A small but nice town called SALATIGA (1/2)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, Tersesat di hutan jati…, keputusan saya untuk menginap di Salatiga daripada Semarang tentu ada alasannya. Tadinya saya sudah memesan hotel untuk bermalam di Semarang, namun istri saya menanyakan apa gak sekalian menginap di Salatiga sekalian bernotalgia dan makan. Begitu diingatkan soal makan tidak ada lagi alasan yang lebih tepat untuk tidak menginap si Salatiga … hehehehe….

Salatiga, kota kecil yang terletak di pusat segitiga kota Semarang – Solo dan Yogyakarta, adalah kota yang penuh kenangan bagi saya. Bagi yang belum pernah mendengar kota ini, disinilah letaknya:

Continue reading

Warga Jakarta emang Oyeeeee…..

Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah, hari yang tidak ingin saya lalui  begitu saja. Hari ini adalah hari pemungutan suara putaran kedua untuk memilih pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang beritanya hampir setiap hari menghiasi seluruh media masa, cetak maupun elektronik.

Hari ini saya kudu mencoblos dan kemudian mengikuti quick count yang sudah dipromosikan berbagai stasiun TV local mulai pukul 11:30. Demikian rencana saya pagi ini. Tapi tiba2 sekretaris saya mengirim text message mengingatkan saya bahwa hari ini pukul 13:00 saya harus mengajar Basic Mentality yang sudah dijadwalkan sejak minggu lalu.

Waduuuhhh….bagaimana dong? Continue reading

Ehhh…sudah dua bulan lho :)

Ehh..tidak terasa empat hari yang lalu saya baru melalui ulang bulan kedua ngeblog saya lho :). Horeee…ternyata berhasil juga saya melalui bulan kedua blogging saya, setelah tadinya sempat ragu2 apakah bisa melalui bulan kedua ini dengan sehat walafiat :).

Meskipun ratio antara jumlah page views dibandingkan dengan jumlah komentar masih amat sangat kecil, namun saya merasakan peningkatan jumlah komentar yang sangat tajam dibandingkan bulan pertama. Bahagianya :).

Continue reading

Project Olahraga Nasional

Geli sekaligus gemas saya membaca judul berita di salah satu harian terkemuka beberapa hari yang lalu. Judul yang tampak sangat biasa itu, sebenarnya merupakan sindiran yang menyakitkan, kalau saja orang2 yang terlibat di dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional yang dulu sangat dibanggakan itu, punya perasaan.

PON yang dulu menjadi ajang olahraga yang dinanti-nantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, semakin lama menjadi semakin memprihatinkan. Pada Pekan Olahraga Nasional XVIII di PTPN V, Pekanbaru, Riau, berbagai fasilitas tampak belum siap, bahkan satu panel kaca kanopi di pintu masuk stadion tenis yang akan digunakan, runtuh sebelum digunakan, sehingga berakibat tiga orang luka-luka.

Continue reading