The Star Performing Art Center

Singapore kembali membuat saya iri, setelah sukses membangun Universal Studios di Sentosa Island, kemudian hotel supermewah Marina Bay Sands, pada tanggal 3 November 2012 minggu lalu, kembali meluncurkan satu landmark yang saya yakin akan membuat iri para pencinta pertunjukan.

The Star Performing Art Center, yang terletak di 1 Vista Exchange Green, persis bersebelahan dengan MRT Station Buona Vista, merupakan gedung dengan kapasitas 5000 tempat duduk dengan fasilitas yang belum kita miliki di Indonesia ini. Gedung artistic, kapasitas besar, fasilitas lengkap, lighting dan sound system yang bagus, lengkaplah sudah. Continue reading

Hitman Returns, Again, and Again..

Tulisan ini sedianya saya posting hari Senin, tgl 5 Nov 2012, lalu. Namun ketika sudah hendak saya post, saya tersadar bahwa Sang Hitman, David Foster, akan tampil juga pada hari Jumat, 9 Nov 2012, kemarin malam di Mata Elang International Stadium, Ancol. Sehingga, agar tidak merusak kenikmatan pencinta David Foster dengan apa yang akan saya tulis, maka saya tunda hari ini.

Kedatangan David Foster ke Asia kali ini adalah untuk yang ketiga kalinya. Saya sempat menonton konser pertamanya di Jakarta, dan saya tuliskan pada posting saya He’ll Come Again. Kedatangannya yang kedua tidak membangkitkan semangat saya untuk menontonnya karena berlokasi di gedung yang sama dan dengan penyanyi pendukung alias Friends yang tidak jauh berbeda.

Kedatangannya ketiga ini juga sebenarnya tidak membuat saya terlonjak seperti ketika pertama kali mendengar berita kedatangan sang Hitman, karena selain sudah menonton sekali, saya juga sudah berulang kali menonton dua DVD David Foster: Hitman dan Hitman Returns.

Namun ketika membaca bahwa konser ketiganya ini akan juga diadakan di The Star Performing Art Center, Singapore, yang merupakan tempat pertunjukan konser terbaru, termodern dan terbesar di Singapore, mungkin di Asia Tenggara (?), sayapun mempertimbangkannya kembali (alasan doang sih sebenarnya :)) Continue reading

Thanks to all of you for spreading DR Richard Teo’s Testimonial !!

Selama beberapa hari ini saya hampir tidak bisa mempercayai mata saya melihat statistic wordpress yang menunjukkan peningkatan visits yang luar biasa. Semua itu hanya karena dua posting saya terakhir, pertama adalah posting mengenai kesaksian DR Richard Teo Keng Siang yang asli dalam bahasa Inggris (Please spend, even your most precious time…), yang hingga detik ini  mencapai 1.459 visits, dan terjemahan yang saya lakukan hingga mata saya kabur (Terjemahan: Memorial DR Richard Teo…), yang hingga detik ini juga mencapai 13.605 visits. Dan masih terus dibaca.

Continue reading

Terjemahan: Memorial DR Richard Teo Keng Siang (1972 – 2012)

Fiuhhh akhirnya selesai juga terjemahan kesaksian DR Teo ini. Setelah beberapa hari saya tunggu2 tidak ada pembaca yang tergugah untuk membantu menterjemahkannya, … hikksss… sementara saya merasa betapa powerfullnya kesaksian ini, dan setelah memaksakan mata tua saya selama 7 jam lebih  maka selesai jugalah terjemahan ini.

Saya mohon maaf jika terjemahan ini banyak salahnya, karena bahasa Inggris saya yang pas2an yang juga menyebabkan saya dari awal tidak berani berjanji menterjemahkannya. Semoga meskipun demikian terjemahan ini tidak mengubah esensi kesaksiannya.

Continue reading

Hmmm…iPad or Galaxy Note?

Beberapa posting saya mengenai iPhone 5, Galaxy Notes 10.1 dan terakhir peluncuran iPad Mini, menyebabkan saya dihujani pertanyaan2 mengenai kelebihan dan kekurangan tablet2 yang beredar di market. Sebaiknya beli apa? Beli iPad, atau iPad Mini, atau Galaxy Tab, yang layarnya gede atau yang cilik … weleh2 … tiba2 dinobatkan jadi reviewer gadget dadakan…yeeeyyy… hehehe… padahal mereviewnya ‘seenak udel’….

Tapi ya udah, gpp, asal pembaca nggak sampe ngamuk2 karena salah beli setelah membaca tulisan saya ya….wkwkwk… anggap saja tulisan saya ini hiburan hehehe…

Untuk bahan pembanding saya akan menggunakan Apple iPad2 dan Samsung Galaxy Note 10.1″ sebagai alat bantu.

Continue reading