Minggu lalu saya makan siang dengan dua orang teman saya yang sudah hampir setahun tidak bertemu muka. Begitu kami duduk di meja, dan selesai memesan makan, salah satu teman saya melirik handphone yang saya geletakkan di atas meja.
Dia segera mengambil dan mengamati handphone yang baru sekitar 4 bulan terakhir saya pakai itu. Setelah membolak-balik dia bertanya kenapa kok saya memilih handphone itu sementara di pasaran beredar banyak pilihan handphone yang lebih atau sama canggihnya.
Sayapun dengan senang hati menjelaskan panjang lebar kenapa kok saya akhirnya memilih pasangan hidup yang satu itu. Begitu mendengar penjelasan saya, dia langsung menoleh ke teman saya yang datang bersama dengan dia:
“Kalau begitu, kita beli yang ini aja deh, daripada pusing kepala milih2 lagi”
Hmmmm…..pusing kepala milih2?? Sound familiar to me :).
Ya emang, saya juga mengalaminya ketika kurang lebih empat bulan lalu saya harus memutuskan membeli handphone yang mana. Rasa2nya selama ini tidak pernah keraguan mampir di kepala saya di dalam menentukan handphone ataupun gadget yang akan saya beli. Saya biasanya sangat mantap menentukan pilihan saya, karena sebelum menetapkan pilihan, biasanya saya melakukan research yang cukup mendalam terlebih dahulu.
Namun sekali ini, untuk pertama kali saya sampai harus melemparkan keraguan saya ke group teman2 kuliah saya, saking bingungnya.
Kenapa kok sampai bingung? Continue reading