Find The One You Love Most… Or … Force To Love One…

Tulisan ini saya tujukan bagi anak2 yang masih galau akan penjurusan atau peminatan pekerjaan…

“Permisi, Pak” tiba2 saya dikejutkan oleh suara suara lembut seorang gadis belia berambut panjang seumuran anak saya yang meminta diberi jalan untuk bisa masuk ke deretan kursi dipinggir jendela pesawat, dalam perjalanan saya dari Malang ke Jakarta hari Sabtu lalu.  Setelah menggeser badan agar dia bisa lewat, sayapun melanjutkan kegiatan saya mengirim sms ke supir saya untuk minta dijemput di airport.

Belum selesai saya mengirimkan sms, tiba2 dia berteriak mengagetkan saya:”Aduhh… saya salah schedule… aduhhh… gimana ya?” dan kemudian segera memanggil pramugari Garuda yang kebetulan sedang lewat.

Dia tampak sangat panic menjelaskan ke pramugari bahwa dia seharusnya tidak berangkat sekarang, dia salah schedule, apakah bisa dibukakan pintu pesawat yang sudah tertutup dan siap untuk take off itu? Saya hanya melongo mendengar sepotong penjelasannya yang sangat tidak masuk akal itu.

Salah schedule???

Minta dibukakan pintu pesawat?? Emangnya Mikrolet ?? …xixixi…

Tapi ya itu, beneran dia bilang salah schedule dan minta diturunkan saat itu juga.

Saya yang duduk berselang satu kursi dengan dia benar2 tidak habis mengerti. Mana mungkin salah schedule, pikir saya, lha wong dia tampak sudah rapi, duduk manis di kursi yang mestinya memang untuk dia, karena tidak ada penumpang lain yang mencoba menduduki kursi itu?

Saya hanya bisa bertanya-tanya kenapa si nona ini? Continue reading

An Unimaginable Experience In My Life…

Sebulan terakhir ini adalah masa dimana saya paling banyak tersipu2, malu dan salah tingkah, di dalam hidup saya. Puncaknya adalah pada dua event terakhir yang saya hadiri. Pertama adalah pesta pernikan anak dari ex boss saya di Astra dulu, dan yang kedua pesta pertunanganan salah seorang anak perempuan dari kakak sepupu saya di Surabaya.

Setiap kali bertemu keluarga pertanyaannya atau komentarnya hampir sama… “Nah ini dia si bintang iklan kita!!” atau “Kok bisa sihhhh… kurang kerjaan kah?” atau “Dibayar berapa milyar lu (… kikikik… milyaarrr…)” atau “Dikontrak Samsung berapa lama?” atau “Kapan nih iklan berikutnya” atau “Ehhh… kamu dikasih berapa unit”, “Kalau aku beli lewat kamu dapat discount berapa”… dll dll… hehehehe…

Hal ini tidak kurang dan tidak lebih adalah gara2 iklan lima belas detik Samsung Galaxy Note 5 yang ditayangkan di beberapa stasiun TV Nasional beberapa waktu lalu. Bagi pembaca yang belum sempat melihat berikut adalah iklan yang saya maksud:

Sekalian dah… pamer pisan wkwkwk….

Hampir semua yang mengenal saya terheran2, terkejut, terbelalak tidak percaya ketika melihat wajah saya muncul di layar kaca… termasuk pula saya sendiri… wkwkwk… Bahkan salah seorang supir yang pernah mengantar saya di Jember beberapa tahun lalu, menyempatkan sms saya:”Wahh saya lihat bapak di TV kemarin. Bapak hebat masuk Tipi”.

Yeeeyyy… masuk tipi… xixixi…

Salah seorang teman semasa kecil di Surabaya yang sudah tidak pernah bertemu lebih dari 35 tahun lalu tiba2 mengirim sms gara2 melihat iklan itu, dia mengatakan mencari tahu nomor hp saya hingga ke Samsung, entah bagaimana caranya. Gila juga :).

Ada juga salah seorang Managing Director salah satu bank swasta terbesar di Negara ini yang tiba2 mengirim message karena terkejut melihat saya nongol di tipi itu… dan berakhir dengan lunch penuh canda dua minggu kemudian…

Banyak hal2 lucu, menggemaskan hingga menjengkelkan gara2 iklan 15 detik itu…

Sebenarnya bagaimana sih critanya… kok bisa begitu….
Saya tadinya tidak berminat menuliskannya, namun saya rasa, hampir semua teman2 yang saya kenal ingin mendengar cerita saya kok bisa terlibat di dalam pembuatan iklan Samsung Galaxy Note 5 tersebut. Betul tidak teman2 tercinta semua? :). So I think, I owe all of my beloved friends an explanation.

Mulai darimana yahhh… Continue reading