3.1 Miracles of Sleeping: Sleep Deprivation

Berapa lamakah pembaca tidur semalam?

Apakah pembaca peduli dengan jumlah jam tidur setiap malamnya?

Pendapat umum mengatakan bahwa tidur itu hanya buang2 waktu. Betul gak? Saya dulu juga percaya, semakin sedikit tidur semakin baik, semakin banyak yg bisa saya lakukan, semakin produktif hari2 saya. 

Pada saat kuliah dulu, saya dan teman2 satu kost terbiasa tidur di atas pukul 24 malam, bahkan jika lagi ada PR atau Laporan Praktikum sering sekali “melekan” alias begadang hingga dini hari pukul 2 atau 4 dini hari. Besoknya kalau ada kuliah atau praktikum, kami ya bangun pagi sekitar pukul 7 an begitu, sedikit ngantuk tapi ya biasa aja. Tidak ada masalah dan tidak ada juga yg mempermasalahkan. Rata2 kehidupan bermahasiswa rasanya mirip seperti yg saya alami.

Hingga saya mulai bekerja kebiasaan ini terbawa, hampir tidak pernah saya tidur di bawah pukul 23.00, namun jarang sekali juga saya bisa “mbangkong” alias bangun tidur bablas di atas pukul 6.30. Sebagai akibatnya jarang sekali saya mengalami tidur selama 7 – 9 jam seperti yang disarankan para ahli.  

No problem, malah bangga. Semakin kurang saya tidur, semakin baik, semakin professional dan semakin keren… :).

Setelah membaca dan menonton video sana sini, mulut saya ternganga, mata melotot… lha kok terbalik dengan apa yang saya yakini selama ini??? 

The shorter your Sleep, the shorter your life…

Continue reading