And… Universitas Kristen Satya Wacana Like You’ve Never Seen Before too… :)

250px-Logo_UKSWUniversitas Kristen Satya Wacana tidak ada di dalam kamus saya ketika pada tahun 1983 saya lulus SMA di Surabaya, apalagi yang namanya kota Salatiga :).

Tetapi setelah mengunjungi kampusnya… aw aw aw… sayapun langsung jatuh cintrong… hehehehe. Apalagi ketika itu, konon katanya,  Fakultas Teknik Jurusan Elektro ngetop banget, tercemar deh pokoknya … eh terkenal maksudnya, di seantero…Salatiga …..ehhh gak ding… di seantero Indonesia lho…ciyuss ini).

Pertama kali saya ke kampus ini, saya sungguh tertegun dengan keasrian kampusnya… hijauuuu… greeeeennn… segerrrrr… dengan mahasiswa yang seger-seger lalu lalang disana sini :). Keasrian ini masih ditambah pula dengan udara yang sejuk cenderung dingin langsung membuat saya jatuh hati :). Berbeda jauh dengan kota Surabaya yang gersang, panas dan “pliket” (apa ya bahasa Indonesianya, itu tuh keringetan dan lengket2 gitu… erghhhh…)

Sekarang, kampus UKSW saya “rasa”, ini pake perasaan lho ya, kok tidak seasri dulu lagi ya, meskipun tanaman hijau masih ada imana2 (baca tulisan saya: UKSW Kok Jadi Begini 😦 ).

Nah pada kunjungan saya terakhir kesana, saya selain “ngedrone” (ini istilah saya sendiri untuk mengambil aerial videography menggunakan drone :)) Salatiga, yang saya post beberapa hari lalu, saya juga menyempatkan diri “ngedrone” UKSW.

Berikut adalah hasil drone dan editing seadanya Universitas Kristen Satya Wacana yang saya ambil tahun lalu (mohon dimaaftkan kalau tidak sebagus yang pembaca harapkan):

Continue reading

UKSW, kok jadi begini :(

Nama Universitas Kristen Satya Wacana atau lebih dikenal UKSW, tidak pernah mampir di kepala saya ketika saya selesai menamatkan Sekolah Menengah Atas yang saya tempuh di Surabaya. Sama sekali saya tidak pernah mendengarnya, lha wong kota Salatiga saja saya tidak tahu.

Ketika itu, yang ada di benak saya adalah berangkat ke US dan melanjutkan kuliah saya disana. Keinginan saya menempuh pendidikan sarjana di Negara Paman SAM sudah lama bercokol di kepala saya. Bahkan ketika itu, atas usaha saya sendiri, tanpa sepengetahuan ortu saya, saya mengikuti kursus TOEFL dengan bersepeda hingga 1.5 jam jauhnya, mengambil test TOEFL, menerjemahkan raport  dan ijazah saya hingga saya mengantongi I-20 di Oklahoma State University.

Namun nasib berkata lain, Continue reading

A small but nice town called SALATIGA (2/2)

Saya juga sempat mampir di warung Gudeg Aan, warung gudeg yang sangat terkenal, terutama diantara anak2 Fakultas Teknik Jurusan Elektro. Gudeg Aan ini menurut saya adalah jenis gudeg kontemporer, rasanya sama sekali berbeda dengan style gudeg Yogya. Khasss…mantappp…bikin kangen :).

Beberapa teman kuliah saya bahkan bisa bertahan bertahun-tahun makan pagi setiap hari disana, benar2 setiap hari. Tidak tahu karena rasa atau karena harga :). Tapi yang pasti si penjualnya ko Aan ini tadi orangnya amat sangat humble, sangat dekat dengan mahasiswa, dan suka guyon.

Continue reading

A small but nice town called SALATIGA (1/2)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, Tersesat di hutan jati…, keputusan saya untuk menginap di Salatiga daripada Semarang tentu ada alasannya. Tadinya saya sudah memesan hotel untuk bermalam di Semarang, namun istri saya menanyakan apa gak sekalian menginap di Salatiga sekalian bernotalgia dan makan. Begitu diingatkan soal makan tidak ada lagi alasan yang lebih tepat untuk tidak menginap si Salatiga … hehehehe….

Salatiga, kota kecil yang terletak di pusat segitiga kota Semarang – Solo dan Yogyakarta, adalah kota yang penuh kenangan bagi saya. Bagi yang belum pernah mendengar kota ini, disinilah letaknya:

Continue reading