Camino de Santiago: 2.1 Route options and their characteristics

II. Planning and Preparation

2.1 Routes and characteristics

Ada banyak jalur ziarah menuju Santiago de Compostela ini, namun dari puluhan jalur itu, ada 10 yang paling popular yaitu:

  1. Camino Frances (The French Way)
    1. Jarak : 800+ kilometer
    2. Camino Frances adalah rute paling epic dan paling banyak dilalui. Rute ini dimulai dari Saint Jean Pied de Port, Perancis, melewati Pegunungan Pyrenes sebelum melintasi Spanyol bagian Utara
  2. Camino Portugues (The Portuguese Way)
    1. Jarak : sekitar 620 km dari Lisbon, 240 km dari Porto
    2. Camino Portugues adalah salah satu rute paling popular yang dimulai dari Portugal. Ada beberapa teman perjalanan yang sudah menjalani rute ini sebelum mulai menjalani Camino Frances karena rutenya lebih pendek.
  3. Camino del Norte (The Northern Way)
    1. Jarak : sekitar 825 kilometer
    2. Camino del Norte ini menurut beberapa teman yang pernah menjalaninya, mengikuti pantai Utara Spanyol, memberikan pemandangan alam yang jauh lebih bagus daripada Frances, namun lebih berat dan lebih sedikit pilihan tempat untuk menginap.
  4. Camino Primitivo (The Original Way)
    1. Jarak : sekitar 320 kilometer
    2. Camino Primitivo ini adalah rute tertua makanya disebut “Jalur Origal”. Jalur ini dimulai dari Oviedo melalui pegunungan Asturias yang dikenal indah hingga ke Santiago.
  5. Camino Ingles (The English Way)
    1. Jarak : 75 – 120 kilometer (tergantung mulai dari mana)
    2. Camino Ingles adalah salah satu jalur terpendak yang dimulai dari pelabuhan2 di Galicia dan dikenal sebagai jalur yang biasa diambil oleh peziarah dari Inggris dan Irlandia. Jalur ini oleh salah satu YouTuber yang pernah melalui beberapa jalur yang lain dikatakan sebagai jalur favouritenya, karena keindahannya, katanya lhooo… 
  6. Camino Via de la Plata (The Silver Way)
    1. Jarak : sekitar 1.000 kilometer.
    2. Camino de la Plata adalah jalur terpanjang yang dimulai dari Seville dan melintasi dataran tinggi Spanyol sebelum bergabung dengan jalur Camino Frances di Zamora.
  7. Camino Aragones (The Aragonese Way)
    1. Jarak : sekitar 160 kilometer
    2. Camino Aragones adalah rute yang tidak terlalu padat, yang dimulai dari kota Somport, di perbatasan dengan Perancis, mengarah ke Pamplona sebelum bergabung dengan jalur Camino Frances.
  8. Camino de San Salvador (The San Salvador Way)
    1. Jarak : 120 kilometer
    2. Camino de San Salvador adalah rute singkat yang dimulai dari kota Leon mengarah ke Oviedo sebelum bergabung dengan Camino Primitivo.
  9. Camino Finisterre (The Finisterre Way)
    1. Jarak : sekitar 90 kilometer
    2. Camino Finisterre adalah perpanjangan dari perjalanan Camino de Santiago tradisional kemudian dilanjutkan ke Cape Finisterre yang dahulu dianggap sebagai ujung Bumi. Saya awalnya merencanakan melanjutkan ziarah saya hingga ke Cape Finisterre ini, kemudian ke Muxia dan kembali ke Santiago dengan total jarak sekitar 1.000 kilometer, namun sayang Visa Schengen yang saya dapatkan tidak memungkinkan saya menambah beberapa hari perjalanan ke Finisterre ini, sehingga saya akhiri perjalanan saya hingga Santiago saja.
  10. Camino de Invierno (The Winter Way)
    1. Jarak : sekitar 250 kilometer
    2. Camino de Invierno adalah ruter alternatif yang lebih pendek, yang melewati dataran tinggi Galicia. Ini merupakan jalur alternatif bagi mereka yang menjalani Camino pada musim panas yang katanya panasnya ampun ampun…

Continue reading

Camino de Santiago: 1.1 What is Camino de Santiago? What is Camino Frances?

Bagian pertama:

I.     Introduction

1.1       What is Camino de Santiago? What is Camino Frances?

Tulisan saya ini akan saya mulai dengan menguraikan sedikit mengenai apa sih Camino de Santiago itu? Dan apa pula bedanya dengan Camino Frances? Saya sendiri awalnya bingung, kok title di YouTube kadang ditulis Camino de Santiago tapi ada juga yang menuliskan Camino Frances, Camino Portuguese, Camino del Norte dll? Apa itu dan apa bedanya?

Camino de Santiago, atau dalam Bahasa Inggris disebut juga “The Way of Saint James” atau “Jalan Santo Yakobus”, adalah merupakan suatu jaringan jalur ziarah kuno yang pada akhirnya berpusat di kota Santiago de Compostela, di bagian barat laut Spanyol. Saya katakan “jaringan jalur ziarah”, karena ada banyak jalur yang bisa kita pilih untuk menuju kota Santiago de Compostela. Mirip lah seperti pepatah banyak jalan menuju Roma :). Ada puluhan jalur, namun yang paling popular ada 10 jalur.

Lha terus apa hubungannya jalur2 itu dengan kota Santiago de Compostela dan Santo Yakobus?

Continue reading

Camino de Santiago – Camino Frances:

An epic pilgrimage, or a ‘crazy’ one, that I’ve never dreamed of.

Hari ini, Kamis, tanggal 21 Desember 2023, adalah hari ulang tahun saya yang ke enampuluh atau “lakcap sui” kata orang Tionghoa :). Katanya, ulang tahun ke enampuluh atau disebut juga “diamond jubilee” atau “jubilee berlian” adalah ulang tahun istimewa yang menandakan kematangan dan kemegahan seperti halnya berlian… begitu katanya… 🙂

Nah pada ulang tahun saya yang istimewa ini, saya ingin membagikan hadiah istimewa juga bagi  teman2 pembaca semua, sebuah tulisan dari kisah perjalanan ziarah yang saya lakukan sebagai hadiah bagi saya sendiri dalam rangka menyambut ulangtahun keenampuluh saya tahun ini. 

Awal September 2023 yang lalu, tepatnya mulai dari tanggal 4 September hingga 11 Oktober 2023, selama 37 (tiga puluh tujuh) hari, saya dan istri melakukan perjalanan ziarah paling “gila” yang pernah kami lakukan di sepanjang hidup kami. Ziarah paling tidak lazim, yang bahkan dalam mimpi saya yang paling liar sekalipun tidak akan pernah melintas di benak saya. Ziarah ini melintasi beberapa provinsi dan kota di Spanyol sejauh 800 kilometer lebih dengan berjalan kaki setiap hari. 

Ziarah ini dikenal dengan nama Camino de Santiago – Camino Frances.

Continue reading

3.8 Miracles of Sleeping: The End

Penutup

Fiuhhh… akhirnya bisa juga sampai di penghujung tulisan saya ini, setelah hampir 1 tahun saya “tersiksa” karena beban utang kepada pembaca semua :). Ya benar, inilah bagian tulisan yg paling menyiksa saya, karena sulitnya memahami dan terutama membuktikan apa yg ingin saya ungkapkan di tulisan ini. Namun atas dorongan teman2 yg tidak lelah memberikan support ke saya, akhirnya bisa juga saya selesaikan seluruhnya.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan sekaligus selamat, bagi pembaca yg mampu menyelesaikan membaca keseluruhan tulisan saya ini, teristimewa bagi pembaca yg mengikutinya dari bagian pertama dari 3 bagian tulisan ini. Saya berharap 3 tulisan panjang saya mengenai Trilogi Kesehatan ini boleh bermanfaat bagi pembaca semua. 

Jika sekiranya pembaca mengalami perubahan, merasa lebih baik atau lebih buruk atau tidak merasakan apa2, setelah membaca tulisan berseri saya ini, saya mohon untuk membagikan pengalaman yg pembaca rasakan di dalam kolom komentar pada tulisan saya. Komentar pembaca amat sangat membantu saya dan teman2 pembaca lain. Atau mungkin memforward tulisan ini kepada orang2 yg mungkin membutuhkannya.

Terakhir, saya mohon maaf jika di dalam tulisan panjang saya ini ada kata2 atau informasi yg sekiranya kurang tepat atau tidak berkenan di hati pembaca. Terutama pada bagian ketiga tulisan saya mengenai SLEEPING / TIDUR ini. Hingga saat saya menuliskan penutup inipun masih merasa gamang untuk memposting karena terasa masih sangat dangkal uraiannya.

Oleh karena itu, saya harap postingan saya mengenai SLEEPING / TIDUR ini bisa pembaca jadikan trigger / pendorong untuk memulai mengexplore lebih dalam lagi mengenai misteri SLEEPING / TIDUR ini. Saya hanya bisa merangkum dari sana sini dikombinasikan dengan apa yg telah dan sedang saya alami.

Sekali lagi semoga tulisan saya mengenai Trilogi Kesehatan ini bermanfaat bagi pembaca semua…

Semoga pada masa pandemic Covid 19 yang semakin memburuk ini, kita semua selalu berada di dalam berkat dan perlindunganNYA…

Aminnn…

Salam,

Guntur Gozali

Jakarta, Kebon Jeruk, 7 Juli 2021

***000ooo000***

Dear Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kualitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

3.7 Miracles of Sleeping: How to sleep better?

Bagaimana supaya kita bisa tidur lebih baik, bagaimana mengatasi Sleep Deprivation?

Jika kita sudah mengetahui semua akibat kekurang tidur, dan pembaca ternyata memiliki jam tidur yg tinggi dengan kualitas yg bagus, maka bersyukurlah kepada Tuhan YME atas berkatNYA yg luar biasa ini. Semoga dengan tulisan saya ini pembaca semakin bisa menghargai kegiatan tidur ini.

Namun jika pembaca mengalami kekurangan tidur seperti yg saya alami belakangan ini, maka beberapa tips berikut “mungkin” bisa membantu meningkatkan jam tidur pembaca. 

Saya tidak berani menjamin apakah tips berikut akan berhasil, akan tetapi tidak ada salahnya mencoba salah satu atau dua ata beberapa yg sekiranya cocok, karena tubuh manusia sangat unik dan berbeda antara satu dengan lainnya. Saya sendiri terus terang saja masih berusaha untuk meningkatkan jam tidur saya yg sampai sekarang masih berkisar sekitar 6.5 jam semalam. Dan juga sedang berusah untuk mencoba melakukan napping jika ada kesempatan.

Sebagian dari tips dibawah sudah saya coba, ada yg berhasil ada yg tidak. Saya masih mencari pola yg terbaik namun terus terang belum konstan hasilnya. Beberapa minggu terakhir saya merasakan peningkatan yg sangat signifikan, dan secara keseluruhan ada peningkatan jam tidur rata2 dari 2020 ke 2021, meskipun hanya 10”… lumayannn… wkwkk…

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan jam tidur, tanpa berdasarkan prioritas:

Continue reading