Camino de Santiago: 1.1 What is Camino de Santiago? What is Camino Frances?

Bagian pertama:

I.     Introduction

1.1       What is Camino de Santiago? What is Camino Frances?

Tulisan saya ini akan saya mulai dengan menguraikan sedikit mengenai apa sih Camino de Santiago itu? Dan apa pula bedanya dengan Camino Frances? Saya sendiri awalnya bingung, kok title di YouTube kadang ditulis Camino de Santiago tapi ada juga yang menuliskan Camino Frances, Camino Portuguese, Camino del Norte dll? Apa itu dan apa bedanya?

Camino de Santiago, atau dalam Bahasa Inggris disebut juga “The Way of Saint James” atau “Jalan Santo Yakobus”, adalah merupakan suatu jaringan jalur ziarah kuno yang pada akhirnya berpusat di kota Santiago de Compostela, di bagian barat laut Spanyol. Saya katakan “jaringan jalur ziarah”, karena ada banyak jalur yang bisa kita pilih untuk menuju kota Santiago de Compostela. Mirip lah seperti pepatah banyak jalan menuju Roma :). Ada puluhan jalur, namun yang paling popular ada 10 jalur.

Lha terus apa hubungannya jalur2 itu dengan kota Santiago de Compostela dan Santo Yakobus?

Continue reading

Camino de Santiago – Camino Frances:

An epic pilgrimage, or a ‘crazy’ one, that I’ve never dreamed of.

Hari ini, Kamis, tanggal 21 Desember 2023, adalah hari ulang tahun saya yang ke enampuluh atau “lakcap sui” kata orang Tionghoa :). Katanya, ulang tahun ke enampuluh atau disebut juga “diamond jubilee” atau “jubilee berlian” adalah ulang tahun istimewa yang menandakan kematangan dan kemegahan seperti halnya berlian… begitu katanya… 🙂

Nah pada ulang tahun saya yang istimewa ini, saya ingin membagikan hadiah istimewa juga bagi  teman2 pembaca semua, sebuah tulisan dari kisah perjalanan ziarah yang saya lakukan sebagai hadiah bagi saya sendiri dalam rangka menyambut ulangtahun keenampuluh saya tahun ini. 

Awal September 2023 yang lalu, tepatnya mulai dari tanggal 4 September hingga 11 Oktober 2023, selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, saya dan istri melakukan perjalanan ziarah paling “gila” yang pernah kami lakukan di sepanjang hidup kami. Ziarah paling tidak lazim, yang bahkan dalam mimpi saya yang paling liar sekalipun tidak akan pernah melintas di benak saya. Ziarah ini melintasi beberapa provinsi dan kota di Spanyol sejauh 800 kilometer lebih dengan berjalan kaki setiap hari. 

Ziarah ini dikenal dengan nama Camino de Santiago – Camino Frances.

Continue reading

Terseret Hiruk Pikuk Gerhana…

 

Tulisan ini saya persembahkan bagi pembaca yang terlewatkan mengikuti hiruk pikuk Gerhana Matahari Total yang baru berlangsung pagi tadi…

 

DSC02373-2

Selama beberapa pekan / bulan terakhir, berita mengenai Gerhana Matahari Total (GMT) menghiasi seluruh media cetak dan elektronik di seluruh negeri ini. Semua berlomba-lomba menceritakan fenomena alam luar biasa  yang katanya hanya akan terjadi lagi setelah 375 tahun. Pemerintah daerah yang dilalui GMT pun heboh mempersiapkan diri dengan beragam acara untuk menyambutnya.

Beberapa teman saya juga tidak kalah heboh, ada yang jauh2 hari sudah memesan kamar hotel di kota seperti Balikpapan, Palembang, Palu dll yang dilalui GMT, beberapa lagi tidak peduli seperti saya. Beberapa dari teman dan client saya ada juga yang menanyakan akan kemana saya pada saat GMT nanti?

Hmmm kemana ya…

Sempat terpikir ke Balikpapan sekalian ke Derawan untuk Diving, tapi…kok…rasanya dorongan untuk mengejar GMT ini kok tidak terlalu gimana gitu…

Sebenarnya saya sempat juga ragu2 antara ikut hiruk pikuk GMT ini atau stay saja di rumah… Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya saya memutuskan untuk tetap di Jakarta saja menikmati Gerhana Matahari Sebagian (GMS), yang katanya hanya akan tertutup sekitar 89%.

Saya menuliskan pengalaman saya berikut agar pembaca yang tidak pergi memburu GMT atau karena satu lain hal terpaksa tidak bisa mengikutinya, bisa sedikit merasakan seperti apa sih GM itu…menurut versi saya lho… hehehe…

Monggo dilanjut…

Continue reading

Ready To Buy A Drone? Read This First! (2/2)

dji-phantom-2-vision-

Melanjutkan posting saya sebelumnya…

6. Drone tidak murah (Hidden Cost)

Tumbuh pesatnya drone, salah satunya adalah karena harganya yang semakin terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Bagi pencinta gadget yang suka gonta-ganti smartphone, harga sebuah drone seperti DJI Phantom 3 hampir sama dengan smartphone kelas atas.

Akan tetapi… ingat ini… ada hal2 lain yang perlu diperhatikan didalam menghitung budget. Ada hidden cost yang bisa membuat kantong jebol jika kita tidak menganggarkannya di depan.

Memiliki drone perlu accessories lain yang ujung2nya membuat total cost of ownershipnya menjadi cukup tinggi. Jadi pada saat membuat budget, harap diperhitungkan hal2 berikut:

Harga DJI Phantom 3 (saat ini ada 4 type Standard, Advance, Professional dan 4K) berkisar antara $499 hingga $1,259 (lebih murah daripada waktu saya pertama menuliskan postingan ini, Phantom 2 Vision Plus ketika itu dibandrol $1,299 dengan spesifikasi jauh dibawah Phantom 3). Harga itu khusus 10th Anniversary DJI yang saya browse baru saja… entah nanti setelah ini menjadi berapa harga normalnya.

Continue reading

Chasing Ijen’s BlueFire…

IJEN CRATER_20151224_0036Siapa yang tidak pernah mendengar Kawah Ijen yang terkenal itu? Saya rasa hampir semua pembaca pernah mendengar, bahkan mungkin sudah mendakinya. Saya juga, tapi baru sekedar mendengar saja, belum pernah mendaki apalagi menuruni Kawahnya, hingga tanggal 24 Desember 2015 lalu.

Keputusan saya untuk mendaki Ijen dan menuruni kawahnya saya buat seminggu sebelumnya, keputusan yang sangat mendadak karena sebenarnya Ijen bukan tempat yang menjadi salah satu wish list untuk saya kunjungi. Namun karena tiba2 istri saya mengajak saya ber Natal ria di Jember bersama dengan kedua orang tuanya, tiba2 pop up di kepala saya ide untuk sekalian mengunjungi salah satu tempat wisata di ujung timur pulau Jawa ini.

Sebenarnya saya sudah berkali-kali berkunjung ke Jember, bahkan sudah sejak puluhan tahun lalu. Namun tidak pernah terlintas sekalipun ide untuk mendaki Ijen, meskipun nama Ijen ini sudah singgah di telinga saya sejak jaman kuliah dulu.

Ijen mulai masuk menjadi salah satu wish list tempat yg akan saya kunjungi, setelah seorang teman saya yg telah lama tinggal di US ketika berkunjung ke Indonesia, menyempatkan diri bersama keluarganya mendaki Ijen hanya untuk melihat blue fire. Sejak itu Ijen mulai menarik perhatian saya meskipun bukan di urutan atas.

Sejak mendengat blue fire ini, saya mulai mencari-cari info ke teman2 dan browsing2, tetapi ternyata tidak banyak juga yang mengetahuinya. Saya malah memperoleh info bahwa blue fire ini disebut2 sebagai salah satu dari dua fenomena alam yang unik di dunia!. Bahkan salah satu photographer National Geographic asal Perancis, selama beberapa tahun memanjat Ijen untuk mendokumentasikan fenomena blue fire ini (baca: http://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140130-kawah-ijen-blue-flame-volcanoes-sulfur-indonesia-pictures/)

Setelah mengetahui kelangkaan blue fire, saya baru tertarik untuk melihatnya langsung, ternyata… hebat juga blue fire ini pikir saya, kelas dunia juga. Saya pikir worth it lah untuk ditengok . Sayapun memutuskan untuk memburunya. Continue reading