Mampukah kita menciptakan mukjijat?

MukjijatSelama beberapa saat suasana menjadi hening ketika Romo / Pastur yang memimpin misa di Gereja Katholik Pantai Indah Kapuk melemparkan pertanyaan tampak sangat sederhana:

“Mampukah bapak/ibu menciptakan mukjijat?”

Semua terdiam, hening, tidak ada yang berani mengangkat tangan. Melalui pandangannya Romo menyapu seluruh ruangan, mengulang pertanyaannya pelan-pelan : “Mampukah bapak/ibu menciptakan mukjijat?”

Terus terang saya termasuk yang terdiam. Saya mencoba mencerna dan menjawabnya, tetapi saya tidak tahu jawabannya…

Mampukah saya menciptakan mukjijat?

Hmmm…gimana ya caranya mengubah air jadi anggur…atau menyembuhkan orang buta menjadi melek lagi….atau berjalan di atas air????

Beberapa saat setelah si Romo menyapu pandangan ke seluruh ruangan tanpa ada yang berani menjawab, beliaupun melanjutkan kotbahnya:

Continue reading