They always think the best for you

Tulisan ini adalah merupakan bagian kedua dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul They are not your investment.

Kalau pada bagian pertama saya tujukan buat sesama ortu, maka pada bagian kedua ini saya tujukan khusus bagi anak2/adik2, yang mungkin pernah mengalami perdebatan, perselisihan atau bahkan keributan dengan ortu kalian.

Saya mencoba membagikan pengalaman atas beberapa prinsip dasar dalam kaitan hubungan ortu dengan anak yang mungkin belum kalian mengerti, hingga nanti suatu ketika kalian sudah memiliki keluarga dan anak2 sendiri. Continue reading

They are not your investment

Tulisan saya ini terinspirasi dari pertanyaan salah seorang peserta training Basic Mentality yang regular saya berikan bagi seluruh karyawan di perusahaan saya.

Dia menanyakan bagaimana caranya dia meyakinkan orang tuanya untuk menyetujui rencana yang dia anggap baik namun ditentang keras oleh ortunya dengan berbagai macam alasan. Dia sudah mencoba keras menjelaskan tetapi ortunya tidak mau mendengarkan, bahkan kadang2 bersikap seakan-akan dia adalah barang investasi yang sudah seharusnya memberikan imbal hasil (return on investment).

Continue reading

ML yukkk…

Wuiiikkk…judulnya lho kok provocative bener sih, mungkin ada pembaca yang protes. Atau ada pembaca yang menganggap saya lagi mau tepu-tepu dengan “mlesetin” ML menjadi Mindahin Lemari atau Makan Lumpia wkwkwk…

Tidak! Ini beneran ML dalam artian Making Love, istilah yang sudah amat sangat umum di masyarakat kita, baik di kota maupun ke pelosok2 desa, tentunya bagi yang sudah melek teknologi lho ya, paling tidak saya yakin semua yang membaca tulisan saya ini sudah mafhum artinya.

Continue reading

Share more, get much more…

Masih seputar ulang bulan saya ngeblog, ada satu komentar dari teman2 dekat saya yang tidak bisa saya abaikan begitu saja. Segera setelah saya memulai kegiatan ngeblog, banyak teman atau kerabat dekat yang berkomentar:”Kamu sudah kengangguran ya sekarang, kok sempet2nya nulis2 kek begituan. Emang mo ngapain sih, iya kalau dibaca, iya kalau dapat duit, iya kalau…?”. Hehehe…

Nganggur? Sempet? Ngapain? Tiga keyword yang semuanya tidak mudah saya jawab. Apa iya saya nganggur? Hmm…kalau sampai terdengar Board Of Management tempat saya bekerja, bisa dipecat tanpa pesangon sayanya :). Jadi kudu saya jawab saya ini sibukkk luar biasa, cailleeee…kekekek…

Continue reading