Thanks to all of you for spreading DR Richard Teo’s Testimonial !!

Selama beberapa hari ini saya hampir tidak bisa mempercayai mata saya melihat statistic wordpress yang menunjukkan peningkatan visits yang luar biasa. Semua itu hanya karena dua posting saya terakhir, pertama adalah posting mengenai kesaksian DR Richard Teo Keng Siang yang asli dalam bahasa Inggris (Please spend, even your most precious time…), yang hingga detik ini  mencapai 1.459 visits, dan terjemahan yang saya lakukan hingga mata saya kabur (Terjemahan: Memorial DR Richard Teo…), yang hingga detik ini juga mencapai 13.605 visits. Dan masih terus dibaca.

Continue reading

Terjemahan: Memorial DR Richard Teo Keng Siang (1972 – 2012)

Fiuhhh akhirnya selesai juga terjemahan kesaksian DR Teo ini. Setelah beberapa hari saya tunggu2 tidak ada pembaca yang tergugah untuk membantu menterjemahkannya, … hikksss… sementara saya merasa betapa powerfullnya kesaksian ini, dan setelah memaksakan mata tua saya selama 7 jam lebih  maka selesai jugalah terjemahan ini.

Saya mohon maaf jika terjemahan ini banyak salahnya, karena bahasa Inggris saya yang pas2an yang juga menyebabkan saya dari awal tidak berani berjanji menterjemahkannya. Semoga meskipun demikian terjemahan ini tidak mengubah esensi kesaksiannya.

Continue reading

Please spend, even your most precious time, to read this! : The Memorial of DR Richard Teo Keng Siang.

Hari Rabu yang lalu, saya membaca shared link di FB keponakan saya, Lie Min Ce, yang isinya begini: “If you have 10 minutes, read his testimonial”. Shared linknya berjudul demikian: The memorial of Dr Teo Kek Siang (1972 – 2012) – Singapore at HeavenAdrress Online Memorial.

Hmmm…10 menit…cobalah saya click. Setelah saya baca sekilas ehh panjang juga, saya browse sampai ke bawah, duhhh panjang bener. Wahh ini sih bisa lebih dr 10 menit. Setelah saya baca sekilas background DR Richard Teo, kemudian saya tinggalkan, karena saya rasa akan perlu lebih dari 10 menit bagi saya untuk membacanya. Dan saya lupakan….paling juga seperti testimoni2 lainnya, pikir saya.

Hari Kamis lalu, entah kenapa, saya tiba2 teringat lagi akan shared link ini. Hmm… 10 menit ya, coba saya baca lagi deh. Setelah itu mulailah pelan2 saya baca separagraph demi paragraph, semakin lama saya semakin tenggalam akan isinya, saya semakin tersentuh, dan saya pikir saya harus mempostnya untuk pembaca2 saya semua.

I think you need to spend, even your most precious time, to read this !

Continue reading

Just try to listen first…

Hello adik2 pembaca yang baik, sudah pernah nonton film yang berjudul Good Will Hunting belum? Itu lho, film lama yang dibintangi oleh Robin Williams, Matt Damon dan Ben Affleck itu? Ya betul, sudah lama banget, dirilis tahun 1991,  sudah dua puluh satu tahun lalu, akhir2 ini ditayangkan lagi di HBO Signature.

Seingat saya, dulu rasanya saya sudah pernah menonton film ini, beberapa adegan masih saya ingat, tapi keseluruhan inti ceritanya sudah lupa sama sekali. Oleh karena itu ketika beberapa hari yang lalu ditayangkan kembali, ketika melihat aktor2 pemerannya yang kawakan itu, langsung saya sempatkan waktu untuk menontonnya.

Continue reading

Have you said “Love you Ma/Pa” lately ??

Bulan lalu saya bertemu dengan seorang teman saya yang baru saja ditinggal pergi oleh ibunda tercintanya karena usia yang sudah lanjut. Saya, ketika beliau meninggal, tidak sempat untuk hadir memberikan saya hormat saya ke tempat persemayaman di salah satu RS Jakarta.

Saya kemudian menanyakan penyebab kepergian beliau. Teman saya lalu menceritakan bahwa kepergian beliau cukup cepat karena beberapa minggu sebelumnya beliau tampak sangat sehat. Sehingga meskipun usia beliau sudah lanjut, tak urung hal ini menyebabkan keterkejutan di keluarga.

Namun dari apa yang saya dengar dari cerita teman saya itu, saya benar2 merasa iri. Kenapa? Karena saya tahu bagaimana besar perhatiannya terhadap mamanya ini, dan bahkan pada mendekati akhir hayatnya, teman saya sempat menemani mamanya keliling dunia, dan yang lebih membuat iri saya, pada detik2 terakhir berada disisi mamanya tercinta.

Continue reading