Day 4:
Kami tiba di resort ini setelah melakukan 4 dive liveaboard terakhir kami. Matahari sudah mulai tenggelam ketika kami mendekati dermaga kecil yang ada di Pulau Sebayur itu.
Day 4:
Kami tiba di resort ini setelah melakukan 4 dive liveaboard terakhir kami. Matahari sudah mulai tenggelam ketika kami mendekati dermaga kecil yang ada di Pulau Sebayur itu.
Lanjutan tulisan saya ini, saya peruntukkan bagi beberapa teman yang masih sabar membaca perjalanan saya ke Komodo. Berikut lanjutan cerita saya yang belum selesai itu.
Day two:
Saya terbangun bukan karena sudah puas tidur, tapi karena saya mendengar suara jedakkk jedukkkk jedakkk jedukkk terus tidak berhenti. Suara itu sangat mengganggu. Duhhh suara apaan sih ini pikir saya, kok malam2 ada yang memukul-mukul sesuatu.
Dengan mata setengah terpejam, saya mencoba bangun, wuikkk…badan serasa remuk karena kasur busa yang kurang keras dan akibat berbalet ria di bawah air. Saya turun dari dipan saya, dan memeriksa suara apa yang mengganggu sekali itu. Continue reading
Siapa yang tidak pernah mendengar istilah Komodo? Saya rasa hampir sebagian besar umat manusia yang melek teknologi pernah mendengarnya, apalagi dengan kehebohan pemilihan New 7 Wonders of Nature yang votingya dilakukan secara online, beberapa waktu lalu.
Tulisan saya ini merupakan catatan perjalanan saya bersama keluarga selama seminggu, dari tanggal 22 – 28 Desember 2012, mengunjungi beberapa tempat di sekitar Pulau Komodo.
Semoga catatan perjalanan ini tidak membosankan dan memberikan info2 yang diperlukan untuk mereka yang berencana mengunjunginya. Saya memilihkan lebih dari 100 foto supaya lebih mudah membayangkannya.
Setelah mengelilingi hampir semua bagian kampus UKSW, tinggal satu gedung yang memang sengaja saya sisakan karena saya bukan hanya ini melewatinya, tetapi juga ingin mengintip dalamnya.
Gedung C terletak di ujung kampus, ditempati oleh 4 Fakultas: Pertanian, Biologi, Teknik serta Sains dan Matematika. Di gedung ini pulalah saya selama lima tahun lebih belajar mati2an untuk bisa meraih gelar sarjana teknis elektro.
Nama Universitas Kristen Satya Wacana atau lebih dikenal UKSW, tidak pernah mampir di kepala saya ketika saya selesai menamatkan Sekolah Menengah Atas yang saya tempuh di Surabaya. Sama sekali saya tidak pernah mendengarnya, lha wong kota Salatiga saja saya tidak tahu.
Ketika itu, yang ada di benak saya adalah berangkat ke US dan melanjutkan kuliah saya disana. Keinginan saya menempuh pendidikan sarjana di Negara Paman SAM sudah lama bercokol di kepala saya. Bahkan ketika itu, atas usaha saya sendiri, tanpa sepengetahuan ortu saya, saya mengikuti kursus TOEFL dengan bersepeda hingga 1.5 jam jauhnya, mengambil test TOEFL, menerjemahkan raport dan ijazah saya hingga saya mengantongi I-20 di Oklahoma State University.
Namun nasib berkata lain, Continue reading