Diving: bahaya decompression sickness

Pada tulisan saya sebelumnya, saya menceritakan mengenai dua pengalaman yang tak terlupakan dari akitifitas penyelaman saya, pengalaman yang cukup menakutkan sebenarnya. Namun selain beberapa hal yang sudah saya ceritakan itu, ada beberapa factor lain juga yang perlu kita perhatikan seperti misalnya karang / binatang laut yang mungkin berbahaya, arus, ombak dan apa yang disebut dengan nitrogen narcosis dan decompression sickness (DCS).

Saya sama sekali tidak pernah mendengar istilah ini sebelumnya, hingga saya mengambil sertifikasi diving. Setelah memperoleh penjelasan dari instruktur mengenai hal ini, baru saya sadar bahayanya. Beberapa diveshop di daerah wisata seperti Bali, menawarkan paket kilat diving. Hanya dengan penjelasan 30 menit, kita sudah bisa mengalami pengalaman menyelam layaknya divers professional.

Beberapa teman saya pernah bercerita dengan bangga bahwa putera atau puteri mereka sudah pernah diving. Saya terkejut mendengar hal ini, padahal saya tahu mereka tidak pernah mengambil sertifikasi diving. Namun setelah dijelaskan akan adanya diveshop yang menawarkan paket kilat diving barulah saya mengerti kok tiba2 bisa diving. Menurut saya tanpa pengetahuan memadai, sebaiknya tidak melakukannya meskipun dikatakan akan didampingi dive master super pengalaman.

Udara yang kita sedot melalui mulut dari tanki udara terdiri atas kurang lebih 79% Nitrogen, dan 21% Oksigen. Pada kedalaman mendekati 30m di bawah permukaan laut, Nitrogen mempunyai efek meracuni tubuh, yang bisa menyebabkan penyelam mengalami Nitrogen Narcosis. Katanya pengaruhnya mirip seperti orang kena narkoba gitu, dengan tanda2 gerakan tidak terkoordinasi dengan baik, dan kesulitan di dalam mengambil keputusan yang nalar. Gejala ini bisa menyebabkan kepanikan, namun juga bisa hilang sendiri setelah penyelam mengurangi kedalaman penyelaman.

Selain itu, semakin dalam dan semakin lama kita menyelam, semakin banyak pula Nitrogen yang merasuk ke jaringan tubuh. Tubuh kita tidak memanfaatkan Nitrogen ini,  sehingga harus dikeluarkan oleh tubuh. Pada saat kita mulai naik ke permukaan, dimana tekanan air berkurang, maka kelebihan Nitrogen di tubuh akan pelan2 keluar pula. Oleh karena itu pada saat naik ke permukaan dilarang keras ngebut karena bisa menyebabkan Nitrogen tertinggal di jaringan tubuh kita dan mengakibatkan apa yang disebut dengan Decompression Sickness tadi (DCS).

DCS ini bisa menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang di sambungan tulang, menimbulkan rasa “baal” ringan hingga sedang, lumpuh, pusing, keseulitan bernafas hingga pada kasus tertentu menyebabkan kematian😦. Oleh karena itu, pada saat naik ke permukaan harus pelan2, bahkan pada kondisi tertentu kita harus melakukan “safety stop” di kedalaman 3 – 6 meter biasanya di kedalaman 5 m, untuk memberikan kesempatan tubuh mengeluarkan Nitrogen itu.

Selain itu pula, perlu diingat, setelah melakukan diving pada kedalaman tertentu, untuk alasan yang sama, yaitu karena tertinggalnya Nitrogen di jaringan tubuh kita, maka kita TIDAK BOLEH naik pesawat udara dari minimum 12 jam hingga bahkan 24 atau 48 jam setelah penyelaman terakhir. Jadi siap2 untuk spare 1 atau 2 hari di lokasi kita melakukan penyelaman. Tidak seperti main golf, yang bisa terbang pagi, main golf terus sampai sore, terus malamnya terbang lagi balik Jakarta🙂.

Pada awal2 penyelaman saya, saya tidak bisa mengendalikan diri di kedalaman laut. Untuk bisa mengapung di dalam laut, kita harus mahir mengatur udara di BCD (Buoyancy Control Device) yang bentuknya seperti jaket penyelamat itu, caranya adalah dengan mengatur udara didalamnya, serta juga mengatur udara di paru2 kita. Karena belum mahir, maka tubuh saya naik turun di dalam laut.

Jika saya tambah udara di di BCD, maka saya akan naik, saya buang udaranya saya akan tenggelam. Penambahan dan pengurangan udara pada kedalaman tertentu, memberikan hasil yang berbeda karena perbedaan tekanan udara. Oleh karena itulah, saat dimana saya berhenti di 5 m, di safety stop, saya tidak bisa berhenti, tapi langsung muncul ke permukaan. Setelah saya buang udara di BCD, saya meluncur tenggelam tanpa terkendali, mirip seperti yo yo begitulah wkwkwkwk…

Oleh karena itu, menyelam tanpa pengetahuan dan persiapan yang baik, sangat tidak saya sarankan, apalagi ikut2an paket kilat menyelam segala….welehhh…jangan deh…

Namun sekali lagi, jika kita sudah siap, semua akan menjadi sangat indah..

So, Go Dive :)….

3 thoughts on “Diving: bahaya decompression sickness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s