Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

10Lanjutan posting saya sebelumnya

Kesan pertama berkenalan dengan Q10

Begitu bangun pagi, saya mulai mengutak-atik Q10 yang sudah menyiksa saya hingga dini hari itu. Saya lihat lebih cermat, bentuknya hampir mirip Dakota, namun tidak ada deretan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key. Hal lain yang baru adalah adanya colokan untuk HDMI, selebihnya miriplah dengan Dakota.

Kesan saya setelah menggunakan beberapa saat adalah B I N G U N G. Banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10, terutama adalah dengan menghilang tombol2 di atas. Pada saat awal saya menganggap bahwa kebingungan ini hanya bersifat sementara sebelum saya terbiasa dengan User Interface dan navigasi yg berubah total itu.

Namun setelah menggunakannya dua minggu, saya bisa mengatakan Q10 Sucks! Saya bahkan sengaja menunda memposting tulisan ini, menunggu istri saya menggunakan Q10 nya beberapa hari hanya untuk mendengar kesannya: BINGUNG pisan :).

Menurut pendapat saya pribadi, perubahan yang dilakukan oleh BB terhadap Q10 sangat tidak memperhatikan User Experience dan bahkan mungkin team perancangnya merupakan team designer baru yang bukan pemakai BBM yang extensive seperti kebanyakan pengguna BB di Indo atau Asia.

Ya memang Blackberry bukan hanya BBM saja, tetapi seberapa banyakkah orang yang membeli BB tidak karena BBM nya? Saya yakin keberhasilan BB di Indonesia dan sebagian besar bagian dunia lain, kecuali US mungkin, adalah karena fitur BBM Chats dan BBM Groupnya. Setuju tidak pembaca? Jika tidak ada fasilitas BBM, banyak pilihan lebih bagus di pasaran. Kita bisa beli iPhone atau Android yang modelnya sudah jauh lebih advance daripada BB. Sekarang saja dengan adanya Whatsapp, yang sudah menyerupai BBM, banyak yang meninggalkan BB.

Sekarang mari kita lihat satu persatu hal-hal yang saya katakan membuat bingung itu:

1. Notifikasi

Pembaca tentu sangat familiar dengan bentuk BB seperti di bawah bukan?. Begitu main screen (layar utama) nongol, di bagian atas langsung terlihat notifikasi semua messages baik BBM Chat maupun BBM Group, email, FB atau Twitter di layar bagian atas. Very simple. Sekali lirik kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Tombol Navigasi Torch Di Q10, informasi itu tidak langsung ditampilkan, kita HARUS secara khusus mengintipnya dengan menaikkan screen ke atas. Kemudian setelah itu baru kita membuka aplikasi yang bersangkutan, misalnya BBM Chat.

1 Atau dari aplikasi BBM, click virtual button di kiri bawah screen (spt di gambar di bawah),

2Akan muncul sub menu seperti di bawah yang menginformasikan ada berapa aktif  Chats, Contacts, Groups, Updates dan Invites.

3

Hanya untuk mengetahui ada message atau tidak, perlu beberapa step. Tidak praktis dan mengganggu. Tidak seperti sebelumnya, yang langsung terpampang di main screen. This  sucks!

Selain itu saya juga sering tidak update kalau ada yang mengupload foto ke Group Chat, atau mempost comment ke  Group Chat. Notifikasi untuk itu dijadikan satu dengan Update Profile Picture atau Profile Message. Sehingga tampilannya tampak ramai, crowded, membingungkan.

Informasi orang mengganti PP atau PM menurut saya tidaklah sepenting orang memposting comment atau reply comment di Group Chat. Akibat dicampur begini, kita jadi bingung mana yang hanya sekedar info orang ganti PP/PM, mana yang posting ke Group Chat.

Padahal saya sangat intensif menggunakan Group Chats di perusahaan saya untuk mengkoordinasi project team atau departemen. Masing2 team dan departemen di perusahaan saya punya Group sendiri, diluar group teman2 SD, SMP, SMA, Uni dan lain2. Mengkoordinasi pekerjaan melalui Group Chats sangat effective dan efficient menurut saya.

Sekarang saya hampir tidak update lagi, benar2 blank apa yang terjadi dengan Group saya. Saya harus memelototi campuran notifikasi orang yang mengubah foto, mengubah personal message, mengupload foto ke groups, memposting comment ke groups dlsb. Too crowded sampai males mau ngecek.

Pengalaman telat meresponse Group Chats ini ternyata dialami juga oleh teman2 saya. Bahkan sepasang suami istri teman saya yang kebetulan mendengar saya mengeluh mengenai hal ini, tiba2 si cowok mengatakan ke istrinya:”Tuh kan, apa gua bilang. Emang gak tahu kalau ada message di Group, makanya aku sering telat meresponse”. Ternyata dia sering diomeli sang istri karena sering telat meresponse komentar di group keluarganya :).

Yang lebih menyebalkan lagi, seringkali tanda bintang merah yang menandakan adanya Update PM/PP, tidak hidup. Akibatnya ya itu tadi, kita tidak update akan apa yang terjadi di Profile teman kita. Meskipun hal ini tidak penting2 amat, tetapi mengasyikkan juga mengetahui teman kita sedang memasang foto apa, atau sedang meneriakkan apa. Fitur ini menurut saya banyak yang menyukainya. Sekarang saya sering tidak tahu apa yang terjadi. This sucks!

2. Closing / Ending Application

Menutup aplikasi di Blackberry 10 perlu dua langkah, pertama slide screen ke atas yang akan meletakkan aplikasi di desktop seperi gambar di bawah. Aplikasi ini masih dalam keadaan hidup, kecuali kita menotol tanda silang diujung kotak aplikasi tersebut.

Hal ini ternyata membuat saya tidak nyaman, saya merasa desktop jadi berantakan karena banyaknya aplikasi yang terbuka. Berbeda dengan sebelumnya, begitu kita tekan tombol End, aplikasi hilang dari mata kita (meskipun masih running di background). Namun kita tidak diganggu dengan satu halaman berisi aplikasi-aplikasi yang terpampang begitu. Kadang muncul foto2 hasil upload temen2 yang hot2 bikin kita jengah muncul di main screen.

Menurut saya penempatan aplikasi terbuka di desktop ini hanya nice to have, tidak ada perlu2nya. Lagipula hanya bisa menampung 4 aplikasi di layar, selebihnya tersembunyi di bawah layar. Kita haru slide ke atas untuk melihatnya, yang mana lebih cepat menotol icon  aplikasi bersangkutan. This sucks!

43. Tombol Navigasi

Pengguna seri Blackberry sebelum Blackberry 10 tentu sangat familiar dengan tombol navigasi seperti gambar di bawah:

5

Kelima tombol diatas sudah dihilangkan di Q10, digantikan oleh tombol virtual seperti di bawah:

6Tindakan menghilangkan tombol Send, Menu, Trackpad, Escape dan End key , kemudian mengantinya dengan tombol virtual Send dan Camera di ujung kiri dan kanan layar, menurut saya adalah keputusan yang salah dari team designer Q10. Saya bisa memahami kalau hal ini dilakukan untuk Z10 yang memang full screen, tetapi di Q10 yang masih ada keyboard fisik seharusnya tetap disediakan.

Send key memudahkan kita pada kondisi apapun untuk secara instant membawa kita ke posisi siap untuk menelpun. Tombol ini sekarang digantikan menggunakan virtual key, yang seringkali tertutup oleh aplikasi2 yang membutuhkan screen secara penuh, sehingga untuk keperluan menelpun kita harus menutup aplikasi yang sedang terbuka itu dulu (slide ke atas), baru bisa menekan SEND key. This sucks!

Menu key, memudahkan kita untuk membuka sub-menu dari setiap aplikasi yang sedang terbuka. Tombol ini digantikan virtual key dengan symbol … vertical. Menotol tombol ini sangat mudah karena berada di ujung kanan bawah, dekat jempol, tetapi menutup menu ini membuat jempol saya semakin panjang, karena harus menotol diujung kiri layar. This sucks!

Escape key adalah tombol untuk membatalkan apapun yang kita lakukan atau kembali ke layar sebelumnya. Escape key ini tidak ada gantinya di Q10, sehingga sangat merepotkan. Untuk meng-Cancel pilihan kita, Q10 menyedikan virtual key di ujung kiri atas, sehingga tidak terjangkau oleh jempol kanan saya. Untuk itu saya perlu bantuan jempol kiri untuk menotolnya. Sedangkan untuk kembali ke layar sebelumnya, di Q10 perlu slide, slide n slide. Cape deh. This sucks!

End key seperti namanya memudahkan kita untuk mengakhiri suatu aplikasi, termasuk juga untuk mematikan BB. Untuk menutup aplikasi perlu dua cara, satu slide ke atas, yang menyebabkan aplikasi bertengger di layar utama, dan setelah itu menekan tanda silang diujung aplikasi. This sucks!

Selain itu kadang kita perlu mematikan BB jika mau tidur atau pada situasi tertentu, caranya dengan menekan End key cukup lama maka automatic BB kita sleep. Di Q10 satu2nya cara adalah dengan menekan tombol Power di bagian atas Q10, menekannya selama  detik hingga completely off. Benar-benar off, termasuk alarm juga off. Artinya kalau kita hidupkan lagi, perlu waktu rebooting seperti cabut baterai kalau di BB sebelumnya.

Saya tidak tahu bagaimana caranya melakukan hal ini di Q10 seperti di BB lama yang ada pilihan: Power off yang semacam sleep kalau di computer namun alarm tetap berfungsi, atau Full Power Off dimana alarmpun juga dimatikan dan pilihan terakhir kalau BB kita ‘macem2’ maka kita reboot dengan mencabut baterainya. Pilihan yang saya tahu di Q10  adalah Power Off, yang sama seperti cabut baterai itu tadi. This sucks!

Trackpad key, tombol paling sakti di BB versi sebelumnya, malah dihilangkan. Ini kesalahan paling parah, karena cukup dengan satu tombol ini saja, saya bisa berkelana di seluruh screen dan menjalankan aplikasi yang saya mau dengan mengelus-elus dan memencet tombol ini. This sucks!

Dengan menghilangkan tombol ini, mengakibatkan jempol saya harus berkelana ke seluruh screen Q10. It’s ok sebenarnya, hanya saja beberapa aplikasi yang terletak di ujung kiri atas screen tidak terjangkau jempol saya, demikian juga tombol2 lain yang berada di posisi itu seperti tombol Cancel. Eitt…jangan mikir jempol saya pendek lho ya, normal kok :).

4. Tombol Camera

Q10 tidak lagi menyediakan tombol Camera yang di Torch ada di pinggir sebelah kanan dibawah tombol volume. Tombol ini digantikan dengan virtual key, sejajar dengan Send key. Sama seperti Send key, tombol ini akan tertutup oleh aplikasi2 yang memerlukan full screen. Jadi ketika kita sedang membuka aplikasi dan butuh memotret cepat, kita harus menutup aplikasi itu dulu dengan slide layarnya sehingga virtual key Camera muncul, baru menotol tombol Camera itu. This sucks!

5. Tombol Quick Dial

Q10 juga tidak menyediakan tombol Quick Dial seperti di Blackberry sebelumnya. Dulu saya kalau sedang meeting dan lupa men’silent’ atau mem’vibrate’ BB, saya tinggal pencet tombol Q. This sucks!

Sekarang untuk melakukan hal ini, perlu slide ke atas untuk mengaktifkan Q10, slide ke bawah untuk mengeluarkan menu setting (jika saat itu berada di layar utama, kalau sedang ada aplikasi terbuka perlu menutup aplikasi itu dulu), baru menotol tombol virtual Notifications. Perlu beberapa langkah hanya untuk supaya BB kita vibrate.

Saya juga sering menggunakan fitur Quick Dial ini untuk memasukkan nomor2 telpun penting, seperti telpun istri, anak2, rumah, kantor, dan terutama supir. Tinggal pencet D (untuk calling driver)s selama bbrp detik, automatically BB langsung tat tit tut tat tit tut mendial nomor hp supir saya. Di Q10 tidak ada fitur ini, digantikan dengan virtual Quick Dial yang untuk mengaksesnya sama seperti di atas.

6. Aplikasi Voice Note

Aplikasi Voice Note dibuang, digantikan Voice Control. Sekarang kita tidak lagi bisa merekam suara anak, music, konser dll. Voice Note hanya ada untuk di attach pada saat berkirim message. This sucks!

7. Blackberry Hub

Salah satu aplikasi yang paling sering kita gunakan di Blackberry versi sebelumnya adalah Messages, betul tidak? Semua Email, Group Chats, SMS, System Notification dll kecuali BBM Chats, dikumpulkan jadi satu.

Saya biasa meletakkan aplikasi Message ini di main screen, bersebelahan dengan aplikasi BBM. Begitu ada tanda * merah, saya buka, saya click supaya statusnya berubah jadi Read, dan tanda * merah hilang.

Paling tidak at a glance saya tahu apa yang terjadi. Kadang saya ada posting di Group yang important tapi not urgent, saya biarkan saja untuk saya baca belakangan. Yang sifatnya urgent dan important langsung saya reply. Demikian pula halnya dengen email.

Fitur ini di Blackberry 10 diganti menjadi Blackberry Hub. Aplikasi Blackberry Hub tidak berupa icon seperti halnya BBM. Aplikasi ini kita buka dengan menggeser layar dari kiri ke kanan sampai ‘mentok’, akan muncul seperti di bawah. Tidak ada short-cut untuk langsung ke Blackberry Hub

7

Dari screen inilah kita mengakses semua messages yang berasal dari BBM Chats, Whatsapp (kalau sdh di install), Gmail, System Notification dlsb, sama seperti Messages. Bedanya di Blackberry Hub log telpun juga dimasukkan, termasuk kita telpun kemana, missed call dr mana dll. Sehingga sangat crowded, meskipun tetap dikelompok-kelompokkan berdasarkan asal message. Namun untuk mengakses Blackberry Hub ini perlu beberapa step, tergantung kita berada pada posisi mana. This sucks!

8. Auto On – Off

Pernah menggunakan fitur ini untuk mematikan dan menghidupkan BB kita secara automatis, sehingga tidak perlu repot2 mematikan BB pada saat mau tidur di malam hari dan menghidupkannya lagi pada pagi hari? Sekarang fitur ini juga tidak ada, sehingga akibatnya malam2 jika ada teman yang mengirim pesan kita suka terkaget-kaget sendiri menerima tang – ting – tung. This sucks!

9. Baterai

Mungkin banyak yang bertanya bagaimana dengan daya tahan baterainya? I have no complaint about it. Selama ini hp2 lain juga sama parahnya, terutama yang sudah berteknologi touch screen. Baik iPhone, Galaxy Note atau S3, rata2 semuanya perlu dicharge dua kali sehari, malam dan siang hari. Oleh karena itu saya tidak pernah ketinggalan membawa Powerbank kemana-mana.

Selama menggunakan Q10, dalam kondisi baterai terisi penuh sejak di charge malam harinya, mulai dari penggunaan sekitar pukul 6 pagi hanya untuk BBM (bukan play video/music/browse), benar2 hanya BBM, sekitar pukul 14:00 sudah harus diisi ulang. Itu dengan ditingkahi break mandi, makan pagi, baca koran, dan kegiatan2 sehari-hari lainnya, tidak non-stop ber BBM ria. Saya rasa lebih awet daripada Z10 yang menurut teman2 saya sekitar 3 – 4 jam saja.

10. BBM Chats dan BBM Groups

User Interface aplikasi utama Blackberry ini dirombak total di Blackberry 10, sehingga menjadi….tidak user friendly. Maunya designernya sih supaya lebih mudah, tetapi menurut saya justru tidak.

Kalau dulu, begitu kita click aplikasi BBM, bagian messages yang diprioritaskan adalah Chats dan Conference, setelah itu Contacts barulah Group. Semua ditampilkan dalam satu layar ke bawah.

Pada layar yang sama kita bisa tahu ada yang sedang mengupdate Picture Profile atau mengubah Profile Messagenya. Fitur ini menarik, karena kita bisa tahu apa yang sedang teman2 lakukan.

Di Blackberry 10, semua messages dicampur jadi jadi, antara Chats, Conference dan Groups. Berantakan sekali. This sucks!

Saya dulu sering membersihkan main screen dengan menutup Chat (End Chat). Termasuk juga Group Chats, sehingga screen utama bersih dan kita bisa konsentrasi untuk Chats terakhir yang baru masuk.

Sekarang kalau kita End Group Chats, automatis semua history hilang, sama seperti Clear Group. Sehingga mau tidak mau, Group Chats harus tetap terbuka di main screen. Ini menyebalkan sekali. This sucks!

Pernah men’copy and paste” sebagian dari chat kita ke group atau orang lain? Saya rasa pembaca pernah mem’block’ sebagian isi  chat kita dengan seseorang, karena hal itu penting, kita copy and paste ke orang lain atau ke group chats. Sekarang kita tidak bisa lakukan itu lagi, pilihannya hanya copy seluruh chats :(. This sucks!

Selain itu bagi pencinta Autotext, silakan saya goodbye, karena Autotext disingkirkan Blackberry 10 ke System Setting dibawah Language and Input. Sehingga kita jadi malas mengupdate Autotext dengan karakter yang aneh2 dan lucu2. Tidak seperti sebelumnya, kita tinggal copy and paste ke Autotext di tempat yang sama. This sucks!

Kita juga tidak bisa mendelete foto yang diupload teman di Group Chats, jika kita bukan Administrator.  This sucks!

—————————————————

Duhh…. saya bisa menulis lebih panjang lagi keluhan2 saya. Pembaca tinggal menghitung berapa This sucks! yang ada di tulisan saya di atas untuk mengetahui kenapa saya katakan Q10 Sucks!.

Meskipun juga ada beberapa perbaikan seperti Remember (Memo versi baru), BBM Voice dan BBM Video (yang rasanya akan jarang saya pakai), Calendar yang lebih canggih, Camera yang lebih canggih. Namun ya itu, semuanya bisa saya peroleh lebih canggih di handset lain. Saya tidak perlu Blackberry untuk fitur2 aneh2 lain, saya perlu BB untuk BBM Chats dan BBM Groups. Itu saja.

So, menurut saya, jika tidak terpaksa harus ganti, lebih baik menunggu BBM muncul di iPhone atau Android. Tapi kalau sudah kepepet seperti yang saya alami, ya siap2lah mengalami kebingungan :).

Selamat menikmati Q10

Disclaimer:

Tulisan di atas adalah murni pendapat saya pribadi, tanpa pesan sponsor dari produk manapun. Tentu tidak semua keluhan saya di atas applicable untuk semua orang, karena ada satu (hanya satu) dari sekian banyak teman lain yang menggunakan Blackberry 10, yang sangat happy menggunakan Q10. Semoga pembaca yang telah memutuskan membelinya bisa mencintai Q10 seperti sahabat saya itu.

Update 16 Oktober 2014:

Pembaca yg tercinta, tulisan ini saya posting 23 Juni 2013 lalu, namun surprisingly hingga hari ini masih termasuk tulisan saya yang paling banyak dibaca. Saya sangat berterima kasih atas komentar2 yang luar biasa banyak, baik yg pro dan cons. Mohon dimaklumi jika banyak fitur yang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi BBM saat ini, karena update2 yang dilakukan pihak BlackBerry selama setahun lebih ini.

Update 16 November 2014:

Hampir setahun setengah yang lalu, setelah saya mempost tulisan saya ini, akhirnya BlackBerry meluncurkan BlackBerry Classic, pada tanggal 17 Desember 2014 nanti. Apakah BlackBerry Classic itu?

Ini lah yang disebut oleh BB sebagai BB Classic, yang didevelop oleh BlackBerry karena: We Heard You, And We Built It.

 

classic-preorder.png.original

Seperti apakah bentuknya pembaca? Bentuk yang sangat familiar bukan, seperti BB Bold yang sangat dicintai penggemar BB seluruh dunia, dengan Navigation Keys yang kita rindukan itu.

Saya rasa keluhan yang saya kemukakan di tulisan saya di atas tidak mengada-ada, yang tentunya juga dikeluhkan oleh jutaan penggemar BB di seluruh dunia.  Jika tidak, BB tidak akan memproduksi jenis ini, tetapi melanjutkan type Q10 yang tanpa Navigation Keys.

Update 17 January 2015:

Baca postingan saya mengenai si BB Classic yang sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh pencinta BB. Click disini : Q20: Yang Classic…

Update 29 Agustus 2016:

Setelah bertahun-tahun menggunakan BlackBerry dengan BlackBerry Messenger nya yang sedemikian bermanfaat di dalam hidup saya, akhirnya saya memutuskan untuk melepaskannya… hiksss… baca postingan saya mengenai keputusan saya yang menyedihkan ini : Merdeka!!!…

Baca juga:

 

 

256 thoughts on “Blackberry Q10, Sucks! (part 2)

  1. Saya setuju dengan tag “blackberry-q10-sucks” karena saya membeli nya juga, sumpah serapah dengan barang ini, bener bener sucks, membingungkan, mencoba mengikuti iphone (karena saya juga memakainya) tapi GATOT alias gagal total.
    BB Q10 it’s really SUCKS!!!!!

  2. Halo Om, apa kabar? Udah getting better sama BB10 belum, Om? Saya cuma mau kasih sedikit insight + a bit tips buat BB10 users. Ini juga my personal opinion/perspective regarding BB10.

    Om, sebernnya BB10 ini punya concept yang sangat berbeda dari BB7. Banyak gestures and features yg baru yg memang aga sulit.. Bener2 butuh complete re-learning lagi. Salah satu contoh: ttg alarm, itu ada bedside mode. Jd om ga perlu completely turn off the phone. the idea is for the phone to be able to quickly wake up while preserving all the states of the phones, jd tiap pagi ga perlu nunggu loading lagi (in addition, baterenya jg di preserve – lebih hemat).

    Trus untuk gesture, ada juga gesture yg bentuk “L”, mulai dari bawah ke atas (kira2 1/3, /14 screen trus ke kanan/kiri, tergantung dari di state yg mana).

    Also, BB has different paradigm in term of handling the applications. Kalo telpon yg lama (iphone, android, BB7, nokie, sony ericsson, motorola), saat kita mau switch application kita harus ke luar ke “Home” screen dulu, trus baru masuk ke aplikasi ke 2, trus keluar lagi trus ganti ke aplikasi ke 3, and so on…. Kalau di Black berry 10 ini, the paradigm is all the application are continuously running, jd kl mau switch aplikasi tinggal swap (kaya Alt+Tab di window). Om ngga perlu repot2 tutup aplikasi.

    Kalo udah biasa, enak banget, Om. Mau switch aplpication cepet banget. Kl dulu, mesti nunggu ke home (trus nunggu screennya rendering), trus buka ap lagi (nunggu app buka), itu aja udah 5-10 detik sendiri. Kalo di BB10, i can switch application within 3 seconds or less.

    Overall, very convenient, Om. Tapi emang mesti banyak belajar yg baru (gesture, feature).
    Ada juga Blackberry Balance, itu bisa untuk pisahin between personal and work. And you can switch it within couple swipes. Jd kl Om skrg pusing banget krn semuanya rame banget, itu sebetulnya bisa di-manage biar lebih rapi. And it would be one-time setting/configuration jg.

    As for applications, bisa side-load many android application juga. And I personally can have all the application I need from just the android player. Salah satu website yg saya suka:
    http://apps.goodereader.com/playbook/playbook-android-apps/
    Disitu, Om bisa check out many android application that can be loaded to BB10.

    Memang tidak banyak proprietary application from BB itself, tp kl menurut saya itu justru bagus. Karena saya sering ga suka application yg udah dikasih dari Vendor/Manufacture (sometimes they are useless, cuma buat promote or marketing). Kalo BB10, itu lebih kaya fresh install Windows, jd kita bisa pilih mau application apa yg kita masukin di telpon. (compared to when you buy a new laptop, and microsoft/dell/hp/lenovo has put in so many junk/garbage softwares into the laptop)

    BBM video and video screen share-nya juga keren banget + convenient, Om. Itu harus coba deh… not to mention the Time-shift camera. As well as when editing the pictures; bisa kasih effect, and see the effect instantly on the fly, I don’t think I saw this feature anywhere else. Once you try it, you won’t go back to others.

    My only complaint regarding the Hub is itu cm bisa digunain untuk liat notification aja.. kayanya ga bisa dipake buat reply messages. I hope BlackBerry will implement the features, then it will be very nice.

    FYI, regarding the gestures, kl misalnya Om lagi di, let’s say, page 7 of application, trus mau ngintip ke Hub or notification. Bisa pake “L” gesture, to go back and forth dr Hub ke application screen (the last page you were on).

    There are some other new features that should cover your needs, tp berhubung blog-nya Om cukup panjang, saya ga bisa list jg semuanya hhehehe… 🙂

    So, my point is there are a lot more gestures and functionality that needs to be re-learn in BB10. and this is because BB10 has no button at all. This is the new paradigm introduce by BlackBerry, unfortunately new paradigm needs time to be accepted socially (if the society accept them, that is).

    • Hi Anton,

      Terima kasih atas pencerahan kamu yang cukup detail :). Saya setuju dengan beberapa fitur baru di BB10 yang cukup menarik seperti halnya Time Shift Cameranya (meskipun saya belum sempat mencoba ke manusia, baru coba jepret2 sembarangan aja), BBM Video, BBM Phone, Remember dll.

      Yang menjadi masalah di BB10 ini adalah paradigm shiftnya kejauhan.

      Seperti yang saya tulis, BB dari dulu tidak menganggap BBM itu sebagai killing feature mereka, buktinya tidak pernah ada iklan BB yang menonjol-nonjolkan BBM selama ini. Yg mereka utamakan adalah Push Mail dan fitur2 lain. Hal ini pernah saya perdebatkan dengan teman2 di US, mereka mengatakan buat apa sms/chat kalau bisa telpun? Sehingga mereka bingung dengan kebiasaan orang Asia yg lebih suka sms/chat drpd langsung angkat telpun.

      Namun itu dulu, ternyata sms/chat lebih disukai oleh generasi muda di seluruh dunia termasuk di US. Kesempatan ini diambil oleh Whatsapp yang akhirnya “katanya” di acquire oleh Google seharga 1B USD.

      Nah saya gregetan kenapa fitur ini pake dirombak segala, menjadi sangat tidak user friendly.

      Kalau Om baca dari response Anton, rasa2nya Anton kurang intensif menggunakan fitur BBM yang membuat BB boom di Indonesia dan juga Asia. Bagi pengusaha yang punya banyak team, dan mengorganisasikan teamnya melalui BBM Group, pasti merasakan bedanya. Dan bagi yang suka ngobrol lewat BBM Group dengan teman dan saudara, pasti juga merasakannya. Ini bukan masalah fitur, tetapi User Experience.

      Saya sama sekali tidak bermasalah dengan peralihan System, malah saya teramat suka :). Tetapi peralihan yang radikal tanpa memperhatikan User Experience itu disaster. Sama seperti Windows 8, sebelum release karena perusahaan saya Microsoft Gold Partner, saya sudah mencoba lebih awal, dan saya tidak suka dengan perubahannya yang radikal. Apa yang terjadi, akhirnya Microsoft menyadari kesalahannya dan di Windows 8.1 yang mengakomodasi button Start ditampilkan lagi, akhirnya diperkenalkan secara resmi dalam bentuk public beta pada konferensi Build 2013 di San Francisco, Amerika Serikat, hari Rabu (26/6/2013) waktu setempat.

      Saat ini saya sedang mencoba iOS 7 beta 2 karena perusahaan kami juga Apple Enterprise Developer, dan saya menikmatinya. So, I don’t have a problem with paradigm shift, asal shiftnya gak 180 derajat :).

      Saya sendiri, seperti di tulisan saya, menunda posting tulisan saya hanya untuk menyaksikan istri saya kebingungan menggunakan Q10 dia, hingga tadi siang dia masih juga kebingungan membiasakan diri dengan Q10 nya. Saya ingin tahu bagaimana orang awam seperti istri saya yang tidak mengikuti teknologi, bisa beradaptasi dengan Q10. Kalau dia bisa beradapatasi dengan baik, berarti saya salah. Namun, ternyata tidak. Dia masih bingung menggunakannya padahal sudah saya suruh lihat video tutorialnya di Blackberry.com.

      Saya yakin jika Om, Tante, saudara2 saya yang sudah berumur, saya berikan Q10, pasti mabok. Saya kok sangat yakin, karena beberapa teman seumuran saya juga mengalaminya. Mungkin bagi pengguna baru, atau anak2 muda yang sangat adjustable tidak terasa, atau bagi yang tidak intensif menggunakan BBM. Namun kalau jarang menggunakan BBM, banyak pilihan lain selain BB yang lebih banyak fitur2 aneh seperti S4 atau iPhone. Saya stick to BB hanya karena BBM :), tidak ada aplikasi lain di BB saya karena takut membebani BB tercinta 🙂

      Salam,

      • Good point, Om!!

        1) I agree about the huge paradigm shift. The change is quite far, considering they are the same “BlackBerry”. I myself felt a bit awkward back then when I tried it.
        2) And I think it’s true that not many people likes huge changes jg yah… because they would need to spend extra time for the re-learning process.
        3) Saya memang kurang intensif menggunakan BBM, so I don’t have much comment regarding this area. I believe what Om says, since you are more expert.
        4) Saay setuju banget sm orang2 yg sudah berumur akan agak sulit untuk adaptasi sm new feature BB10. Mama saya aja sampai sekarang masih aga bingung cara pake android, apalagi kl saya kasih BB10 hahahaaha…

        I think you made a good and valid point, Om. Although, I still don’t think/feel that BB10 deserves much sentiment comment. Just because it is just another effort to introduce something new to the society. 🙂

        More of different perspective. maybe? 😛

        P.S.: I like reading your blog and review on new technologies. Sometimes it brings different and fresh perspective regarding a new technologies. Keep it up, Om!!

        • Hi Anton,

          Setelah saya memposting tulisan saya mengenai Q10 ini, saya ‘mencintai’ BB saya terakhir ini, tapi rupanya perubahan yg dilakukan BB thd Q10 ini terlalu radikal. Saya masih sering mengomel, dan sekarang omelan saya bunyinya stereo, karena istri saya juga sudah mulai ketularan wkwkwk…

          Mari kita berdoa semoga BB masih bisa selamat setelah kejatuhan sahamnya hingga 27% hari Jum’at lalu.

          Salam,

          • Masalah pake Q10 bkn diUmur kalee.. emang SUCKS..!!!!

            Sy udah pake 2bln lbh.. ttp Masih merindukan dakota lama sy..
            *untung blm sy jual

            Utk sgala SUCKs yg PLG Sucks tuh APP nya gk sekomplit bb7..

            Bener2 Najiss…!!!

  3. Halo, banyak orang bingung dgn Q10, yang tidak user friendly.
    Ternyata team designer BB kurang faham dgn kebutuhan dan kemampuan end users. Kan tidak semua punya skills dan jago ngoprek, apalagi akibat ngoprek bisa bikin puyeng dan begadang spt p Guntur (he he he he).

    Saya juga sdh ganti BB dari Onyx 1 ke Onyx 2. Pertanyaannya kok nggak lompat ke Z10 at Q10? ini saya lakukan karena saya mau simple aja deh spy nggak usah begadang spt p Guntur. Nanti saya kalo mau ganti BB yg Onyx2, saya paling-paling ganti dgn Onyx 3 atau saya tunggu “kebenaran” berita bahwa BBM akan bisa digunakan di Android. Kebetulan saya juga ada pegang Android yang bisa CDMA dan GSM (dual on) dan sdh jelly bean. Katanya Agustus BBM sdh bisa digunakan dgn riang gembira di Android dan iOS (iPhone). Untung saya blm pernah pake iPhone.

    Kalau Android saya yg sekarang bisa dipasangi BBM, maka saya ndak usah lagi beli Android yg baru (kecuali dikirimi sbg hadiah akhir taon okeh P Guntur). he he he 33 x

    Intinya: mengikuti perkembangan teknologi (khususnya gadget) memang menyenangkan, namun kan tdk selalu hrs ganti gadget kalau yg ada sekarang masih berfungsi dgn baek.

    Smg kita ndak jadi korban teknologi. Malu banget kalau inget kisah anggota DPR di masa lalu bingung pake Nokia Comunicator, galau ketika pake laptop mahal atau iPad. Masih inget kan jokes tentang anggota DPR yg jual email itu? He he he.

    P Guntur dan para pembaca di sini kan sdh canggih. Keep blogging pak.

    Smg sukses dan sehat selalu.

    Best regards,

    Komang Setiabudi
    http://www.ehowtoptips.com/

  4. Payah kamera bb q10 ktnya canggih tp super jelek coba aja di tes , foto aja dlm jarak 4mtr terus dizoom hasil akan pecah, kalah aja sm bb torch1 biarpun msh 5megapixel

  5. Saya penasaran pakai Q10 dan sudah menggunakannya seminggu ini. Saya alamai, Q10 adalah lompatan besar dari 9900, lompatan menuju kebingungan. Ada banyak fitur 9900 yang betul-betul hilang di Q10. Banyak hal sederhana yang dilakukan cepat dengan 9900, harus melewati berbagai langkah di Q10. Saya pakai iPhone 5 dan tidak sebingung ini. Mau kembali saja deh ke 9900.

    • Terima kasih pak Joni atas sharingnya, Akhirnya ada juga yang merasakan apa yang saya rasakan. Padahal tulisan saya ini sudah dibaca ribuan kali, tapi hanya beberapa yang memberikan komentar senada dengan saya :).
      Kalau bisa balilk ke 9900 saya juga mau, tapi sayangnya Torch saya sudah jebol ;).

      Salam,

  6. Saya juga kecewa dengan produk baru dari BB ini. Saya memakai BB terutama selain karena BBM, juga karena BB Group. Tetapi di BB10 ini, tidak ada notification jika ada yang menambahkan gambar ke dalam group. Gambar dari dalam group juga tidak bisa disave otomatis, yg mana di BB terdahulu, kita bisa memilih mau disimpan atau tidak, sehingga setiap gambar yang ingin disimpan, harus disimpan secara manual. Dan gambar yang disimpan, semua namanya tidak lengkap.
    Urrghhh….. menyesal sekali udah beli……

    • Hallo mbak Hetty, akhirnya ada lagi yang senasib sama saya wkwkwkwk… Padahal saya sudah ragu, apa hanya saya yang mengalami kekecewaan ini :).

      Semakin lama dipakai akan semakin banyak kekurangan yang kita rasakan dibanding OS7, sementara kelebihan BB10 tidak banyak kita gunakan.

      Tinggal menunggu saatnya Blackberry gulung tikar saja :).

      Salam,

      • Saya setuju dengan ini , terkadang teman2 grup sedang iseng kirim2 foto yg kurang pantas dan kita tidak bs mendelete nya sama sekali… tidak seperti bb seri dibawahnya, jadi kalau dilihat orang lain ga enak disangkanya kita yg hobby simpan foto tersebut hehehehe…

    • Hallllo mba, minta info dong. Sy kan penjual OL saya baca2 katanya BBQ10 untuk Group agak rumit ya kalo kita save picture n share foto di group..

  7. Cm sekedar menambahkan info klo BB Q ten jg tidak support untuk m-bca dan muamalat mobile banking krna sy sering utk menggunakan aplikasi tsb, kemungkinan malahan gk bs mobile semua perbankan (sy blm coba sih), sgt disayangkan dan sy terpaksa hrs ke bca lg untuk pengaktifan nomor kartu yg baru, jd sy setuju sekali dgn postingan pak guntur diatas, smoga yk yg berpikir berkali” untuk membeli produk ini.

    • Wah saya malah belum mencoba m-bca dan muamalat mobile banking. Tapi sangat make sense karena platform BB7 dan BB10 memang berbeda. Solusi yang kami bangun di BB7 juga tidak jalan di BB10, namun kami saat ini lebih menyarankan client untuk move ke Android saja karena BB10 sampai sekarang belum stabil, atau malah bisa menghilang.

      Terima kasih atas komentarnya.

      Salam,

      • Betul mobile banking beberapa bank terkemuka hanya berjalan di platform 7. Saya sendiri terpaksa masih mengaktifkan Torch2 agar tetap bisa menggunakannya. Dan kelihatannya sebentar lagi malah Q10 yang akan saya lipat

  8. Halo Om, after couple months, it seems the BB10 acceptance is quite rough. Seems like many people even outside of Indonesia are also having an issue. Not to mention with the release of BB10.1 software (Maintenance Release) could cause the user to lost their SMS data. So for those of you who have not upgraded yet, I would recommend to wait.

    While it’s such a great phone and concept, I would have to say that I am a quite disappointed by the quality of the MR software. While it fixed many minor things (mostly user flow), how can they release a software that could erase user data? Some people have had SMSs since 5 years+ ago, and he has transferred it on his original BB10. But after the upgrade to 10.1, he lost all his SMS. Five years of irreplaceable data is nothing to be laughed about. This is sad, I feel sorry for BB10.1 release.

    BTW, it is indeed a *HUGE* change for people who are expecting a BlackBerry phone. This BB10, which is based of QNX, is a totally different animal. Totally outside of common BB user’s comfort zone. I wish they could have transitioned it gradually instead of firing such a big shot. =(
    This BB10 might be good for first time user on BlackBerry device, but definitely not for loyal BB users (especially those who has been using it since BBOS 4 or 5.

    Regards,
    Anton

  9. Pak Guntur,
    Saya sangat setuju dgn anda. Blackberry seharusnya memperhatikan pengalaman memakainya. Saya juga kecewa dgn fitur yg ada sekarang, mungkin lbh canggih tp tidak banyak memberi nilai tambah malahan mengurangi kenikmatan pemakai bbm yg perlu aplikasi yg simple dan powerful

  10. Iya sama nih pengalamannya, tp sy pake yg Q5, untung gak lsg beli Q10 yg lebih mahal, niatnya cuma nyobain doang ternyata berakhir dgn bingung hahahaha, ujung2nya balik lg ke jennings yg udah biasa pakenya, yg Q5 sy kasih adik yg akhirnya dia oper lg ke istrinya krn bingung pakenya huaaaaaa saling oper barang penuh kebingungan wakakakakak

  11. setuju sekali, sy habis pake z10 dan q10, migrasi balik ke 9790… pake 9900 dulu rusak terus sampe ganti 3x… bener2 ancur lah BB, bentar lagi BBM udah di android n i phone langsung pindah… bye bye blackberry device sucks..

  12. Saya juga pengguna BB10 seri Z, masalahnya lebih parah lagi om. Profil picture udah ganti berkali2 ternyata ga berubah selama sebulan ini.
    Saya coba browsing di internet ternyata ga ada solusi yg pasti untuk hal ini. Ternyata saya lihat review tentang BBM di apps world isinya complain semua tentang hal yg sama.
    Sampai saat ini tidak ada solusi atau jawaban dr pihak blackberry.
    Mudah2an om bisa bantu untuk masalah saya ini..
    Thanks..

    • Hi Bowo,

      Iya itu sepertinya masih merupakan bug, beberapa PP teman2 saya juga belum berganti hingga saat ini, masih blank. Coba upgrade ke versi baru, dan lakukan restart, rasanya hanya itu yg bisa dilakukan saat ini. Sorry ya :).

      Salam,

    • Hi Indra, beruntung sekali ya belum kejeblos seperti saya :).

      Kamu bersabar saja, sebentar lagi kan iPhone akan muncul yang baru atau mungkin Samsung S5. Dan BBM sudah ditest di Android juga, tinggal tunggu kapan di releasenya :). Sabar ya 🙂

      Salam,

  13. Hahahahhaa aduh saya ga kuat pak mau ketawa banget liat2 komen di blog ini, btw saya jadi nyasar kesini dgn niatan mau bantu mama mertua pakai BB Q10 baru, lalu gara2 Q10 sekarang ini saya yang biasanya mantu super jenius jadi keliatan mantu super oon karena ga bisa keluar dari aplikasi bbm udah 5 menit utak atik, akhirnya nyerah dan googling, ehh ketemu blog om.. Akan saya sampaikan ke mama saya ternyata bukan saya yg oon tapi emg BB nya yg njelimet… *ngeless….

  14. Q10 cukup rumit ya.. Ribet kl ada tlp hrs geser kebawah krna gak ada tombol sprti biasa nya di bb lain. Kita jg gak bisa invite pin kita sendiri di Q10. Gak asik.. Untuk auto text juga agak ribet untuk buat atau bikin nya krn hrs masuk dl ke menu option. Gk bisa lgsg kayak bb yg lain bisa lgsg di edit auto text di bbmnya lgsg. Untuk baterai jg sama aja kayak dakota dan yg lain boroooooosssss.

    • Hi Arie,

      Pusing ya? Saya sampai sekarang, setelah pakai sekian lama, juga masih pusing kok wkwkwk… Mereka mendesign aplikasi tanpa mempertimbangkan user experience. Misalnya tambahan button voice recording untuk kirim voice message yang diletakkan persis disebelah kita mengetikkan message, peletakan button itu tidak mempertimbangkan masak2 lokasinya, sehingga orang sering tidak sengaja tersentuh.

      Demikian juga dengan softbutton untuk send message yang tepat terletak di bawah tempat kita mengetikkan message, sering sekali tersentuh sehingga kita belum selesai ngetik sudah tidak sengaja terkirim.

      Ya sabar sabar deh nunggu BBM muncul di iPhone/Android 🙂

      Salam,

  15. Mao nny ni ,pak guntur di q10 situ …appworld ny g dgr ga bisa download social chatting seperti kakao talk ,line…apa bnr rumorny…tq

    • Hi Frans,

      Saya juga baru tahu kalau gak bisa, tepatnya tidak ada. Setelah baca komentar Anda, saya coba cari LINE tidak ada, Kakao Talk juga tidak ada.

      Memang banyak developer yang belum mau mengupgrade aplikasi mereka ke BB10, kemungkinan menunggu OS ini stabil atau mereka ragu apakah OS ini akan sukses dipasar. Melihat pertumbuhan device dengan BB10, saya ragu mereka akan mengembangkan atau mengupgrade solusi mereka supaya jalan di BB10.

      Salam,

  16. seting email perusahaan dg domain sendiri juga susah banget nih di bb z10 / q10. rata-rata user bb z10/q10 tidak bisa seting smtpnya, jadi hanya bisa terima tapi gak bisa kirim.

    sama-sama seting manual, di android lebih mudah, sama dengan seting di MS. outlook, tapi kenapa di bb ini susah betul ya, padahal parameter setingnya sudah disamakan dengan yang di android, beda banget sama bb os7 kebawah, tinggal masukin alamat email, password, dan pop3nya langsung jalan, smtp gak perlu seting2 lagi, sudah otomatis.

    bener2 mengecewakan nih BB z10/q10… padahal BB selain BBM, email juga merupakan fitur utamanya. tapi kenapa sekarang jadi kaya gini ya… ribet dan susah banget…

    • Hi Mas Yudi,

      Kemungkinan SIM Card ya yang lama, Anda bawa ke Customer Service Operatornya, minta ditukar dengan yang baru. Kalau masih belum mau, kemugkinan besar Q10 nya yang bermasalah.

      Salam,

    • Itu memang betul. Belum banyak developer yang mau mengembangkan atau mengupgrade solusinya ke BB10. Banyak yang masih menunggu perkembangan BB10, apakah akan membaik atau memburuk.

      Jadi harap sabar saja ya 🙂

      Salam,

  17. semoga masih dibales..

    hallo om guntur, saya mau tanya dong tentang menu copy paste di bb Q10.
    kalau di bb 7 ketika kita sudah meng”copy” kata atau kalimat yang kita inginkan dan kita “paste” itukan ada hitungan jam nya.. dalam artian gini loh, saya copy kalimat tapi saya lupa nge “paste” dalam waktu 3 jam nah secara otomatis kalimat tersebut tidak akan bisa di “paste” jika kita tidak meng “copy” ulang kalimat yang tadi.
    yang mau saya tanyakan, sampai berapa lama ya kata/kalimat ter “copy” itu masih di bisa di “paste”kan di bb10 ini? mungkin kah sampai 2×24 jam?

    makasih mas

    • Eheemmm…pertanyaannya sulit sekali. Saya malah tidak pernah tahu yang Ferdian tanyakan. Saya malah bertanya-tanya buat apa ya mengetahui berapa lama kata/kalimat disimpan di memory sebelum hilang?
      Biasanya jika kita cut/copy suatu kata/kalimat untuk SEGERA kita paste bukan? Menarik sekali pertanyaan Anda ini :).
      Sorry sy tidak bisa menjawab, malah nanya :).

      Salam,

      • Apa bisa bapak coba, bapak copy kata/kalimat dan ditunggu selama 6 jam, kemudian di paste, apakah masih bisa?

        saya menjawab pertanyaan bapak ke email bapak saja ya yang hotmail

        Terimakasih

        • Hi Ferdian,

          Sorry sudah lama banget baru sempet bales. Saya sudah coba, buffernya bisa bertahan lebih dari 6 jam. Sebenarnya sdh beberapa kali saya coba, tapi lupa terus, ketimpa data baru.
          Secara logis, buffer tidak akan hilang selama msh ada sumber daya, atau tidak tertimpa data baru.

          Salam,

    • Yg parahnya lagi, sy udah jual Z10 beli Q10 besar harapan BB bs cpt merevisi keGAGALan di Z10..

      Tp nasib sy mmg apess… udah rugi jual Z10. dpt Q10 jg gk nolong..

      *terima nasib aja.. smbil pelan2 kt Cari hp utk beralih dr BB..

  18. Terima kasih, posting yg sangat informatif dan diskusi-diskusinya mencerahkan. Saya malah baru mau beli Q10 ini krn ada teman titip sekalian membelikan buat saya juga. Jadi ya tetap saya beli mumpung gratis ini hehe…

    Setidaknya informasi di sini bisa bikin saya prepare obat sakit kepala sebelum otak-atik nanti…

    • Hallo Mas Win,

      Jadi bagaimana pengalaman menggunakan Q10-nya, sudah enjoykah? Saya skr ya akhirnya terbiasa juga sih, tetapi butuh waktu sangat lama untuk itu. Untuk kriteria User Experience, BB10 adalah OS yang tidak User Friendly :).

      Salam,

  19. Bagi pengguna bb10 yang mau voice record bisa download aplikasi parrot di bbappworld,oh Iya bb10ini enak loh semua aplikasi ios dan android bisa di pakai,caranya adalah kita hanya perlu menggunakan ddpb search aja di google Cara penggunaannya,bbz10 saya sangat menarik video callnya di bbm juga enggak patah patah kaya di skype

  20. Kalo saya sih, uda pake Q10 uda ga mau lg balik ke BlackBerry yang lama. Untuk masalah baterai pun lebih hemat dibandingkan dengan BlackBerry yang lama semacam Dakota, pemakaian saya aktif, download, browsing bahkan presentasi dengan HDMI dr pagi jam 9, saya baru charge lg malam harinya.

    Mungkin banyak orang malas mempelajari hal baru, makanya bilang produk ini gagal padahal it’s really helpful!

  21. 1 lagi, hati2 dg BlackBerry World, jika memasukkan email yang sama dg BlackBerry yang sebelumnya kita pakai,, data contact BlackBerry lama otomatis pindah ke Q10.. BlackBerry lama jadi lost contact.. viuhhh

  22. saya dan beberapa teman2 saya yg memakai Q10 di bingungkan oleh autotext yg tau2 macet dak bisa autotext lagi…..krn bbm tanpa autotext bagi saya spt makan sayur tanpa garam….:(

    • Hi Yuly, bisa autotext kok..
      Msk dari language & input.
      Lalu liat di text input -> prediction & correction -> word substitution-> trus tekan +. Dibawah layar.

      • It is very nice of you, mau berbagi ilmu ke yang lain. Jika saja semua pembaca blog saya seperti Link Yuan, menjadikan blog ini sebagai sarana berbagi informasi, alangkah indahnya :).

        Good job 🙂

        Salam,

  23. Sama om..saya juga mumet…mau ganti dp kok nggakbisa2.belajar fiturnya bikin kepala saya pusing 7 keliling.mungkin saya yg gaptek,tp notification buat grup nggak bisa di setting.berisik jadinya. M-Banking mandiri sama bca untuk bbrp fiturnya di q10 nggak keluar.Apa daya akhirnya saya kembali ke torch lagi.lebih simple…lebih asyik…..lebih membumi……qiqiqiqiqiqiiqiq……

    • Done! Sudah saya perbaiki :).

      Terima kasih atas masukannya ya Ali Baba (kok pake nama samaran sih :)).

      Sebenarnya anak saya sudah mengingatkan, tapi saya lho kok lupa terus untuk memperbaiki. Untungnya Anda mengingatkan kembali :).

      Salam,

  24. Nice Review..sy malah stumble di blog ini krn kebetulan pimpinan br beli Q10 dan komplain (bingung) soal Icon2x notifikasi kok gak ada melainkan jadi satu di HUB dan perlu gerakan extra daripada sekedar mengintipnya seperti BB lama… Trs sy coba cari2x option aktifikasi dengan harapan seperti BB tipe lama ternyata mmg ga ada ya haha… Ntar sy infokan tentang shortcut gesture ‘L’ mungkin bisa membantu atau kali pimpinan mau balik ganti BB yang lama trs yang baru diberikan ke saya hehe… Tks !

  25. sy jg pernah menggunakan bb 10 skrg sdh sy jual dan balik lagi ke dakota …bb 10 memang ga asik dan bikin kecewa ga slh jk byk beralih ke hp yg lain ..sgt di syg kan..tak heran jk bb bangkrut…yg sy sk di bb 10 ini cm aplikasi foto n video dan tentu ini tidak cukup menghibur jk hy ini saja yg di gunakan setiap hari, permainan game nya pun sering bikin bb jd panas lebih panas dr orang demam…memang salah sy sebelum beli bb 10 sy tdk survei dl apa kekurangan /kelebihan bb 10 krn tergoda promo diskon ..utg sy bisa tuker lg sm dakota n si penjual nambahi duit ke sy 🙂 hehehehhe

  26. hmmm baru senin/301013 kemarin Q10 saya on kan *boleh dapet gratis* krn onyx 2 ku jatoh bekali kali en kudu ke bengkel. Setengah mati buat ngertiinnya walau akhirnya nemu sdikit sdikit yg dibutuhkan, tp beneran gitu foto di group hanya adminnya yg bisa nge delete ? ampun deh , kirain krn dapet gratisan jd mendadak ngerasa ya itu….
    o-on banget !

  27. Makax kalo otak kaga mampu g usah beli smart phone..sblom lo update teknologi terbaru lo upgrade otak lo..jangan mengjudge produk.jadinya gini deh pada ngejelek”in produk.beli handphone tu sesuai kebutuhan aja biar bermanfaat.segala sesuatu yg baru pasti membingungkan tp tergantung qta menyikapinya,klo qta liat sisi negatifnya psti g bakalan suka.lo aj yg pada punya blog lo kira smwa org pada suka sma blog kalian,? G kn,,?
    D balik kekurangan pasti ad kelebihan cuman lo nya aj yg blom nyadar,blom tau n blom pas bwat kbutuhan lo.
    Di sni kn orgx cerdas” jd klo maw tsmart phone yg ccok bwat lo cari lah smart phone sswai kbutuhan lo.think smart n positive thinking

    • Hi Gandhi,

      Saya senang membaca komentar Anda yang lain dari yang lain ini :). Dari 7000+ pembaca, puluhan komentar yang saya terima di blog ini atau melalui email, Anda adalah satu satu dari kurang dari 5 orang yang masih membela BB10. Salut :).

      Kalau masalah otak saya yg tidak mampu, mungkin ada benarnya. Saat ini kemampuan otak saya jauh menurun, tidak seperti muda dulu. Tapi hampir semua gadget yang saya beli, rata2 sudah saya kuasai bahkan sebelum saya memilikinya, kebetulan saya suka sekali membaca, membaca manual :).

      Anda suka gak membaca manual? Saya sangat suka membaca manual gadget ataupun peralatan elektronik yang saya beli, karena hanya dengan demikian saya bisa tahu semua fitur yang dimiliki gadget tersebut.

      Saya bahkan biasanya mendonlot manual sebelum saya membeli peralatan tersebut lho :). Seperti amplifier home theater saya, sudah saya baca habis manualnya sblm barangnya tiba di rumah saya :). Padahal tebalnya hampir 400 halaman, semakin tebal semakin suka saya :).

      Namun ketertarikan saya sekarang bukan di fitur lagi. Smart phone yang bagus, adalah smart phone yang bisa dipakai oleh orang paling bodoh sedunia. Jika designer suatu produk bisa membuat alat seperti itu, maka niscaya produknya akan laris dimanapun dilaunching. Setuju tidak?

      Apple, yang selalu menerima penghargan as the MOST INNOVATIVE COMPANY dari Boston Consulting Group sejak tahun 2005 hingga saat ini, menerapkan konsep tersebut. Produk mereka Macintos (dulu) mereka jual dengan jargon: If you can click, you can use a computer. Dan hingga kini produknya sangat mudah dipakai. Intinya adalah USER EXPERIENCE.

      Now, back to BB10 (ini OS nya Q10 dan Z10). Apakah mudah digunakan? TIDAK! Baik bagi pengguna baru APALAGI pengguna lama. Merubah USER EXPERIENCE secara total itu berbahaya, karena BB sudah memiliki penggemar ratusan juta di dunia. Biaya untuk merubah kebiasaan lama user harus diperhitungkan oleh BB sebagai perusahaan raksasa, dan menurut saya GAGAL. Buktinya??

      Ini berita dari MSNBC: Struggling smartphone maker BlackBerry has agreed in principal to be acquired by a consortium led by its biggest shareholder, Fairfax Financial, a Canadian insurance company, for $9 per share, in a deal that would total $4.7 billion.

      Kok gagal, karena harga jualnya sangat buruk. HANYA 7% dari nilai tertinggi BB selama ini. Pada masa keemasannya, valuasi BB adalah $83M USD, itu terjadi pada Juni 2008, dan saham BB mencapai $148 USD.

      Kira-kira begitu penjelasan saya yang kurang smart ini :).

      Salam mas Gandhi yang smart,

  28. tanggal 3 beli q10,hari ini dijual..ganti 9900..
    Q10 sucks banget..
    kecepatan email sama kyk andro..(karena saya uda punya note2 jadi ga bs dipake nih Q10)
    copy/paste ga bs cepat..
    Kesimpulan : jual saja…

  29. Mas mau nanya.. Hidupin location/timezone di bbm versi 10 ni gimana ya mas? Aku utak atik gak ngerti2.. Biasa di bbm lama kan tinggal centang aja locatio/timezone di profile bbm.. Thank you before.. 🙂

      • Beli 6,5 baru pake 5 bulan karna otak ngelag kebingungan… Jual 2,5 wuaahhhhh wuuaahhhhh wuuahhhhhhh….. Cukup dan cukup dah om…. Ampunnn beli BB dahhhhh,

  30. Halo dan Selamat Pagi buat semua teman2 di sini…saya andre dan pekerjaan saya sebagai dosen komunikasi dan hypnosis sekaligus pengelola kantin di bandung, saya sudah baca semua komentar komentar yang menarik sekali di atas jadi inside juga buat saya…ada yg pro dan ada yg kontra juga sangat menarik sekali. kalau menurut saya : blackberry q10,z10,atau q5 adalah itu
    buat saya adalah suatu pembelajaran baru, yang artinya saya harus mencoba mempelajari setiap terobosan2 baru yg ada pada blackberry tersebut, saya sangat yakin sekali setiap blackberry yang lama ataupun yg baru pasti ada kekurangan dan kelebihan, tdk ada yg sempurna, tdk bisa kita ingin memiliki semua yg kita inginkan itu ada di perangkat yg kita inginkan, dan kita juga harus bisa menyadari dan menilai kemampuan kita terhadap perangkat yg kita akan beli agar kita ngga jadi kebingungan nantinya…apa sih yg membedakan org luar dengan orang indonesia ? kenapa orang luar lebih maju di banding orang kita ? menurut saya bukan artinya orang indonesia bodoh, banyak sekali orang2 indonesia pintar dan tidak kalah dengan orang2 luar cuma satu hal yg membuat kita sebagai orang indonesia itu kalah menurut saya yaitu MANJA kebanyakan kita selalu ingin di manja agar perkerjaan kita lebih mudah itu yg buat kita kalah dari orang luar. intinya semua terobosan2 baru yang ada pada blackberry q10,z10, atau q5 justru harus membuat kita lebih penasaran dan kalau bisa pecut lah diri kita agar lebih mau untuk mempelajari hal2 baru, untuk orang2 yg sudah berumur menurut saya justru kalau dia emang senang mempelajari hal2 baru tdk ada salahnya, kecuali emang sudah tdk mau dan tdk bisa mempelajari hal2 baru ya jangan gampang kan sebenarnya ? saya bukan salah satu dari orang yg pro atau kontra di sini justru saya ingin mengingatkan tentang satu hal seperti yg dikatakan stephen covey di buku 7 habbit – everybody have freedom to choose (semua orang punya hak untuk memilih) yg artinya : kalau kita memilih berfikir positif dan nyaman terhadap sesuatu hal yg baru saya yakin asik2 aja, tapi kalau kita memilih berfikir negatif terhadap sesuatu hal yang baru kapan orang2 kita akan maju ?. maaf ini hanya sekedar saran dan pendapat dari seorang dosen yg mungkin pengetahuan untuk teknologi jauh lebih bodoh dari pengalaman teman2 di sini, tapi secara kebetulan kalau untuk cara kita menanggapi sesuatu hal yg baru dan bagaimana kita menyikapinya saya lebih dulu tahu dari teman2 di sini. terima kasih.

  31. Hahahaha, sy lucu bacanya, depresi sedepresi sy saat membeli krn torch sy rusak, harus service 1bln, berfikir dgn membeli yang canggih permasalahan akan berakhir, ternyata malah menambah daftar depresi sy. Jk membelinya dgn daun kelor mungkin sdh sy banting jauh2 Dr kmrn, meribetkan disaat kondisi mepet alias genting. Menyesalll membelinya, I agree, this is SUCK!

  32. Sy stuju skli sma om andre n bwat om guntur sy bukan org yg pro n kontra ma Q10 at BB 10 terbaru,liat aj point penting yg sy smpaikn hampir sma dgn om andre.d sni sy cma maw klarifikasi bahwa sy g pernah pro at kontra trhadap product A at B,bahkn tdk ad satu kata pn dr sy yg pro trhadap product yg d perbincangkn d blog ni.sy cuma ngingetin bwat temen” yg smart jgn lh menilai sswatu dr sisi negativex.percma donk skolah tinggi” umur dah tua,pengalaman dah numpuk klo cma maw nilai sswatu dr negativex tu RUGI,okey ,,,peace om…

  33. Walaaah nasibku sm, udah pake Q10 selama 2 bln tetep aja msh blom nyaman. Jauh lebih enak pakai BlackBerry onix 1 sy yg jadul dulu itu…

    • Saya pedagang olshop, apalagi berhubungan dgn jasa, segala keluhan harus tercatat PD history, tapi rupanya hijrah Dr OS7 ke OS10 tdk semua data bs syncron, history mmg terestore namun tdk bs terbaca dgn system OS10, untuk foto2 susunannya jg merumitkan, bikin pusing, blm tampilan DP yang tdk bs di zoom out, alhasil, seluruh testi terpotong dgn sempurna

      Applikasi collage jg tdk semudah OS7, yang mana kita bs membuka foto2 sblm menyajikannya pda collage foto, alhasil kita harus rename nama foto utk mencegah kita salah meletakkan gambar yang kita tuju

      Word subtition stuck, tdk berfungsi entah apa penyebabnya tiba2 saja tdk berfungsi, membuat depresi saat cust menanyakan penjelasan ttg prod yang rata2 lumayan panjang deskripsinya

      Pengen nangis, buat kita yang mobilitas tinggi, pekerjaan bkn hanya fokus PD 1 hal saja, BB ini sgt2 tdk membantu. Menjual LG BB OS10 ini mmg sptnya jalan satu2nya drpd memperlambat kinerja kita

  34. Akhirnya aku kejebak juga dengan tekhnologi canggih yg tidak customised, sungguh egois…..gmn dong nasib kita…atau kita bikin komunitas korban BB10 aja…rame2 complain ke rim…Clear recent update juga gak bisa..clear foto yg diposting oleh member group juga gak bisa…makin lama makin lemot…

  35. Aku sudah memakai Q 10, 3-4 bulan lah, dulu pakai Onyx 2. Kelebihan Q 10 hanya di download yang super cepat dibanding Onyx,…….. lainnya…….. SUCKS !!!! paling jengkel; auto text / words substitution / prediction (what ever named) tiba-tiba hilang fungsinya….. tidak menarik lagi.

Leave a reply to Imelda Cancel reply