Menolong orang itu keren!

Help Others

Never stop doing little things for others.

Sometimes those little things occupy the biggest part of their hearts.

Tulisan berikut ini saya dedikasikan untuk seluruh AdIners yang luar biasa.

Sejak saya mulai menulis blog, sekitar tiga tahun yang lalu, seingat saya, saya belum pernah menuliskan kegiatan kantor tempat saya bekerja. Beberapa kali saya menerima email atau saran dari pembaca atau teman yang meminta saya membagikan pengalaman kerja selama mengelola perusahaan yang sekarang saya pimpin ini. Akan tetapi, entah kenapa kok saya belum merasa tergerak untuk menuliskannya. Tidak ada percikan di kepala saya yang membuat saya mengambil laptop dan membagikannya.

Bukannya tidak ada pencapaian istimewa yang telah dilakukan “anak2” saya selama ini lho, bukannn… sama sekali bukan itu. Bahkan banyak sekali project2 yang luar biasa, yang belum pernah terbayangkan bisa dilakukan oleh perusahan local, mampu kami lakukan. Sering saya menceritakan hal ini ketika memberikan training karyawan baru di perusahaan saya, atau ceramah / kuliah umum. Saya dengan bangga menceritakannya di depan ratusan atau bahkan ribuan mahasiswa sebagai cerita pembangkit semangat bahwa perusahaan lokalpun bisa melakukan hal2 yang luar biasa. Continue reading

Mampukah kita menciptakan mukjijat?

MukjijatSelama beberapa saat suasana menjadi hening ketika Romo / Pastur yang memimpin misa di Gereja Katholik Pantai Indah Kapuk melemparkan pertanyaan tampak sangat sederhana:

“Mampukah bapak/ibu menciptakan mukjijat?”

Semua terdiam, hening, tidak ada yang berani mengangkat tangan. Melalui pandangannya Romo menyapu seluruh ruangan, mengulang pertanyaannya pelan-pelan : “Mampukah bapak/ibu menciptakan mukjijat?”

Terus terang saya termasuk yang terdiam. Saya mencoba mencerna dan menjawabnya, tetapi saya tidak tahu jawabannya…

Mampukah saya menciptakan mukjijat?

Hmmm…gimana ya caranya mengubah air jadi anggur…atau menyembuhkan orang buta menjadi melek lagi….atau berjalan di atas air????

Beberapa saat setelah si Romo menyapu pandangan ke seluruh ruangan tanpa ada yang berani menjawab, beliaupun melanjutkan kotbahnya:

Continue reading

Saya ini pemalas, makanya saya bekerja keras….

lazyIni adalah pernyataan salah seorang team Inti perusahaan saya ketika masing2 dari seluruh peserta Workshop Enneagram yang kami ikuti beramai-ramai minggu lalu, dimintai pendapat mengenai hasil test pribadi masing2.

Saya sempat terkejut dengan pernyataannya ini apalagi ketika mengucapkan kalimat itu, dia memberikan jeda yang cukup lama antara kata “pemalas” dan kelanjutannya.

Jadi tepatnya dia mengatakan: “Saya menyadari bahwa saya ini termasuk orang pemalas…..”, jeda beberapa saat sebelum melanjutkan “oleh karena itu lah saya bekerja keras”.

Lho, piye toh karepe? (translation: Lho gimana sih maksudnya? :))

Continue reading

BEKAL SURGA

ws rendraBeberapa waktu lalu, seperti biasa, saya menerima broadcast message semacam renungan, video clip, kata2 motivasi, joke dll di group chat saya. Biasanya saya jarang membaca kiriman yang panjang2, namun kali ini karena saya menerima di beberapa group chat saya dalam waktu berdekatan, sayapun iseng membacanya.

Hmmmmm….puisinya si Burung Merak WS Rendra …. terus terang bukan hobby saya membaca puisi terutama yang kelas berat seperti puisi Rendra begini, tapi… entah kenapa beberapa baris pertama mengusik saya. Saya lanjutkan membaca dan luar biasa… saya jadi ingin membaginya dengan teman2 pembaca semua. Puisinya berjudul

BEKAL SURGA

Heaven

Oleh W.S. Rendra

Continue reading

To All Dad Around The World

I Love You DadKurang lebih empat bulan yang lalu, saya pernah marah besar terhadap putera2 saya karena ketidak disiplinan mereka, karena kecuekan mereka di dalam menepati janji. Saya memang paling tidak suka dengan orang yang kegemarannya ‘nelat’ atau tidak tepat janji.

Saya paling sebel dengan orang yang janji ketemu jam sekian baru nongol setengah atau sejam kemudian, apalagi sambil senyum2. Menurut saya mereka yang suka nelat itu tidak memiliki respect terhadap orang yang diajak bertemu, setuju tidak teman2 pembaca?

Begitu marahnya saya ketika itu, mereka sampai tidak berani berbicara apa2. Dan saya sempat mendiamkan mereka untuk beberapa saat, sampai salah satu putera saya, Ivan, mengirimkan email yang berisi quote-quote seperti di bawah.

Selesai membaca email itu saya lemas, mata saya berlinang, dan semua kemarahan saya langsung pupus.

Continue reading