Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

10Lanjutan posting saya sebelumnya

Kesan pertama berkenalan dengan Q10

Begitu bangun pagi, saya mulai mengutak-atik Q10 yang sudah menyiksa saya hingga dini hari itu. Saya lihat lebih cermat, bentuknya hampir mirip Dakota, namun tidak ada deretan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key. Hal lain yang baru adalah adanya colokan untuk HDMI, selebihnya miriplah dengan Dakota.

Kesan saya setelah menggunakan beberapa saat adalah B I N G U N G. Banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10, terutama adalah dengan menghilang tombol2 di atas. Pada saat awal saya menganggap bahwa kebingungan ini hanya bersifat sementara sebelum saya terbiasa dengan User Interface dan navigasi yg berubah total itu.

Namun setelah menggunakannya dua minggu, saya bisa mengatakan Q10 Sucks! Saya bahkan sengaja menunda memposting tulisan ini, menunggu istri saya menggunakan Q10 nya beberapa hari hanya untuk mendengar kesannya: BINGUNG pisan :). Continue reading

Blackberry Q10, Sucks!

10Pernah merasa sebel menunggu proses restart BB? Melihat jam pasir berputar-putar di screen BB kita sementara kita lagi buru2 mau mengirim pesan atau menelpun? Atau selagi enak2 chatting tiba2 jam pasir nongol tanpa diundang, terus berjoget sesukanya tanpa bisa diinterrupt? Atau yang lebih menyebalkan lagi, tiba2 semua keyboard tidak bisa berfungsi, dan satu2nya cara adalah melepas pasang baterai kemudian menunggu proses reboot yang serasa seabad??

Kalau pembaca sudah merasakan semuanya, tentu saat ini sudah tidak sabar menunggu diluncurkannya Blackberry Q10 yang juga saya nanti2 sejak berbulan-bulan lalu. Betul tidak?

Kalau iya, mungkin perlu membaca tulisan saya dibawah sebelum benar memutuskan untuk ikutan antri membelinya :). Tulisan saya ini sangat panjang, bahkan setelah saya membuang beberapa bagian, dan memutuskan tidak menulisa beberapa bagian lagi, jadi sabar2 ya membacanya :).

Continue reading