Do you really need a Smart TV?

Saya sebenarnya sudah lama ingin menulis mengenai hal ini karena gencarnya iklan LED/LCD TV di semua media yang membuat banyak konsumen termasuk saya kebingungan memilihnya, sampai kemarin salah satu pembaca setia saya Ellen menanyakan hal ini.

Saya pikir saya perlu share alasan saya memilih TV yang mungkin bisa berguna bagi pembaca yang mungkin sedang bingung membeli TV baru atau mengganti yang lama karena godaan luar biasa dari produsesn TV raksasa seperti Samsung, LG, Sony, Toshiba, Panasonic dll.

Sejak beredarnya TV layar tipis dengan teknologi LED/LCD/Plasma, pasar televisi Tabung langsung menyusut, bahkan rasanya saya sudah tidak melihat lagi TV jenis ini di pasaran, semuanya sudah digantikan oleh ketiga jenis TV layar tipis ini.

Persaingan sengit di TV layar tipis menyebabkan produsen2 TV saling berlomba mengeluarkan TV dengan fitur2 yang luar biasa innovativenya. Mereka membenamkan semua teknologi terkini ke perangkat yang dulu hanya untuk menonton acara TV. Sekarang TV layar tipis sudah dilengkapi dengan akses internet, 3D, hi-def, media player, yang bahkan sayapun bingung untuk menggunakannya🙂.

Fitur2 ini , selain juga bertambah lebarnya layar, membuat harganyapun melambung tidak karu2an. Sebagai salah satu penikmat teknologi, beberapa bulan yang lalu saya juga sempat bingung memilih TV yang mana yang harus saya beli. Paling aman, saya beli saja yang fiturnya paling lengkap, yang tentu saja harganya juga paling mahal, bereskan?

Tapi…setelah melakukan komparasi harga, fitur dan bernegosiasi dengan “keinginan” alias nafsu mau paling wahh…akhirnya saya bisa menentukan pilihan yang menurut saya terbaik saat ini. Dan saya akan share pertimbangan saya ini, yang mudah2an cocok dengan pemikiran pembaca yang saat ini bingung memilih TV TERBAIK yang kudu dibeli.

Salah satu fitur utama yang menyebabkan harga TV yang satu dengan yang lain berbeda jauh adalah 3D. Fitur ini adalah fitur andalan produsen TV yang paling gencar dipromosikan. Ada 2 macam teknologi 3D yang sedang berperang hebat di pasaran, yang satu aktif, satunya lagi passif. Silakan cari sendiri di internet apa bedanya.

Yang ingin saya bahas disini adalah apakah pembaca benar2 perlu fitur ini? Karena fitur ini merupakan fitur kunci penentu harga TV yang akan kita beli. Saya tadinya mensyaratkan TV yang saya beli harus bisa akses internet, harus bisa 3D, harus bisa wifi, harus bisa jadi media player yang merupakan fitur2 dari sebuah Smart TV. Namun kemudian saya berpikir, berapa persen kah fitur2 itu akan saya pakai, terutama 3D.

Saya berulang kali mencoba 3D di beberapa toko elektronik, tetapi ternyata masih kurang nyaman dipakai, sama seperti hasil survey yang pernah dilakukan lembaga research. 3D di Home Theater saya juga jarang saya pakai padahal awalnya sangat bersemangat memasangnya. So, kalau pembaca bisa membuang fitur 3D ini dari keinginan pembaca, maka dengan dana yang sama kita bisa memiliki Super SmartTV.

Mau tahu rahasianya?

Coba perhatikan harga salah satu merek TV berikut, saya ambil contoh TV Sharp, saya pakai harga di galerielektronik.com per hari ini tanggal 1 Sept 2012. Sharp 60” type LC60LE830M dengan fitur 3D harganya Rp. 30.779.000,-, sedangkan barang yang sama minus 3D type LC60LE630M harganya Rp. 20.399.000,-

Lumayan kan bedanya?

Dengan perbedaan sebesar itu, kita bisa membelanjakan sisanya untuk membeli Mac Mini seharga USD 599,- dan menggunakan layar 60” sebagai displaynya, mantap kan😀. TV + Mac Mini, saya jamin jauh lebih smart daripada Smart TV manapun juga.

Atau coba compare harga Smart TV Samsung ukuran 55” type UA55ES8000 seharga Rp. 41.799.000, bandingkan dengan Sharp 70” type LC70LE735 seharga Rp. 43.559.000,-. Tidak beda jauh ya? Coba sandingkan kedua TV itu, wahhh… yang 70” jauhhhh lebih gagah…lebih mantappp…lebih cuantikkk boookk🙂.

Jadi intinya, cobalah pikirkan kembali, how smart you want your tv would  be? Perlukah sudah embedded di dalamnya, atau lepaskan dalam sebuah PC terpisah, yang benar2 super smart🙂. Lagian nanti setelah terpasang di kamar atau ruang tamu, TV ya dipakai untuk menonton siaran TV kok, kalau kita mau browsing dan lain lain, kita akan meraih notebook juga, jadi buat apa fitur super canggih yang malah bikin pusing pakainya wkwkwkwk…

Tentu saja pertimbangan saya ini berdasarkan cost and benefits analysis, kalau uang tidak masalah, ya belilah the Smartest available, habis perkara🙂.

So selamat berbelanja TV baru🙂.

7 thoughts on “Do you really need a Smart TV?

  1. Saya setuju dengan pendapat Pak Guntur. How smart TV you WANT to choose it’s depend how smart you to choose what you NEED. Nilai ekonomis itu pasti jadi pertimbangan juga. Berbeda ukuran layar sedikit harga langsung melejit. Fitur TV sekarang dibagi menjadi kombinasi antara TV LED+3D+SmartTV, tinggal pembeli menentukan mana yg paling dibutuhkan karena berbeda fitur perbedaan harga jg terasa cukup jaug. Menurut saya sih fitur 3D biarpun sekarang masih belum dibutuhkan, but it deserved to reserved. Kalau untuk fitur SmartTV masih bisa ditutupi dengan media player2 eksternal seperti avermedia, wd media player, xtreamer. Harga lebih murah. Keuntungannya menggunakan media player eksternal, upgrade software lancar, hampir semua tipe encoding audio dan video disupport, di beberapa device ada fitur android, dan content management.

    Kalau pilihan saya ada pada LG karena punya MCI dan DPI yang tinggi juga teknologi 3D nya sangat memukau. Bedanya 3D aktif dan pasif terletak di beberapa hal, terutama kalau 3D aktif masih menggunakan beterai, sedangkan yg pasif sudah tidak diperlukan. 3D aktif dipakainya tidak enak karena lebih berat. Jadi, keputusannya dikembalikan ke masing2 orang, membandingkan langsung ke ES/BD mungkin lebih meyakinkan. Saya sering chellege sales samsung tv di ES/BD, mereka mengakui kalah sama TV LG hahaha

      • Topik soal TV ini kayaknya makanannya kaum adam, bukan wadam . Teman saya yg Apple freak juga mengusulkan yg sama.. Apple mini + TV . Namun, bukannya internet TV makin lama makin santer? Bukankah the next TV generation sudah memiliki Apple mini features itu didalamnya? Kalau memang iya yg ngak jelas kapan launching nya?

        YG dimaksudkan dengan Apple or computer features :
        1. Bisa record TV program
        2. Memiliki database movies no more DVD
        3. High Definition
        4. Bisa do anything that you do with your computer , browsing, play utube, etc
        5. Bisa lihat poto2
        6. Bisa running application
        7. etc…..

        Kalau iya, jadi nunggu smart TV atau masih lama?

        Ed

        • Malam Om Ed, sampeyan ini memang benar2 sudah terbenam di tumpukan saham ya🙂. Itu yang namanya Smart TV, yang dikau list featuresnya, sudah ada lama di Best Denki atau Elektonic City or Electronic Solutions.
          Justru banyak yang bingun, apakah perlu beli Smart TV dengan features seabrek itu? I said, better beli model yang standard, plus beli Mac Mini, akan jauh lebih Super dari Smart TV di pasaran, as long as tidak butuh 3D. Begicuuu….:)
          Jadi gak usah nunggul, langsung mampir ke BD/ES, langsung bawa pulang deh🙂.
          GBU

  2. Katenya Mac MIni + dumn TV jauh lebih Smart dari SmartTV manapun juga.

    Jadi, paket kombinasi Mac mini + dumn TV bisa dapet feature2 computer & TV yg sama spt yg ada di smart tv , dengan layar screen yg lebih besar, minus 3D …….di harga yg lebih murah by about 10%. Ternyate , features yg ada di Mini Mac itu juga lebih dasyat.

    Kalau mau record tv program pada hari dan jam tertentu itu apakah mudah untuk melakukanya di Smart TV ? Apakah juga mudah dengan Mini Mac? Atau mesti beli application for it dan wrie connection dari 1st Media decoder mesti dirubah ke MAC nya dulu baru ke TV, apakah juga perlu tambahan connector?

    Lantas soal ukuran TV 60 inch itu apakah benar harus juga disesuaikan dengan jarak pandang. Maksudnya , jarak pandang 4 meter ke TV 60 inch lama2 bikin pusing karena terlalu dekat.

    • Iya betul, Mac Mini + dumb TV = Smartest TV.
      Utk tv recording, sy kok gak tahu apa fitur ini ada di Smart TV di pasaran, mungkin krn I don’t really care, karena sudah pake Panasonic DVD Player yg ada recordernya, bisa juga pakai Archos.
      Kalau mau pake Mac Mini sebagai recorder perlu beli external tuner sebagai input ke Mac Mini, jadi tidak pakai tuner dari TV nya. Kira2 begitu Om Ed.
      Jarak pandang ke layar TV banyak diulas di internet, tetapi yang paling enak adalah mencoba sendiri di show room. Itu paling sipp🙂.
      GBU Om Ed🙂

      • Good that you bring up the Mac Mini alternative again which I need to look more into it. Udah ngebet sih pengen bisa access macam2 di TV dari pada mesti ke PC. Mau lihat Photo anytime di layar TV yg besar, mau lihat chart, mau nonton pilem high definition…. TV saya masih LCD 37″ semua sales counter dari semua merek selalu bilang, jarak pandang yg pendek akan membuat puyeng bila screen TV nya kebesaran. Tapi kalau lihat TV temen2 koq pada besar2 di ruangan yg ngak gede dan ngak ada yg complaint pusing.

        Saya punya merek Sharp karena nurut selera mata saya, color tone nya “adem”, sedangkan Korean TV setting color tone nya too bright. Sharp juga punya on site service selama 3 thn dan beneran tahun saya call hari ini besok nya datang.

        Cuman denger2 dari berita, Sharp akan mundur dari jualan TV retail, dia hanya akan jadi supplier LED panel saja ke perusahaan2 yg punya merek sendiri.

        Kalau ke mal, LG showcase positioning nya mencolok, Samung yg rada ngumet.
        Kalau bicara dengan marketing Samsung di head office yg kebetulan ada kenalan, dia bilang, technology Samsung selalu lebih dulu dari LG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s