3.6 Miracles of Sleeping: How do we know that we Sleep Deprived?

Bagaimana kita tahu kalau kita kekurangan tidur (Sleep Deprived?)

Kekurangan tidur / Sleeping deprivation / Sleeping deficiency mungkin mirip seperti stress ya? Kadang kita tidak merasakannya, hingga suatu ketika telat saat menyadarinya.

Saya, seperti yg telah saya uraikan berulang kali, tidak pernah menganggap tidur itu penting, bahkan saya pikir hanya kerjaan buang2 waktu saja. Dengan pola pikir seperti itu, tentu saya tidak pernah memperhatikan jam tidur saya, malah saya pikir semakin sedikit semakin bagus. 

Namun pertambahan usia tidak bisa menipu kita. Tubuh menjadi lebih sensitive terhadap hal2 yg membuat kita tidak fit. Kalau ketika muda, tubuh dipaksa untuk bekerja melampaui batas, dalam waktu singkat sudah bisa recover, sekarang tidak lagi. Oleh karena itu, kekurangan olahraga, ketidak aturan pola makan dan kekurangan tidur, bisa sangat terasa pengaruhnya terhadap kebugaran tubuh. 

Continue reading

3.4 Miracles of Sleeping: What make us Sleep?

Apa yg membuat kita tidur?

Pertanyaan macam apa pula itu? Samaan nih pembaca, saya juga ketika membaca pertanyaan ini bergumam hal yg sama :). Tentu saja NGANTUK yg membuat kita tidur yaaaa… gak usah pinter2 :). Akan tetapi… ternyata ada proses yg kita perlu ketahui agar nanti di dalam menyelesaikan masalah tidur bisa lebih maknyoss solusinya :).

Ternyata banyak factor yang berperan di dalam mempersiapkan butuh kita untuk sampai jatuh tertidur dan ketika bangun kembali. Kita, seperti yg pembaca juga sudah ketahui, memiliki “jam tubuh” atau “body clock” yg mengatur tubuh kita kapan harus bangun dan kapan tubuh sudah siap untuk tidur. Jam tubuh kita secara umum memiliki ritme 24 jam-an yg terus berulang, dikenal juga sebagai circadian rhythm.

Ada 2 proses yg saling berhubungan di dalam proses menuju kita tertidur ini: 

Continue reading

3.3 Miracles of Sleeping: Effects of Sleep Deprivation

Apa akibat Sleep Deprivation?

Pada acara TEDEd Show, tanggal 3 Juni 2019, Dr. Matt Walker, memberikan seminar dengan topik Sleeping is your superpower. Beliau membuka acara dengan kata2 sebagai berikut “I would like to start with testicles….”… sontak penonton langsung tertawa… Kemudian beliau melanjutkan “men who Sleep five hours a night have significantly smaller testicles than those who Sleep seven hours or more…”.

Lanjutnya  lagi : “In addition, men who routinely Sleep just four to five hours a night will have a level of testosterone which is that of someone 10 years their senior. So lack of Sleep will age a man by a decade in terms of that critical aspect of wellness..”

Dr. Matt Walker adalah Professor of Neuroscience and Psychology di University of California, Berkeley, dan Founder and Director of the Center for Human Sleeping Science, adalah juga salah satu peneliti terkemuka mengenai urusan TIDUR. Hasil penelitian bertahun itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku berjudul Why We Sleep yg menjelaskan secara panjang lebar hasil penelitiannya dan juga hasil penelitian beberapa ahli seputar TIDUR.

Beliau bahkan mengatakan bahwa kekurangan tidur HANYA 1 jam saja, bisa membawa dampak yg sangat besar di dalam hidup kita. Hanya 1 jam lho…

Continue reading

3.1 Miracles of Sleeping: Sleep Deprivation

Berapa lamakah pembaca tidur semalam?

Apakah pembaca peduli dengan jumlah jam tidur setiap malamnya?

Pendapat umum mengatakan bahwa tidur itu hanya buang2 waktu. Betul gak? Saya dulu juga percaya, semakin sedikit tidur semakin baik, semakin banyak yg bisa saya lakukan, semakin produktif hari2 saya. 

Pada saat kuliah dulu, saya dan teman2 satu kost terbiasa tidur di atas pukul 24 malam, bahkan jika lagi ada PR atau Laporan Praktikum sering sekali “melekan” alias begadang hingga dini hari pukul 2 atau 4 dini hari. Besoknya kalau ada kuliah atau praktikum, kami ya bangun pagi sekitar pukul 7 an begitu, sedikit ngantuk tapi ya biasa aja. Tidak ada masalah dan tidak ada juga yg mempermasalahkan. Rata2 kehidupan bermahasiswa rasanya mirip seperti yg saya alami.

Hingga saya mulai bekerja kebiasaan ini terbawa, hampir tidak pernah saya tidur di bawah pukul 23.00, namun jarang sekali juga saya bisa “mbangkong” alias bangun tidur bablas di atas pukul 6.30. Sebagai akibatnya jarang sekali saya mengalami tidur selama 7 – 9 jam seperti yang disarankan para ahli.  

No problem, malah bangga. Semakin kurang saya tidur, semakin baik, semakin professional dan semakin keren… :).

Setelah membaca dan menonton video sana sini, mulut saya ternganga, mata melotot… lha kok terbalik dengan apa yang saya yakini selama ini??? 

The shorter your Sleep, the shorter your life…

Continue reading

3.0 Miracles of Sleeping

Hai teman2 pembaca yg budiman, apa kabar, semoga sehat selalu. Semoga di masa genting penyebaran Covid 19 yg semakin meluas ini, pembaca semua selalu di dalam berkat dan perlindunganNYA. 

Khusus bagi pembaca yg selama ini mengikuti tulisan berseri saya mengenai The Miracle of Walking – Fasting – Sleeping, pertama-tama saya mohon maaf karena setelah setahun menjanjikannya baru sekarang saya bisa memenuhi janji saya. Benar2 setahun… luar biasa cepat waktu berlalu ya… 

Sejujurnya saya tidak pernah mengira topik sesederhana SLEEPING alias TIDUR, membuat saya amat sangat kebingungan harus menuliskan apa, dan mulai darimana. Pada awalnya saya pikir akan jauh lebih sederhana daripada dua topik sebelumnya, akan tetapi ternyata jauhhhh… lebih complicated dari perkiraan saya.

Sleeping alias Tidur adalah kegiatan yg setiap hari wajib kita lakukan jika tidak ingin kliyengan besoknya, betul tidak? Siapa sih yang tidak tahu mengenai hal ini, atau adakah yang tidak melakukan kegiatan ini? Saya yakin seyakin-yakinnya semua pembaca melakukannya kan? :). Kalau ada yg tidak melakukannya, pasti sudah masuk Guinnees Book Of Record :). Tua muda, laki perempuan bahkan binatang dan tanamanpun melakukan kegiatan yang tampaknya tidak bermanfaat ini. 

Jadi apa sih yang hebat dari kegiatan ini sehingga saya menjadikannya satu topik tulisan sendiri?

Continue reading