Study Abroad: Hasil Survey

Study AbroadDalam dua minggu terakhir, tiba2 saja ada empat atau lima orangtua yang menanyakan ke saya mengenai pengalaman anak saya bersekolah di Amerika. Pada awalnya saya tidak menyadari, namun setelah orangtua kedua dan berikutnya menanyakan hal yang kurang lebih sama, saya baru sadar bahwa saat sekarang adalah saat2 yang sangat membingungkan bagi anak2, terutama orangtua untuk mencari sekolah terbaik bagi putra putrinya.

Memilih Universitas dan juga jurusan yang akan ditempuh adalah merupakan salah satu milestone paling penting dalam hidup kita, terutama jika sekolah yang kita tuju berada di Luar Negeri. Bagi orangtua yang peduli akan masa depan anaknya, yang tentu saja sebagian besar demikian, tentu membutuhkan informasi sedetail-detailnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan Universitas yang ingin dituju.

Informasi mengenai Universitas yang dituju, proses pendaftaran, biaya dan bahkan hingga detail matakuliah yang diajarkan sudah banyak bertebaran di internet, tinggal pintar2nya kita menanyakan ke Mr. Google apa yang ingin kita ketahui. Namun banyak hal lain mengenai kehidupan sehari-hari, terutama kehidupan anak2 kita sebagai orang Indonesia di Negara asing, yang tidak kita ketahui kecuali menanyakan langsung ke pelaku.

Oleh karena itulah sejak kurang lebih dua bulan lalu saya berinisiatif untuk membuat semacam survey singkat yang saya post di Calling All Graduates Abroad. Tujuan saya ketika itu tidak kurang tidak lebih adalah meminta masukan dari anak2 yang beruntung yang telah diberikan kesempatan olehNYA untuk menikmati pendidikan terbaik di luar negeri dan menikmati kehidupan disana.

Survey saya itu meskipun sudah ditengok lebih dari 1000 viewers, namun sayangnya hanya  memperoleh sambutan dari 20 orang yang bersedia meluangkan waktunya membagikan pengalamannya. Inipun juga baru bisa memperoleh hasil setelah dibantu oleh putera saya, Ivan.

Terus terang saya surprise dengan hal ini, saya tadinya berpikir setelah mereka menempuh pendidikan di LN, mindset mereka untuk sharing akan jauh lebih terbuka. Kemampuan untuk berceloteh lebih baik, namun ternyata masih sangat sedikit sih kalau dibandingkan dengan jumlah lulusan mahasiswa Indonesia di LN. Tetapi meskipun demikian, surprisingly apa yang dishare oleh hanya bebereapa adik2/teman2 ini mengandung banyak sekali informasi yang saya sendiripun baru mengetahuinya dari masukan anak2 ini. Beberapa membuat saya tersenyum sendiri membacanya. Thank you guys/gals for that.

Saya akan memposting hasil survey yang oleh pengisinya diperkenankan untuk diposting apa adanya, dan akan mensummary atau menghilangkan nama bagi yang tidak ingin ditampilkan namanya. Semoga masukan dari teman2 itu bermanfaat bagi anak2 atau para orang tua yang merencanakan anaknya bersekolah ke LN.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi anak2/teman2 yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berbagi. Sangat tidak mudah meluangkan waktu untuk membagikan apa yang kita alami meskipun mungkin di dalam hati mempunyai kemauan untuk itu. Oleh karena itu sekali lagi terima kasih karena telah bersedia berkorban demi adik2 atau saudara2 kita yang lain. Semoga apa yang adik2/teman2 bagikan, dikembalikan olehNYA dalam berkat yang berkali-kali lipat dalam hidup adik2/teman2.

Saya masih berharap survey ini diikuti lebih banyak lagi anak2/adik2/teman2 lain, sehingga informasi yang didapat oleh adik2/teman2 lain yang ingin ke LN semakin lengkap. Atau mohon bantuannya mengirimkan link berikut ke teman2 yang bersekolah di LN, Calling All Graduates Abroad. Survey itu tidak saya beri batas waktu, siapa saja silakan mengisinya, kapan saja, karena setiap tahun pasti ada saja anak2 yang akan mengalami kebingungan yang sama.

Salam,

 

Guntur Gozali

Jakarta, 5 Oktober 2013, 10:30

http://www.gunturgozali.com

Next: Responder 1 – Louis Nugroho

One thought on “Study Abroad: Hasil Survey

  1. saya adalah ortu yg sangat beruntung yg karena kemurahan hati Tuhan sehingga 2 anak saya bisa bersekolah di USA.padahal kami samasekali bukan orang kaya. karena untuk menghemat biaya , saya dan anak saya mengurus semuanya sendiri , tidak memakai jasa perantara yg kemudian terbukti sangat banyak menghemat biaya.pertama tama kita pergi kekedutaan amerika ketempat yg namanya aminef.disitu kita bisa bertanya sepuasnya dan mendapatkan semua keterangan yg benar.bukan keterangan yg simpang siur yg katanya begini atau begitu .seperti kata si a atau si b dsb…dsb…
    waktu itu kita juga bego dan yg namanya amerika seperti apa juga taunya cuma disneyland atau universal seperti kalau ikut tour.
    di aminef itu kita bisa tau semua universitas, baik yg public maupun private , grade2 mereka ,dengan segala biayanya , tuiton fee, boarding fee, maupun sewa flat/apartemen, biaya hidup, kebutuhan dasar seperti softex buat anak putri, bedak , sekali sekali rekreasi dll, jadi ortu bisa mengukur berapa biaya yg dibutuhkan , kemana jurusan yg mau ditempuh anak dan kemampuan anak.misalkan anak mau sekolah bisnis , jurusannya kan banyak sekali,dan univ public maupun private juga ratusan,tinggal mau masuk yg mana dan seberapa kuat keuangan kita.wharton bussines school misalnya , kan termasuk top bussines school ,kalau tidak salah malah no 1, tapi kalau keuangan mepet ya jangan masuk kesana.apalagi kalau kemampuan anak juga tidak moncer2 amat..begitu juga kalau nilai pas2an , ya jangan coba2 masuk ke teknik industri di georgia tech , sebab sekolah teknik industri nya no 1 selama ber tahun2 .biasanya sekolah public lebih murah daripada yg private, tapi biarpun lebih murah tidak berarti mutunya kacangan. mereka sebaik private juga .anak2 saya masuk sekolah public , dan dua2nya sekarang sudah dapat bekerja dengan baik dengan kedudukan yg cukup tinggi, yg sangat membanggakan saya.untuk menghemat biaya , anak2 saya persiapkan ikut kursus bahasa inggris disini untuk ambil toefl sebagai syarat mutlak.sedapat mungkin mereka harus sudah bisa ngomong inggris untuk berkomunikasi,untuk mengurangi stres setiba disana, negeri yg begitu asing dan tidak ada kenalan seorangpun.nyatanya mereka bisa beradaptasi dengan baik,walaupun semester pertama adalah yg terberat.sejak kecil mereka hanya boleh nonton film disney di tv dan teks selalu saya tutupi karton supaya mereka diforsir untuk mendengar kata2 yg diucapkan dalam bahasa inggris.saya pikir itu sangat membantu sekali sebab dari smp nilai bahasa mereka selalu yg tertinggi dikelas.dan achirnya mereka sudah terbiasa membaca essay dan shakespeare pada waktu teman2nya masih berkutat dengan grammar.saya memberanikan diri untuk share pengalaman saya ,terutama saya tujukan untuk mereka yg karena keterbatasan biaya tapi berotak encer sehingga ragu2 padahal keinginan ada untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri , kususnya di amerika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s