2.4 Miracles of Fasting: JAMU JARAK

Setelah kita bersama-sama menghitung kalori yang kita bakar pada saat berolahraga dibandingkan dengan kalori yang kita makan sebagai kompensasi TELAH berolahraga pada postingan sebelumnya (2.3 Miracles of Fasting: Olga gila2an kok masih Gembul???), dan ternyata hasilnya tekor alias rugi besar 😃, maka sekarang kita akan mencoba ramuan traditional yang namanya JAMU JARAK.

Istilah Jamu Jarak saya dengar ketika saya bertemu dengan teman2 SMA awal tahun ini pada acara Reuni besar kami. Seperti biasa, jika kumpulan manula sudah berkumpul yang dijadikan topik pembicaraan kalau tidak seputaran keluarga, pekerjaan dan pasti tidak ketinggalan adalah kesehatan :).

Ketika saya sedang sharing mengenai Diet dan Fasting yang sedang saya jalani, seorang teman tiba2 nyeletuk:”Betul itu… memang paling ampuh itu JAMU JARAK”, katanya begitu. Saya yang baru pertama kali mendengar istilah itu, bertanya apa maksudnya?

“Apa itu JAMU JARAK?”

“JAga MUlut, JAngan RAkus… “, katanya terbahak2… wkwkwk…

Sayapun tertawa terbahak sambil mangut2…

Iya emang benar… obatnya cuma ini JAMU JARAK.

Kalau pembaca punya anak atau adik kecil di rumah, coba tanyakan ke mereka gimana caranya supaya kurus, kemungkinan besar mereka akan bilang:”Jangan makan…”, gak mungkin mereka suruh kita Fasting atau Diet Paleo atau Mediterranean Diet dlsb kan? Mana mungkin mereka ngerti itu semua :). Tapi ya itu jawabannya, tidak lebih tidak kurang…

Jadi jangan lupa JAMU JARAK :)…

Nah nanti saya akan menjelaskan aturan minum jamunya… wkwkwk…

OK, sekali lagi, penjelasan yang saya uraikan di atas adalah simplifikasi teori calories in, calories out. Ada berbagai penelitian yang membuktikan bahwa ber-olahraga dan mengurangi asupan kalori saja juga tidak cukup, tetapi juga harus memperhatikan komposisi makanan yang kita kunyah setiap harinya DAN kapan waktu kita menyantapnya.

It is more important WHEN you eat, Than WHAT you eat

Hingga disini saya rasa pembaca sudah bisa menerima secara logis penjelasan saya kenapa kok kita sudah rajin berolahraga tetapi masih juga tidak turun2 BB kita.

Setelah saya menyadari hal ini, dan kemudian juga melanjutkan meresearch hal2 sehubungan dengan kesehatan, saya kemudian berkenalan dua hal penting yang menjadi kunci perubahan yang terjadi pada diri saya.

Yang pertama adalah jenis atau komposisi makanan yang kita santap setiap hari. Dan setelahnya adalah kapan sebaiknya kita makan.

Saya akan membahas perihal komposisi makanan terlebih dahulu.

Perihal komposisi makanan ini telah lama kita ketahui dalam berbagai macam type Diet yang mungkin pernah pembaca dengar atau baca. Misalnya Keto Diet, Low Carb Diet, Mediteranian Diet, Atkins Diet, Vegan Diet, Vegetarian Diet Carnivore Diet, dst dst…

Masing2 mengunggulkan teorinya sendiri2, dan juga sepertinya cocok2an untuk masing2 individu. Ada yg pernah mencoba berbagai diet, akhirnya dia menetapkan hanya mengikuti satu jenis diet saja.

Saya sendiri sejak dulu tidak pernah tertarik mengikuti segala macam diet itu, karena ada beberapa teman saya yang sangat fanatic dengan salah satu atau dua macam diet. Secara extreme mereka merubah pola makan yg dulunya berantakan menjadi hanya makan sayur saja atau hanya makan daging saja atau makanan tanpa garam dlsb. Akan tetapi setelah beberapa bulan, berat badan mereka yang tadinya berhasil diturunkan tiba2 kembali gembul seperti semula, bahkan beberapa lebih gembul dari sebelumnya.

Ada lagi yang menggunakan supplement berharga puluhan juta untuk satu paket beberapa bulan. Selama mengkonsumsi supplement itu tampak ada penurunan berat badan, akan tetapi setelah berhenti mengkonsumsi, langsung balik gembul lagi. Saya tanya kok naik lagi BB nya? Iya sudah gak minum supplement lagi, katanya. Jadi seperti yo-yo gitu, naik turun naik turun.

Hal itu membuat saya menjadi sangat anti diet, bahkan secara extreme saya mengolok-olok mereka dengan sengaja makan makanan yang “beracun” seperti sate kambing, gule, tongseng dan segala makanan “haram” bagi orang2 sudah berumur. Karena waktu itu saya MERASA sangat percaya diri bahwa saya SUDAH BEROLAHRAGA… wkwkwkwk…

Akan tetapi, mungkin karena karma… ketika sedang explore sana sini, akhirnya saya kecantol juga dengan salah satu jenis diet di atas itu… wkwkwk… Akan tetapi, yang menarik hati saya atas Diet Keto ini bukan untuk tujuan menurunkan berat badan, akan tetapi lebih dari itu, Diet Keto menjanjikan hidup sehat dan panjang umur, healthy life and longevity… jieehhh…

So mari kita bicara mengenai Diet yang sejak beberapa tahun lalu sedang naik daun yaitu Keto Diet (2.5 Miracles of Fasting: Keto Diet).

Salam,

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Sabtu, 11 Juli 2020, 18:00

***000ooo000***

Dear Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s