Baksos Kesebelas: Panti Werdha Marfati

Salah satu sharing baksos yang paling menyentuh hati saya adalah baksos yang dipresentasikan oleh team yang mendapat penugasan ke Panti Werdha Marfati. Panti Werdha Marfati yang didirikan tahun 1984, ditujukan untuk menampung lansia yang keluarganya terlalu sibuk, dan bahkan yang sudah dibuang oleh keluarganya.

Ketika team mempresentasikan foto2 kegiatan di Panti ini, saya tidak sanggup untuk menahan tetesan airmata saya. Untungnya ketika itu saya duduk paling depan, sehingga tidak ada yang sempat melihat raut muka saya🙂. Untungg…

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan para orangtua yang ditinggalkan oleh anak dan keluarganya itu, sedangkan saya tidak ditegur sapa oleh anak saya beberapa hari saja rasanya sudah tidak karu2an😦. Melo yaa…

Marilah kita ikuti sharing team ke Panti Werdha Marfati ini.

Menghibur hati dengan berkumpul bersama

Panti Werdha Marfati 1

Lokasi : Jl. Dr. Sintala No. 85, Tangerang

Tujuan dari baksos ini adalah untuk mengunjungi dan menghibur Oma dan Opa, sehingga mereka bisa merasa senang walaupun sudah jarang dijenguk keluarga atau bahkan tidak pernah dijenguk keluarga mereka.

Ini kesan-kesan kami yang berkunjung ke Graha Lansia Marfati.

OSCAR : Baksos ke Panti Jompo ini adalah pegalaman pertama Saya.

Kebetulan sekali acara yang diadakan bertemakan Ultah untuk Opa dan Oma, pas sekali berbarengan dengan ultah Saya sendiri. Saya merasa senang bisa merayakan ultah bersama-sama dengan mereka.

Hal paling berkesan adalah antusias mereka yang sudah bersemangat berkumpul di aula pada saat kami datang. Betapa semangatnya mereka untuk ikut bernyanyi, dengan lagu-lagu yang mereka suka, lagu lama, lagu mandarin, dan lagu keroncong.

Kebahagian tampak diwajah mereka ketika kami memberikan kado ultah, makan siang, snack dan bingkisan goodie bag. Bahkan sampai saya berpikir mereka seperti anak kecil yang begitu senangnya mendapatkan hadiah / mainan baru.

Tapi saat itu saya baru menyadari betapa mereka merindukan perhatian dan kasih sayang dari keluarga / orang lain. Sebagian Opa dan  Oma yang saya ajak bicara selalu menceritakan tentang kehidupannya dimasa lalu, bagaimana mereka dari muda hingga akhirnya sampai di penampungan panti jompo itu.

Wajah-wajah diusia senja…ingatlah mereka selalu

Panti Werdha Marfati 2

Mereka bercerita tentang betapa mereka merindukan suami / istri mereka yang sudah tiada, tentang anak-anak / cucu mereka yang sudah jarang menemui mereka, tentang keluarganya yang mana dia sendiri sudah tidak tahu keberadaannya.

Dari cerita mereka, ada satu hal yang saya renungkan:

Saya sangat bersyukur dengan keluarga saya, dengan keberadaan kedua orang tua saya, bahkan saya berjanji dalam diri sendiri untuk terus dan terus merawat dan menjaga kedua orang tua saya sendiri, karena kebersamaan itu adalah hal yang sangat berharga dan sebagai orang tua, mereka akan sangat merindukan berkumpul dengan  anak-anak dan keluarganya.

Kesan terakhir saat Kami berpamitan dengan mereka, sebagian dari mereka mengucapkan terus menerus terima kasihnya kepada kami atas kunjungannya, mereka bahkan menanyakan kapan kami akan datang lagi sambil menangis haru dan berterima kasih.

Sungguh pengalaman yang luar biasa dari Baksos kali ini … Terimakasih AdIns.

Tua, Renta, Tak Berdaya…janganlah sia-siakan mereka

Panti Werdha Marfati 3

Samsudin : Ini pengalaman pertama kali bagi saya,  ikut baksos. Kesan pertama saya:  sangat terharu ketika melihat opa oma ternyata sangat antusias akan kedatangan kita. Walaupun yang ditunggu-tunggu pasti bukan orangnya tapi makanan, kue dan hadiah nya, he he he he …

Mereka sangat senang sekali ketika mendapat radio, kata mereka, radio ini penting karena disini, sepi tidak ada hiburan. Disitu saya merasa senang sekali, Kedatangan kami ternyata ada manfaat buat mereka.

Bagus banget neh acara baksos, sering-sering acara ini diadain lagi membuat rasa sosial saya jadi makin bertambah ….

Bantuan, Perhatian, Kasih Sayang… hanya itu yang mereka perlukan

Panti Werdha Marfati 4

Jevolta: Acara Baksos ini sangatlah seru & mantap. Perasaan saya sangat senang dapat berbagi dan melayani Opa-Opa & Oma-Oma. Saat pulang ke rumah badan tidak merasa capai tapi malahan makin segar.

Semoga acara seperti ini semakin sering diadakan oleh AdIns.

Mulyanto : Walaupun badan lelah, tapi acaranya seru & mantap ……

Bersama berbagi keceriaan

Panti Werdha Marfati 5

Ifvan Agustrianto: Awalnya sempat merasa rada bingung sih, saat mengetahui bahwa ada acara pre-outing yaitu baksos. Terus terang aja saya belum pernah ikuti acara Baksos sama sekali. Apalagi saat diberitahu bahwa Baksos tim kami kebagian berkunjung ke Panti jompo.

Asli banget, ini membuat kami pada kebingungan, karena bingung memikirkan acara apa yang pas buat Opa-Opa & Oma-Oma. Kalau diberikan games, takutnya tidak kuat berdiri, atau mau diadakan acara yang meriah dengan balon-balon, takut meledak terus “shock  ( ha,ha,ha …). Akhirnya diputuskanlah buat acara ulang tahun, tapi tidak dengan balon2an, takut meledak.

Waktu survey ke panti jompo sebenarnya rada ragu juga, soalnya panti jomponya bersih, luas dan terawat gitu deh. Menurut saya sih, ini panti sebenarnya sudah tidak perlu dibantu lagi. Tapi ternyata saya salah, ternyata yang diperlukan oleh Opa2 & Oma2 bukan semata-mata materi seperti uang atau barang, tetapi mereka butuh perhatian.

Mereka dititipkan di panti jompo ada yang emang sebatang kara, ada juga yang anaknya sibuk kerja sehingga tidak punya waktu untuk mengurusnya dan lain-lain.

Saat acara baksos, kelihatan sekali wajah-wajah mereka sangat senang. Mereka sangat antusias sekali untuk ikut dan terlibat, bahkan ada dari Opa & Oma yang mau menyanyi, bahkan ada yang menyanyi dimana lagunya pun saya tidak kenal, mungkin sudah beda jamannya kali yee …

Mereka senang sekali saat diberikan makanan kecil, seperti roti isi, karena saat survey waktu lalu, mereka bilang kalau di panti cuma diberi makan bubur dengan tahu tempe aja setiap hari. Sedih juga saat mendengarkan hal seperti itu.

Pada saat makan siang bersama, kami berikan telor rebus pada hidangan mereka. Sempat ada beberapa dari Opa & Oma yang sampai mengantongi telor rebusnya di kantong baju mereka, katanya buat dimakan nanti malam.

Mereka yang berulang tahun pada bulan April, saat kami berkunjungi, terlihat amat seneng sekali, karena kami berikan kado special. Kado yang kami berikan berupa radio am/fm.

Opa yang berulang tahun…

Panti Werdha Marfati 6

Kenapa kami memutuskan untuk memberikan radio? Karena kami lihat Opa & Oma itu kebanyakan berada di kamar aja dan mereka membutuhkan hiburan, jadi kami ambil keputusan untuk memberikan radio kecil supaya dapat didengarkan di kamar.

Saat acara Baksos selesai dan kami berpamit untuk pulang, ada dari Opa & Oma yang minta untuk dipeluk dan meneteskan air mata, mereka minta agar kami sering-sering datang ke panti.

Pesan: Sebaiknya kita sebagai anak, harus merawat orang tua kita, jangan sampai meninggalkan mereka di panti jompo, walaupun kita sibuk dengan pekerjaan kita, tetapi kita sebagai anak harus dapat menyisihkan waktu untuk berbincang dengan orang tua kita walau hanya sebentar saja, karena itupun sudah cukup membuat mereka senang sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kita kepada mereka.

PS Kata mutiara : seorang ibu atau ayah bisa/mau merawat 10 anak sekaligus tapi 10 anak belum tentu bisa/mau merawat seorang ibu atau ayah.

Rudy W: Dari kunjungan ke panti werdha, dan setelah melihat dan mendengarkan kisah dari opa & oma yang ada disana, ada nilai –nilai yang dapat diambil dari kunjungan tersebut:

  • Tumbuhkan rasa kepedulian dan memperhatikan kehidupan orang-orang sekitar kita yang kurang beruntung atau menderita.
  • Cintailah orang tuamu dan rawatlah mereka.
  • Perhatian & Kasih Sayang dapat diwujudkan dengan kita meluwangkan waktu untuk mendengarkan kisah dan curahan hati dari orang-orang yang terlupakan.

Bernyanyi bersama…

Panti Werdha Marfati 7

—————————————————————————————————-

Siapa saja yang membaca posting ini suatu ketika pasti akan menjadi tua, menjadi tidak berdaya dan membutuhkan keluarga yang menyayangi kita. Oleh karena itu bagi yang beruntung masih memiliki orangtua, limpahkahlah habis2an kasih sayangmu bagi mereka. Jangan setelah mereka tiada baru menyesalinya…

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, Kebon Jeruk,

Jumat, 6 Juli 2015, 19:15

http://www.gunturgozali.com

http://gunturgo.wordpress.com

Baca juga:

Baksos Kesepuluh: Pendidikan Luar Biasa – Bakti Luhur Malang

Baksos Kesembilan: Panti Asuhan Nusantara Foundation

Baksos Kedelapan: Panti Tuna Netra – Yayasan Mitra Netra

– Baksos Ketujuh: Kunjungan ke Pasien dan Keluarga di RS Dr. Cipto Mangunkusumo

– Baksos Keenam: Panti Anak Down Syndrome – Yayasan Tri Asih

– Baksos Kelima: Anak Cacat Ganda – Yayasan Sayap Ibu – Bintaro

– Baksos Keempat: Berbagi Ilmu di Rumah Sakit Jiwa DR. Soeharto Heerdjan

– Baksos Ketiga: Rumah Singgah Anak Kanker YKAKI – Bandung

– Baksos Kedua: Pemakaman Umum Lenteng Agung

– Baksos Pertama: Rumah Singgah Sekar

– Menolong Orang Itu Keren!

One thought on “Baksos Kesebelas: Panti Werdha Marfati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s