1.6 Miracles of Walking: Posture…

Pada beberapa tulisan saya sebelumnya (1.5 Miracles of Walking: It’s happened…), saya sudah menguraikan segala penyakit yang saya derita, LifeStyle saya sehari2, kebiasaan JJP saya hingga beberapa keajaiban yang saya rasakan oleh kebiasaan JJP itu.

Namun mengapa kok hanya dengan berjalan setiap pagi saja, tanpa obat2an sama sekali, berbagai penyakit saya bisa menghilang?

Pada bagian ini saya ingin sedikit sharing atas pentingnya postur tubuh yang saya yakin sebagian besar pembaca sudah tahu, akan tetapi mungkin belum sadar :).

Sejak saya kecil, saya ingat sekali, kalau duduk “ndlosor” di kursi, sudah pasti Mama saya akan menegur dan menyuruh saya duduk tegak. Begitu juga kalau saya berjalan di depan Mama saya, beliau tidak pernah capek menegur saya untuk berjalan tegak. Itu sudah puluhan tahun yang lalu.

Akan tetapi, teguran beliau itu hanya sekedar angin lalu bagi saya. Setelah ditegur, kalau beliau tidak melihat, ya balik lagi ke postur tubuh saya sebelumnya. Hal ini terjadi berulang2 karena beliau tidak pernah menjelaskan why nya, kenapa kok harus duduk tegak, kenapa kok harus berjalan tegak?

Saya tidak tahu apakah anak2 jaman sekarang diajarkan mengenai pentingnya memiliki postur tubuh yang benar. Namun kalau saya melihat banyaknya pasangan muda yang membiarkan anak2 mereka bermain HP / Tablet sejak usia dini berjam2 setiap hari, saya kok masih yakin banyak yang belum menyadari betapa penting memiliki postur yang benar.

Menghilangnya beberapa penyakit saya, yang tidak bisa disembuhkan oleh berbagai dokter / sinshe / dukun dan berbagai therapist, hanya dengan berjalan kaki setiap pagi, membuktikan bahwa tubuh kita perlu peregangan.

Pada jaman sekarang bahkan lebih perlu lagi, kenapa? Karena karena Life Style generasi muda sekarang jauhhhhhh lebih parah daripada yang telah saya jalani 10 – 15 tahun terakhir. Sekali lagi saya tekankan, jauhhh lebih parahhhh…

Kenapa begitu?

Coba bayangkan… saya baru mengenal yang namanya HP dan gadget sekitar 20 – 25 tahun yang lalu, alias sekitar 50% umur saya. Sebelum itu, saya tidak pernah menundukkan kepala untuk membaca gadget2 itu seperti sekarang ini.

Sementara generasi sekarang… sejak keluar dari perut… oeeeekkk langsung minta iPad.

Terus apa hubungannya?

Berdasarkan research, beban yang ditanggung oleh tulang belakang dan otot tubuh kita ketika kita menundukkan kepala adalah sebagai berikut:

Beban kepala

Pernahkah pembaca membayangkan bahwa kepala kita ini ternyata memberikan beban sebesar 5.4 kg ke tulang belakang dan otot2 tubuh kita? Saya tidak pernah tahu ini hingga saya mulai mengexplore mengenai penyakit2 di lehat, bahu dan bagian tubuh saya yang lain.

Semakin kita menunduk, semakin berat beban yang kita tanggung. Hal ini sangat mudah dihitung secara matematika. Namun malangnya kita sama sekali tidak menyadarinya, seakan-akan tidak merasakan apa2.

Beban kepala 60 derajatJika kita terlalu asyik menonton HP atau Tablet, sehingga menunduk hingga 60 derajat seperti foto di atas, badan kita menanggun beban hingga DUA PULUH DELAPAN KILOGRAM. Gila nggak???  Yang sama dengan kepala kita dikalungi 3 – 4 bola bowling… (berat bola bowling sekitar 7 – 8 kg).

Kebayang kan apa yang terjadi dengan postur tubuh kita, dan otot2 kita, jika sedari kecil kita duduk, dan berjalan dengan kepala menunduk seperti itu.

Pada saat masih mudah mungkin tidak terasa apa2 karena otot2 tubuh kita masih sangat lentur. Seperti saya dulu, tidak ada masalah duduk bekerja hampir seharian. Paling2 saya cukup berdiri melakukan peregangan sebentar, menggerak2kan badan, beres.

Akan tetapi jika leher kita dibandoli 4 bola bowling setiap saat bertahun2… saya rasa tinggal menunggu waktu saja hingga badan kita ngambek berfungsi seperti yang saya alami. Saya rasa pembaca setuju dengan argumentasi saya ini.

Oleh karenanya lamanya waktu penyembuhan bagi tiap2 orang sangat berbeda2, tergantung sekaku apa ototnya. Ada yang memang sedari kecil dikaruniai otot2 yang sangat lemas, maka hingga tuapun tidak mengalami apa. Namun bagi pembaca yang merasakan apa yang saya rasakan, berarti otot2 pembaca juga sama kakunya dengan saya.

Dan solusinya sekali lagi mudah sekali… bergerak… bergerak… dan bergerak… Hanya itu saja.

Itulah sebabnya jika pembaca menggunakan Smartwatch, hampir semua merek, setiap jam pasti ada alarm yang menyuruh kita untuk berdiri minimal 1 menit. Itu artinya kita tidak boleh duduk diam lebih dari sejam tanpa menggerakkan kaki kesana kemari.

Hingga disini saya sudah hampir selesai membahas semua permasalahan yang berhubungan dengan masalah otot saya, namun masih ada 2 lagi yang menjadi permasalahan saya, yaitu Berat Badan dan Indikator darah saya (glucose, cholesterol, triglyceride)… Apakah dengan JJP berat badan saya turun? Apakah dengan JJP indikator darah saya membaik?

Yuk lanjut…1.7 Miracles of Walking: Olga menurunkan berat badan?

 

Salam,

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Selasa, 7 Juli 2020, 18:00

***000ooo000***

Dear Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s