Q20: Yang Classic Memang Lebih Moiii kah?

BlackBerry ClassicPosting saya mengenai BlackBerry Q10 (BlackBerry Q10, Sucks!) adalah salah satu tulisan yang paling sering dibaca dan bertahan hingga hari ini, sejak saya posting tanggal 23 Juni 2013 lalu. Fiuhh… ternyata sudah lama juga ya, setahun setengah yang lalu.

Tulisan ini juga memperoleh komentar paling banyak dan beragam. Dari yang setuju, yang berterima kasih hingga memaki-maki saya karena “kebodohan”, “ketidak mampuan”, “keengganan” saya beradaptasi terhadap teknologi baru.

Semua komentar2 itu saya biarkan saja, lucu aja :). Ada yang saya komentari ada juga yang saya delete. Terutama yang menggunakan kata2 yang tidak pantas untuk ditayangkan, yang dipost oleh beberapa pembaca yang tidak berani menggunakan nama sebenarnya alias penakut :).

Ulasan saya ketika itu lebih saya utamakan pada user interface Q10 yang menggunakan OS terbaru BlackBerry 10 yang menurut saya tidak user friendly, serta kekecewaan saya atas dibuangnya Navigation Key yang menurut saya sangat innovative.

Kekurangan yang saya rasakan ketika itu kemudian diakomodir oleh BB melalui serangkaian update OS hingga saat ini. Namun kenyamanan navigasi yang ada pada BB sebelumnya tidak bisa kembali tanpa dikembalikannya Navigation Key yang ada pada BB jadul sebelumnya.

Continue reading

Fiuhhh….hampir saja….

api

Halloo pembaca yang baik, Selamat Tahun Baru 2015 (meskipun agak terlambat) dan selamat pagi. Ternyata sudah cukup lama saya tidak menulis ya. Saya mungkin sudah lupa menulis lagi kalau tidak mengalami kejadian pagi ini, yang saya rasa sangat perlu saya share ke pembaca semua.

Saya percaya hampir semua pembaca pernah mendengar kebakaran yang diakibatkan oleh ‘korslet’ atau short circuit peralatan listrik yang ditancap tanpa memikirkan beban maksimum stop kontak di rumah. Atau handphone yang meledak atau terbakar tanpa sebab.

Saya juga. Oleh karena itu saya termasuk sangat hati2 di dalam membeli komponen listrik yang sekarang banyak beredar tanpa quality assurance yang baik. Namun untuk kabel charger handphone saya lebih tolerant karena yang dihantar adalah arus searah (DC – Direct Current) dengan tegangan / voltage hanya 5 Volt.

Namun apa yang terjadi pagi ini benar2 membuat saya terkejut setengah mati…

Continue reading

Magazine UX: Samsung best UI?

MUX 2Pada tulisan saya sebelumnya mengenai Samsung Galaxy Note Pro 12.2, saya ada sedikit menyinggung mengenai User Interface baru Magazine UX (MUX) yang sudah pre-installed, berdampingan dengan UI lama TouchWiz.

Saya sengaja memisahkannya di dalam postingan sendiri karena selain topic ini sempat menjadi berita yang menghebohkan di dunia maya, saya juga ingin sekalian berbagi pengalaman di dalam men-setting MUX ini. Saya sempat beberapa saat kebingunan melihat UI baru ini namun tidak memperoleh manualnya hingga menontonnya di YoutTube.

So what is Magazine UX then?

Continue reading

Samsung Galaxy Note Pro 12.2: Is big beautiful?

samsung-galaxynotepro122-1-lHanya sebulan lebih sedikit sejak diperkenalkan pertama kali di ajang bergengsi CES 2014 awal tahun ini, Samsung Galaxy NotePro 12.2 sudah beredar di pasaran. Saya sungguh tidak mengira bahwa si bongsor SGNP ini bakal beredar secepat ini. Saya memperkirakan baru akan muncul di pasaran sekitar pertengahan tahun ini, atau paling lambat mendekati akhir tahun 2014.

Namun ketika sekitar minggu pertama bulan February saya membuka halaman Koran Kompas, saya terkeju melihat iklan satu halaman yang sudah memungkinkan kita untuk melakukan pre-order Samsung Galaxy Note Pro 12.2 ini. Luar biasa.

Dulu suatu product baru nongol di pasaran sekitar 3 – 6 bulan sejak diumumkan ke market. Misalnya saja product2 Apple, seingat saya sekitar 3 – 6 bulan kemudian baru beredar di pasaran. Sekarang jarak peluncurannya semakin pendek saja. Assyik juga sih, jadi kalau ngiler gak perlu kelamaan tersiksanya :).

Saya yang tadinya tidak terlalu memperhatikan si bongsor ini, karena saya pikir bakal masih lama nongol di pasaran jadi mulai mencari-cari informasi di internet. Sayangnya ketika itu belum terlalu banyak yang mereview product ini, kebanyakan hanya berupa ulasan singkat ketika reporter mencoba demo unitnya di ajang CES itu.

Saya baca dan lihat videonya di YouTube, sepertinya asyik juga ya. Hmmm…penasaran juga saya ingin merasakan user experiencenya.

Bisa untuk apa ya tablet segede itu? Berat apa nggak ya? Enak nggak untuk dibuat membaca ya, bagaimana kalau dipake browsing, untuk edit2 foto, untuk ngeblog? Seperti apa ya rasanya kalau dipegang tangan?? Penasarann….:).

Continue reading

Top 10 Galaxy Note 3 Features That I Like

GN3 1

Tulisan saya terakhir mengenai Pilih mana iPhone 5s atau Samsung Galaxy Note 3 atau Sony Xperia Z1? ternyata menimbulkan banyak komentar, baik pro dan kontra antara bebeberapa teman saya dan juga teman2 pembaca yang berasal dari berbagai aliran (kayak sungai aja hehehe….). Ada aliran anti mainstream, aliran Android, aliran iOS, dan aliran sesat…seperti saya ini wkwkwkwk…

Beberapa teman mengirim email atau langsung telpun atau chat ke saya secara japri, rata2 menanyakan lebih detail fitur2 yang membuat saya tertarik dengan GN3 itu. Saya sebenarnya sudah menyarankan untuk membaca saja di internet, tinggal tanya ke si Bro Google, pasti jawabannya banyak bertebaran di internet. Tapi alasannya, males ahhh….mending kamu aja yang terjemahin dan summary in ….hehehe…dasar pemalas :).

Ya okelah kalau begitu, demi teman2 saya yang pemalas itu, saya akan mencoba mengulas beberapa fitur yang menurut saya paling menarik dari GN3, sekalian saya mau meresponse atas beberapa komentar teman2 pembaca.

Fitur2 yang akan saya uraikan di bawah, sekali lagi, bisa teman2 pembaca cari sendiri di internet. Namun saya akan menguraikan dari sisi User Experience saya kenapa kok fitur2 itu menarik / innovative menurut saya. Continue reading