Ambil hakmu dan tinggalkan yang bukan..

Kurang lebih sebulan yang lalu ketika sedang menyapa putera saya, Ivan, di US melalui BlackBerry Messenger, saya terkejut kok tumben2nya dia sudah berada di kantor pada pukul 8 pagi, padahal jam kerjanya flexible dan rata2 karyawan di Ebay.com, tempat dia mengambil internship selama 3 bulan, baru mulai ramai berdatangan setelah pukul 9:30.

Spontan sayapun menanyakan keheranan saya itu, karena jarak tempuh dari apartment dia ke Ebay.com paling2 sekitar 15 menitan. Tidak tahan dengan rasa ingin tahu saya, maka saya tanyakan ke dia: “Tumben Van, kok jam 8 sudah di kantor?”

Ehhh…sembari cengengesan dia menjawab: “Iya pa, biar uang sakunya nambah…wkwkwkwk”. Maksudnya, kalau masuk lebih pagi dan pulang lebih malam, dia bisa claim jam kerja lebih lama, thus bisa nambahin gaji yang dia terima. Sebagai karyawan intern (magang), perusahaan di US membayar intern secara jam2an, dengan rate yang kalau ditotal selama sebulan bisa membuat mata terbelalak😛.

Saya bukannya senang, saya malah mulai naik darah, kemudian saya tanya lagi: “Emangnya kamu ada project atau kerjaan yang belum selesai kah?”. Dia jawab: “Nggak sih, cuma research2 aja, sekalian browsing2 facebook dan balasin email teman”.

Hmmm…alih2 memancing rasa humor saya, saya malah ngomel panjang pendek. Meskipun mungkin hanya jawaban asal “njeplak” alias sebukanya mulut,  tetapi saya tidak senang ide memanfaatkan jam kerja untuk menambah penghasilan seperti itu. It is not a good joke.

Sayapun memulai kuliah paginya dan saya katakan: “Papa gak suka kamu punya pikiran seperti, even guyon sekalipun. Kalau kamu harus masuk pagi atau pulang malam karena memang tuntutan kerjaan, kamu boleh claim itu. Tetapi kalau kamu lembur tidak ada urusannya dengan kerjaan, tapi malah melakukan kegiatan yang bersifat pribadi, sepeserpun tidak boleh claim!!”

“Ya, ya pa, Ivan ngerti. Kan cuma guyon..”, begitu jawabnya.

“Ya, pa percaya kamu tidak akan lakukan itu. Tetapi don’t ever let that idea cross your mind. Kamu tidak akan lebih kaya dengan memanipulasi jam kerja seperti itu. That’s not the way untuk memperoleh penghasilan lebih besar, you shoud use your brain, creativity, innovation with integrity. Dan kalau sampai itu kamu lakukan, you are not better than a corruptor, in fact you’ll soon be the one”, imbuh saya.

Masih belum puas, saya  tambahkan lagi “Claim atau kalau perlu rebut, kalau memang itu hak kamu, tapi jangan sekali-sekali mengaku-aku punyamu kalau bukan!” omel saya mengakhiri kuliah

“Yes boss, Ivan ngerti kok, wkwkwkwk”, katanya masih cengengesan.

Huuuhhhh….saya menghela nafas panjang, saya amat bersyukur hal ini terjadi di depan mata dan kepala saya sendiri (lewat BB maksudnya :)). Karena meskipun kita sudah membekali anak2 dengan segala nilai2, namun pengajaran yang paling tepat adalah ketika mereka mengalami sendiri, dan kita berada disampingnya masukan.

Saya tidak tahu apakah pembaca setuju dengan nilai yang saya ajarkan di atas, tetapi paling tidak orang tua saya mendidik saya seperti itu.

Bagaimana menurut pembaca, apakah salah teguran saya ke putera saya itu?

Jika pembaca merasa apa yang saya tulis berguna/bermanfaat, just click Like that you agree with it. I know you are very busy, hope one click won’t take a lot of effort. Tq🙂

5 thoughts on “Ambil hakmu dan tinggalkan yang bukan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s