Diving: siapkan mental selain bisa berenang

Beberapa waktu lalu saya menulis mengenai beberapa kegiatan yang harus kita lakukan sebelum kita game over🙂, salah satunya adalah Diving (baca tulisan saya Worth trying activities you should try before you die: Diving (3/6)). Rupanya tulisan iseng saya itu menarik perhatian beberapa pembaca yang menanyakan lebih detail mengenai kegiatan ini.

Oleh karena itu pada beberapa tulisan ke depan saya akan mencoba share beberapa catatan kecil dari sudut pandang saya sebagai diver pemula di bidang ini. Siapa tahu share saya ini akan bermanfaat bagi yang ingin segera mencoba berdiving ria. Saya berharap posting ini menjadi selingan posting mengenai value/basic mentality🙂.

Namun saya mulai sharing saya, perlu pembaca ketahui, hingga sejauh ini saya baru melakukan total 35 kali di dives di beberapa tempat di Bali seperti: Tulamben, Padangbai Bali, Nusa Penida, Nusa Lembongan, Pulau Menjangan, kemudian di Manado: Bunaken dan Lembeh. Baru itu saja. Jadi pengalaman diving saya masih sangat cetek.

Tetapi justru karena pengalaman saya yang cetek ini maka saya yakin pembaca akan lebih banyak memperoleh informasi remeh temeh namun sangat penting sebelum memulai menyelami laut.

Perlunya kesiapan mental selain pandai berenang

Syarat utama untuk bisa mengikuti kegiatan diving ini tidak sulit kok, hanya perlu bisa berenang saja🙂, itupun tidak harus menguasai gaya punggung, dada, bebas apalagi kupu2, tapi cukup bisa berenang dan tentu tidak canggung dengan air J. Saya rasa sebagian besar pembaca tidak takut dengan air kan,  lha kalau sampai menyentuh air saja sudah jerit2 ketakutan ya jangan belajar diving dulu deh🙂.

Hanya saja, agar supaya bisa maksimal menikmati kegiatan ini, ternyata bisa berenang saja ternyata tidaklah cukup. Ada satu syarat lagi yang sangat penting yaitu kesiapan mental. Kesiapan mental untuk memasuki dunia bawah laut, dunia yang akrab di mata kita tetapi jarang kita jelajahi.

Dua teman saya yang gagal pada penyelaman awal, bukan karena mereka tidak pandai berenang, sama sekali bukan karena factor teknis. Salah satunya bahkan pernah tinggal di kota yang berada tepat di pinggir laut seperti halnya saya kecil dulu. Namun pada saat badan sudah mulai memasuki laut, kepala juga terbenam dalam air laut, hidung tertutup mask dan kita harus bernafas melalui mulut, sementara ditingkahi ombak yang mengombang-ambingkan tubuh kita, maka kepanikan bisa menyergap secara tiba2.

Berat dan ribetnya peralatan yang menempel di tubuh serta kepala kita, juga mengambil peran kepanikan ini. Ketika kepanikan sudah menyergap, kita lupa bahwa kita harus bernafas melalui mulut, dan tetap bernafas menggunakan hidung sehingga kaca mask kita berembun, kemudian kita juga jadi lupa mana tombol untuk menambah atau mengurangi udara untuk BCD yang kita pakai, sehingga membuat kita merasa tidak nyaman, dan sekaligus tidak aman.

Teman saya yang gagal itu menceritakan bahwa sebenarnya dia tidak pernah takut air, bahkan termasuk jago berenang, menyelampun pun dia sudah biasa. Tetapi ketika badan dan kepala mulai memasuki kedalaman tertentu, ketika rasa tidak nyaman atau tidak secure menyergap, ditambah dengan perasaan kesendirian di dalam laut, maka rasa panic dan ketakutan yang amat sangat akan menguasai pikiran kita.

Saya tadinya menganggap sepele diving ini, saya pikir apalah susahnya menyelam, tinggal loncat byurrr…tenggelam dah ke dalam air🙂. Kenyataannya tidak semudah yang saya bayangkan, hal ini sudah pernah saya singgung di tulisan saya sebelumnya.

Resiko diving, jika tidak berhati-hati, relatively lebih tinggi dibandingkan dengan olahraga di darat seperti tenis, sepakbola, volley dlsb🙂. Paling tidak, kita tidak bakalan tenggelam kalau di darat kan? J. Sedangkan di bawah laut sana, memang benar2 dunia yang berbeda sekali. Oleh karenanya sebagian besar perusahaan asuransi tidak mau mengcover kecelakaan yang diakibatkan oleh olahraga menyelam ini.

Namun jangan khawatir, jika sebelumnya kita sudah tahu, mempersiapkan mental dengan baik, ditambah dengan pendampingan seorang dive master yang handal, maka saya yakin setelah mencoba sekali, pembaca akan langsung jatuh cintrong…dan saya jamin akan kecanduan…:)

So Go Dive…sebelum karang laut dan mahluk2 indah penghuninya menghilang karena effect Global Warming.

Coba tengok betapa indahnya mahluk2 laut itu:

Photo by Scott Gietler

Harlequin Shrimp – Photo by Uwe Schmolke

Photo by Kevin Lee

*All pictures copyright: uwphotographyguide.com

One thought on “Diving: siapkan mental selain bisa berenang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s