A small but nice town called SALATIGA (2/2)

Saya juga sempat mampir di warung Gudeg Aan, warung gudeg yang sangat terkenal, terutama diantara anak2 Fakultas Teknik Jurusan Elektro. Gudeg Aan ini menurut saya adalah jenis gudeg kontemporer, rasanya sama sekali berbeda dengan style gudeg Yogya. Khasss…mantappp…bikin kangen :).

Beberapa teman kuliah saya bahkan bisa bertahan bertahun-tahun makan pagi setiap hari disana, benar2 setiap hari. Tidak tahu karena rasa atau karena harga :). Tapi yang pasti si penjualnya ko Aan ini tadi orangnya amat sangat humble, sangat dekat dengan mahasiswa, dan suka guyon.

Continue reading

A small but nice town called SALATIGA (1/2)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, Tersesat di hutan jati…, keputusan saya untuk menginap di Salatiga daripada Semarang tentu ada alasannya. Tadinya saya sudah memesan hotel untuk bermalam di Semarang, namun istri saya menanyakan apa gak sekalian menginap di Salatiga sekalian bernotalgia dan makan. Begitu diingatkan soal makan tidak ada lagi alasan yang lebih tepat untuk tidak menginap si Salatiga … hehehehe….

Salatiga, kota kecil yang terletak di pusat segitiga kota Semarang – Solo dan Yogyakarta, adalah kota yang penuh kenangan bagi saya. Bagi yang belum pernah mendengar kota ini, disinilah letaknya:

Continue reading