Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

10Lanjutan posting saya sebelumnya

Kesan pertama berkenalan dengan Q10

Begitu bangun pagi, saya mulai mengutak-atik Q10 yang sudah menyiksa saya hingga dini hari itu. Saya lihat lebih cermat, bentuknya hampir mirip Dakota, namun tidak ada deretan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key. Hal lain yang baru adalah adanya colokan untuk HDMI, selebihnya miriplah dengan Dakota.

Kesan saya setelah menggunakan beberapa saat adalah B I N G U N G. Banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10, terutama adalah dengan menghilang tombol2 di atas. Pada saat awal saya menganggap bahwa kebingungan ini hanya bersifat sementara sebelum saya terbiasa dengan User Interface dan navigasi yg berubah total itu.

Namun setelah menggunakannya dua minggu, saya bisa mengatakan Q10 Sucks! Saya bahkan sengaja menunda memposting tulisan ini, menunggu istri saya menggunakan Q10 nya beberapa hari hanya untuk mendengar kesannya: BINGUNG pisan :).

Menurut pendapat saya pribadi, perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10 sangat tidak memperhatikan User Experience dan bahkan mungkin team perancangnya merupakan team designer baru yang bukan pemakai BBM yang extensive seperti kebanyakan pengguna BB di Indo atau Asia.

Ya memang Blackberry bukan hanya BBM saja, tetapi seberapa banyakkah orang yang membeli BB tidak karena BBM nya? Saya yakin keberhasilan BB di Indonesia dan sebagian besar bagian dunia lain, kecuali US mungkin, adalah karena fitur BBM Chats dan BBM Groupnya. Setuju tidak pembaca? Jika tidak ada fasilitas BBM, banyak pilihan lebih bagus di pasaran. Kita bisa beli iPhone atau Android yang modelnya sudah jauh lebih advance daripada BB. Sekarang saja dengan adanya Whatsapp, yang sudah menyerupai BBM, banyak yang meninggalkan BB.

Sekarang mari kita lihat satu persatu hal-hal yang saya katakan membuat bingung itu:

1. Notifikasi

Pembaca tentu sangat familiar dengan bentuk BB seperti di bawah bukan?. Begitu main screen (layar utama) nongol, di bagian atas langsung terlihat notifikasi semua messages baik BBM Chat maupun BBM Group, email, FB atau Twitter di layar bagian atas. Very simple. Sekali lirik kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Tombol Navigasi Torch Di Q10, informasi itu tidak langsung ditampilkan, kita HARUS secara khusus mengintipnya dengan menaikkan screen ke atas. Kemudian setelah itu baru kita membuka aplikasi yang bersangkutan, misalnya BBM Chat.

1 Atau dari aplikasi BBM, click virtual button di kiri bawah screen (spt di gambar di bawah),

2Akan muncul sub menu seperti di bawah yang menginformasikan ada berapa aktif  Chats, Contacts, Groups, Updates dan Invites.

3

Hanya untuk mengetahui ada message atau tidak, perlu beberapa step. Tidak praktis dan mengganggu. Tidak seperti sebelumnya, yang langsung terpampang di main screen. This  sucks!

Selain itu saya juga sering tidak update kalau ada yang mengupload foto ke Group Chat, atau mempost comment ke  Group Chat. Notifikasi untuk itu dijadikan satu dengan Update Profile Picture atau Profile Message. Sehingga tampilannya tampak ramai, crowded, membingungkan.

Informasi orang mengganti PP atau PM menurut saya tidaklah sepenting orang memposting comment atau reply comment di Group Chat. Akibat dicampur begini, kita jadi bingung mana yang hanya sekedar info orang ganti PP/PM, mana yang posting ke Group Chat.

Padahal saya sangat intensif menggunakan Group Chats di perusahaan saya untuk mengkoordinasi project team atau departemen. Masing2 team dan departemen di perusahaan saya punya Group sendiri, diluar group teman2 SD, SMP, SMA, Uni dan lain2. Mengkoordinasi pekerjaan melalui Group Chats sangat effective dan efficient menurut saya.

Sekarang saya hampir tidak update lagi, benar2 blank apa yang terjadi dengan Group saya. Saya harus memelototi campuran notifikasi orang yang mengubah foto, mengubah personal message, mengupload foto ke groups, memposting comment ke groups dlsb. Too crowded sampai males mau ngecek.

Pengalaman telat meresponse Group Chats ini ternyata dialami juga oleh teman2 saya. Bahkan sepasang suami istri teman saya yang kebetulan mendengar saya mengeluh mengenai hal ini, tiba2 si cowok mengatakan ke istrinya:”Tuh kan, apa gua bilang. Emang gak tahu kalau ada message di Group, makanya aku sering telat meresponse”. Ternyata dia sering diomeli sang istri karena sering telat meresponse komentar di group keluarganya :).

Yang lebih menyebalkan lagi, seringkali tanda bintang merah yang menandakan adanya Update PM/PP, tidak hidup. Akibatnya ya itu tadi, kita tidak update akan apa yang terjadi di Profile teman kita. Meskipun hal ini tidak penting2 amat, tetapi mengasyikkan juga mengetahui teman kita sedang memasang foto apa, atau sedang meneriakkan apa. Fitur ini menurut saya banyak yang menyukainya. Sekarang saya sering tidak tahu apa yang terjadi. This sucks!

2. Closing / Ending Application

Menutup aplikasi di Blackberry 10 perlu dua langkah, pertama slide screen ke atas yang akan meletakkan aplikasi di desktop seperi gambar di bawah. Aplikasi ini masih dalam keadaan hidup, kecuali kita menotol tanda silang diujung kotak aplikasi tersebut.

Hal ini ternyata membuat saya tidak nyaman, saya merasa desktop jadi berantakan karena banyaknya aplikasi yang terbuka. Berbeda dengan sebelumnya, begitu kita tekan tombol End, aplikasi hilang dari mata kita (meskipun masih running di background). Namun kita tidak diganggu dengan satu halaman berisi aplikasi-aplikasi yang terpampang begitu. Kadang muncul foto2 hasil upload temen2 yang hot2 bikin kita jengah muncul di main screen.

Menurut saya penempatan aplikasi terbuka di desktop ini hanya nice to have, tidak ada perlu2nya. Lagipula hanya bisa menampung 4 aplikasi di layar, selebihnya tersembunyi di bawah layar. Kita haru slide ke atas untuk melihatnya, yang mana lebih cepat menotol icon  aplikasi bersangkutan. This sucks!

43. Tombol Navigasi

Pengguna seri Blackberry sebelum Blackberry 10 tentu sangat familiar dengan tombol navigasi seperti gambar di bawah:

5

Kelima tombol diatas sudah dihilangkan di Q10, digantikan oleh tombol virtual seperti di bawah:

6Tindakan menghilangkan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key , kemudian mengantinya dengan tombol virtual Send dan Camera di ujung kiri dan kanan layar, menurut saya adalah keputusan yang salah dari team designer Q10. Saya bisa memahami kalau hal ini dilakukan untuk Z10 yang memang full screen, tetapi di Q10 yang masih ada keyboard fisik seharusnya tetap disediakan.

Send key memudahkan kita pada kondisi apapun untuk secara instant membawa kita ke posisi siap untuk menelpun. Tombol ini sekarang digantikan menggunakan virtual key, yang seringkali tertutup oleh aplikasi2 yang membutuhkan screen secara penuh, sehingga untuk keperluan menelpun kita harus menutup aplikasi yang sedang terbuka itu dulu (slide ke atas), baru bisa menekan SEND key. This sucks!

Menu key, memudahkan kita untuk membuka sub-menu dari setiap aplikasi yang sedang terbuka. Tombol ini digantikan virtual key dengan symbol … vertical. Menotol tombol ini sangat mudah karena berada di ujung kanan bawah, dekat jempol, tetapi menutup menu ini membuat jempol saya semakin panjang, karena harus menotol diujung kiri layar. This sucks!

Escape key adalah tombol untuk membatalkan apapun yang kita lakukan atau kembali ke layar sebelumnya. Escape key ini tidak ada gantinya di Q10, sehingga sangat merepotkan. Untuk meng-Cancel pilihan kita, Q10 menyedikan virtual key di ujung kiri atas, sehingga tidak terjangkau oleh jempol kanan saya. Untuk itu saya perlu bantuan jempol kiri untuk menotolnya. Sedangkan untuk kembali ke layar sebelumnya, di Q10 perlu slide, slide n slide. Cape deh. This sucks!

End key seperti namanya memudahkan kita untuk mengakhiri suatu aplikasi, termasuk juga untuk mematikan BB. Untuk menutup aplikasi perlu dua cara, satu slide ke atas, yang menyebabkan aplikasi bertengger di layar utama, dan setelah itu menekan tanda silang diujung aplikasi. This sucks!

Selain itu kadang kita perlu mematikan BB jika mau tidur atau pada situasi tertentu, caranya dengan menekan End key cukup lama maka automatic BB kita sleep. Di Q10 satu2nya cara adalah dengan menekan tombol Power di bagian atas Q10, menekannya selama  detik hingga completely off. Benar-benar off, termasuk alarm juga off. Artinya kalau kita hidupkan lagi, perlu waktu rebooting seperti cabut baterai kalau di BB sebelumnya.

Saya tidak tahu bagaimana caranya melakukan hal ini di Q10 seperti di BB lama yang ada pilihan: Power off yang semacam sleep kalau di computer namun alarm tetap berfungsi, atau Full Power Off dimana alarmpun juga dimatikan dan pilihan terakhir kalau BB kita ‘macem2’ maka kita reboot dengan mencabut baterainya. Pilihan yang saya tahu di Q10  adalah Power Off, yang sama seperti cabut baterai itu tadi. This sucks!

Trackpad key, tombol paling sakti di BB versi sebelumnya, malah dihilangkan. Ini kesalahan paling parah, karena cukup dengan satu tombol ini saja, saya bisa berkelana di seluruh screen dan menjalankan aplikasi yang saya mau dengan mengelus-elus dan memencet tombol ini. This sucks!

Dengan menghilangkan tombol ini, mengakibatkan jempol saya harus berkelana ke seluruh screen Q10. It’s ok sebenarnya, hanya saja beberapa aplikasi yang terletak di ujung kiri atas screen tidak terjangkau jempol saya, demikian juga tombol2 lain yang berada di posisi itu seperti tombol Cancel. Eitt…jangan mikir jempol saya pendek lho ya, normal kok :).

4. Tombol Camera

Q10 tidak lagi menyediakan tombol Camera yang di Torch ada di pinggir sebelah kanan dibawah tombol volume. Tombol ini digantikan dengan virtual key, sejajar dengan Send key. Sama seperti Send key, tombol ini akan tertutup oleh aplikasi2 yang memerlukan full screen. Jadi ketika kita sedang membuka aplikasi dan butuh memotret cepat, kita harus menutup aplikasi itu dulu dengan slide layarnya sehingga virtual key Camera muncul, baru menotol tombol Camera itu. This sucks!

5. Tombol Quick Dial

Q10 juga tidak menyediakan tombol Quick Dial seperti di Blackberry sebelumnya. Dulu saya kalau sedang meeting dan lupa men’silent’ atau mem’vibrate’ BB, saya tinggal pencet tombol Q. This sucks!

Sekarang untuk melakukan hal ini, perlu slide ke atas untuk mengaktifkan Q10, slide ke bawah untuk mengeluarkan menu setting (jika saat itu berada di layar utama, kalau sedang ada aplikasi terbuka perlu menutup aplikasi itu dulu), baru menotol tombol virtual Notifications. Perlu beberapa langkah hanya untuk supaya BB kita vibrate.

Saya juga sering menggunakan fitur Quick Dial ini untuk memasukkan nomor2 telpun penting, seperti telpun istri, anak2, rumah, kantor, dan terutama supir. Tinggal pencet D (untuk calling driver)s selama bbrp detik, automatically BB langsung tat tit tut tat tit tut mendial nomor hp supir saya. Di Q10 tidak ada fitur ini, digantikan dengan virtual Quick Dial yang untuk mengaksesnya sama seperti di atas.

6. Aplikasi Voice Note

Aplikasi Voice Note dibuang, digantikan Voice Control. Sekarang kita tidak lagi bisa merekam suara anak, music, konser dll. Voice Note hanya ada untuk di attach pada saat berkirim message. This sucks!

7. Blackberry Hub

Salah satu aplikasi yang paling sering kita gunakan di Blackberry versi sebelumnya adalah Messages, betul tidak? Semua Email, Group Chats, SMS, System Notification dll kecuali BBM Chats, dikumpulkan jadi satu.

Saya biasa meletakkan aplikasi Message ini di main screen, bersebelahan dengan aplikasi BBM. Begitu ada tanda * merah, saya buka, saya click supaya statusnya berubah jadi Read, dan tanda * merah hilang.

Paling tidak at a glance saya tahu apa yang terjadi. Kadang saya ada posting di Group yang important tapi not urgent, saya biarkan saja untuk saya baca belakangan. Yang sifatnya urgent dan important langsung saya reply. Demikian pula halnya dengen email.

Fitur ini di Blackberry 10 diganti menjadi Blackberry Hub. Aplikasi Blackberry Hub tidak berupa icon seperti halnya BBM. Aplikasi ini kita buka dengan menggeser layar dari kiri ke kanan sampai ‘mentok’, akan muncul seperti di bawah. Tidak ada short-cut untuk langsung ke Blackberry Hub

7

Dari screen inilah kita mengakses semua messages yang berasal dari BBM Chats, Whatsapp (kalau sdh di install), Gmail, System Notification dlsb, sama seperti Messages. Bedanya di Blackberry Hub log telpun juga dimasukkan, termasuk kita telpun kemana, missed call dr mana dll. Sehingga sangat crowded, meskipun tetap dikelompok-kelompokkan berdasarkan asal message. Namun untuk mengakses Blackberry Hub ini perlu beberapa step, tergantung kita berada pada posisi mana. This sucks!

8. Auto On – Off

Pernah menggunakan fitur ini untuk mematikan dan menghidupkan BB kita secara automatis, sehingga tidak perlu repot2 mematikan BB pada saat mau tidur di malam hari dan menghidupkannya lagi pada pagi hari? Sekarang fitur ini juga tidak ada, sehingga akibatnya malam2 jika ada teman yang mengirim pesan kita suka terkaget-kaget sendiri menerima tang – ting – tung. This sucks!

9. Baterai

Mungkin banyak yang bertanya bagaimana dengan daya tahan baterainya? I have no complaint about it. Selama ini hp2 lain juga sama parahnya, terutama yang sudah berteknologi touch screen. Baik iPhone, Galaxy Note atau S3, rata2 semuanya perlu dicharge dua kali sehari, malam dan siang hari. Oleh karena itu saya tidak pernah ketinggalan membawa Powerbank kemana-mana.

Selama menggunakan Q10, dalam kondisi baterai terisi penuh sejak di charge malam harinya, mulai dari penggunaan sekitar pukul 6 pagi hanya untuk BBM (bukan play video/music/browse), benar2 hanya BBM, sekitar pukul 14:00 sudah harus diisi ulang. Itu dengan ditingkahi break mandi, makan pagi, baca koran, dan kegiatan2 sehari-hari lainnya, tidak non-stop ber BBM ria. Saya rasa lebih awet daripada Z10 yang menurut teman2 saya sekitar 3 – 4 jam saja.

10. BBM Chats dan BBM Groups

User Interface aplikasi utama Blackberry ini dirombak total di Blackberry 10, sehingga menjadi….tidak user friendly. Maunya designernya sih supaya lebih mudah, tetapi menurut saya justru tidak.

Kalau dulu, begitu kita click aplikasi BBM, bagian messages yang diprioritaskan adalah Chats dan Conference, setelah itu Contacts barulah Group. Semua ditampilkan dalam satu layar ke bawah.

Pada layar yang sama kita bisa tahu ada yang sedang mengupdate Picture Profile atau mengubah Profile Messagenya. Fitur ini menarik, karena kita bisa tahu apa yang sedang teman2 lakukan.

Di Blackberry 10, semua messages dicampur jadi jadi, antara Chats, Conference dan Groups. Berantakan sekali. This sucks!

Saya dulu sering membersihkan main screen dengan menutup Chat (End Chat). Termasuk juga Group Chats, sehingga screen utama bersih dan kita bisa konsentrasi untuk Chats terakhir yang baru masuk.

Sekarang kalau kita End Group Chats, automatis semua history hilang, sama seperti Clear Group. Sehingga mau tidak mau, Group Chats harus tetap terbuka di main screen. Ini menyebalkan sekali. This sucks!

Pernah men’copy and paste” sebagian dari chat kita ke group atau orang lain? Saya rasa pembaca pernah mem’block’ sebagian isi  chat kita dengan seseorang, karena hal itu penting, kita copy and paste ke orang lain atau ke group chats. Sekarang kita tidak bisa lakukan itu lagi, pilihannya hanya copy seluruh chats :(. This sucks!

Selain itu bagi pencinta Autotext, silakan saya goodbye, karena Autotext disingkirkan Blackberry 10 ke System Setting dibawah Language and Input. Sehingga kita jadi malas mengupdate Autotext dengan karakter yang aneh2 dan lucu2. Tidak seperti sebelumnya, kita tinggal copy and paste ke Autotext di tempat yang sama. This sucks!

Kita juga tidak bisa mendelete foto yang diupload teman di Group Chats, jika kita bukan Administrator.  This sucks!

—————————————————

Duhh…. saya bisa menulis lebih panjang lagi keluhan2 saya. Pembaca tinggal menghitung berapa This sucks! yang ada di tulisan saya di atas untuk mengetahui kenapa saya katakan Q10 Sucks!.

Meskipun juga ada beberapa perbaikan seperti Remember (Memo versi baru), BBM Voice dan BBM Video (yang rasanya akan jarang saya pakai), Calendar yang lebih canggih, Camera yang lebih canggih. Namun ya itu, semuanya bisa saya peroleh lebih canggih di handset lain. Saya tidak perlu Blackberry untuk fitur2 aneh2 lain, saya perlu BB untuk BBM Chats dan BBM Groups. Itu saja.

So, menurut saya, jika tidak terpaksa harus ganti, lebih baik menunggu BBM muncul di iPhone atau Android. Tapi kalau sudah kepepet seperti yang saya alami, ya siap2lah mengalami kebingungan :).

Selamat menikmati Q10

Disclaimer:

Tulisan di atas adalah murni pendapat saya pribadi, tanpa pesan sponsor dari produk manapun. Tentu tidak semua keluhan saya di atas applicable untuk semua orang, karena ada satu (hanya satu) dari sekian banyak teman lain yang menggunakan Blackberry 10, yang sangat happy menggunakan Q10. Semoga pembaca yang telah memutuskan membelinya bisa mencintai Q10 seperti sahabat saya itu.

Update 16 Oktober 2014:

Pembaca yg tercinta, tulisan ini saya posting 23 Juni 2013 lalu, namun surprisingly hingga hari ini masih termasuk tulisan saya yang paling banyak dibaca. Saya sangat berterima kasih atas komentar2 yang luar biasa banyak, baik yg pro dan cons. Mohon dimaklumi jika banyak fitur yang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi BBM saat ini, karena update2 yang dilakukan pihak BlackBerry selama setahun lebih ini.

Update 16 November 2014:

Hampir setahun setengah yang lalu, setelah saya mempost tulisan saya ini, akhirnya BlackBerry meluncurkan BlackBerry Classic, pada tanggal 17 Desember 2014 nanti. Apakah BlackBerry Classic itu?

Ini lah yang disebut oleh BB sebagai BB Classic, yang didevelop oleh BlackBerry karena: We Heard You, And We Built It.

 

classic-preorder.png.original

Seperti apakah bentuknya pembaca? Bentuk yang sangat familiar bukan, seperti BB Bold yang sangat dicintai penggemar BB seluruh dunia, dengan Navigation Keys yang kita rindukan itu.

Saya rasa keluhan yang saya kemukakan di tulisan saya di atas tidak mengada-ada, yang tentunya juga dikeluhkan oleh jutaan penggemar BB di seluruh dunia.  Jika tidak, BB tidak akan memproduksi jenis ini, tetapi melanjutkan type Q10 yang tanpa Navigation Keys.

Update 17 January 2015:

Baca postingan saya mengenai si BB Classic yang sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh pencinta BB. Click disini : Q20: Yang Classic…

Update 29 Agustus 2016:

Setelah bertahun-tahun menggunakan BlackBerry dengan BlackBerry Messenger nya yang sedemikian bermanfaat di dalam hidup saya, akhirnya saya memutuskan untuk melepaskannya… hiksss… baca postingan saya mengenai keputusan saya yang menyedihkan ini : Merdeka!!!…

Baca juga:

 

 

256 thoughts on “Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

  1. Maybe buat anak kecil yang memakai BB hanya untuk kesenangan, dengerin music, download lagu, chattingan gk jelas, OS10 ten ini sgt2 Okey. Tapi buat org tua yang membutuhkan byk hal untuk pekerjaannya BB os10 Sgt td rep for multi tasking. CCTV sy pun tdk bs connect ke BB ini, mobile banking apalagi Huh! Jgn jg berharap memainkan BB ini saat menyetir mobil, tdk semudah bb biasa, bs2 kita nyungsep dgn sukses

    • Hi Dikha,

      Pelan2 coba dicintai, karena belum ada penggantinya hingga saat ini. BBM yang katanya akan direlease untuk semua platform sampai sekarang tidak jelas kabar beritanya. Nanti kalau sudah nongol, baru deh BB nya dipensiunkan :).

      Salam,

  2. updated os…dan kedepan os bbm akan open buat apk android. memang banyak yang ngga kompatible dengan os 10 karena mobile content belum pada update. tapi secara kenyamanan device palimg unggul dengan qwerty fisiknya.

  3. Telat, terlanjur beli kemaren, the best money waster dah. malam ini balik lagi ke onyx 1 gw. it’s a bit slow but it never fail me

  4. Totally true.. Makanya sampe skrg temen2 pd ganti tergiur kerennya. Aku sempet nglirik krn dia kan ud ga pake paket bb daftar2 ribet, tp tnyata kualitas brg lebih ribet drpd daftar paket, mending pilih jadul dgn dafyar pakrt drpd kecewa. Trutama ga bs autotext super panjang. Hadehh…

    Bbm di ios n android aja tampilannya ud sama dengan di bb os 10, dan ini sucks juga. Ga bs fasilitas enter, bs nya lgsg send. Kl mw enter kudu tahan alt. Wad de..
    -_-”

    Kualitas bb biasa non os 10 jg makin menurun, tp hrg makin mahal. Kangen sn bb2 lama2 yg masih tahan banting. Lemot tp max fasilitas yg kpake.

  5. Aneh nih penulis…mentalnya masih katrok coba beli bb gene…mana bisa teknologi baru di samain yg lama…harus rela pelajari baru menikmati…

    Contoh…skrg jaman tv lcd dan led…tp karena kita terkesan dengan tv jadul yg ada box nya trus kita harus menyalahkan si pembuat tv lcd? dengn bilang “please deh…gw senang sama fitur box tv hitam putih yg dulu…knapa malah dihilangkan sama lcd tv creator…its sucks….” hehe…

    Itu smua gak sama om…harus kita blajar memakai teknologi terbaru….masa ada yg canggih malah ngomel gak karuan…ttg cara close…aku rasa malah simple krn kita tau app apa yg blom tertutup dan tdk banyak mkan Ram…jadinya terhindari dr lemot…

    Geto om…bukan bela creator os 10 tp ane rsa kurang pas kalau yg canggih di samain yg jadul…

    Yg jadul ya fiturnya ada yg sdh gak kompatibel ya diganti dgn yg lebih smart…

    Ane pakai os 10 baik z10 dan q10…its ok…kalau ada fitur yg dulu ada trus skrg gak ada nah ane nanya ke mbah gugel…atau ke cs nya…gak cukup baca manual book nya doang….

    Satu lg..slalu update os nya biar maknyus…

    • intinya pembuat blackberry itu sudah memikirkan matang2 1000x lebih kedepan untuk smartphonenya……. jd kalo mau komentar itu tolong smart dikit…tp mgkn emank pantes si lebih baik pake yg jadul aja….^^

    • Boleh ikut komen yah….. masalahnya adalah BB telah melakukan sebuah REVOLUSI. Padahal yang baik adalah EVOLUSI. Contohnya bagaimana Mirosoft melakukannya di MS Office 97 ke 2003, 2010 dan 2013. Saat berpindah ke yang lebih baru, mereka memberikan opsi kepada penggunanya untuk tetap menggunakan layar muka yg lama, selain layar buka bentuk baru. Demikian pula yg terjadi di Windows 7 dan 8. Tetap ada opsi memilih. Karena bila tidak, akan dapat menyebabkan pelanggan berpaling ke yang lainnya.

      Kesalahan ini akan dibayar sangat mahal oleh Blackberry karena pada akhirnya bila tidak mau dengan yang baru, mereka “terpaksa” tetap menggunakan BB lama yang memiliki banyak sekali kelemahan. Sementara bagi yang tidak keberatan menggunakan yg baru, Akhirnya mereka akan mencari alternatif produk yang tidak hanya lebih canggih dari BB10 tetapi juga lebih user friendly. Dan saya adalah salah satunya….. Saya telah menggunakan BB (type HURON) sejak jaman orang masih sibuk dengan Nokia. Akhirnya setelah loyal selama bertahun-tahun dengan BB, dan mencoba menggunakan Z10 dan kemudian Q10, akhirnya loyalitas tsb hilang….. kini saya terpaksa menggunakan Galaxy Note 3 yang sangat user friendly dan kecanggihannya jauh diatas BB10.

    • Katrok…tv dr dulu sm aja box layar sm tombol channel + volume.berkembang pake remot…skrng bs internetan remot sm sll ada walaupun tuh tv udah pake sensor gerak.baca yg bener napa tuh tulisan…kl g pernah pke bb g usah koment yg g jelas.nyamain tv ama ponsel.

  6. Saya setuju dengan penulis, BB versi 10 memang gak user friendly, terserah saya mau dibilang jadoel atau kampungan tapi dari sisi kenyamanan memang lebih nyaman yang jadoel, dari gemini, onyx sampe terakhir pakai dakota fine2 aja alau dakota jelek banget kameranya tp skrng pakai Q.10 bener2 apa yg penulis rasakan saya rasakan juga, ribet bukan praktis. Buat apa canggih tapi nyusahin, tepuk tangan buat teknologinya yang udah ngilangin jam pasir tapi tepok jidad buat sistemnya yg ribet dan gak praktis. Tambahan, itu ringtone bbm new message sama group gak dipisah jd agak ribet yah ngebedain antara private bbm chat dan group chat yg gak sepenting bbm private chat. Kalo di-silent malah gak bunyi semua baik group maupun private, aseli deh berisik kalo group udah aktif disaat gak tepat. Andai saja bb dakota muncul dengan kamera lebih baik, saya beli lagi dakota.

    • Haha…BB Q10 , yang canggih di katakan susah makenya ?wkwkwk… kembali aja ke onix si jadul atau versi lama, sy suka berselancar full speed jadi maaf aja klo BB Q10 jadi andalan dgn speed internet apalagi dipakai tethering hotspot wifi ke laptop…. kencang…. saingan cuma samsung S4 doang klo tethering internet…..makanya belajar dulu klo ada produk baru, jangan maen vonis susah dll…., kapan ente2 mau maju klo gak belajar ??
      ingat spek 2GB ram itu yg tangguh no lelet dan loading kuenceng…

      • setuju dengan komen anda saya memakai os10 bb Q10 juga tidak merasakan apa yang anda rasakan, mungkin anda saja yang apes 😀
        tidak bisa menikmati canggihnya sistem operasi BB Q 10 ini. Lain kali kenali dulu produk sebelum membeli. Itu saran saya. untuk bung mimo saya sangat setuju dg komen anda. android tidak semulus bb os10 saat tethering.

  7. setelah baca ini merasa aneh…..semakin lama namanya teknologi pasti berubah dan om kalau ingin mengikuti teknologi juga harus bisa beradaptasi kalau gak bisa beradaptasi ya jangan ikuti teknologi, mending pake yang dirasa enak dan seperlunya aja (simple gak perlu ribet)…dan lagi yang perlu dicermati namanya buatan manusia om g da yg sempurna pasti ada positif dan negatifnya….anda memposting hanya melihat dari sisi negatifnya….fair dong sisi positifnya dipost juga….
    Penting : om hanya seorang pemakai bukan pembuat….seandainya dikasih duit sebesar harga z10,q10 ato yg paling baru sekarang z30 trus om disuruh buat smartphone seperti ketiga nya apa bisa??????

    • Hi dik Putra,

      Terima kasih atas komentarnya. Om tertarik untuk merespond komentar Putra karena “berani” menuliskan nama dan email jelas. Komentar lain yang hanya berani “ngomel2” tapi tidak berani menulis nama dan email, biasanya tidak Om response :). Om anggap mereka “penakut” :).

      Om disini hanya mau sedikit membahas mengenai “adaptasi”, kata kunci yang dik Putra pakai, yang cukup menggelitik Om karena juga diungkapkan komentator lain yang menganggap Om ini katrok (apa ya artinya :)), Om tidak mau belajar, takut teknologi baru, dlsb dlsb.

      Om memang sudah termasuk setengah baya, mungkin sudah seusia ortu Putra, tetapi kalau soal technology, Om masih merasa sangat muda lho :). Karena di perusahaan Om, Om bergaul dengan staff2 Om yang hampir seluruhnya adalah anak2 muda berusia rata2 24 – 26 tahun. Ada hampir 300 programmer di perusahaan Om yang setiap detik bergumul dengan the latest technology available in the market. Dan sampai detik ini, kalau dibanding dengan anak2 muda di kantor Om, rasanya Om masih paling updated dengan dengan the best available technology.

      Boong…gitu kali ya komentar dik Putra.

      Mungkin penjelasan ini sedikit memberikan gambaran apa yg Om ketahui mengenai teknologi. Perusahaan Om (PT Adicipta Inovasi Teknologi) adalah merupakan salah satu early adopter Microsoft .NET Technology di Asia Tenggara sejak tahun 2000, juga kami memiliki team pengembang Mobile Solution (BlackBerry, iOS dan Android) serta Java Application dll.

      Solusi yang perusahaan Om kembangkan digunakan di beberapa perusahaan besar di Indonesia. Salah satunya, kamilah implementor Mobile Banking di BCA dan Bank Mandiri. Solusi Multi Finance (perusahaan kredit mobil /motor), kami, namanya CONFINS, telah diimplement di 28 Multi Finance terbesar di Indonesia (antara lain Toyota Astra Finance, BII Finance, BFI Finance, CIMB Finance dll). Serta beberapa solusi lain yang digunakan di Ditjen Pajak, BPS dll.

      Om sangat getol dengan gadget dan teknologi baru. Om selalu mencoba mengikuti teknologi terbaru. Saat ini Om pakai Samsung Galaxy Note 3, Q10, MacBook Air, dan iPad Mini Retina. Sedang sebelumnya Om sudah beli dan mencoba LG G2 dan iPhone 5s yang sudah Om kasihkan putera Om di US. Untuk di rumah Om juga suka teknologi. Rumah Om terjaring pakai GigaBit Network, ada 44TB Storage di rumah Om yg isinya data, foto, music dan film, dan Om juga sudah pakai SmartTV LG Ultra High Definition 84LM9600 (UHD Generasi pertama yg di launch di dunia dan Indonesia).

      Pada saat iPad pertama kali di launch, istri Om membelinya pada jam pertama launching berbarengan dengan Steve Wozniak (co founder Apple, Inc) di Cupertino. Om termasuk user pertama di dunia yang menggunakan iPad.

      Om juga suka acara TV, di rumah Om berlangganan 2 satellite TV, Indovision dan Big TV yang baru saja diluncurkan. Om juga sudah pakai Bolt, technology LTE pertama di Indonesia. Om juga berlangganan majalah teknologi (hampir 15 majalah teknologi yang Om langganan dan baca setiap bulan), selain juga membaca technology blog di website seperti engadget.com, gizmodo.com, cnet.com dll.

      So, Om suka dan paling aktif mempromosikan technology di perusahaan Om. Justru anak2 muda sekarang yang sering Om kritik malas membaca, malas beradaptasi, lebih senang chatting, instagram, nonton anime atau K-Drama. Malas explore, malas mencoba sesuatu yang baru.

      Jadi kritik dik Putra cukup menyentuh hati Om :).

      Now, kenapa Om menulis posting seperti itu?

      Karena, BB, perusahaan raksasa yang sukses, harusnya ingat, perubahan drastis pada User Experience, pada perangkat yang sangat populer adalah FATAL akibatnya. Dan hal ini terbukti, setelah launching BB10, BlackBerry mengalami kerugian besar dan hampir ditutup. Coba baca di WallStreet Journal, CNN dll.

      Jika BB10 atau khususnya Q10 merupakan produk yang baik, tentu harganya tidak akan hancur seperti yang terjadi sekarang. Namun apa yg terjadi di market?? Silakan dik Putra cek penurunan harga Q10 di market, compare dengan produk lain.

      Om rasa, mungkin penjelasan di atas cukup untuk menunjukkan bahwa Om bukan orang yg takut teknologi dan beradaptasi. Yang Om permasalahkan adalah strategy yang salah dengan mengubah total User Experience yang sudah sangat disukai masyarakat tanpa mempertimbangkan akibatnya. Dan merupakan kewajiban Om untuk memberitahu masyarat kalau handphone ini tidak bagus, selanjutnya terserah pembaca.

      Mungkin itu penjelasan Om atas komentar dik Putra.

      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya ya.

      Salam,

      Guntur Gozali.

      • sangat membuka wawasan…
        Terima kasih atas posting dan komentar’a om, skrng agak sedikit tau tentang perkembangan teknologi, maklum gaptek,,
        bisa menjadi pertimbangan untuk beli hp… 🙂

      • mohon maaf om sebelumnya saya mengkritik om, karena saya tidak membaca penjelasan om di atas. Mungkin saya harus lebih banyak belajar supaya bisa lebih terbuka pemikirannya seperti om. God bless

  8. Ijin berkomentar..

    Menurut saya, gak ada yg salah dgn tulisan diatas. Justru saya merasa tulisan seperti ini bisa dijadikan pengalaman berharga dan bahan pertimbangan utk orang2 yang memang sedang berniat membeli BB 10 (Z10, Q10). Apalagi sdh ada Disclaimer, artinya ini adalah murni pendapat dan pengalaman pribadi, jadi sah-sah saja menurut saya.

    “Teliti sebelum membeli”, “Jangan seperti membeli kucing dalam karung”, “Jangan terjerembab dalam lubang yang sama”, “Belajarlah dari pengalaman orang lain”. Saya yakin, penulis bermaksud untuk menyampaikan itu sebagai bentuk nasehat-nasehat yang biasa diberikan orang tua. Dan saya selalu terbiasa mencari tahu dulu sebelum membeli.

    Eniwei, makasih atas share-nya Pak Gozali. 🙂

  9. Terima ksaih banyak buat informasinya yg bgitu lengkap. Tadinya sy sangat tertarik dengan Q10 tp msh nunda2 krn msh mahal. Begitu saya baca review nya… Oalahhh.. pdhl yg paling sy suka dari bbm ya salah satunya autotext.. trus juga sy suka nge-block bbrp bagian kalimat utk dicopy paste.. lah di bb Q10,dkk kok malah ga bisa

  10. Sekali lg trima kasih buat infonya.. sy sblmnya pake bb trus sejak bbm ud nongol di android and ios tuh bb sy jual.. and install bbm di android. trnyata buat saya msh lebih enak ngetik pake keypad qwerty nya bb drpd touchscreen (trserah mau dibilang jempolnya jadul/katro).. pdhl ini ud hmpir setahun pake touchscreen tp nih jempol selalu aja terjadi salah ketik. Kalo ngetik di bb sambil merem jg jarang salah ketik. Pengen balik ke bb lg, tdnya kepengen Q10, tp skrg berubah pikiran..) heehee.. pake bb yg os 7 aja dah kl gini.

      • Haduh jd pengen ktw sndiri, tp keren.. Namanya jg ga bisa menciptakan.. Mencaci maki ciptaan org jg udh oke,jd tren kebanggaan indonesia..
        Sukur2 yg dcaci maki bs termotivasi membuat penemuan baru yg bs mengubah kita untuk mengatakan wah kpd penemuan yg pernah kt caci maki 😀
        Maju trs indonesia..

        • hahaha, ngetik di touch screen kadang bolot dan kadang tertawa jika temen balasa bbm dari android atau IOS…< kalimat udh gak karuan…mungkin pencet salah kali ya atau jempol yg besar ??? wkwkwk….makanya qwerty top markotop deh… VIVA maniac BB.

          Skrg spek IOS mana yg punya speed ram 2 GB ? ada gak ya ? harga mahal si apple tapi kemampuan cuma segitu doang, mau beli merk dan style atau mau beli fitur utk fungsi maksimal ?

          utk android siapkan anticirus handal aja hahahha, lalu battre siap2 sering di charge ya….boros battre.., logikanya semakin gede layar semakin boros…cek kapasitas battre dong berapa mAH ?

          – BB Q10 tetap di hati….android Samsung S4 dan iphone 5s khusus user tersendiri…- :)….:):):):)

  11. Wow saya baru menemukan tulisan ini setelah hari ini saya kebingungan menemukan tombol “sign out” twitter di Bb Q10…. saya juga sudah sedikit surfing di BB World, ternyata aplikasi seperti ubersoc, app lock (protector), opera mini juga ga ada ya 😦 :(…..
    memang agak sedikit ribet untuk orang yang baru sekali megang BB ini…
    Kembali ke kebingungan saya…ada yang tau caranya sign out twitter di BB ini kah ?
    Terima kasih untuk penulis nya neh, jd nambah pengetahuan ttg ni BB

    • Sign out coba dengan menggeser ke bawah, nanti di atas twitter ada settingan tersembunyi ga?
      Karena sejauh ini, contact, bbm, dll settingan nya ngumpet di atas. 😀

  12. Wahhh….baru nemu artikel pak gozali nih..,kemarin barusan saya dibelikan bb q10. Ada yg mau saya tanyakan, sejarusnya bb q10-powernya bisa benar2 mati kan yah pa? Yg saya bingung,q10 saya tiap kali mau di off, langsung restart..kata penjualnya memang seperti itu, kalau cabut battery br bisa benar banr off, tp kalau kepenvet salah satu tombol…restart lagi…, apakah ada yg mengalami masalah seperti saya? Saya sdh coba telpon ke service centre tp engga ada yg angkat…jd ragu..barangnya aspal…

    • Ini bisa bener2 off kok. Caranya teken aja tombol konci / off agak lama, di bb q10 ku akan ada muncul tulisan..
      “Holf to turn off” dan ada count down 3 detik..
      Voalaaa.. Off bener2 off.. Ga kayak bb lama yg teken tombol tutup tlp, tp dpencet dikit lantas nyala lg.

  13. BB Q10 bagi saya sangat OK, bukan karena bentuknya, tetapi karena performance-nya. Pertama kali saya beli saya merasa kesulitan, tetapi itu hanya dalam satu hari saja untuk menyesuaikannya. Setelah hari ke-dua, semuanya manjadi OK dan saya menikmati dalam menggunakannya.

    • Nah ini namanya TEPAT….eh salah “teknologi tepat guna” digunakan oleh user yg smart…..

      buat apa beli hp mahal2 klo cuma dipakai foto dan diapajang2 doang ? hahaha..
      INGAT : Performance si BB Q10 yang mantap….

  14. Trm ksh pa gozali, tulisan yg cukup baik menurut saya, kritik mendasar dr user loyalis BB.. Dan ditutup dgn kalimat yg rendah hati bhw tulisan adl pendapat pribadi, jd bagi yg tdk sepakat dipersilahkan tanpa hrs mencaci.
    Sy pribadi adl user gadget yg nyaman dg physical qwerty board. Sy sdh nyaris hendak membeli Q10, tp tertahan stlh kedapatan Q10 keypad tanpa tombol sakti trackpad, call, menu, escape.
    Again, thks to share.

    • Buat pak Guntur makasi review nya. tp aku udh terlanjur beli q 10 n baru menemukan tulisan bp ini…ada bbrp hal yang aku merasa sama dgn yg bp rasakan. tp ada bbrp hal yg bp merasa kesulitan, sebenarnya bisa alias ada jalan keluarnya, seperti menyimpan obrolan chatting kita yang bisa dimunculkan lagi walau kita udh endchat, silahkan diatur di menu setting dengan menscroll kebawah saat di chat room. bagaimanapun udh terlanjur beli, jadi harus menyesuaikan dengan tehnologinya. Buat bp mungkin mudah untuk ganti gadget tp buat aku sayang duitnya kalo harus ganti gadget.
      yang belum terpecahkan buat saya adalah, bb nya panas kalo untuk buka FB atau twitter, kenapa ya ??

      buat Yudis, pake q10 aku bisa pake kartu selain as kok…..ga ada masalah. memang bentuknya lebih kecil, tinggal dipotong di toko hp, gratis. hehehe

  15. Kok saya ga sependapat yah, hehe..
    Q10 sama sekali enggak sucks. 😀

    sebelum pakai Q10 saya pakai Dakota 9900.

    Dan yep, perubahannya bener2 drastis karena ada beberapa shortcut yang biasa dipakai di dakota malah hilang di Q10.

    Tapi saya hanya perlu 1 minggu untuk bener-bener memahami Q10 ini.
    Autotext ada kok, langsung ketik aja “Autotext” nanti menjurus ke salah satu opsi.

    Begitu juga dengan copy-paste CHAT, bisa sebagian kok.

    Saran : coba deh sering2 main ke forum khusus yang bahas Q10, disana dibahas lengkap.

  16. Aq pake q10 enak og, wush… lari kyk kilat.keren nih hp,smw pada ngeblank ni gak sndiri,nyaman bgt.gak tkut lagi sama ngeblank n lemot atau nge hang dan jg memori tak mencukupi

  17. nyesel beli bb10, minim applikasi, bahkan applikasi yg ada spt YM aja tdk dapat berjalan dengan sempurna karena bila hp kondisi idle YM masuk notifikasi tdk ada sama sekali, pokoknya tdk sepadan dengan harga yg kita bayar, sekarang saya kembali menggunakan bb bold yg lama

    • Upgrade OS 10 bro….klo ada permintaan untuk update atau upgade ya di klik dong…jgn dibiarkan tuh notifikasi…. jgn takut akan lemot….krn internal data 16 GB…., utk foto2 masukin di ext. data 64 GB ….AMAN lah applikasi smooth ngacir…

  18. om guntur. seperti pria pada umumnya, saya tipe orang yang gampang tergoda fisik 😀
    dan secara fisik, qwerty di Q10 sangat menggoda. hehehehe.
    ini saatnya menyelami “batin” nya pelan pelan.
    saya ada kesulitan untuk restore file note dari bb dakota sebelumnya.
    di Q10 adanya Remember = task di dakota.
    dan ada evernote yang harus create account dulu.
    apa memang file notes dari dakota ga bisa dibuka di Q10 ?
    mengingat lumayan banyak catatan penting disitu, dan bb nya sekarang udah mati total x_x
    mohon arahan.

    • Hi Val,

      Sayangnya kamu terlalu cepat meminang si nona Q10 :), karena saya baca John Chen, presdir BB skr sedang akan memproduksi BB dengan OS10 tapi berkeyboard dan…memiliki trackpad. Ini bukti mereka salah design dengan Q10.

      Mengenai Note, saya kok lupa ya. Seingat saya bisa ditransfer, tapi menjadi tidak user friendly. Kalau di Note gampang banget searchnya, kalau di Q10 searchnya harus di luar Note. Tidak semudah Note sebelumnya. Akhirnya saya pindah ke Evernote sehingga bisa saya buka melalui hp, tablet, pc ataupun McBook Air saya.

      Saya sarankan Val juga move ke Evernote saja daripada nanti kesulitan jika suatu ketika bosan dengan platform BB.

      Salam,

      • om guntur.
        brarti harusnya file notes dari dakota itu ada ya.
        cuman PR nya sekarang adalah letaknya dimana dan bukanya pake apa.
        betul begitu om ?

        sebenernya saya ga masalah pake evernote om selama file yang lama itu masih ada.

        ada arahan om ?

        • @ valentino : Notes dan segala isi bisa dpindahkan dari bb os 5 – 6 – 7. Caranya melalui komputer, dengan aplikasi blackberry link.

          @ om guntur : sedikit ralat, autotext ternyata sudah bisa. Aku pakai q10 juga tampaknya takfir, temen jual 2nd n mau kasidberupa cicilan, i think worth to try, krn dr dl memang pcinta bb banget, cuma bb yg ku pny sudah super sangat bopak.

          Pertama x pegang langsung cek dl autotext nya, ketik word substitution, dan itu lah sederet autotext. Mungkin punya ku sudah update versi os makanya menerima “enter” di autotext.

          Hingga skrg meski baru 2 minggu, bb 10 ga 100% sucks. Hihi..

  19. Sorry, gw ndak sependapat dgn mereka. Bagi gw yg sdh terbiasa dgn peranggkat andro maupun iOS, bb 10 tetep lbh bagus ketimbang bb jadul macam os 6 atau 7. Gw cukup penyesuaian selama bbrp jam udah biasa pake bb 10. Sekali lg bagi mereka yg IQ-nya (sorry yee :^) krg bagus ya bb jadul dirasa lbh enak. pis

  20. Om saya sebelum beli q10 udah baca postingan om, tapi karena ngga pegang langsung jadi yang direview ngga kebayang di angan2. akhirnya kecantol juga sama bodi nya q10. ya… nyesel belakangan.

    sofar pake onyx2 is the best. hakekatnya batterai adalah jantungnya hape. fungsinya untuk komunikasi. apalagi yang sering kerja mobile dan lapangan. battery adalah vital. onyx2 bisa 18jam at least digeber buat telp.bbm,text (basic work). Kamera juga udah autofocus, mpx no 2 lah. q10 cuma bisa tahan 8jam aja

    Yang ga kalah vital lagi adalah bbm chat history yang bisa disave di sdcard dalam bentuk cvs. Ini sangat penting, BB10 fail!

    Kalau bisa sebenernya lagi nyari upgrade dakota yang bisa autofocus dan batterainya bisa 1 hari. itu aja. Notabene Bellagio udah mendekati, tapi batterainya ancur!!!!!

    sampe sekarang masih berusaha “menikmati” q10, udah gerah pengen nyalain onyx 2 lagi yang tahan banting, walopun sering jatuh dan udah kucel. tapi udah hasilin banyak duit.

    • Hi Ali Keren,

      Hahahaha….emang kalau gak nyoba sendiri bisa mati penasaran ya?

      Ya sudah kalau sudah kadung, ya dicoba untuk dicintai saja. Kan kata pepatah Jawa: Tresno jalaran kulino. Artinya kalau gak salah: cinta karena terbiasa. :).

      Salam,

  21. Baru beli BB Q10 2 bulan,,, gak sengaaja jatuh kedalam toilet….
    Biaya reparasi mencapai 1,25jt,,,, sedih sekali,,, huhuhuhuhu,,,

  22. Maybe sblm komentar dilihat dulu tgl user memposting about Q10, krn saat ini Q10 sdh melalui update system berkali2, pembaharuan system jg sdh dibuat, walaupun msh ada bbrp yg blm sempurna, setidaknya evaluasi menandakan bahwa pihak BB aware mrk telah launch prod yg salah

    Smart phone sdh seharusnya mempermudah org yg menggunakan gadget tsb bukan memperumit, jd buat yg berkomentar jgn asal komentar, krn ini adalah keluhan asli pengguna secara general, bkn hujatan, tp lbh rasa kecewa dikarenakan prod tsb tidak mengakomodir si pengguna mempermudah pekerjaan mrk dgn gadget tsb, malah memberi PR tambahan dikarenakan fitur2 yg complicated

  23. Salam Om

    Dengan tidak mengurangi rasa hormat, Saya menilai bahwa pengalaman tidak menyenangkan yang Om alami dengan BB Q10 lahir dari ekspektasi Om bahwa sama-sama BB, maka seharusnya terasa sama.
    Saya menduga Om adalah pengguna yang sudah sangat nyaman dengan UI BB sebelumnya pada OS 5/6/7 sehingga sangat kesulitan dalam adaptasi dengan BB10.

    Contohnya ada pada poin nomor 3, 4, 6 :

    Poin no 3. BB 10 secara umum dibuat untuk melawan para kompetitor yang sukses dengan full touch screen, sehingga wajar saja jika RIM berusaha mengurangi jumlah tombol fisik nya. Saya sendiri pemakai z10, dan saat ini sudah sangat terbiasa dengan desgin HP tanpa tombol. Saya menjadi kikuk ketika kembali mencoba Android ataupun iPhone yang masih memerlukan tombol untuk navigasi nya.
    Memang masih ada banyak orang yang menginginkan UI model lama, dengan banyak tombol, tapi sepertinya tidak fair bila berkata ‘this sucks’ melainkan ‘this is not for me’

    Poin no 4. Saya rasa saat ini hanya smartphone seri Nokia Lumia yang masih memakai tombol fisik untuk kamera (CMIIW). Tapi yang pasti, 2 market leader smartphone yaitu: iPhone dan Samsung S juga tidak memakai tombol fisik untuk kamera. Sementara Lumia pakai tombol sendiri karena selling point utama nya Lumia ada pada kameranya. Sementara BB tidak menjadikan kamera sebagai selling point utama.
    Pengalaman pribadi saya juga menemukan teryata tombol fisik untuk kamera terpaksa di alih fungsi kan menjadi ‘screen capture’ untuk HP seri Torch, dll.

    Poin no 6. Voice note ada di Remember. Apakah ini yang Om maksud?

    Tulisan Om memang sudah lama dan berdasarkan pada OS 10 versi lama. Berikut saya berikan beberapa perbaikan yang sudah dilakukan BB di 10.2.1 yang mungkin bisa membuat Om jadi kembali bahagia dengan BB10:

    Poin no 5. Mungkin sudah dijawab pada update OS BB 10.2.1 karena saya sudah bisa mengeset speed dial di BB z10 saya.

    Poin no 7. BB HUB sudah memiliki fitur Priority HUB dan filter unrerad di OS BB 10.2.1. Selain itu juga sudah bisa mengintip pesan meskipun di Lock Screen, dan dengan cepat membukanya (tap to open).

    Poin no 10. Sebagian keluhan om sudah di jawab pada update OS BB 10.2.1 meskipun tidak semua keluhan Om dapat teratasi. Kita harus menerima bahwa UI BBM di patform baru ini berbeda dengan UI lama. dan Kadang kala kita harus adaptasi demi kebaikan. Sama seperti kita perlu adaptasi ketika menggunakan Line atau Kakao. bahkan ketika pertama kali menggunakan WhatsApp dll.

    Mungkin om mau mengupdate tulisan ini berdasarkan update OS BB terbaru. Siapa tahu sudah ada yang berubah dari benci jadi cinta

    Sementara untuk komentar saya yang bersifat pribadi:

    Untuk poin no 2. Menurut saya, active frame di BB10 sangat lebih baik daripada background process. Karena saya salah satu korban pengalaman tidak menyenangkan di Android yang begitu banyak background process nya tampa bisa dikendalikan, kecuali sudah melakukan ROOTing. (sialnya device saya tidak bisa di ROOT saat itu)
    Kabar baik nya, beberapa aplikasi sudah bisa run in background pada update OS 10.2.1

    Salah satu hal istimewa yang ada di BB dan tidak ada di OS lain adalah CUSTOMIZABLE APPLICATION PERMISSION. Hal ini memberikan total kontrol di tangan anda tanpa harus jadi ‘geek’ XD

    Dan BB OS sangat ‘rajin update’. Mereka tau OS mereka belum sempurna, karena itu mereka rajin update. Tidak seperti Microsoft Windows yang update nya kelewat banyak, dan tidak terasa apa-apa bagi User awam. Update OS di BB10 banyak memberikan perubahan di UI yang lahir dari permintaan user.

    Bonus: fitur Picture Password di BB 10 sangat mudah dan sangat kuat. 10 kali diintip juga belum tentu bisa ditebak.

  24. Salam Om.

    Saat ini saya pakai Dakota dan Galaxy Note 3. Tadinya saya mau ganti Dakota dengan Q10 tapi setelah baca tulisan om saya jadi mikir 1000X buat ganti Q10. Saya mau ganti Dakota dengan Blackberry yang lebih bagus lagi. punya saran gak om? thanks.

  25. Top ulasannya, sy pengguna bb, namun kecewa dgn ballegio 9790 lampu brkedip terus gak bisa nyala, krn sering panas ic nya kena….
    mau ganti android ribet…dakota gmn, apa kelemahannya ketimbang bellagio…

  26. Oom Gozali makasih banyak buat ulasannya blackberry q10nya ya..jadi banyak tau….saya pakai android tp tetep kalo urusannya udah sama bbm sptnya memang bb still the best..kalau di android malah lama dan ngga selengkap di device bb…tp saya dengar dari teman saya kalo ternyata blackberry 10 lebih susah dan ngga sebaik blackberry versi 7…terutama untuk mengirim gambar atau autoteks yg terkenal di bb…menurut Oom Gozali gimana ya bagusnya? biar tidak menyesal nantinya hehehe….

  27. Tanpa mengurangi rasa hormat. Kadang teknologi memang HARUS selalu di update. Ketika banyak creator berusaha menciptakan hal baru, disaat yang sama konsumen justru merasa enggan mengadopsinya. Intinya adalah, kadang kita tidak dengan secara serta merta bisa menerima perubahan.

    Akan halnya dengan BB Q10, jujur saya katakan, saya tidak merasa kesulitan apapun dengannya. Pertama kali saya pakai Z10, saya nyaman dan sangat cepat memahami OS dan berbagai perubahan yang ada didalamnya. Sebelumnya saya pemakai Curve 8707v, Gemini, Onyx, Davis. Memang butuh penyesuaian, tapi tidak terlalu lama. Bahwa terjadi REVOLUSI secara besar dalam OS BB, memang harus diakui. Karena BB OS10 menggunakan platform QNX yang jelas berbeda dengan OS BB sebelumnya.

    Saat ini saya pemegang Q10 dan Z10. Dan keduanya aktif saya gunakan. Jujur. Saya sangat nyaman dengan Q10. Menurut saya, ini adalah gadget yang benar-benar powerful dan useful. Terutama untuk mengakomodir masalah pekerjaan. Karena basic Blackberry sesungguhnya adalah sebuah “push mail machine”. Saya sempat “berpetualang” dengan memakai banyak gadget. Samsung Galaxy Tab 7+, LG L7, Lenovo S880, Lenovo K860, Huawei Ascend Mate, Huawei Y300, Huawei Ascend P1, Kata Venus, Lumia 520, iPhone 4, dan Asus Zenfone 5. Sejujurnya, saya kurang begitu puas dengan performance Android. Walau dia memiliki gudang aplikasi paling lengkap. Sangat cocok dengan pribadi yang butuh entertainment. Bagi saya, Windows Phone much better. Namun dengan Q10 yang saya miliki sekarang, saya sudah sangat puas. Z10 hanya sebagai second gadget, karena bagaimanapun Physical Keyboard memang lebih nyaman buat aktivitas typing.

    Maaf jika saya memiliki penilaian yang berbeda dengan Q10.
    Setiap orang punya penilaian pribadi tentang sesuatu hal. Sama halnya ketika penulis melakukannya untuk Q10. Wajar saja. Karena semuanya berhubungan dengan masalah kenyamanan, kebiasaan, dan selera. Dan untuk hal yang terakhir saya sebut, kita tidak bisa argueing. Sama ketika saya bilang bahwa ayam goreng KFC ternyata sangat enak, namun mungkin penulis akan mengatakan bahwa McD jauh lebih enak. Sah-sah saja. Saya lebih melihat tulisan diatas sebagai bentuk curhat dan opini.

  28. Saya jg pengguna Q10, seperti yg Pak Guntur sampaikan, BBM adalah jantungnya BB, tapi knp selalu mengalami switch BBM, hiks

  29. Sorry,,q Pakee bbQ10 sangat amat terkesan dan sukaa…sgala sesuatu emang harus di pelajari dan mancarii info yah…dan menurut saya smua yg om posting itu g saya permasalahkan…awalnya memang saya bingung dan kaku,tapi lama-lama saya mulai terbiasa dan mencintai bb10 ini..ada yang tau fitur capture screen di bb lain?? Ituu Sgt ribet n repot,tp klo di q10 ini tidak perlu download aplikasi buat itu,tp cukup mennekan toombol volume atas bawah scara bersmaan..dan itu otomatis tersimpan di media..buat copas jg bisa ko copy beberapa kata,g sperti yg om bilang harus mengcopy semua text..pkonya bnyk hal yg om anggap suck tp saya anggap AWSOME…

  30. Saya juga adalah praktisi di IT dan setiap ada software/hardware baru saya pasti mencobanya. Sampai saat saya ini masih menggunakan BB Onyx 1 selain iPhone 5S sedangkan istri saya menggunakan BB Z10 dan BB Q10, anak-anak saya pakai handset Android.
    Setiap orang punya kebiasaan dan kesukaan masing-masing, bahkan ada yang cenderung fanatik sehingga jika ada perubahan radikal tentu akan mengecewakan karena sebenarnya mereka ini mengharapkan peningkatan kinerja bukan perubahan interface menyeluruh dari handset keluaran terbaru. Saya rasa kurang lebih seperti itulah perasaan mas Guntur sehingga sampai memakai kata “Suck”.
    Sayalah yang membelikan kedua handset BB 10 tersebut untuk istri saya untuk menggantikan BB Onyx 2 dan Sony Xperia yang hilang diliburan dan saya juga yang mengajarinya memakainya. Pertama yang saya belikan adalah Z10, tidak ada masalah bagi istri untuk beradaptasi sehingga hobynya ber BBM ria dan mengurusi email-email perusahaan tetap jalan.
    Saya rasa BB 10 cukup bagus sehingga saya membelikan Q10 karena istri saya lebih suka dengan keyboard fisik (supaya lebih tangkas bergossip ria di group BBM nya) dan sama seperti Z10 hanya perlu seminggu untuk istri saya lancar menggunakannya padahal istri saya ini gapteknya luar biasa.
    Kalau bicara soal kelebihan dan kekurangan pasti setiap handset memilikinya dan saya yakin terpengaruh dari mindset masing-masing. Jadi tidak masalah mas Guntur mengganggap Q10 itu Suck sedangkan yang lain bilang Awsome, suka-suka sajalah tetapi saya sendiri cukup menyukainya, salah satunya karena tidak lelet seperti pendahulunya (saya paling nek lihat jam pasir).
    Kemapuan OS terbaru seperti OS 7, Kit Kat Android dan juga BB 10 versa 10.2.1 menurut saya kurang lebih sama lah, tinggal kita belajar tip n trick nya dan tentu saja belajar beradaptas dan kalau bisa memenuhi kebutuhan kita, kenapa tidak ? Namanya ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, jika sudah terlanjur memilikinya belajarlah mencintainya, terima kekurangannya dan manfaatkanlah kelebihannya.
    BB 10 dibuat untuk menyaingi Android dan OS nya Apple yg berbasis layar sentuh yang sudah menjadi trend smartphone saat ini dan jika masih banyak kekurangannya (terutama jika dipasang di handset yang memiliki keyboard fisik seperti Q10) kita mestinya bisa memakluminya, umur BB 10 belum dua tahun loh, masih bayi. Saya masih ingat kesalnya memakai iPhone generasi pertama jika dibandingkan memakai Nokia saya tetapi sampai sekarang saya sudah cukup puas dengan OS 7.
    Saya masih percaya pepatah jika tidak kenal maka tak sayang.

  31. OM vic tymoteus : mantap org IT berpikiran kritis dan praktis…., pekerjaan kita mirip kali ya, IT..,

    Ulasan om sangat bener, saya sendiri penggemar Q10 dan merasakan nikmatnya speed ram 2GB dan performance….

  32. Ya mungkin udah umur jadi kesusahan dengan UI yang “advanced” =))
    Lama-lama anda akan sangat terbiasa kok (y) kalau dilatih terus setiap hari

  33. memang sedikit membingungkan navigasi n cara setting nya,
    saya setuju dg om, perubahan” nya sdkit membuat tak leluasa, padahal spek ud lumayan lah perkembangannya, hanya controller nya aja yg agak ribet,

  34. Hahaha itu hanya pendapat pribadi, kebanyakan orang tidak sama.. saya sndiri seneng2 aja pakai Q10,, tidak ada hal yg susah jika kita mau belajar… menurut saya postingan anda ini yg lucu… postingan anda penuh amarah.. sebaiknya membicarakan sesuatu itu dengann kepala dingin.. bukan dengan emosi.. akibatnya tulisan yg anda tuangkan terkesan egois, dan maaf.. norak. thx

  35. bb pertama ang sy pakai onix2 (os 6 rasanya) ngak masalah nyaman trus ganti ke S3 karena saat itu blom ada bb berfitur tethtering (personal hot spot). S3 enak hanya boros batere sy sering mematikan mobile datanya kalo pas senggang, S3 jatuh di jalan (hilang) sy coba pakai iphone yang murah aja cdma 4s 16, pertama ribet urusan transfer2n file bluetooth ngak jalan, ke pc harus pakai i tunes beda banget dg hp sebelumnya (kesannya ketat banget takut kena virus kali) trus ngak ada GPS sygic saya hrs slalu pakai jaringan pas daerah blank kelabakan, kalo s3 bisa sembari off line ada satu hal kalo ngetik di iphone slalu harus hati2 dan dibaca ulang sering salah. akhirnya nyoba bb q10 karena sy pikir sdh bisa tethring (pakai kuota ngak paket lagi) terus pengalaman dulu enak banget dengan qwerty fisiknya tapi bb q10 emang bener bener lain tidak compatible dg bb sebelumnya sama saya juga bingung nih pas baca blog ini kok sama apa yang saya alamin, ya coba dulu dech kali blom biasa…

    tks

Leave a reply to emo Cancel reply