Tulisan saya ini terinspirasi dari pertanyaan salah seorang peserta training Basic Mentality yang regular saya berikan bagi seluruh karyawan di perusahaan saya.
Dia menanyakan bagaimana caranya dia meyakinkan orang tuanya untuk menyetujui rencana yang dia anggap baik namun ditentang keras oleh ortunya dengan berbagai macam alasan. Dia sudah mencoba keras menjelaskan tetapi ortunya tidak mau mendengarkan, bahkan kadang2 bersikap seakan-akan dia adalah barang investasi yang sudah seharusnya memberikan imbal hasil (return on investment).

Wuiiikkk…judulnya lho kok provocative bener sih, mungkin ada pembaca yang protes. Atau ada pembaca yang menganggap saya lagi mau tepu-tepu dengan “mlesetin” ML menjadi Mindahin Lemari atau Makan Lumpia wkwkwk…