1.1 Miracles of Walking: My LifeStyle and maybe you too…

Bagi pembaca yang langsung membaca postingan saya ini, saya sarankan untuk terlebih dahulu membaca bagian pendahuluan tulisan panjang saya sebelum ini (The Miracles of Walking, Fasting and Sleeping) supaya tahu apa benefit yang kira2 akan pembaca alami jika mengikuti apa yang saya jalankan…

Pada bagian ini, saya akan terlebih dahulu mengajak pembaca membandingkan LifeStyle yang saya jalani dengan keseharian pembaca, agar penjelasan saya selanjutnya lebih mudah diterima secara logika.

Saya mulai bekerja pada tahun 1989 sebagai seorang Junior Programmer ( sebagai tukang… tukang buat program computer), hingga bertahun2 kemudian dengan bertambahnya umur dan meningkatnya jabatan dan hingga detik ini, pekerjaan saya tidak jauh2 dari berurusan dengan computer dan teman2nya.

Hal ini membuat saya lebih banyak duduk daripada bergerak kesana kemari. Bahkan kalau mau ditarik mundur, dari sejak saya kuliah di bidang Teknik Elektro, saya lebih banyak duduk daripada keluyuran kesana kemari.

Saya pernah ikut beberapa kegiatan outdoor, seperti hiking atau berkemah, tetapi bisa dikatakan bukan hobby saya. Saya lebih banyak di kamar kost mengerjakan tugas2 kuliah atau makan2 atau nonton bersama teman2.

Setelah saya mulai bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan Multi Finance di Jakarta, kegiatan rutin saya secara umum, kurang lebih adalah bangun pagi sekitar pukul 5.00 – 6.00, berangkat kerja, hingga saya pulang kerja pukul 20.00 – 21.00. Saya rasa 80% – 90% dari kegiatan saya sehari-hari adalah duduk.

Jika saya detailkan (mohon pembaca bandingkan dengan kegiatan sehari2 pembaca sendiri) kurang lebih sebagai berikut:

5:00 – 6:00      : Bangun pagi

6:30 – 7:30      : Siap2 ke kantor

7:30 – 8:30      : Perjalanan ke kantor. Pada masa awal2 saya bekerja, saya berangkat kantor naik bis, sepanjang perjalanan saya duduk. Setelah memiliki mobil sendiri, juga sama duduk mengemudi di belakang setir. Sekarang setelah memakai supir pribadi, duduk juga jadi penumpang…

8:30 – 18:00    : Selama di kantor, sebagian besar duduk dan dudukkkkk… berdiri hanya kalau ke kamar kecil atau ambil air minum dan makan siang

18:00 – 20:00 : Pulang kantor, sama seperti berangkat kantor… duduk dan duduk

20:00 – 21:00  : Sesampai di rumah mandi dan makan… duduk di sofa nonton TV…

21:00 – 22:00  : Sebelum tidur, main2 sebentar dengan anak2, dan tidur untuk mempersiapkan ritual keesokan harinya

Itu adalah kegiatan sehari2 dari Senin hingga Jumat…

Hari Sabtu dan Minggu… lebih parah lagi… bukan hanya duduk, tapi ‘ndlosor’ dan ‘leyeh leyeh’ di sofa atau ranjang sepanjang hari.

Rasa2nya… pola hidup saya tidak jauh berbeda kebanyakan kebanyakan orang yang bekerja sebagai karyawan di kota besar, betul tidak?

Nah apakah dengan pola hidup seperti itu, saya kira2 bergerak sebanyak 10.000 langkah seperti yang sering kita baca sebagai rekomendasi hidup sehat?

Dulu saya tidak pernah mengukur berapa banyak saya melangkah dalam sehari, karena saya tidak merasa perlu mengukurnya, dan juga alat ukurnya tidak secanggih sekarang. Saat ini dengan mengantongi Smartphone atau menggunakan Wristband atau Smartwatch, setiap kita melangkah, secara automatis direkan oleh gadget2 itu.

Ketika kemudian saya mulai menyadari perlunya bergerak, saya baru mulai memperhatikan jumlah langkah saya dalam sehari. Saya kemudian mengolah data2 itu dan membuat chartnya seperti berikut:

 

Average Steps per month

Jika pembaca perhatikan chart di atas, sebelum bulan Maret 2018 (awal saya memulai kebiasaan rutin berjalan kaki), rata2 jumlah langkah saya per hari di bawah 4000 langkah. Angka itu sangat jauh dari rekomendasi 10.000 langkah per hari (meskipun sekarang ada yg mengatakan 7500 langkah per hari sudah cukup).

Jumlah rata2 langkah saya baru mulai membaik setelah saya secara rutin jalan pagi.

Bagaimana dengan hari Sabtu dan Minggu?

Chart di bawah ini saya buat dari data harian selama 3 minggu, sebelum saya mulai rutin jalan pagi.

Three Weeks Daily Steps

Secara umum kalau tidak ada acara atau kegiatan luar rumah, weekend, lebih parah lagi, rata2 di bawah 1000 langkah, bahkan sering di bawah 500 langkah saja. Mengapa demikian?

Coba kita bayangkan: pagi bangun, ke wc, terus ke meja makan, terus duduk di meja makan atau selonjoran di sofa, terus berdiri hanya untuk ke toilet atau minum, makan siang, selonjoran atau duduk di meja makan, ke toilet atau minum hingga makan malam dan tidur. Sekali bangun bergerak paling2 berapa puluh langkah, apalagi kalau lagi ngekost… duhhh… cuma beberapa langkah saja. Kecuali ya kebetulan ke mall, atau ke Ancol atau bepergian.

Saya kok yakin pola hidup saya di atas, adalah pola hidup rata2 karyawan di kota besar ya? Kecuali jika pekerjaan yang bersangkutan menuntutnya untuk bergerak kesana kemari, seperti misalnya Salesman, atau karyawan di Supermarket atau karyawan pada level clerical (CMIIW) seperti office boy, satpam, tukang sapu jalan dslb.

Sebagian besar karyawan pada level staff ke atas secara umum lebih banyak menghabiskan waktu di belakang meja, apalagi yang profesinya programmer, designer, adminintrasi, accountant, dan banyak lagi.

Selain kurangnya gerak, saya rasa hobby sayapun rasanya tidak jauh2 beda dengan kebanyakan karyawan kantoran lainnya. Ini saya ketahui dari hasil ngobrol2 dengan karyawan2 di kantor saya. Semisal: membaca buku (anak millenials skr mungkin browsing), terus mendengarkan music (sama lah ini, cuma genre lagunya beda), terus nonton (yakin sama deh… saya juga suka action, drama, anime sampe drakor), dan yang ini 90% sama dehhh… mengunyahhh… alias NYAHO… wkwkwk….

So, jika pada postingan saya sebelumnya ada beberapa penyakit yang juga pembaca derita, dan lifestyle pembaca mirip seperti saya di atas ini… maka pembaca KUDU membaca tulisan saya ini hingga tuntas sampai ke bagian tiga mengenai SLEEPING…

Kalau tidak… silakan pembaca putuskan sendiri untuk lanjut membaca atau tidak…1.2 Miracles of Walking: Life Begin at 40…

Salam,

Guntur Gozali,

http://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Selasa, 7 Juli 2020, 18:00

***000ooo000***

Dear Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s