari design sih rasanya belum cocoklah untuk naik tingkat… hehehe…

Screen

Sulit bagi saya untuk membandingkan screen GN7 vs iP7/iP7+ tanpa melihat kedua smartphone ini secara langsung. Namun jika hanya berdasarkan spesifikasi teknis, rasanya iP7/iP7+ jauh tertinggal dibandingkan GN7.

Spesifikasi layar GN7 yang lebarnya 5.7 inch Quad HD Super AMOLED display memiliki resolusi 2560 x 1440 pixels dan kerapatan 515ppi. Layar GN7 ini menurut pengakuan Samsung lebih bagus dari pendahulunya GN5, padahal GN5 yang memiliki spesifikasi yang sama, memiliki layar yang amat sangat indah baik warna maupun tingkat kecerahannya. Perbedaannya GN5 diproteksi Gorilla Glass 4, sedang GN7 dengan Gorilla Glass 5 yang katanya amat sangat keras dan tahan goresan… katanya :)…

Sedangkan iP7+ memiliki lebar layar sedikit lebih kecil, 5.5 inch Retina HD Display dengan resolusi hanya 1920 x 1080 pixels dan kerapatan 401ppi.

Jauhhhh kannnn…

Jadi kalau dengan GN5 saja masih kalah, saya rasa untuk masalah screen, iP7+ harus bertekuk lutut kepada GN7. Belum lagi di GN7 dilengkapi dengan inovasi always on display technology, jadi kita tidak perlu menghidupkan handphone untuk menulis note atau melihat tanggal, jam, sisa battery dan notifikasi.

Piye cobak… apik endi??? … (translation: Ayooo… bagus mana??? J)…

Water- and dust-resistance

GN7 dibekali dengan fitur anti air dan debu dengan sertifikasi IP68, artinya si doi sanggup diajak menyelam sedalam 1.5m selama maksimum 30 menit, termasuk juga digunakan menulis menggunakan S Pen stylus selama menyelam itu.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.27.31 PM.png

Sedangkan iP7+ menyandang spesifikasi IP67 yang dikatakan splash and water resistant. Terus terang saya juga kurang jelas dengan definisi splash resistant itu, mungkin hanya boleh di ceples-ceples pake air gitu kali ya… hehehe…, yang pasti tidak bisa dibawa nyelem seperti GN7 kayaknya.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.23.18 PM.png

Lha emangnya kita perlu fitur ini?

Hmm… perlu2 tidak sih ya. Kalau kita cukup berhati-hati menggunakan handphone kita, fitur ini tidak terlalu perlu. Tetapi kalau kita termasuk orang yang sembrono, fitur ini akan luar biasa membantu.

Saya hingga saat ini, setelah puluhan tahun menggunakan handphone, Puji Tuhan, belum pernah rusak gara2 kecemplung got atau toilet, atau sampai keyboard gagal fungsi karena kemasukan debu. Note Edge istri saya pernah sekali nyemplung ke toilet🙂, tapi setelah pake deg2an dikeringkan, berhasil hidup lagi.

Jadi tergantung orangnya, namun kalau ada fitur ini, yaaa asyikk juga kan?…

Kita bisa lebih sembrono dikit, misalnya motret2 di kolam (air tawar lho ya…), asal ya itu tadi, tidak lebih dalam dari 1.5 m dan tidak lebih lama dari 30 menit. Atau bergaya sok sibuk dengan mencoret2 layar GN7 kita sembari duduk dipinggir kolam renang… jiaaahhh… kayak top designer bae…

Camera

Secara spesifikasi GN7 menyandang Dual Pixel 12-megapixel camera belakang dan 5-megapixel camera depan dengan bukaan/aperture f/1.7. Camera belakang juga bisa mengambil video dengan resolusi 4K, yang saat ini lagi trend di pasaran.

GN 7 Camera.jpg

Sedangkan iP7+ tidak hanya menyandang dua camera, tapi sekaligus tiga camera, satu di depan, dua di belakang . Di bagian depan dibekali front camera 7-megapixel, sedangkan camera belakang terdiri atas satu lensa wide-angle 12-megapixel dan satu lensa telephoto juga 12-megapixel. Camera belakang juga mengambil video dengan resolusi 4K.

iP7 Dual Camera.png

Fitur camera teranyar iP7+ ini memungkinkan kita untuk mengambil foto secara normal menggunakan lensa wide, sekaligus juga memungkinkan kita mengambil telephoto 2x optical zoom. Kombinasi kedua camera itu memungkinkan iP7+ menghasilkan telephoto dengan 10x software zoom dan foto portrait dengan kualitas bokeh yang sangat mencengangkan.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.07.46 PM.png

Jika pembaca memiliki hobby memotret, terutama foto portrait, saya rasa iP7+ memiliki camera yang lebih unggul dibandingkan GN7. Namun biasanya, penghoby foto, biasanya lho ya, sudah memiliki camera2 canggih dengan berbagai macam lensa yang harganya selangit. Sedangkan pemotret amatiran biasanya belum terlalu peduli dengan bokeh2an atau depth of field segala macam. Jadi tinggal pembaca mempertimbangkan apakah fitur ini merupakan fitur utama atau tidak?

Expandable storage

Bagian ini adalah bagian yang paling saya sukai. Ini yang menyebabkan saya langsung melakukan pre-order GN7 tanpa ragu, tentu selain karena fitur GN7 lainnya.

Samsung sangat memanjakan penggemarnya dengan internal memory 64GB dan external memory yang bisa diexpand menggunakan MicroSD hingga… 256 GB… Fiuhhh…ciamikkkk kan?. Bayangkan smartphone dengan memory total 64 + 256 = 320GB… saya rasa ini satu2nya smartphone dengan kapasitas terbesar saat ini, bahkan lebih besar dari laptop kelas menengah secara umum.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.38.24 PM.png

Ini mungkin merupakan tindakan Samsung untuk menebus dosa setelah sebelumnya dengan tanpa pertimbangan masak, kalau tidak mau dikatakan ‘ngawur’, hanya memasarkan Galaxy Note 5 dengan internal memory hanya 32GB saja, tanpa slot external memory. Akibat kengawuran ini, saya sama sekali tidak bisa menggunakan GN5 saya sehari-hari karena tidak cukup, sehingga hanya berfungsi sebagai pengganti camera… hikkksss…

Bagaimana dengan iP7+?

IP7+ meluncurkan 3 model dengan kapasitas 32GB ($769), 128GB ($869) dan 256 GB ($969) tanpa fitur yang memungkinkan kita untuk menambahkan external memory, hal yang sudah menjadi trademark iPhone dari awal iPhone diproduksi.

Dengan harga GN7 di pasaran sekitar $850 – $900, maka kita bisa memperoleh iP7+ dengan kapasitas 128GB, tapi tanpa keleluasaan menambah memory.

Battery & Wireless charging

GN7 dijejali dengan battery berkapasitas 3,500 mAh (non-removeable)… fitur fast wired charging wireless charging… dan bahkan fast wireless charging.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.40.54 PM.png

iP7+ tidak mengindikasikan besar kapasitas batterynya (non-removeable juga, sejak versi paling awal), hanya dikatakan 2 more hours battery life than iPhone 6s dan 1 more hours more than iPhone 6s Plus. Tidak ada juga menyebutkan mengenai faster battery charging apalagi wireless charging.

Perihal kapasitas battery, saya tidak tahu kenapa Apple tidak mengatakan saja besaran kapasitas batterynya seperti halnya handphone2 merk lainnya ya… malu kali ya… tauk ah elappp…

Headphone jack

Setelah sempat menjadi pembicaraan ramai di dunia maya, akhirnya Apple benar2 membuang audio jack di iP7/iP7+. Issue sebelumnya cukup ramai dijadikan bahan perbincangan apakah Apple benar2 akan menghilangkannya atau tidak, karena sebagian besar pengguna handphone masih lebih suka menggunakan headphone berkabel.

ip7-no-audio-jack

Sedangkan GN7 masih tetap mempertahankan audio jack seperti model2 sebelumnya. SVP Product Strategy Samsung, Justin Denison sempat menyindir rencana Apple membuang audio jack ini pada acara Galaxy Note 7 Unpacked.

Setelah memberi kesempatan hadirin bertepuk tangan atas fitur yang baru dia sebutkan, dia memberi jeda sedikit kemudian mengatakan kurang lebih seperti ini:”….do you wanna know whatelse it comes with…”, jeda lagi sebentar, kemudian melanjutkan dengan tangan terbuka,”…. an audio jack…”. Grrrr seluruh gedung tertawa  dan bertepuk tangan mendengar sindiran ke Apple ini…:)

Kita bukannya tidak bisa menggunakan earphone/headphone lama kita, namun kita harus menggunakan monophone audio to lightning to moniphono audio adaptor, yang menjadi accessories standard.

Screen Shot 2016-09-08 at 8.58.11 PM.png

Nah kalau sudah berurusan dengan adaptor2 ini, saya memiliki pengalaman buruk. Kalau hanya punya satu, jadi masalah kalau tertinggal atau terselip, mau punya banyak harus rogoh kocek lebih dalam lagi. Kalau beli ear/headphone dengan lightning connector, belum banyak di pasaran, bahkan mungkin belum ada di Indonesia karena lightning connector ini proprietary milik Apple.

Pilihan lain adalah … membeli wireless ear/headphone.

Inilah pinternya Apple mencari duit.

Pada acara keynote yang saya tonton itu, SVP Worldwide Marketing Apple, Philip W. Schiller mengatakan alasan Apple menghilangkan audio jack ini. Katanya ada 3 alasan:

Pertama, courage to move on… keberanian untuk melangkah maju (mungkin begit maksudnya), gak peduli apa lu kate… kata orang Betawi…🙂

Kedua, karena banyaknya fitur yang ingin dijejalkan di smartphone yang dituntut semakin tipis dan compact, sehingga space sangat mahal nilainya. Sedangkan audio jack itu technology yang sudah ketinggalan jaman… buang ajalah…

Ketiga, karena Apple memiliki vision on how audio technology should be… yaitu dengan WIRELESS…

Setelah memberikan justifikasi yang menurut saya mengada-ada, Apple meluncurkan Airpods, wireless earphone seharga $159.

Screen Shot 2016-09-08 at 9.02.05 PM.png

Haisss… jualan lagi… jualan lagi… Padahal Airpods ini sempat diisuekan akan diberikan gratis… Hihihi… gratisss… tak uk uk ya… jangan berharap ada yangg gratis dengan Apple…

Saya sendiri sebenarnya termasuk yang tidak terlalu suka menggunakan wireless headphone / earphone. Selain proses koneksinya yang kadang2 ribet, kadang2 juga suaranya terganggu, atau yang  menjengkelkan tiba2 batterynya mati atau kadang2 ngeri juga nempelin barang berfrekwensi tinggi di dekat otak kita dalam jangka waktu lama (meskipun tidak ada penelitian mengenai pengaruhnya terhadap otak, saya tetap merasa was-was…).

Selain itu keputusan membuang audio jack ini akan membuat banyak orang yang masih menggunakan audio connector untuk menghubungkan handphone mereka dengan tape di mobil atau speaker di rumah, menjadi kesusahan. Jadi, siap2 saja untuk membeli lightning  to miniphone adaptor tadi… cling… cling… cling… lagi buat Apple.

Connector

GN7 menggunakan USB type-C connector sebagai cable data atau untuk men’charge’ battery. Saya rasa USB type-C connector sudah menjadi standard untuk smartphone model mutakhir di pasaran, seperti halnya juga Apple NewMacBook.

Banyak yang memprediksi iP7/iP7+ akan menggunakan USB type-C yang menurut para pakar memiliki banyak kelebihan. Namun saya terperangah melihat kenyataan iP7+ masih menggunakan lightning cable seperti generasi sebelumnya.

Lhaaa… kok… katanya visionnya jauh ke depan…

———-ooo000ooo——–

Fitur2 di atas adalah fitur2 yang bisa dibandingkan Apple to Apple (atau Samsung to Samsung) antara kedua product canggih sejagat ini. Namun Samsung GN7 juga memiliki beberapa fitur tambahan yang menurut saya perlu pembaca ketahui jika berencana membeli GN7. Akan tetapi saya tidak melakukan perbandingan dengan iP7+.

Dual simcard

Ketika dulu, teman saya secara tidak sengaja mengatakan bahwa Galaxy Note 5 mampu dicekoki 2 simcard sekaligus, saya tidak percaya. Saya benar2 tidak percaya, karena ketika itu tidak ada high end smartphone yang memungkinkannya.

Dual bahkan triple simcard handphone memang bukan barang baru lagi ketika itu, akan tetapi kebanyakan malah adanya di handphone2 kelas menengah bawah produksi China, betul gak pembaca?

Oleh karena itu ketika saya dikonfirmasi bahwa GN5 bisa dipasangi 2 simcard, saya gembira juga.

Kenapa?

Saya bisa menggunakan 2 simcard dari dua operator yang berbeda untuk kebutuhan berbeda. Dalam hal ini saya menggunakan 1 simcard hanya untuk kebutuhan voice, sedangkan simcard yang satunya lagi hanya untuk data saja… Ujung2nya saya bisa memilih paket paling murah meriah dari kedua operator… hahahaha… Cakep kan… hehehehe….

Nah GN7 memungkinkan HINGGA 2 simcard.

Maksudnya HINGGA?

Tray untuk meletakkan simcard kedua di GN7, digunakan bareng untuk kebutuhan external memory. Jadi… jika kita butuh 2 simcard, maka kita tidak bisa menambah memory. Sebaliknya juga demikian, jika kita menambah memory, maka kita hanya bisa menggunakan 1 simcard.

galaxynote7-dual-sim-628x383.jpgBagaimana supaya bisa 2 simcard namun tetap bisa menancapkan MicroSD 256GB?

Hmmm… ada sih rahasianya, tapi resiko ditanggung sendiri ya🙂. Coba pembaca iseng2 mengobok-obok youtube… disana ada beberapa video yang mengajarkan caranya di S7 dan smartphone lain. Caranya dengan menempelkan simcard kedua ke MicroSD seperti tampak di image berikut:

galaxy-s7-nano-sim-mod.jpg

Saya tidak tahu pasti apakah bisa dilakukan juga di GN7. Saya sendiri juga penasaran ingin mencobanya. Kalau pembaca ternyata sudah berhasil melakukannya, mohon dishare ya🙂.

S Pen

Fitur ini adalah fitur paling utama di serial Galaxy Note. Inilah yang membedakan GN7 dengan seri Sx (S5, S6 atau S7).

S Pen di GN7 katanya lebih presisi lagi dan bisa dibawa menyelam pula. Jadi kalau kepala lagi panas karena tumpukan pekerjaan, bolehlah sekali2 bekerja di bawah air… wkwkwk… sambil menyelam… coret2…🙂

S Pen ini telah menjadi fitur favourite saya sejak Galaxy Note 1, itulah pula saya tidak pernah tertarik dengan S series. Bahkan saya tidak pernah ingin mencobanya, meskipun tampaknya Samsung menjadikan S series ini sebagai flagship smartphone mereka.

Fungsi S Pen bagi saya selain untuk corat coret, yang mestinya akan sangat bermanfaat bagi designer atau arsitek, juga saya gunakan untuk memberi coretan2 pada foto atau gambar yang perlu saya beri catatan, amat sangat bermanfaat.

Iris scanning

Fitur ini benar2 diluar dugaan saya. Saya pikir dengan fingerprint security saja sudah lebih cukuplah untuk melindungi smartphone kita, betul gak pembaca?

Lha sebagian besar handphone di pasaran aja belum menggunakan fingerprint, masih pakai passcode. Jadi dengan adanya fingerprint sudah jauh lebih secure.

Namun jika ada yang lebih secure dan harganya relative masih selevel dengan smartphone sejenis… why not, bukan? Makanya fitur ini benar fitur kejutan bagi saya.

Hanya saja ketika saya membayangkan bagaimana nanti menggunakannya, saya kok jadi agak2 gimana gitu ya… Mau mengaktifkan handphone kita pake memandangi cameranya, mirip2 kalau mau foto selfie… hehehe… Iya kalau langsung dikenali, lha kalau gagal, kan mirip seperti monyet di depan cermin gitu… bwakakak…

Saya pikir saya masih akan lebih sering menggunakan fingerprintnya daripada Iris Scanner ini, tapi ya nanti lah dilihat kalau saya sudah sempat menggunakannya.

Secure Folder

Salah satu fitur yang saya suka sejak mulai ada dari Galaxy Note Edge adalah fitur Private Mode. Fitur ini memungkinkan kita untuk menyembunyikan content pribadi yang kita tidak ingin orang lain melihatnya, ketika misalnya sedang meminjam handphone kita.

Kita tentu tidak bisa menghindari ketika suatu ketika teman meminjam handphone kita, atau kita sedang menunjukkan foto kemudian tiba2 dia mengambil handphone kita dan menotol2, baik sengaja atau tidak, layar handphone kita, atau ketika anak2 meminjam atau memainkannya.

Padahal ada file2 yang bersifat pribadi, misalnya slip gaji, atau foto rekening koran, atau dokumen pajak, chatting kita dengan pasangan, atau email2 pribadi dan atau lebih gawat lagi foto2 atau video2 aduhai yang sering dikirim sembarangan oleh teman2 di group kita… hehehe… betul tidak?

Nah fitur Private mode ini memungkinkan kita menyembunyikan content dari: Gallery, Video, Music, Voice Recorder, My Files dan S Note. Semuanya tidak akan tampak ketika kita membuka folder gallery atau video, tersembunyi. Kita hanya bisa melihat dan mengakses file2 itu apabila kita menggunakan password atau fingerprint.

Secure Folder di GN7 ternyata lebih canggih lagi. Jika pembaca pernah tahu Samsung KNOX, mungkin kurang lebih seperti itu. KNOX memungkinkan suatu organisasi untuk menciptakan semacam “ruang kerja” terpisah di handphone kita. Secara fisik kita bisa membayangkan membuat ruang kerja khusus di rumah kita, dan untuk masuk kesana harus menggunakan fingerprint atau lebih hebat lagi di GN7, pakai Iris Scanner… asyikk kan…🙂.

Nah Secure Folder tidak hanya menyembunyikan file, akan tetapi juga aplikasi. Misalnya kita tidak mau orang menggunakan camera, maka sembunyikan saja Icon Camera, Browser atau Game disini…hehehe…

Kalau kita sendiri yang akan mengambil foto, tinggal kita buka Secure Folder ini, dan semua berfungsi seperti biasa. Canggih kan??? Untuk ini saya rasa saya akan menggunakan Iris Scanner, karena penggunaanya tidak sesering kita mengaktifkan handphone.

Nah itulah kira2 fitur2 tambahan di GN7 yang saya ingat, selain fitur2 lain seperti HDR Video, membuat GIF file menggunakan S Pen, atau stereo speaker di iPhone 7 dll yang saya rasa tidak terlalu perlu saya bahas.

———-ooo000ooo——–

Sekarang, tentu pembaca bertanya:”Lha jadi sebaiknya saya membeli yang mana?”. Ngoceh ngalor ngidul tanpa kesimpulan sama aja ngerjain, pembaca ya🙂.

Sebenarnya gampang sekali menjawabnya, kedua smartphone canggih ini seharusnya tidak disandingkan head to head, Apple to Apple atau Samsung to Samsung🙂.

Lha kok saya bandingkan? Lha teman2 saya yang nanya… dan pembaca mau2nya pula membacanya… wkwkwk…

Just kidding…

Jadi begini, menentukan GN7 atau iP7+, akan lebih mudah jika kita bisa menjawab pertanyaan ini: apakah menurut pembaca fitur note untuk membuat catatan atau corat coret idea itu lebih penting daripada camera yang canggih?

Jika Ya, pilihannya jelas GN7, karena iP7 tidak memiliki S Pen.

Namun jika tidak, pertanyaan berikutnya apakah factor camera untuk memotret telephoto dan foto portrait menjadi factor paling utama?

Jika Ya, jelas pilihannya iP7, karena fitur telephoto dan foto portrait dengan bokehnya yang aduhai itu merupakan kelebihan yang menyolok dari iP7.

Jika pembaca tidak perlu corat coret, tidak perlu juga camera yang canggih2, tapi pingin beli salah satu. Saya rasa pembaca tinggal memilih fitur yang paling lengkap dari uraian saya di atas, gampang kan?🙂

Pembaca, terutama teman2 saya yang criwis, pasti nanya:”Lha kamu sendiri gimana, Gun?”… ya kannn… ya kann???

Kalau saya, kan sudah jelas pre-order GN7, yang kemudian dibatalkan karena Samsung ‘cegukan’ gara2 batterynya bermasalah. Pada saat saya pre-order GN7, saya sudah banyak membaca issue2 seputar launching iP7 ini. Saya baca2 dari berbagai sumber, kok tidak ada fitur yang bakal membuat saya wow gitu ya. Apalagi ternyata bocoran di dunia maya, benar2 persis sama bentuknya dengan ketika di launching.

Sedangkan GN7, selain memang saya sedang ingin menggantinya, memberikan banyak kejutan bagi saya.

Lha tapi kan GN7, bermasalah battery, software dll ?

Meskipun pre-order dibatalkan, dan uang dikembalikan, saya percaya perusahaan sekalas Samsung akan membereskannya dan memberikan yang terbaik sesuai dengan janjinya… Jadi saya masih tetap setia menanti… ciieeeeee…. (ini bukan karena dibayar lho ya… suwerrr…). Disclaimer: ini bukan iklan, tetapi pendapat pribadi… xoxoxo….

Pembaca dan teman2 criwis saya tetap mengejar:”Jadi kamu gak bakal beli iP7+???”…

Untuk menjawab hal ini… tunggu tanggal mainnya… bwakakak… jika rejeki mengijinkan iP7+ tidak akan kemana2… bwahahaha…

So pembaca dan teman2ku tercinta, semoga tulisan seenak jidat saya di atas memberikan sedikit pencerahan mengenai kedua smartphone paling canggih sejagat ini. Mudah2an nanti, saya berkesempatan menentukan mana yang paling canggih jika saya telah mencoba keduanya.

 

*Disclaimer: tulisan diatas, sekali lagi, saya buat hanya berdasarkan informasi yang saya lihat, dengar dan baca, plus pengalaman saya menggunakan product Samsung dan Apple sebelumnya, jadi patut diragukan kebenarannya… wkwkwk …🙂.

Salam,

 

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Kamis, 8 September 2016, 21:30

 

5 thoughts on “Ayooo… pilih mana, Galaxy Note 7 atau iPhone 7?

    • Hi Victor,

      Boleh juga menjadi alternative bagi yang hanya peduli memory space. Bagi saya, S Pen stylus sangat berarti plus tentunya juga memory, namun saya merasa belum perlu sampai 2TB, mau diisi apa lagipula availability dan harga MicroSD 2TB blm tentu masuk akal🙂, sedang yang 256GB aja sudah selangit :)… Anyway terima kasih atas komentarnya…

      Salam,

  1. Infonya detail sekali Pak Guntur (speak with data haha), informasinya padat hasil kompilasi sana sini sepertinya, nice sekali.
    Sekarang ini kan populer yang namanya youtubers, vlog atau apalah itu sebutannya🙂
    Dengan kedetailan informasi yang seperti ini kalau berbentuk Video mungkin akan lebih mengena, “visualization better than just reading”😀

    Mungkin kah Pak Guntur mempunyai vision kesitu, atau let say ini tantangan untuk Pak Guntur😛

    • Hi Kharis,

      Terima kasih komentarnya.

      Saya juga mendengar kepopuleran youtubers atau vlogers atau apapun itu namanya, tapi… yang cocok tampil di youtube n vlog itu yg wajah dan suaranya enak dipandang dan didengar… plus berani tampil, paling tidak selfie…

      Kalau saya… aw aw aw… terima kasih deh atas tantangannya… generasi Kharis lah yang cocok, generasi selfie kan? Hehehe…

      Thank you atas komentarnya,

      Salam,

  2. Wow iphone 7 camera is fantastic. Mayoritas orng sudah males nenteng2 camera, terkecuali bila ada moment khusus. Apalagi kebanyakan orng ingin sharing foto yg jauh lebih mudah dari smartphone ketimbang dari camera. Kalau pen, sekali2 nice to have.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s