Pilih mana iPhone 5s atau Samsung Galaxy Note 3 atau Sony Xperia Z1?

Samsung vs Iphone 1Minggu lalu saya makan siang dengan dua orang teman saya yang sudah hampir setahun tidak bertemu muka. Begitu kami duduk di meja, dan selesai memesan makan, salah satu teman saya melirik handphone yang saya geletakkan di atas meja.

Dia segera mengambil dan mengamati handphone yang baru sekitar 4 bulan terakhir saya pakai itu. Setelah membolak-balik dia bertanya kenapa kok saya memilih handphone itu sementara di pasaran beredar banyak pilihan handphone yang lebih atau sama canggihnya.

Sayapun dengan senang hati menjelaskan panjang lebar kenapa kok saya akhirnya memilih pasangan hidup yang satu itu. Begitu mendengar penjelasan saya, dia langsung menoleh ke teman saya yang datang bersama dengan dia:

“Kalau begitu, kita beli yang ini aja deh, daripada pusing kepala milih2 lagi”

Hmmmm…..pusing kepala milih2?? Sound familiar to me :).

Ya emang, saya juga mengalaminya ketika kurang lebih empat bulan lalu saya harus memutuskan membeli handphone yang mana. Rasa2nya selama ini tidak pernah keraguan mampir di kepala saya di dalam menentukan handphone ataupun gadget yang akan saya beli. Saya biasanya sangat mantap menentukan pilihan saya, karena sebelum menetapkan pilihan, biasanya saya melakukan research yang cukup mendalam terlebih dahulu.

Namun sekali ini, untuk pertama kali saya sampai harus melemparkan keraguan saya ke group teman2 kuliah saya, saking bingungnya.

Kenapa kok sampai bingung? Continue reading

Amazing Super Zoom Compact Camera

Canon-EF-1200mm-f-5.6-L-USM-Lens-Above-CityPada tulisan saya mengenai acara wisuda anak saya di UC Berkeley (UC Berkeley Commencement 2013), saya menjanjikan akan menceritakan mengenai kamera super zoom yang memungkinkan saya memotret beberapa moment yang tidak mungkin saya dapatkan dengan menggunakan camera SONY NEX-7 saya, meskipun sudah menggunakan lensa 18 – 200mm.

Keputusan untuk mencari dan membeli camera ini muncul setelah saya mencoba mengambil beberapa foto di dalam stadium beberapa hari sebelum acara wisuda, dan saya menyadari lensa saya tidak mampu menjangkau posisi2 yang saya inginkan.

Setelah melakukan research kecil2an di internet dengan keyword: longest telephoto lens, saya baru menyadari kalau ingin memperoleh hasil yang bagus, saya perlu membeli sebuah lensa dengan ukuran 1200 mm seperti di bawah ini:

Continue reading

Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

10Lanjutan posting saya sebelumnya

Kesan pertama berkenalan dengan Q10

Begitu bangun pagi, saya mulai mengutak-atik Q10 yang sudah menyiksa saya hingga dini hari itu. Saya lihat lebih cermat, bentuknya hampir mirip Dakota, namun tidak ada deretan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key. Hal lain yang baru adalah adanya colokan untuk HDMI, selebihnya miriplah dengan Dakota.

Kesan saya setelah menggunakan beberapa saat adalah B I N G U N G. Banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10, terutama adalah dengan menghilang tombol2 di atas. Pada saat awal saya menganggap bahwa kebingungan ini hanya bersifat sementara sebelum saya terbiasa dengan User Interface dan navigasi yg berubah total itu.

Namun setelah menggunakannya dua minggu, saya bisa mengatakan Q10 Sucks! Saya bahkan sengaja menunda memposting tulisan ini, menunggu istri saya menggunakan Q10 nya beberapa hari hanya untuk mendengar kesannya: BINGUNG pisan :). Continue reading

Blackberry Q10, Sucks!

10Pernah merasa sebel menunggu proses restart BB? Melihat jam pasir berputar-putar di screen BB kita sementara kita lagi buru2 mau mengirim pesan atau menelpun? Atau selagi enak2 chatting tiba2 jam pasir nongol tanpa diundang, terus berjoget sesukanya tanpa bisa diinterrupt? Atau yang lebih menyebalkan lagi, tiba2 semua keyboard tidak bisa berfungsi, dan satu2nya cara adalah melepas pasang baterai kemudian menunggu proses reboot yang serasa seabad??

Kalau pembaca sudah merasakan semuanya, tentu saat ini sudah tidak sabar menunggu diluncurkannya Blackberry Q10 yang juga saya nanti2 sejak berbulan-bulan lalu. Betul tidak?

Kalau iya, mungkin perlu membaca tulisan saya dibawah sebelum benar memutuskan untuk ikutan antri membelinya :). Tulisan saya ini sangat panjang, bahkan setelah saya membuang beberapa bagian, dan memutuskan tidak menulisa beberapa bagian lagi, jadi sabar2 ya membacanya :).

Continue reading

Masih seputar AC Inverter

Tulisan saya mengenai AC Inverter, AC Inverter, Apa Sih Hebatnya?, yang saya post sejak tanggal 26 July 2012, ternyata hingga hari ini, sudah hampir setahun, setiap hari selalu menjadi referensi pembaca yang mungkin kepanasan dan kebingungan di dalam menentukan jenis AC yang hendak dibelinya.

Beberapa pembaca masih menanyakan hal yang sebenarnya sudah dibantu jawab oleh beberapa pembaca yang mau berbaik hati berbagi pengalaman di bagian komentar. Namun karena tidak semua pembaca membaca bagian komentar yang banyak berisi info2 berguna, maka disini saya copy paste komentar2 itu agar pembaca bisa lebih mudah memutuskan untuk membeli AC jenis apa.

Terus terang saya seperti didaulat menjadi ahli AC, padahal kagak ngerti apa2 mengenai jeroannya AC J. Nah mudah2an info di bawah bisa membantu:

Continue reading