Baksos Ketigabelas: Korban Kebakaran Tanah Abang

Pernahkah pembaca mengalami atau hampir mengalami kebakaran hebat??? Saya pernah, dan beberapa kali di dalam hidup ini. Ketika saya kecil, saya hidup di sebuah kota terpencil, tempat kelahiran saya, di Kotabaru, Pulau Laut, Kalimantan Tenggara, yang ketika itu hampir 100% rumah2nya terbuat dari kayu.

Pernah sekali, entah tahun berapa, Kotabaru mengalami kebakaran hebat yang sampai-sampai dijadikan bencana nasional saking besarnya kebakaran itu. Dan akibatknya luar biasa sekali, baik materi maupun moril. Secara materi, jika terjadi kebakaran besar, tidak ada yang bisa terselamatkan, dan secara moril menjadikan kita trauma.

Kebakaran – bencana yang sangat menakutkan

Kebakaran Tanah Abang 0

Team Baksos GBC (Grosirbersama.co.id) seharusnya memperoleh penugasan ke Hutan Bakau di daerah Pluit sana, namun ketika ketua Team Baksos sedang dalam perjalanan pulang dari Tanah Abang, dia melihat kebakaran hebat disana dan memutuskan untuk melakukan kegiatan baksos di lokasi kebakaran.

Mari kita ikuti apa yang team rasakan setelah berbaksos disana:

Kebakaran yang melanda sebuah daerah di dekat kompleks pertokoan Tanah Abang ini termasuk sebuah kebakaran besar. Api dari kebakaran ini menghanguskan 284 rumah bagi 533 keluarga dan 2122 orang.

Lokasi : Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang

Tujuan dari baksos ini adalah untuk membantu korban kebakaran Tanah Abang, karena mereka adalah saudara kita. Kita mungkin tidak mampu membangun rumah buat mereka, tetapi kita bisa membangunkan semangat mereka.

Kebakaran Tanah Abang 01

Priska Audiya : Saya merasa cukup kaget dan sedih ketika berkunjung untuk melakukan baksos di lokasi, karena tadinya saya berpikir tidak begitu banyak yang menjadi korban kebakaran tersebut. Namun ketika kami datang untuk memberikan bantuan, kenyataannya api sudah melahap habis banyak sekali rumah di sana dan hanya tersisa puing-puingnya saja. Saat itu saya berpikir bagaimana jika saya yang mengalami hal serupa. Untuk membayangkannya saja saya tidak bisa dan terlalu takut.

Memang kami tidak bisa membantu banyak, namun kami merasa senang kami bisa membantu dengan memberi beberapa alat masak dan alas tidur untuk mereka. Ini tidak sebanding dengan kebutuhan mereka saat itu, dimana semua harta benda mereka sudah habis. Kami juga terharu dengan respon dari mereka, yang sangat berterima kasih akan apa yang telah kami berikan.

Kami hanya bisa memberikan sebagian kecil dan memberikan semangat untuk mereka. Kami hanya ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri, kami sebagai saudara akan berusaha membantu mereka.

Kami melihat banyak anak-anak di lingkungan kejadian tersebut, kamipun berinisiatif untuk mengadakan satu acara lanjutan untuk berbagi dan menghibur adik-adik kami di sana. Kami yakin mereka tidak pernah menginginkan untuk merasakan kejadian itu dan kami juga yakin mereka trauma, oleh karena itu kami membuat satu acara mewarnai dan makan bersama di hari Sabtu ketika mereka libur sekolah.

Tadinya kami berpikir anak-anak yang akan berpartisipasi pasti sedikit. Tapi kami salah besar, mereka begitu semangat menyambut kami. Kami menyampaikan ke pengurus RW bahwa acara tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB, tetapi pukul 08.00 WIB, dengan semangat yang menggebu adik-adik kita sudah tiba di lokasi. Kami merasa senang, bangga, dan tidak menyangka akan respon mereka yang begitu besar terhadap acara kami.

Kebakaran Tanah Abang 4

Dari baksos pertama ini saya mendapat banyak pelajaran untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah kita alami dan apa yang diberikan Tuhan untuk hidup kita setiap hari.

Kita sebagai manusia yang bersaudara harus selalu saling menolong sesama, meskipun menurut kita apa yang kita lakukan mungkin sangat kecil, tapi buat mereka yang kita tolong akan sangat berarti.

Asri : Menjadi salah satu bagian dari GrosirBersama.Co.id (GBC) merupakan pengalaman kerja yang luar biasa. Saya belajar banyak hal yang sebelumnya bahkan tidak pernah terbersit dalam benak saya.

Banyak kegiatan yang dapat memberikan pengaruh positif untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari services, hingga belajar bagaimana menjadi salah satu orang di balik layar e-marketplace yang tidak hanya menyediakan jasa pada customer. Tidak hanya itu saja, GBC juga mengajarkan bagaimana mengedepankan aspek “Humanity“, contohnya adalah kegiatan Bakti Sosial.

Kebakaran Tanah Abang 3

Salah satu kegiatan paling berkesan adalah bakti sosial yang diadakan pada awal tahun 2015 ini untuk membantu saudara kita yang menjadi korban kebakaran di Kebon Melati, Jati Bunder, Tanah Abang.

Selain saling mengenal dengan sahabat-sahabat yang menjadi korban kebakaran dan tinggal di sekitar pusat grosir Tanah Abang, saya juga dapat saling berbagi cerita (sharing) dengan warga sekitar.

Baksos diawali dengan pemberian bantuan berbagai keperluan rumah tangga, sekolah, dan barang pokok bagi mereka kepada Bapak Hasbullah selaku ketua RW14 yang kemudian akan dibagikan kepada beberapa RT yang menjadi korban kebakaran.

Di sana saya memiliki kesempatan untuk melihat langsung kondisi rumah yang habis terbakar, serta kondisi warga yang mengungsi. Meski terkena musibah, sebagian besar warga terlihat sangat tabah dan tetap bersyukur meski semua harta benda mereka sudah hangus terbakar si jago merah. Tidak berhenti sampai disitu saja, kami mengadakan baksos kedua yang tujuannya ialah menghibur anak-anak yang menjadi korban.

Kebakaran Tanah Abang 011

GBC mengadakan lomba menggambar dengan tema “The Colors of Life” tema tersebut diambil agar acara lomba semakin berkesan dan memberikan unsur warna-warni kehidupan. Anak-anak warga RW14 sangat antusias dan bersemangat.

Dalam bakti sosial kedua yang kami adakan, terdapat banyak keceriaan peserta yang ikut dalam lomba mewarnai tingkat SD. Mereka sangat senang dan ingin melakukan yang terbaik agar menang dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai. Motivasi ini mereka dapatkan karena mereka ingin pulang membawa hadiah untuk orang tuanya. GBC juga mengadakan makan siang bersama dengan anak-anak peserta lomba agar bisa saling sharing dan mengenal satu sama lain.

Dari bakti sosial yang diadakan oleh GBC, saya dapat mengambil berbagai pelajaran untuk kehidupan, mulai dari saling berbagi, saling mengerti, saling menolong, serta saling menyayangi sesama manusia. Semoga baksos di tahun mendatang lebih sukses lagi.

Kebakaran Tanah Abang 2

Westi : Kita harus tanggap terhadap bencana atau membantu sekeliling kita yg sedang kesusahan. Apa yang mereka alami tidak pernah terbersit dalam benak mereka. Namun mau tidak mau mereka harus menghadapi itu.

Kami datang untuk memberikan sedikit bantuan untuk membantu mereka, namun yang paling penting adalah tumbuh semangat kekeluargaan dan kebersamaan bersama mereka.

Dwi Hastoto : Kejadian kebakaran itu terjadi tepat ketika saya pulang dari Tanah Abang sekitar pukul 17.15 WIB. Api begitu besar, di sela-sela kemacetan, saya mendengar teriakan kepanikan. Itu terlihat jelas kalau kita melihatnya dari atas jembatan Kali Ciliwung.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka, kehilangan segala yang mereka miliki dalam sekejap, dalam hitungan menit. Buat saya yang sudah berkeluarga dan memiliki 3 anak kecil, saya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada diri saya.

Sehari kemudian saya putuskan kalau Baksos GBC saya alihkan untuk membantu korban kebakaran di Tanah Abang. Setelah saya berkoordinasi dengan Panitia Baksos dan disetujui, saya survey ke lokasi.

Dan benar, semuanya tinggal puing-puing. Beberapa orang sudah mulai memasang terpal sebagai atap, karena masa tanggap darurat hanya 1 minggu saja, setelah itu mereka harus kembali ke rumah masing-masing.

Saya tidak bisa berpikir bagaimana bisa begitu? Mereka harus tidur di rumah tanpa atap, tanpa dinding, bagaimana kalau hujan? Belum lagi mereka tidak punya apa-apa lagi untuk sekedar melepaskan lelah. Mereka harus tidur dilantai beralaskan tikar atau terpal. Wah..bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil, apalagi masih bayi? Mengerikan.

Setelah survey, kami memberikan bantuan berupa peralatan rumah tangga sederhana, yang justru sangat mereka butuhkan. Kebanyakan orang menyumbang makanan dan pakaian, sementara untuk keperluan rumah tangga, keperluan memasak mereka sangat kekurangan.

Team baksos GBC – memberikan bantuan berupa peralatan rumah tangga

Kebakaran Tanah Abang 1

Dari kejadian saya berpikir, bahwa kita tidak boleh sombong atas apa yang kita miliki sekarang. Harta benda, kesuksesan, atau apapun. Semuanya bisa habis dalam sekejap, bahkan dalam hitungan menit. Jika kejadian itu menimpa kita, apakah kita masih bisa menyombongkan hal-hal itu?

Kedua, kita tidak boleh mengabaikan, melecehkan, menghina, menyalahkan, atau mencaci orang lain, sebodoh apapun atau sehina apapun orang itu, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kehidupan kita di hari-hari yang akan datang.

Jika apa yang kita miliki habis tak tersisa dan kita tidak punya apa-apa lagi, mungkin justru orang yang kita hina itu yang akan mengulurkan tangan membantu kita untuk berdiri kembali. Siapa tau kan? Lebih baik kita mendukung orang lain dengan kata-kata dan sikap yang positif daripada cuma sekedar menyalahkan atau menghina. Tidak ada gunanya juga toh.

Ketiga, dalam Baksos kedua yang acaranya adalah lomba untuk anak-anak, saya hanya ingin membangkitan semangat mereka, bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun mereka harus bisa melakukan hal-hal yang positif. Sekecil apapun. Bukan untuk berharap hasilnya langsung mengubah keadaan saat itu juga, seperti sulap. Bukan, tetapi minimal bisa membangkitan semangat hidup mereka, bahwa mereka memang harus berbuat sesuatu, tidak hanya sekedar menyesali nasib dan hanya mengandalkan bantuan orang lain.

Dan kami ingin menunjukkan mereka tidak sendiri, ada kita yang mendukung mereka, sebagai satu keluarga Tuhan, walaupun tidak saling mengenal.

Kebakaran Tanah Abang 6

————————————————————————————————–

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, Kebon Jeruk,

Jumat, 10 Juli 2015, 20:15

http://www.gunturgozali.com

http://gunturgo.wordpress.com

Baca juga:

Baksos Keduabelas: Apresiasi Kepada Suku Dinas Kebersihan Kebon Jeruk

– Baksos Kesebelas: Panti Werdha Marfati

– Baksos Kesepuluh: Pendidikan Luar Biasa – Bakti Luhur Malang

– Baksos Kesembilan: Panti Asuhan Nusantara Foundation

– Baksos Kedelapan: Panti Tuna Netra – Yayasan Mitra Netra

– Baksos Ketujuh: Kunjungan ke Pasien dan Keluarga di RS Dr. Cipto Mangunkusumo

– Baksos Keenam: Panti Anak Down Syndrome – Yayasan Tri Asih

– Baksos Kelima: Anak Cacat Ganda – Yayasan Sayap Ibu – Bintaro

– Baksos Keempat: Berbagi Ilmu di Rumah Sakit Jiwa DR. Soeharto Heerdjan

– Baksos Ketiga: Rumah Singgah Anak Kanker YKAKI – Bandung

– Baksos Kedua: Pemakaman Umum Lenteng Agung

– Baksos Pertama: Rumah Singgah Sekar

– Menolong Orang Itu Keren!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s