Study Abroad Survey: Louis Nugroho (KIT – Karlsruhe Institute of Technology)

Responder pertama yang mengisi survey yang saya luncurkan ini sama sekali diluar dugaan saya, ternyata bukan teman2 Ivan dari US terutama UC Berkeley, namun dari seorang pemuda tinggi, kocak, jago main piano yang telah lama menjadi teman akrab putera saya, Ivan, semasa SMA, Louis Nugroho.

Louis hanya perlu waktu beberapa jam untuk mengisi dan mengirim kembali survey ini, sungguh attitude yang perlu diteladani. Louis seperti juga mahasiswa lain yang bersekolah di LN tentu sangat sibuk dengan tugas2 sekolahnya, namun tanpa ba bi bu dia langsung mengisi dan menuangkan pengalaman yang dia alami seperti di bawah ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih Louis, Tuhan memberkati. (Louis, kalau boleh minta foto terakhir dong untuk saya pasang disini :)).

———————ooo000ooo———————

Nama: Louis Nugroho

Universitas: KIT – Karlsruhe Institute of Technology

Jurusan: Electric and Information Engineering

Negara: Germany

Pertanyaan Seputar Universitas

1. Mengapa Anda memilih universitas dan jurusan di atas?

Setelah bertanya pada teman-teman di Jerman, guru les bahasa, dan melihat survey internet, saya menyimpulkan bahwa KIT adalah salah satu tempat yang paling baik untuk menimba ilmu teknik, terutama teknik mesin, elektro, dan IT. Selain itu, sejak tahun 2007 KIT memiliki title “Elite-Uni” yang diberikan hanya pada 9 Universitas di Jerman.

2. Mengapa Anda memilih negara ini sebagai tujuan belajar?

a. Biaya relatif terjangkau dibanding di negara asing lain dengan mutu pendidikan yang menurut saya sangat baik.

b. Skill multi-culture akan sangat terasah, karena Jerman salah satu negara yang dipilih oleh banyak negara untuk menimba ilmu, dari Afrika, Eropa, Timur Tengah, sampai Asia.

c. Otomatis mendapatkan visa Schengen, sehingga bisa travel ke banyak negara Eropa dengan mudah.

3. Bagaimana menurut Anda proses pendaftaran ke universitas yang Anda pilih?

Secara overall tidak sulit, hanya perlu cekatan dalam mengurus berkas-berkas yang harus dikirim setelah lulus SMA, dan secepat mungkin mendapatkan visa.

Saran: sebisa mungkin tidak pake agen, karena diurus sendiri jauh lebih murah dan tidak sesulit yang dibayangkan. Selain itu sudah banyak sekali Perhimpunan Pelajar Indonesia yang bisa dihubungi untuk mencari informasi tentang kota tujuan.

4. Apakah factor paling penting yang menurut Anda menyebabkan Anda diterima di universitas ini?

Nilai raport dan sertifikat bahasa Jerman (contohnya: Zertifikat Deutsch)

5. Bagaimana Anda membiayai kuliah di universitas ini?

Di sini kuliah tidak dikenakan biaya kuliah, tapi hanya dikenakan biaya administrasi setiap semester(sekitar 1,5 juta kalau di kota saya). Untuk biaya ini dan kehidupan sehari-hari saya dibiayai orang tua dan kerja part time.

Tapi di program Master, ada program beasiswa untuk orang asing dari KAAD(Katolischer Akademischer Ausländer). Bisa diperoleh dengan nilai yang cukup baik dan/atau aktif di perkumpulan katolik KHG (Katolische Hochschulgemeinde).

Pertanyaan Mengenai Pengalaman






6. Bagaimana pengalaman Anda menghadapi kehidupan jauh dari orang tua?

Tempat tinggal adalah satu faktor yang sangat sulit didapat di sini pada awal semester. Lebih baik mencari 1-2 bulan sebelum datang. Dalam segi makanan tidak masalah, semua jenis makanan ada dengan berbagai macam harga. Rata-rata harga normal sekitar 4-6€.

Dalam segi lingkungan, di sini jauh lebih nyaman dan teratur. Hampir di setiap kota pasti ada lapangan luas dengan pohon-pohon rindang atau taman yang digunakan untuk bermain, bersantai, camping, dan lain-lain sebagainya. Transportasi juga sangat teratur dan rapi, dari bus, tram sampai kereta bawah tanah.

Dalam segi pertemanan mungkin kita pertama-tama sulit terbiasa dengan kultur Jerman seperti bir, party, dll. Tetapi lama kelamaan kita bisa mengerti kultur-kultur dari banyak negara, dan akan menjadi an eye-opening experience untuk kita. Tidak sulit juga untuk mendapatkan teman-teman orang lokal jika kita membuka diri dan keluar dari comfort zone kita sendiri.

7. Pengalaman apa yang paling menarik dan paling menyebalkan selama bersekolah di universitas ini?

Pada semester-semester pertama saya sangat sulit mengerti apa yang diterangkan dosen. Itu adalah masa-masa yang sulit, karena harus mengulang belajar sendiri dari awal lagi, yang semua text juga dalam bahasa Jerman. 

Ruang kuliah rapi dan bersih, kecuali ruang-ruang yang sudah tua, terkadang akustik ruangan sedikit buruk.

Salah satu pengalaman menyebalkan terjadi saat mencari tempat tinggal, waktu itu sangat sulit karena kota saya adalah kota pelajar yang cukup kecil dibanding jumlah pelajarnya. 

Library di kota saya, Karlsruhe, sangat baik. Dengar-dengar dari teman-teman di luar kota, library ini malah sangat luar biasa, karena buka 24 jam, 365 hari dalam setahun. Alias tidak pernah tutup. Fasilitasnya pun lengkap. Kantin di sini rapi dan bersih, sistemnya pun bagus.

Dalam perihal teman belajar, tidak susah mendapatkan teman belajar di sini asalkan kita mau keluar dari comfort zone, berani berkenalan dengan orang lain/orang Jerman,easy going dan… ya menjadi teman yang baik buat orang lain.

8. Bagaimana Anda merasakan persaingan di universitas ini?

Persaingan di sini normal-normal saja, karena semuanya tergantung juga dari kita apakah kita belajar dengan baik atau tidak.

9. Apakah Anda merasa bersekolah di universitas ini sesuai dengan harapan Anda atau orang tua?

Sesuai dengan harapan saya sendiri dan orang tua.

10. Perubahan paling besar apa yang Anda rasakan dari dalam diri Anda setelah berkuliah di luar negeri?

Perubahan sudut pandang terhadap negara lain dan Indonesia, mengerti berbagai macam budaya karena teman-teman dari berbagai macam negara, mengerti apa yang terjadi di negara maju dibandingkan negara berkembang seperti Indonesia, dan tentu saja kemandirian pribadi terbentuk.

11. Bagaimana menurut Anda tentang pergaulan dengan anak-anak di luar negeri Apakah mereka menerima kita sebagai orang asing, atau apa yang Anda rasakan selama bersekolah di luar negeri?

Semuanya relatif menerima orang-orang asing termasuk kita. Memang ada saja yang sinis dan tidak suka dengan orang asing, tetapi mayoritas tetap menerima kita orang-orang asing.

Pertanyaan Optional






12. Adakah pesan yang ingin Anda sampaikan bagi saudara, teman, atau adik Anda yang tertarik bersekolah ke universitas tempat Anda belajar sekarang?

Persiapan yang baik misalnya tempat tinggal, jurusan, memilih kota dengan suasana belajar yang kondusif, kemauan untuk keluar dari comfort zone, apalagi karena sudah banyak orang Indonesia di sini, jadi kebanyakan anak-anak di sini hanya bergaul dengan orang Indonesia lainnya, malas bergaul dengan orang-orang lokal/negara lain

13. Adakah hal-hal yang seandainya Anda persiapkan lebih matang sebelum ke luar negeri dapat membuat pengalaman bersekolah ke luar negeri lebih enak? 
Jika ya, mohon dijelaskan!

Persiapan bahasa, sangat terasa kesulitannya di tahun-tahun pertama. Kalau mau, bisa juga les bahasa langsung di Jerman di waktu-waktu liburan sekolah, atau sudah les Goethe dari SMP.

14. Adakah hal-hal yang sangat ingin Anda lakukan di luar negeri yang sampai sekarang belum sempat Anda lakukan? 
Jika ya, mohon dijelaskan!

Sepertinya cukup banyak, tetapi saat ini belum terpikir🙂

———————ooo000ooo———————

Bagi pembaca yang mungkin pernah mengalami bersekolah di tempat sama, atau di negara yang sama, Jerman, mudah2an bersedia membagikan pegalamannya dengan mengisi survey yang saya post Calling All Graduates Abroad atau paling tidak memberikan komentarnya.

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, 5 Oktober 2013, 11:30

http://www.gunturgozali.com

6 thoughts on “Study Abroad Survey: Louis Nugroho (KIT – Karlsruhe Institute of Technology)

  1. Terima kasih om Guntur, saya merasa sangat terhormat input saya di publish di sini. Semoga berguna buat teman2 yang mau studi ke Jerman.

    • Hi Louis,

      Saya dan semua pembaca yang memperoleh manfaat dari sharing kamu, yang selayaknya berterima kasih.

      Semoga nanti kalau ada pertanyaan yang diajukan, kamu bersedia meluangkan waktu untuk menjawabnya.

      Semoga sukses disana ya.

      Salam,

  2. Louis, Terimakasih banyak untuk sharingnya.

    Sekarang sudah selesai kah kuliahnya di sana?
    Harapannya kerja di mana kelak atau sudah kerja di mana

    Salam,
    Imelda

    • Saya masih akan lanjut program Master, jadi baru selesai kira-kira 2 tahun lagi. Harapan saya kerja di Jerman beberapa tahun, lalu dilihat lagi kesempatan-kesempatan lain tergantung jalan mana yang terbuka nanti😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s