Rakyat vs Parpol ???

Akhirnya…berita yang ditunggu-tunggu warga Jakarta muncul juga, setelah berulang kali merefresh detik.com dan kompas.com, muncul juga berita dukungan PKS terhadap pasangan Foke-Nara.

Seperti yang kita ketahui semua, cagub yang diusung PKS yaitu Hidayat dan Didik meraup sekitar 11.7% suara, merupakan peringkat ketiga pada pemilihan Cagub DKI Tahap I. Oleh karena itu kedua pasangan kandidat Foke-Nara dan Jokowi-Ahok sangat berharap bisa merangkul PKS untuk pemilihan tahap kedua tanggal 20 September mendatang.

Rasanya hampir semua mata dan telinga sedang menantikan keputusan PKS ini termasuk saya juga, karena pertempuran di babak kedua ini akan jauh lebih ramai lagi. Bahkan si SARA yang gak salah apa2pun sampe ikut rame2 diberitakan, dan dijadikan bulan2an atau bahkan dijadikan kambing hitam.

Saya sebelumnya memang sudah menduga bahwa si SARA akan dijadikan bulan2an, namun sama sekali tidak menduga akan sekasar yang terjadi saat ini. Dan tepat pada pukul 14:58 WIB, Sabtu, 11/08/2012, detik.com mempost berita berjudul: PKS Resmi Dukung Foke-Nara Pada Pilgub Putaran Dua.

Akhirnya….lengkap sudah dukungan yang diterima pasangan Foke-Nara. Lengkap sudah seluruh parpol yang tersingkir di babak pertama ramai2 mendukung Foke-Nara, tidak ada satupun limpahan suara yang mengalir ke pasangan Jokowi – Ahok.

Hmmm…terus terang saya kecewa.

Sebelum posting di detik.com itu dipublish, saya sudah mengikuti  beberapa berita mengenai issue2 merapatnya PKS ke Foke-Nara, dan menarik dilihat adalah ratusan komentar pembaca yang kocak2 hampir semuanya mengharapkan PKS merapat ke Jokowi-Ahok. Dan begitu muncul berita mengenai kemungkinan besar PKS merapat ke Foke-Nara, langsung komentar pembaca tampak sekali tidak senang, mulai dari yang sopan, kasar, bahkan lucu berhamburan keluar, bahkan dari pembaca yang mengaku pemilih PKS dulu.

Hal ini memancing komentar dari sebagian pengamat politik yang diberitakan oleh Kompas.com sbb: “Sebagian pengamat politik mengingatkan agar elite partai memperhatikan aspirasi akar rumput. “Jika tidak, maka akan merugikan partai sendiri. Ini momentum partai untuk memperbaiki citranya. Sekaligus dapat dipakai untuk mempertegas identitas PKS yang semakin dipertanyakan,” kata dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago, Sabtu (11/8/2012) kepada Kompas di Jakarta.”

Apakah PKS sudah memperhatikan aspirasi akar rumput? Akar rumput yang mana? Menurut saya tidak, karena menurut saya komentar2 yang muncul di detik.com dan kompas.com bisa menggambarkan bagaimana harapan akar rumput, yaitu warga internet Indonesia. Hampir semua, bisa saya katakan, hampir 90% mungkin lebih berharap PKS merapat ke Jokowi-Ahok.

Namun ternyata kenyataan berkata lain…dan akhirnya warga internet mulai mengumandangkan peperangan antara Rakyat vs Parpol. Meskipun sebenarnya Jokowi-Ahok juga didukung oleh parpol Gerindra dan PDIP, namun rupanya warga internet percaya bahwa Jokowi-Ahok akan bisa mentralisir parpol di belakangnya.

Hati nurani saya sendiri masih percaya, jika Jakarta dipimpin Jokowi-Ahok, akan terjadi perubahan nyata daripada apa yang telah saya alami selama 5 tahun ini. Saya percaya Foke-Nara merupakan putera bangsa terbaik, namun kesempatan 5 tahun sudah pernah saya berikan ke beliau tanpa saya merasakan impactnya. So, kita tidak ada salahnya memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Jokowi-Ahok yang menurut perasaan saya tetap akan menang, bahkan mungkin menang mutlak.

Jokowi sendiri ketika ditanya komentarnya mengenai PKS dukung Foke ini dia mengatakan “Ya, nggak apa2”, saya bayangkan dia mengatakannya  dengan wajahnya yang polos itu, yang telah menarik hati sebagian besar warga Jakarta, termasuk saya.

YA, NGGAK APA2, Pak, tenang aja. Saya percaya masih rakyatlah yang menentukan kemenangan, bukan parpol… Oya pak, kalau bapak sumpek, baca aja komentar2 di detik.com dan kompas.com, saya jamin bakal terhibur dengan kekocakan pendukung sampeyan, kocak, lucu dan menghibur wkwkwkwk….

So, what do you think, friends? Hellooo, am I alone here?

4 thoughts on “Rakyat vs Parpol ???

  1. Hey Lie, Aku baru sempat baca tulisanmu ini. Sekarang coba kasih komentar pakai bahasa Indonesia. Aku coba nulis blog pakai bahasa Inggris… nggak selesai-selesai satu tulisan – mesti di edit lagi sama anakku

    Betul bahwa Jokowi Ahok menawarkan solusi yang sangat positif dengan modal integritas mereka berdua. Nah, sekarang menjadi tugas penduduk Jakarta dengan KTP Jakarta untuk mencoblos nomor tiga.

    Dengan dukungan partai seperti ini, masyarakat sudah jelas-jelas diabaikan, tetapi saya sangat khawatir dengan manipulasi suara dan pembelian suara dari masyarakat… ditambah dengan pembodohan luar biasa dari koalisi \”incumbent\” (note apakah terjemahan incumbent adalah petahana??)

    Ada satu posting yang saya baca yang sangat mengkhawatirkan karena liciknya: \”Saya sangat menyayangi Jokowi Ahok, untuk itu kita rame-rame tusuk kumisnya Foke biar kalah dia\” Very,very dangerous.

    So, my friend, because I do not have KTP DKI, it is your responsibility to mobilize the \”golput\” to vote for JB. You, the Jakartans, cannot let JB lost in this pilkada. It will be disastrous for Jakarta and for Indonesia.

    I could only support you for afar my friend. You and whatever network that you have must take active part to support JB. I see no other alternatives for now.

    Santoso, Toronto

    • Hahahaha…Om San, terima kasih atas kecintaanmu pada negara ini, meskipun sudah jauh di Toronto sana, masih juga sempat memikirkan carut marut negara kita ini.
      Yang sudah diberi kekuasaan oleh rakyatnya malah gak menggunakannya dengan benar😦, so sad.
      Btw, writing a blog is easy San, getting a comment like yours is soo hard🙂
      So, thank you for commenting.
      Salam buat Linda ya, I missed you both, mampir ke Jakarta kalau lagi ke Indo, stay at my humble house.

      GBU

  2. Saya sebenarnya salut dengan kinerja yang dilakukan Jokowi di Solo, jarang jarang ada pemimpin yang mempunyai kapabilitas seperti beliau, right? Namun setelah beliau maju ke pilkada ( atau pilgub ya?) jakarta, saya ngrasa kok ada something missing dari beliau. Di sini saya lebih melihat ke partai induknya jokowi (Pak Gun pasti tau lah) yang saya pikir lebih ada kepentingan ‘lain’ ketimbang kepentingan murni rakyat. Kenapa saya ngomong kepentingan lain, jelas jakarta kota gede, ibukota, pusat administrasi negara, kalo yang ini dikuasai pastinya jalan untuk jalan ke atas lebih mudah. Dalam visualisasi saya seolah2 mereka ngomong “eh ada tender gede tuh, project mega gede, lu harus ikut” “tender apaan?” “pilkada jakarta, kalo kita bisa menang nih jalan menuju 2014 bakalan gampang deh” “trus kita harus ngapain?” “lu kan punya jokowi, ambil aja, harga pasarnya masih tinggi” “ya udah gih sono tarik hidungnya jokowi”😀 imho.

    Saya rasa kalo Pak Jokowi punya sikap sedikit ndablek, tidak gampang nurut sama indukannya, istilah kerennya punya jiwa ‘rebel with a cause’, cause di sini tentu saja nunjuk ke rakyat lebih mihak ke rakyat, pasti beliau jadi the trully idol of indonesian leader. Lah yo, jabatan belum genep belum rampung kok wis dibajak hanya demi tujuan ‘lain’ indukannya kan yo koplak tenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s