2.16 Miracle of Fasting: A New Me After IF & PF

Fiuhhh… akhirnya tiba juga pada postingan terakhir saya di bagian kedua ini.. Semoga postingan saya mengenai bagaimana saya menurunkan berat badan sebelum ini menjawab rasa penasaran Ibu2 😃 (2.15 Miracle of Fasting: Lost 8 kg in 3 weeks…).

Bagi pembaca yang masih setia membaca hingga postingan terakhir saya ini, saya ucapkan selamat, karena pembaca akan memperoleh informasi lengkap atas apa yang sudah saya alami dan pelajari selama 2 tahun ini.

Pada bagian ini saya ingin sedikit show off atas apa yang saya capai dengan bersusah-susah melakukan semua kegiatan yang saya tuliskan di seluruh postingan saya selama ini 😃, agar pembaca yakin JIKA SAYA BISA, PEMBACA PASTI JUGA BISA. Tentu saya juga akan share mengenai apa saja arti tiap hasi pengukuran sebagai tambahan pengetahuan saja.

Saya berharap apa yang akan saya share di bawah ini akan memberikan keyakinan ke pembaca bahwa semua susah payah saya memberikan hasil yang sepadan sehingga pembaca yang memiliki keluhan seperti yang saya uraikan di bagian awal tulisan saya, tertarik untuk mencoba apa yang sudah saya lakukan.

Mari kita lakukan check list hasil pengukuran atas badan saya. Untuk itu saya menggunakan Omron HBF-514 yang bisa mengukur berbagai indikator kesehatan kita selain Berat Badan. Saya sangat menyarankan pembaca untuk membeli timbangan digital yang bisa mengukur beberapa hal tersebut di bawah ini.

  1. Berat badan : 64.7 KG (NORMAL)

1. BODY WEIGHT

Berat badan saya sekarang ini berkisar antara 64 – 66 kg, tergantung saya lagi rakus atau tidak 😃. Normal atau tidak? Untuk mengetahui hal itu, kita harus menghitung BMI nya, kita diskusikan di point no. 2 di bawah ini.

Seminggu lalu BB saya, 64.3 kg. Kenaikan atau penurunan sekitar 1 kg pada berat badan bolehlah diabaikan. Jadi mohon maaf ya pembaca, kalau pembaca menimbang turun 1 jangan terlalu senang, demikian juga kalau naik 1 kg jangan terlalu sedih. Mengapa?

Pertama, pada saat sedang menimbang, baju, celana dan semua yang menempel di badan kita bisa lebih kurang 1 kg. Dompet pria beserta isinya saja bisa 0.5 kg, belum lagi kalau mengantongi 2 HP :). Jadi saran saya, taruhlah timbangan di kamar mandi, nah timbanglah sebelum atau setelah mandi :).

Kedua, setelah atau sebelum makan/minum juga mempengaruhi timbangan kita. Kita sering tidak sadar bahwa apa yg kita makan/minum ternyata mempengaruhi berat badan. Jadi kalau habis pesta besar atau habis banyak minum, pasti timbangan naik 😃. Saya setiap pagi rutin minum air, biasanya 1 – 1.5 Liter, lha itu saja sudah 1 – 1.5 kg.

Ketiga, sebelum dan setelah berolahraga juga mempengaruhi berat badan. Sebelumnya saya tidak concern hingga suatu ketika saya menimbang sebelum dan setelah berolahraga. Waktu itu karena kaos saya basah kuyup, maka saya lepas. Setelah saya timbang, ternyata keringat yg menempel di kaos bisa mencapai berat 0.5 – 1 kg… Wkwkwk…

Jadi saran saya, taruh timbangan di kamar mandi, dan lakukan penimbangan pada waktu2 yang sama, sehingga pembaca bisa memonitor berat dengan lebih tepat.

Berat badan yang selama puluhan tahun menjadi misteri buat saya, sekarang sepertinya lebih bisa saya manage. Kalau dulu betapa susah saya menurunkan BB saya, saat ini saya ‘merasa’ BB bukan masalah lagi. Saya mampu menaik turunkan BB saya anytime. Puji Tuhan atas semua pengetahuan yang Tuhan berikan ke saya. Saya berharap pembaca juga bisa melakukannya.

  1. BMI (Body Mass Index): 23.5 (NORMAL)

2. BMI

Berapakah berat badan yang Normal?

Untuk itu kita harus memperhatikan BMI (Body Mass Index) yaitu ratio antara berat badan terhadap tinggi badan. Dengan menghitung BMI, kita bisa mengetahui apakah berat badan kita normal, atau overweight atau bahkan obese?

Kita bisa menghitungnya menggunakan formula di bawah ini atau menggunakan timbangan digital yang dijual dipasar.

How to Calculate BMI

Contoh berat badan saya: Berat badan: 65.3 kg. Tinggi: 1.66 m (kemudian di kwadratkan: 2.7556) maka BMI = 64.7 / 2.7556 = 23.4794

Kemudian bandingkan dengan tabel di bawah ini:

Omron 2 BMI TableSelama bertahun-tahun BMI saya selalu berada di sekitaran 27 – 28 bahkan lebih, yang berarti overweight kelas berat. Akan tetapi gilanya, saya sama sekali tidak menyadari kalau saya overweight. Beneran ini, sehingga kalau bertemu teman dan mereka mengatakan:”Wuih… kamu sekarang gemuk ya”, saya agak2 heran begitu.

Kondisi ini sangat berbahaya lho, karena penambahan BB kita terjadi pelan2 maka kita sering tidak sadar kalau tiba kita sudah memasuki level Overweight atau bahkan Obese.

Sekarang saya bersyukur BMI saya sudah masuk range normal.

  1. Body Fat: 17% (NORMAL)

3. BODY FAT

Apakah Body Fat ini? Body Fat ini memegang peranan sangat penting di dalam menyimpan energy dan menjadi pelindung organ2 vital. Memiliki kelebihan atau kekurangan body fat sama2 tidak baik bagi tubuh kita.

Omron 3 Body Fat Table

  1. Skeletal Muscle : 38.4% (NORMAL)

4. MUSCLE
Skeletal muscle atau Otot skeletal adalah type dari otot yang bisa kita lihat dan rasakan. Apabila kita berolahraga untuk meningkatkan masa otot, maka saat itulah Skeletal Muscle dilatih. Skeletal Muscle ini berpasangan dan melekat pada kerangka tubuh/tulang, satu otot menggerakkan tulang ke satu arah, otot pasangannya menggerakkan ke arah berlawanan.  Meningkatkan Skeletal Muscle berarti juga meningkatkan kebutuhan energy tubuh kita. Semakin banyak otot semakin banyak kalori yg kita bakar.

Dengan membangun Skeletal Muscle menghindarkan kita akan naik / kembalinya berat badan kita. Mempertahankan atau meningkatkan Skeletal Muscle, erat hubungannya dengan RMR (Resting Metabolism Rate).

Omron 4 Musle Table

  1. Visceral Fat: 8 (NORMAL)

7. VISCERAL FAT

Visceral Fat berada di sekitar perut dan melingkupi organ2 vital tubuh kita. Lemak ini berbeda dengan jenis lemak yang berada tepat di bawah kulit manusia, yang juga sering disebut Subcutaneous Fat. Visceral Fat seringkali terabaikan karena tidak tampak oleh mata telanjang. Salah satu cara untuk mendeteksi Visceral Fat adalah dengan melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Omron 5 VF1

Terlalu banyak VF diperkirakan berhubungan dekat dengan peningkatan kadar lemak dalam aliran darah, yang mengakibatkan peningkatan kadar cholesterol, penyakit jantung dan diabetes type-2. Untuk menghindari hal2 tersebut, sangat penting untuk mengurangi level VF hingga mencapai level normal.

Pembaca bisa membaca hasil study di https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28481662/ yang mempelajari korelasi antara body fat, visceral fat, and the presence of nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD).

The waist circumference (WC), body mass index (BMI), body fat, visceral fat, and metabolic syndrome (MS) were associated with NAFLD. A larger WC, higher BMI, higher levels of body and visceral fat, and the MS significantly correlated with the presence of a fatty liver.

Bertahun-tahun saya didiagnose oleh dokter saya Fatty Liver. Setiap kali Dokter saya melakukan USG di bagian perut, beliau pasti berucap:”Hmmm bapak ini mengidap Fatty Liver, makanan dijaga ya pak, dan banyak olahraga”. Begitu saja nasehat dokter, itupun diucapkan seakan sambil lalu.

Omron 5 VF2Ketika saya tanya apa akibatnya kalau saya tidak bisa memperbaiki kondisi saya, dia bilang Fatty Liver bisa mengarah pada cirrhosis dan kanker hati… Santai omongnya. Tapi coba pembaca perhatikan beda antara liver normal dan yang sudah rusak di bawah ini:

Omron 5 VF3

Selama bertahun2 hasil pengukuran VF saya tidak pernah normal, seingat saya dulu level VF saya pernah 18 atau bahkan 22.

Berbeda dengan Subcutaneous fat, VF tidak bisa kita rasakan secara fisik, tidak seperti lemak di perut yang sering di elus2 oleh bapak2 😝, maka banyak orang tidak menyadari kehadirannya. Sehingga banyak orang kurus yang kaget mengetahui VF nya ternyata tinggi, padahal “tidak punya perut”.

Saya baru bisa menurunkan VF saya secara significant setelah IF & PF dan tentunya berolahraga secara teratur. Saat ini VF saya adalah terendah sejak saya menyadari apa arti VF itu.

Pada pengecekan dokter terakhir tahun lalu sebelum merebaknya Covid-19, saya khusus minta dokter untuk melakukan USG untuk memeriksa Fatty Liver saya, dan katanya… IT’S GONE… Si Dokter meskipun saya tahu agak2 kaget, tapi gengsi gak mau nanya gimana saya menghilangkannya… 😝😝😝

  1. Body Age: 37 tahun… yeeeeyyy !!!! 😝😝😝

6. BODY AGE

Pengukuran Body Age atau Usia Tubuh berdasarkan pada resting metabolism. Body Age dihitung berdasarkan berat badan dan percentage lemak tubuh untuk menghasilkan perkiraan apakah usia tubuh kita di atas atau di bawah usia sebenarnya.

Alat timbang Omron yang saya gunakan, mengalirkan arus listrik lemah melalui elektroda di tangan kita hingga ke kaki, dan kemudian mengukur seberapa deras aliran listrik tersebut.

Secara spesifik tidak saya temukan cara Omron mengukurnya, sehingga terus terang saja hal ini hanya menjadi bahan referensi saja kalau tubuh saya cukup sehat dibandingkan dengan usia sebenarnya.

Pada awal2 pengukuran dulu, saya pernah mencapai Body Age 65 tahun, kemudian seiring dengan konsistensi saya JJP atau berolahraga, pelan2 mulai turun hingga sekarang katanya si Omron Body Age saya sama dengan orang berumur 38 tahun… wkwkwk… lumayan yahhh… balik muda lagi… 😝😝😝.

  1. Gula darah, cholesterol, asam urat dan triglyceride.

Dari semua indicator darah, yang paling intensive saya periksa adalah kadar gula darah dalam tubuh saya. Seperti yang telah saya tulis di atas, selama bertahun-tahun sebelum saya menjalani IF&PF dan olahraga rutin, tubuh saya menjadi tempat sampah berbagai macam obat, terutama untuk mengatasi hal2 tersebut di atas.

Pada saat saya mengetikkan postingan ini, saya sedang menjalani hari ketiga  Prolonged Fasting 7 hari saya. Ini PF keempat yang sedang saya jalani. Jadi gula darah saya cukup rendah: hanya 68 md/dL. Ini tidak akan bisa saya capai tanpa PF. Minum obat apapun rasanya tidak akan bisa serendah ini. Artinya terbukti, JAMU JARAK itu bermanfaat.. 😃

8. GLUCOSE

Pada saat ini badan saya juga lagi Ketosis tingkat tinggi:9. KETONES BODY

Dengan level Ketone seperti di atas, maka GKI saya adalah sbb:

10. GKI

Apa artinya?

11. GKI Interpretation

Level Ketosis dengan GKI 1.23 digunakan untuk treatment therapeuctic untuk orang yang menderita penyakit cancer, Alzheimer, Parkinson, cedera trauma otak dan penyakit inflamasi kronis. Mungkin begitu maksudnya.

Beberapa tahun lalu saya memeriksakan darah di salah satu RS Swasta di Kuningan. Setelah mengambil hasilnya, saya kemudian memeriksakan hasilnya ke salah satu dokter wanita senior yang sangat terkenal untuk masalah Diabetes di RS itu. Ketika melihat hasil Lab gula darah puasa saya 120 mg/dL, beliau langsung memandang mata saya dengan tajam. Kemudian beliau berucap:”Kadar gula Anda ini sudah terlalu tinggi. Ini tinggi sekali. Ini sudah Diabetes, Anda harus hati2. Seumur hidup Anda tidak akan bisa lepas dari obat. Seumur hidup!” Saya melongo. Kemudian beliau meresepkan segepok obat untuk saya bawa sebagai oleh2.

Selama bertahun2 saya dicekoki obat penurun gula dan obat cholesterol plus kadang2 obat untuk mengatasi asam urat dan triglyceride saya. Saya lakukan itu semua tanpa bantahan. Dan tidak ada SATUPUN dokter yang menyarankan saya untuk berolahraga seperti yang saya jelaskan di bagian pertama, dan melakukan IF & PF ini. TIDAK ADA! Semuanya sama, begitu melihat hasil Lab saya, gak pake ba bi bu, langsung meresepkan obat gula dan cholesterol.

Namun sejak 2 tahun lalu, saya sudah buang obat2an itu. Kadar gula darah saya sudah normal. Dan saya makan normal setiap hari, bahkan kadang ngawur makannya. Sekarang ini gula darah saya meskipun tidak rendah, namun berkisar antara 90 – 110 mg/dL.

Cholesterol dan lain2 tidak pernah saya periksa lagi, karena harus ke Lab di RS untuk memeriksakannya, terakhir kurang lebih setahun lalu, semua sdh kembali normal tanpa obat2an. Dan yang paling penting saya merasa sangat sehat dan energic.

Sekali lagi saya katakan:

JIKA SAYA BISA, PEMBACA JUGA PASTI BISA

Penutup

Selama bertahun-tahun saya tergantung obat2an yang tidak membuat kondisi saya membaik, malah membuat kantong saya bocor untuk membayar biaya dokter dan obat2an.

Jika pembaca membaca keseluruhan postingan saya dari bagian 1 hingga penutup ini, ternyata obat yang saya butuhkan sudah Tuhan sediakan bagi saya, tinggal kita mau melakukannya atau tidak.

Olahraga dan Fasting bukan hanya menghapus sebagian besar penyakit2 yang telah menghabiskan uang saya ratusan juta serta tidak terhitung waktu dan tenaga yang terbuang, akan tetapi juga membuat hidup keluarga saya menjadi Sederhana, Flexibel dan Hematttt…

Yahhhh… Simple, Flexible and Cheap !!!!!!

Mengapa saya katakan Fasting ini Simple, Flexible dan Murah:

  • Kita tidak perlu mempersiapkan bahan makanan apa2
  • Kita tidak perlu membeli apa2
  • Kita tidak perlu membereskan meja makan sebelum dan sesudahnya
  • Kita tidak perlu memasak
  • Kita bisa melakukannya kapan saja, dimana saja
  • Kalau hari ini tidak bisa, lakukan besok, besok tidak bisa lakukan lusa
  • Punya uang bisa melakukannya, tidak punya uang pun bisa melakukannya
  • Dan bisa digabung dengan Diet macam apapun:
    • Gak makan daging – bisa
    • Gak makan ikan – bisa
    • Gak makan sayur – bisa
    • Gak makan sama sekali – ya emang ini maksudnya, namanya juga PUASA… wkwkwk…

Mbak di rumah saya sangat senang kami sekeluarga menjalani OMAD, gak pusing mempersiapkan makan, gak pusing beberes meja dan cuci piring, gak pusing belanja yang tadinya tiap minggu sekarang bisa 2 – 3 minggu, gak pusing segalanya… Istri saya lebih senang lagi, karena uang belanja jadi IRIT! 😃.

Sebelum kami Fasting, saya sering sekali mendengar Mbak di rumah nanya ke istri saya, besok pagi masak apa, Bu? Bapak dimasakin apa untuk makan siang? Besok malam masak ini aja kah? Kalau masak itu, gak ada ini. Kalau masak ini, kita gak kehabisan itu… Duhhh… kasihan juga Ibu2 ini.

Baru selesai makan pagi, rasanya makanan masih nyangkut di usus besar, ehhh mereka sudah siap2 masak untuk makan siang, demikian juga untuk makan malam. Yang saya sering gak tega, kalau makanan tidak habis termakan.

Sekarang, cukup sekali masak, dan habis tuntas… tasssss…

Gimana… uenakkkk toooohhhh… 😝

Tahun lalu saya mengikuti acara Microsoft Inpire di Las Vegas. Saya bertemu dengan rombongan dari Indonesia, kurang lebih semua ada sekitar 30 – 40 orang. Hari pertama acara besar itu adalah pembukaan dari CEO Microsoft, Satya Nadella dan kami harus tiba di lokasi pagi2 sekali supaya dapat tempat duduk yang enak.

Malam sebelumnya, sebelum kami kembali ke kamar masing2, teman2 pada kebingungan besok breakfast bagaimana? Apakah resto sudah buka? Kalau belum bagaimana, apakah Starbuck sudah buka? Apakah ada jual makan atau hanya kopi? Dll…dll… Saya tersenyum dalam hati, hal2 seperti itu sudah lewat buat saya J. Pertama, saya sudah tidak pernah breakfast lagi. Kedua, seharian gak makan juga gpp… wkwkwk…

Tiga bulan terakhir ini, kita semua menjalani Work From Home, beberapa teman saya mengeluh berat badan meningkat karena tidak bisa keluar rumah, jadi kerjanya hanya duduk, kerja di depan laptop dan makan. Makan lagi… makan lagi…

Saya malah turun hampir 2 kg karena saya menjalankan PF 7 hari saya untuk ketiga kalinya, dan saya memperketat OMAD saya… Kami serumah gak bingung makan, gak bingung pesan ini itu… Merdeka dan merasa sehat…

So… why don’t you try? 😃

Dengan demikian bagian kedua tulisan saya ini tutup sampai disini. Semoga cukup bermanfaat bagi pembaca. Sekali lagi mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan di dalam penjelasan saya, maklum saya tidak memiliki sedikitpun pengetahuan medis kecuali apa yang saya baca dan lihat.

Namun masih ada hal lain yang saya alami, yang sepertinya melengkapi kebutuhan tubuh kita untuk bisa hidup sehat dan panjang umur yaitu TIDUR…

Saya akan menuliskan pengalaman saya dengan hal satu ini pada bagian ketiga…

Salam,

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Minggu, 12 Juli 2020, 14:50

*** Special Note ***

Dear Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

 

18 thoughts on “2.16 Miracle of Fasting: A New Me After IF & PF

  1. Thsnks pak Guntur Gozali tulisan ini sangat bermanfaat dan manginspirasi para pembaca bahwa untuk sehat tidak harus mahal , yg penting bagaimana dan apa usaha yg kita lakukan untuk menjadi sehat dari hari ke hari.

  2. Mantap terima kasih Pak Guntur buat mentoring saya terus dengan telaten .
    Tulisan ciamso Pak.
    Sehat tidak harus keluar biaya banyak, apalagi Pak GG kasih mentoring secara gratis tis tis , semoga Tuhan membalas kebaikan bapak.God bless you Pak.

  3. Pak Gun, tanya yg agak remeh, kalo intake makanan berkurang drastis, bagaimana dgn kebutuhan “ke belakang”, seharusnya jd jarang ya dan apakah ini tidak menimbulkan sensasi kurang “enak” ke tubuh? Thx sebelumnya

    • Hahahahaha… ini basic question, tp orang2 pada malu mau nanya… Terima kasih sdh “berani” mengangkatnya :)…

      Kalau hanya IF, yg berbeda paling hanya volume yg dibuang saja, tentu lebih sedikit.

      Tapi kalau PF, hari kedua sudah kosong perut. Pada saat saya menjalani PF pertama, setiap hari saya masih duduk di closet, meskipun gak ada yg keluar :). Tetapi setelah kedua, sudah berkurang keinginan ke WC. Ketiga dan terutama ke empat, sudah tidak lagi. Jadi saat PF kita ke WC, hanya psikologis saja krn terbiasa tiap pagi pasti ke WC :)…

      Mudah2an menjawab ya

      Salam,

  4. Hebat Pak Guntur👍👍
    Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk menulis blog dan sharing se cara transparan.
    Saya juga akan forward Ke teman2 Yg memerlukan.
    Pasti akan menjadi berkat bagi banyak orang.
    Tuhan memberkati🙏

    • Terima kasih ya atas komentarnya. Saya amat sangat menghargai komentar seperti ini sehingga saya tahu apakah postingan saya bermanfaat atau tidak.
      Semoga apa yang saya share boleh bermanfaat bagi semua, mohon juga masukannya jika ada sharing saya yang mungkin kurang tepat atau harus diperbaiki.
      Tuhan memberkati 🙏🙏🙏

  5. Terimakasih byk pak guntur, atas share pengalaman yg sangat bermanfaat, yg awalnya sy hya ingin baca tentang prrnapasan zen saja, malah dpt tambahan ilmu dan pengalaman yg sangat bermanfaat meningkatkan kualitas hidup…jika ada share melalui zoom mhon infonya..terimakasih 🙏
    Nb apakah msh melakukan zen

    • Terima kasih atas komentarnya. Semoga sharing saya bisa bermanfaat.

      Saya share zoom dalam bentuk close group pak Wisnu, biasa 5 – 10 orang yg sama2 kenal supaya enak diskusinya. Kalau tertarik bisa ajak teman2 atau sanak saudara, yuk kita atur nanti waktunya :).

      Mengenai ZQYX, saya masih latihan, tapi tidak seteratur JJP :)…

  6. Bagian ketiga ny di rilis kapan Pak Guntur ?

    Trimakasih banget sudah meluangkan waktu untuk sharing & mengetik banyak sejauh ini

    Anda luar biasa baik Pak

    • Terima kasih atas komentarnya Bu Lina, sangat menguatkan.

      Saya mohon maaf atas keterlambatan posting bagian ketiga. Ternyata bagian ini bagian paling sulit dari tiga bagian yang sedianya akan saya tulis.

      Selain itu ketika sudah hampir memulai menuliskannya, ada 2 buku yg harus saya baca yang sangat menunjang tulisan saya nanti.

      Buku pertama sudah hampir selesai, buku kedua sedang on the way :). Setelah itu saya baru merasa yakin untuk menuliskannya.

      Semoga masih sabar menunggu.

      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya.

      Stay safe and healthy, God bless you…

      Rgds,

  7. Salam kenal pak Guntur, saya Merdjan, sy jg penggemar JJP sejak thn 2010 dan pernah melakukan IF dan OMAD selama 6 bulan, tapi di zaman Covid sekarang menjalankan IF atau PF serem, apa bisa mengurangi daya tahan tubuh karena puasa? Terimakasih byk pak guntur, atas share pengalaman yg sangat bermanfaat, yg awalnya sy hya ingin baca tentang pernapasan zen saja, malah dpt tambahan ilmu dan pengalaman yg sangat bermanfaat meningkatkan kualitas hidup…

    Sekali lagi terima kasih utk sharing nya dan sy menunggu Bagian3.0 Miracle of Sleeping nya

    • Hi Pak Merdjan,

      Salam kenal juga. Terima kasih atas komentarnya yg menguatkan.

      Wah Bpk malah lebih lama melakukan JJP dan menjalankan IF & OMAD ya… Kudu sharing lebih banyak pengalamannya nih supaya pembaca lain bisa memperoleh bonus kesehatan dari Bpk juga :).

      Saya mohon maaf nih sampai skr belum juga “berani” menuliskan bagian ketiga yg saya janjikan, krn ternyata bagian penutup ini malah merupakan bagian paling sulit menjelaskannya. Tapi segera akan saya tuliskan :).

      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya… Semoga Tuhan selalu berikan berkatNYA bagi Anda dan seluruh keluarga… Aminn…

      Salam,

      • Hi pak Guntur,
        benar sy lebih lama melakukan JJP dan itu memang ajaib membuat tubuh lebih sehat seperti yg p Guntur alami, benar sehari saja bolos JJP ada rasa kurang.
        Setujuu sekali….berat badan memang tdk drop karena JJP, yg membuat berat badan turun adalah IF & OMAD.
        Sy sdh alami dgn IF & OMAD berat badan yg tadinya 70kg skrg jadi 58kg dalam sebulan dgn tinggi sy 169cm serasa lebih ringan dan gesit gerakan nya.
        Sampai teman2 yg sdh lama tidak jumpa sy mereka kaget dan berpikir sy habis kena penyakit diabetes karna org yg kena diabetes biasa nya dari gemuk lgs drastis kurus hahahahaa….
        Dan untuk sharing sy tidak sepandai p Guntur untuk mengarang cerita dan merangkai kata2 yg bagus sampai sperti Novel Wakakakakaaaa, jadi cukup sharing an dari p Guntur saja untuk orang2 yg mau hidup sehat sdh cukup sy kira, sy hanya bisa cerita saja tanpa mengetik berlama2 (cerita dgn orang yg jumpa sy ). Pertama sy melakukan IF karena melihat program OCD Deddy Cobuzier pd thn 2013, sy tidak tertarik dgn tubuhnya yg berotot stelah OCD, yg bikin sy tertarik adalah puasanya yg membuat tubuh menjadi ideal.

        Sekali lagi terima kasih atas balasan nya, sekiranya ada jodoh sy mau sekali jumpa bapak dan sharing pengalaman kesehatan, sy tinggal di Green Garden Kebon jeruk dan sekarang ini sy sedang menjalani meditation class instruktur p Niko Martin, sperti yg di tulis p Guntur memang sulit untuk konsentrasi ke ulu hati dan Thang tian, sy tidak merasakan apa2 sudah hari ke 4 bwakakakakkakkk, bagaimana mau TK

        Salam sehat selalu dan semangat trus mencari tau cara untuk menyehatkan tubuh kita….Amin

        • Hallo kembali pak Merdjan,

          Cerita dan kesaksian Bpk ini sangat penting buat pembaca lain yg mungkin masih bertanya2, apa iya sih IF & OMAD ada manfaatnya, seperti juga saya dulu :).

          Mudah2an setelah aman dari Covid bisa ketemuan untuk ngobrol2 seputar pengalaman menjalani IF, OMAD dan Zhen Qi yang memang tidak mudah :). Saya sampai sekarang juga kadang bisa hening, tp lebih sering gagalnya :)… Tapi jangan putus asa, dan jangan dipaksa juga, katanya harus megalir secara alami…

          Semoga segera berhasil TK, pak..

          Salam sehat… Tuhan memberkati…

          Aminnn…

  8. Pak Guntur, Tuhan mengijinkan saya menemukan dan membaca tulisan ini utk menginspirasi diri dan sangat bermanfaat. Semoga menjadi berkah untuk Anda.
    Ditunggu bagian ke-tiga nya.

    • Hi Pak Denaiki,

      Terima kasih atas komentarnya yang menguatkan.

      Saya masih belum juga “berani” menuliskan bagian ketiga yg ternyata jauh lebih sulit dari yang saya bayangkan. Akan tetapi saya akan segera menuliskannya meskipun kurang sempurna.

      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya… Semoga Tuhan selalu berikan berkatNYA bagi Anda dan seluruh keluarga… Aminn…

      Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s