Lion Air merenggut mimpiku…

 Pertama-tama, ijinkan saya mengucapkan Gong Xi Fa Cai bagi pembaca budiman yang merayakannya, semoga di tahun Kambing ini, Tuhan memberikan berkatNYA yang berlimpah bagi Negara Tercinta kita ini, bagi pembaca dan seluruh keluarga.

Saya semestinya malam ini lagi duduk2 di pinggir pantai Senggigi, Lombok, yang terkenal itu. Sembari menyeruput hot cappuccino, mendengarkan live music dan deburan ombak di tepi pantai…. Ahhhh… betapa nikmat rasanya, apalagi jika ditiup angin pantai yang sepoiii sepoiiii… Namun apa yang terjadi? Saya malah ngeblog sampai jam segini dengan mata pedas karena capek dan ngantuk…haizzz… Semuanya gara2 pertunjukan tidak elok yang dimainkan Lion Air pagi ini. Saya percaya sebagian besar pembaca sudah pernah mengalami apa yang menjadi impian saya di atas itu. Mimpi yang sudah saya tunggu sejak lama, tetapi selalu kandas karena jadwal penerbangan yang selalu tidak berjodoh dengan kesibukan saya. Namun bulan ini, mimpi itu hampir menjadi kenyataan karena kok kebetulan ada long weekend pas perayaan Imlek ini, dan kebetulan pula saya tidak punya acara khusus. Maka jadilah saya arahkan tujuan saya ke Lombok sejak beberapa bulan lalu. Tetapi… apa yang terjadi? Lion Air membuat kacau segalanya. Lion Air merampas mimpi indah yang sudah saya susun sejak berbulan-bulan lalu itu. Lion Air merusak renanca saya bertemu teman2 saya di Lombok. Lion Air mencabik-cabik impian saya menyelam di Gili Trawangan yang terkenal keindahannya ke seantero dunia itu. Arrrggghhhh…. Pagi ini saya bangun pukul 3.30, agak telat karena saya salah perhitungan. Saya segera bergegas bangun memasukkan peralatan selam, drone, dan pernak pernik lain ke dalam tas. Kemudian memacu supir saya supaya ngebut sampai ke airport. Saya tiba di airport tepat 4.30, pas jamnya boarding seperti tertera di tiket. Wuahhh…telat dah saya pikir. Namun untung masih bisa diterima. Setelah menerima boarding pass, saya dan istri saya bergegas menuju Gate 1 Terminal 3. Tetapi setelah melewati Security Checking, saya terkejut, lha kok rameeee buangett… seperti pasar saja. Saya bahkan hampir tidak bisa memperoleh tempat duduk, padahal masih sangat pagi, belum juga pk 5.00. 20150219_052137 20150219_052114 Saya lihat banyak sekali orang bergerombol di dekat meja petugas. Saya masih belum menyadari apa yang terjadi. Setelah memperoleh tempat duduk, saya mendekat ke meja petugas karena tertarik dengan banyaknya calon penumpang yang merubung. Ketika semakin dekat, baru saya tahu ternyata mereka pada marah2 ke tiga orang petugas yang berada di belakang meja. 20150219_053102 Sayapun menanyakan ke calon penumpang terdekat, ada apa gerangan? Eh ternyata mereka adalah juga calon penumpang tujuan Lombok yang… sudah menunggu sejak pukul 20:00 malam sebelumnya. Alamakkkk…. Saya kaget poll2an, masa iya sejak semalam? Lahhhh kalau yang semalam aja belum berangkat, terus saya berangkat jam berapa dong? Terus saya tanya2 lagi apa yang terjadi? “Nggak tahu!” katanya Lohhh kok nggak tahu? Iya ngga tahu kata mereka, tidak ada penjelasan resmi dari pihak Lion Air alasan penundaan selama itu. Hanya ada issue katanya crew nya belum bangun, ada pula yang mengatakan mesinya kemasukan burung, bahkan ada yang mengatakan Pilotnya demo, dll dll… Byuhhh…byuhhhh… Terus diinapkan dimana? Janjinya, katanya, di hotel. Tetapi ternyata mereka hanya diberikan uang pengganti 300 ribu, dan digeletakkn di airport. Jadi mereka tidur seadanya di resto2, di lantai atau di kursi2 di luar waiting room. Busyettt…saya terkejut sekali. Saya lihat memang banyak sekali wajah kuyu, lelah, terutama anak2. Dan… mungkin 20 – 30% adalah wisatawan asing. Aduhhh… malunya… Sayapun kemudian duduk menunggu apa yang akan terjadi. Ibu2 di sebelah saya, dengan tujuan Yogya juga tidak ketahuan nasibnya. Setelah beberapa saat, saya mendengar pengumuman seperti biasa kita dengar kalau ada pesawat yang akan diberangkatkan, tetapi bunyinya jauh berbeda: ”Bapak Erik…bapak Erik… Anda kemana, mana tanggung jawab Anda? Ini penumpang Anda sudah sejak pukul 20:00 tidak jelas nasibnya?” Loh kok bunyinya aneh??? Tidak standard seperti biasanya. Seperti orang lagi nyari temen aja. Saya samperin ke meja petugas, ternyata…petugasnya sudah kabur. Ternyata yang memegang microphone adalah seorang ibu yang sudah tidak sabar lagi menunggu penjelasan pihak Lion Air. Yang diteriaki di microphone tadi adalah nama petugas Lion Air yang kabur itu. Beberapa calon penumpang mulai berteriak-teriak. Tapi tidak ada yang muncul… Kemudian mereka juga memanggil petugas Angkasa Pura untuk memanggil petugas Lion Air, tidak muncul juga… Suasana semakin panas, bahkan beberapa wisatawan asing ikut2an memanggil-manggil petugas Lion Air menggunakan microphone. Yang lebih gila lagi, salah seorang wisatawan asing perempuan mengambil microphone dan berteriak-teriak: F*ck Lion Air… F*ck Lion Air diikuti tepukan tangan calon penumpang lainnya. Fiuuhhh….kacau bener…. Pengumuman airline lain yang tidak mengalami penundaan, selalu di intervensi oleh penumpang Lion Air, sehingga tidak terdengar. Setiap ada pengumuman panggilan boarding dari maskapai lain, selalu diintervensi oleh penumpang yang sudah panas ini, tujuannya supaya tidak ada pesawat yang lain yang berangkat sebelum ada penjelasan dari Lion Air atau pihak Angkasa Pura. Tapi tidak juga ada yang nongol… benar2 kacau… benar2 gilaaa…. Saya menunggu hingga sekitar pukul 8:00, tetap tidak ada petugas yang nongol. Sayapun segera mencari alternative penerbangan lain baik langsung maupun melalui Denpasar, semuanya full. Yah maklumlah hari libur Nasional dan pas long weekend pula. Jadi gimana ini? Saya pikir kalau sampai saya di delay seperti pesawat malam sebelumnya, bisa kacau schedule saya di Lombok. Saya harus mencoba go show ke Citilink atau Garuda atau Air Asia, paling tidak saya harus mendekat ke Denpasar, pikir saya. Tapi bagaimana dengan koper saya yang sudah masuk bagasi? Duhhh…. Bagaimana kalau sudah kadung masuk pesawat?? Sayapun segera bergegas ke counter depan. Tergopoh-gopoh saya ke counter depan untuk menemukan pemandangan yang luar biasa. Calon penumpang pesawat berikutnya antri panjang sekali. Mereka rata2 berdiri dengan pandangan bingung, karena petugas counter juga tidak ada…. 20150219_062620 Mereka juga kabur…. Jiahhhh… Saya segera mencari orang yang bisa mengeluarkan koper saya. Beruntung masih ada beberapa orang yang masih berjaga-jaga, sepertinya security. Sayapun meminta tolong untuk dicarikan koper yang sudah masuk. Untung beliau bersedia mencarikan. Setelah menunggu hampir 30 menit lebih, karena mereka harus membongkar tumpukan koper, akhirnya saya bisa mengambil ketiga koper yang saya masukkan bagasi. Dan… dibelakang saya antri calon penumpang yang juga berpikiran sama. Fiuuhhhh…. Setelah memperoleh semua koper, saya ke Air Asia, fullll…. Saya pindah terminal ke Citilink… full…. Ke Garuda…fullll….. Haizzz…. Yang ada hanyalah pesawat malam, tiba di Denpasar malam sekali. Sementara saya belum juga memperoleh hotel di Denpasar. Duhhh…. Setelah terduduk di Café Olala…memutar otak… menghitung2 untung rugi… ditambah istri yang sudah kehilangan semangat dan kata2nya yang mengingatkan wejangan orang tua saya yang selalu mengatakan: “Kalau sincia (Imlek) jangan pergi2 jauh, di rumah atau ke rumah kerabat saja”. Akhirnya… saya putuskan membatalkan keberangkatan saya. Saya balik ke rumah, beristirahat sebentar, menelpun seluruh sanak keluarga, dan akhirnya menonton 3 film dari siang hingga malam tadi… wkwkwkwkwk…. Saya bersyukur bahwa saya masih bisa pulang, beristirahat, dan menonton bioskop. Tetapi banyak sekali yang sangat dirugikan oleh kejadian ini. Saya sendiri tidak tahu apakah tiket saya masih bisa saya claim, yang pasti sewa mobil – hilang, biaya selam – hilang, sewa kamar di hotel yang lumayan bagus – hangus, rencana – berantakan, emosi – at the top. Berapa tuh kerugian saya? Sementara yang lain, selain tiket dan hotel, mungkin kehilangan kesempatan bertemu orang yang mereka sayangi. Atau kehilangan pekerjaan karena harus bertemu dengan calon clientnya. Atau kehilangan kesempatan menikmati acara yang mereka atur jauh2 hari seperti saya. Yang lebih mengenaskan adalah wisatawan asing. Saya kasihan sekali membayangkan apa yang mereka alami. Mereka sudah datang jauh-jauh, mungkin ketinggalan acara di Lombok yang mungkin pula hanya bisa mereka datangi sekali seumur hidup. Atau terpisah dari teman atau group acara di Lombok, dll dll. Dan…sayanya terus terang maluuuu sekali. Mereka berteriak-teriak memaki-maki Lion Air, maskapai miliki bangsa ini, tapi tidak bisa saya bela karena memang bersalah. Dan yang saya khawatirkan adalah cuitan mereka nanti memaki-maki INDONESIA (bukan Lion Air) yang airline nya brengsek. Haizzz… Pertunjukan yang ditampilkan oleh Lion Air pagi ini luar biasa buruk, memalukan, memuakkan, sangat tidak professional dan merugikan calon penumpang dan nama bangsa ini. Mbok ya ada penjelasan gitu kek. (Saya hingga saat ini blm sempat membaca berita di media online atau electronic, jadi blm tahu penyebabnya) Kami semua masih amat sangat membutuhkan Lion Air, yang memberikan pilihan baru di dunia penerbangan, namun janganlah motto ”Murah kok minta selamat” dipakai. Kenakanlah biaya yang sepantasnya namun dengan pelayanan yang terbaik yang bisa Lion Air berikan. Semoga management Lion Air bisa memperbaiki kejadian yang sudah berulang kali terjadi ini, agar menjadi asset bangsa yang membanggakan. Update Jumat, 20 Feb 2015: Pagi ini ternyata pemberitaan Lion Air ramai dimana2 bahkan saya baru saja menyaksikan berita penyanderaan petugas Lion Air yang dilakukan oleh calon penumpang di Cengkareng. Calon penumpang yang marah juga berusaha merusak kantor Lion Air disana. Saya prihatin dengan semua kejadian ini, sebenarnya petugas itu tidak tahu apa2😦. Mereka hanya petugas partai…eh kok ikut2an politik, mereka hanya petugas lapangan yang tahunya memeriksa tiket. Semoga calon penumpang yang marah tidak sampai melakukan hal2 yang membahayakan mereka. Semoga teman2 yang sekarang lagi emosi tidak melakukannya. Duhhh… Lion kok begini😦. 20150220_083030

Update Jumat, 20 Feb 2015, pk 12.20:

20150220_091207 20150220_113300 20150220_113411 20150220_113415 20150220_113609

Salam,

Guntur Gozali,

Jakarta, Kebon Jeruk, Kamis, 19 February 2015, 23:55

http://www.gunturgozali.com

http://gunturgo.wordpress.com

11 thoughts on “Lion Air merenggut mimpiku…

  1. Pertama-tama Gong Xi Fa Chai, selamat Tahun Baru Imlekdulupak🙂
    LION = Late Is Our Nature
    saya juga kuapok poll sama maskapai ini.. kalo gak bener2 terpaksa saya ogah naik Lion.
    pernah delay > 5 Jam. dan petugasnya ngilang.. sangat gak profesional. saya juga sebenernya kasihan liat petugasnya dimaki-maki oleh penumpang, sampe akhirnya mereka cari aman dengan “ngumpet” demi menghindari stress dan tekanan psikologis kali yak… hahahaha. yg jelas management Lion emang parah..

    • Gong Xi Fa Cai juga Victor.
      Saya baru tahu tuh singkatannya seperti itu wkwkwk… ada2 aja…
      Sebenarnya sudah berusaha habis2an menghindari naik LA, tapi schedulenya paling banyak dan paling pas, jadi ya terpaksalah saya pakai LA.
      Next time harus lebih keras lagi untuk menghindarinya….hehehehe…

  2. Sangat tifak profesional. seharusnya manajemen lion air menjelaskan sejujurnya apa yang terjadi. Saya pernah mengalami delay 8 jam, akhirnya diinapkan di Hotel , diterbangkan esok harinya + kompensasi 300rb, Untungnya itu pas perjalanan pulang dari Kupang mau ke Jakarta sudah sempat menikmati diving di Alor.

    • Penumpang yang sudah terlantar malam sebelumnya menceritakan, ketika di Gate mereka disuruh ke counter untuk mengurus penginapan. Sesampai di counter, petugas sana bingung gak ngerti apa2… Kacau… akhirnya mereka tidur2an di lantai itu…
      Kalau masih sempat diving di Alor, ya lumayan lah ya wkwkwk… saya baru sempet mimpi aja hehehehe…

      • Gong Xi Fa Cai Guntur,
        Aku msh beruntung kali, tgl 10 Feb lalu dpt sms dr Lion, bhw pswtku Jkt-Srg tgl 13 feb JT 502 jam 15.30 diundur jadi JT 514 jam 16.50, info lbh lanjut hub-i call center 63798000.

        Wkt aku hub-i call center dijwb alasan operasional, wkt saya tanya apa ada kerusakan pswt, dijwb ya ( agak lupa ), saya tanya apakah ada refund sisa karena JT 514 lbh murah drpd JT 502 dijwb tidak ada dan wkt hari H saya diruang tunggu dengar pengumuman jam 15.25 bhw para penumpang JT 502 jurusan Srg dipersilakana naik ke pswt dan wkt saya tanya kpd staf LIon diruang tunggu, dijwb kurang tahu.
        Berarti saya dan bbrp penumpang diboongi.
        Pranata

        • Gong Xi Fa Cai pak Pra.
          Tapi bapak gak mengalami kejadian yang kemarin kan ya? Sepertinya info2 yang mereka sampaikan itu asal njeplak aja, jadi bukan informasi sebenarnya. Yang penting penumpang dijawab. Makanya antara petugas satu dengan yg lain tidak nyambung.

          Btw, sampai detik ini, masih ratusan/ribuan calon penumpang yang kebingungan. Yang heran, tidak ada management LA yang muncul😦.

          Salam,

  3. Gong Xi Fa Cai Pak..
    wah ternyata bapak juga calon penerbangan Late Is Our Nature ini
    saya cuma mengikuti di berita ada yg terancal batal menikah ada yang kehilangan kesempatan bisnis dan ternyata yang seperti bapak gagal liburan…
    Yah memang mengenaskan pak Rusdi Kirana tidak berani menampakkan batang hidungnya.. tidak ada staff yang berani menenangkan massa.. tidak informatif
    saya bandingkan dengan air asia yang mengalami peristiwa naas sebelumnya, bos nya langsung turun tangan dan tanggung jawab tanpa ada yang menuntut kehadirannya lebih dulu
    Padahal tragedi ini sudah sejak tanggal 18
    Ya sudah pak selalu ada kesempatan lain
    Mungkin dengan di rumah saja bisa kumpul keluarga dan saling berimlekan ria bersama sanak saudara.. hehehe

    Kalau saya semenjak penerbangan ke jogja yg cm ditempuh 50 menit saja sudah membuat saya menunggu 6 jam delay dan belum lagi waktu buat ke bandara dan nunggu di ruang tunggu sejak saat itu saya sudah menutup hati untuk maskapai ini hehehe

    • Gong Xi Fa Cai, Peppy semoga kamu gak banyak makan kambing guling tahun ini ya…inga…inga…cholesterol🙂

      Saya setuju dengan kamu, seharusnya pak Rusdi tampil meminta maaf, paling tidak itu yg harus dia tunjukkan sebagai seorang pemimpin besar. Ini boro2 pak Rusdi, seorangpun tidak ada yg nongol dari management Lion Air. Mungkin lagi sibuk ngumpulin angpao🙂.

      Saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin menghindari LA deh, lewat jalan lain aja deh wkwkwk…

      Salam,

  4. Gong xi ko Ciali & Ci De.. Turut berduka utk kondisi liburannya 😂😂😂
    Memang utk soal delay ini Lion Air koq sdh berkali-kali masih aja blm ada perkembangan. Kali ini kayanya puncaknya sampai liat di berita aturan kemenhub ttg kompensasi aja ga bisa dipenuhi (beberapa yg dapat itu ditalangin sama Angkasa Pura!!!)
    Memang kasihan terlebih orang2 yg mau nengok keluarga, wisman yg mgkn ga pny kesempatan utk ke Lombok lg spt yg ko Ciali ceritakan di atas.
    Memang sepertinya manajemen disaster recoverynya buruuk sekali. Satu flight cancel/bermasalah lgsg efek domino ga ada abisnya, lebih sedihnya ada dugaan penjualan tiket MELEBIHI jumlah kapasitas.
    Semoga ada berkahnya bagi kita semua. Salam n GBU

  5. Memang brengsek mereka. Mau uang penumpang saja pelayanan gak ada perbaikan. Mereka boleh delay penumpang minta reschedule mesti harus bayar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s