Defeating Angels Landing…..: Going Down (part 4)

Going down (13:42)

lanjutan posting sebelumnya…. 

Salah satu factor yang membuat saya agak enggan untuk mendaki gunung adalah bagian ketika kita harus kembali turun (lha gimana, sudah capek2 naik, masa turun lagi…heheheh…  :)). Sebabnya sederhana kan ya, ketika kita masih di bawah, semangat untuk mencapai puncak menjadi pendorong agar badan/kaki yang bawaannya mau mogok, bisa tetap kita gerakkan untuk naik. Ada sesuatu nun di atas sana yang sedang menunggu. Sesuatu yang indah, yang membuat kita penasaran dan ingin segera mencapai puncak.

Begitu sudah menikmati keindahan puncak yang dituju, semangat yang diempos selama pendakian sepertinya sudah habis tanpa sisa, lah kok malah disuruh balik lagi :), parahnya lagi harus turun kembali melalui jalur yang tadi baru saja kita lalui pula… wedehhh… malasnya… Apa loncat aja ya? Hehehe….gak turun, malah naik ke dunia lain…

So, setelah puas berfoto ria, sekitar pukul 13:40 an, dengan sisa2 tenaga yang ada kamipun mulai turun.

Continue reading

Defeating Angels Landing, Defeating My Fear (part 3)

Angels Landing Trail Puncak Kedua (12:10)

Saya tidak menceritakan mengenai keraguan ini ke anak2 saya, karena saya takut mempengaruhi mereka.

Namun tentu saja keputusan saya adalah meneruskan perjalanan…kalau tidak, tentu tidak ada postingan ini ya :).

Setelah memutuskan untuk terus, meskipun saya tidak terlalu yakin bagaimana nanti perjalanan pulangnya, saya mulai menapak pinggiran tebing terjal itu:

Angels Landing 1

 Semakin dekat, medan yang tampak di depan mata semakin mengerikan… Continue reading

Defeating Angels Landing, Defeating My Fear (part 2)

sambungan posting sebelumnya:

Visitor Center – Zion National Park (9:27)

The Grotto Picnic Area adalah lokasi awal dimulainya pendakian ke Angels Landing. Lokasinya berada sekitar 15 km dari hotel tempat kami menginap. Untuk mencapai tempat ini kami harus menumpang shuttle bus gratis yang selalu berputar dari tempat kami menginap hingga ke Visitor Center.

Halte shuttle bus yang akan mengantar kami ke Visitor Center tepat berada di seberang jalan hotel kami menginap. Selagi menunggu kedatangan bus, kami sempat mengambil beberapa foto pemandangan alam yang sangat indah. Langit biru dengan latar depan gunung batu yang berdiri angkuh.

Majestic View Lodge

Majestic View Lodge

Zion National Park tampak di kejauhan

Zion National Park

Tepat pukul 9:18, bus yang kami nanti2 pun tiba, bersama dengan beberapa keluarga lainnya kami memasuki bus yang dikemudikan oleh seorang ibu berumur lebih dari 60 tahun namun nampak sangat sehat. Mungkin karena setiap hari disuguhi pemandangan alam yang sedemikian indah itu kali ya, gak seperti kita yang tiap haru lihat mobil dan motor berdesak2an :).

Halte dan free shuttle bus menuju Visitor Center Continue reading

Defeating Angels Landing, Defeating My Fear

“You must do the thing you think you cannot do.”
― Eleanor Roosevelt

*Note: inilah tulisan yang paling memakan waktu saya, bukan karena banyaknya kata2 yang saya ucapkan namun karena harus melakukan research serta banyaknya foto yang harus saya pilh, jadi jangan bosan scroll-down ke bawah ya ☺ *

“Papa masih yakin mau hiking?”, demikian pertanyaan anak saya ketika pagi2 itu saya mengobrak-abrik mereka untuk bangun dan bersiap-siap.

”Yah, sejuta persen yakin”, demikian jawaban saya mantap menjawab keraguan anak saya itu, padahal jujurnya aja ya agak ngeri-ngeri juga sih ☺.

Sebenarnya apa yang menyebabkan anak saya bertanya seperti itu sih (catatan: ini bukanlah keraguan mereka yg pertama atas rencana hiking saya ini)?.

Memang sejak awal saya mencanangkan akan mendaki Angels Landing beberapa bulan lalu, tidak ada satupun di keluarga saya yang mendukung. Beberapa kali bahkan saya memperoleh kesan bahwa mereka berusaha membatalkan rencana saya ini. Why?

This is why:

Angels Landing is one out of 7 of the craziest most dangerous most dizzying hikes in the world by Gadling
(http://gadling.com/2010/02/25/7-of-the-craziest-most-dangerous-most-dizzying-hikes-in-the-wo/).

Hehehehe….

Continue reading

A Trip to Komodo Island: Pulau Rinca (final part)

Day 7:

komodo 2Pagi ini saya terbangun dengan pikiran penuh khawatir. Bagaimana tidak, sejak dini hari sekitar pukul 3 pagi, hujan turun dengan sangat derasnya, dan belum ada tanda2 berhenti ketika saya bangun sekitar pukul 6:30 pagi itu.

Rencana perjalanan hari ini adalah mengunjungi si actor utama tulisan saya ini, yaitu si Mister Komodo J. Hari ini kami mengalokasikan waktu seharian untuk melihat hewan prasejarah ini hidup di habitat aslinya di Pulau Rinca. Ya Pulau Rinca, bukan Pulau Komodo yang terkenal itu.

Continue reading