May We Live a Beautiful Life… (3/3)

The Miracle of Enzyme by Hiromi Shinya, MD

Nah, beberapa waktu lalu, istri saya membeli buku yang berjudul The Miracle of Enzyme by Hiromi Shinya, MD. Dia sudah berkali-kali menyarankan saya membaca buku ini, namun karena belum merasa perlu dan biasanya beralasan belum ada waktu, maka himbauannya saya abaikan begitu saja. Namun, tubuh yang mulai renta ini semakin lama semakin capek saja, terutama sekali adalah karena tekanan pekerjaan yang pada akhirnya menjadi stress berkepanjangan. Akhirnya setelah berulang kali ingin membaca, akhirnya saya mulai juga membaca buku berwaran hijau dan kuning ini.

Saya sungguh tidak menyangka bahwa buku ini mengubah banyak pandangan saya terhadap pentingnya pola makan, bukan hanya karena Hiromi Shinya adalah dokter yang sudah amat sangat berpengalaman dan memiliki reputasi dunia, tetapi penjelasannya amat sangat awam dan gampang sekali dicerna.

Dari iseng2 membaca beberapa halaman, akhirnya buku itu menjadi tentengan saya kemana-mana, dan sayapun menjadi salah satu ‘promotor’ gelap buku ini (krn ga dapat insentive apapun selain daripada kepuasan kalau ada teman2 yang juga mungkin menjadi lebih aware of his/her health).

Secara singkat bisa saya kutip beberapa hal yang menarik dari tulisan Hiromi Shinya, MD ini, yang merupakan pelopor pembedahan menggunakan kolonoskop. Dr Shinya juga telah memeriksa lambung lebih dari 300.000 orang Amerika dan Jepang. Beliau menyelidiki hubungan pola makan dengan kesehatan pasien2nya, dan peranan penting enzyme di dalam tubuh kita.

Beberapa hal menarik yang mencengangkan antara lain:

1. Kita memiliki 5.000 enzyme yang menghasilkan mungkin 25.000 reaksi yang berbeda. Setiap tindakan dalam tubuh kita dikontrol oleh enzyme, namun tidak banyak diketahui mengenai enzyme ini.

2. Tubuh kita memiliki jumlah enzyme pangkal sejak kita hidup. Kehabisan enzyme pangkal berarti sama seperti handphone kehabisan baterai, alias dut.

3. Enzyme2 ini akan terkuras oleh pola makan yang tidak benar, konsumsi alcohol dan tembakau, terlalu banyak makan, konsumsi makanan yg mengandung bahan tambahan makanan, penggunaan obat2an, makan basi yang memproduksi racun dalam usus besar, sinar ultraviolet dan gelombang elektromagenetik yang menghasilkan radical bebas dan stress secara emosi.

4. Bahwa mengkonsumsi yoghurt setiap hari untuk meningkatkan fungsi pencernaan adalah tidakbenar. Mengagetkan ya🙂.

5. Bahwa meminum susu setiap hari untuk menghindari kekurangan kalsium juga tidak benar. Lebih mengagetkan lagi kan?

6. Minum kopi dan teh tidak baik bagi tubuh🙂, padahal saya pencinta teh hiks… Karena kopi dan teh mengandung tannin yang dengan mudah berubah menjadi asam tanat yang berfungsi membekukan protein.

7. Menyantap daging mungkin memang mempercepat pertumbuhan, tetapi juga akan mempercepat proses penuaan. Nah lho, jangan sering2 makan beefsteak.

8. Konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan defisiensi kalsium, menyebabkan osteoporosis, mengganggu sisem saraf, serta memicu kegelisahan dan iritabilitas.

9. Tidak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu. Karena kasein yang membentuk kira2 80% dari protein yang terkandung dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga sangat sulit dicerna.

10. Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas.

11. Susu yang telah dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.

12. Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus.

13. Susu menyebabkan peradangan.

14. Minum susu terlalu banyak menyebabkan osteoporosis.

15. Susu sapi pada dasarnya adalah untuk anak sapi. Susu sapi walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia.

16. Kondisi usus akan memburuk jika mengkonsumsi yoghurt setiap hari.

17. Nasi putih adalah makanan “mati”. Yang baik adalah beras yang masih kuning yang masih mengandung kulit beras. Dan ternyata harganya 3x lebih mahal daripada yang seputih salju itu .

18. Dan masih banyak lagi. Semuanya dijelaskan dengan sangat awam mengapa begini mengapa begitu. Buku itu bukan hanya bagi yang sudah membaui tanah, tapi juga buat kalian adik2 dan anak2 semua.

Hmm…banyak info yang tidak kita duga kan? Nah, sudah mulai tertarik untuk hidup sehat, or at least mulai membaca bukunya.

Namun, sebelum saya selesaikan tulisan saya ini, ada satu pernyataan di buku ini yang menurut saya sangat menarik untuk saya kutip, saya kutip persis seperti dibukunya:

“Dalam buku ini saya akan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan setiap harinya, apa yang harus dimakan, serta suplemen dan enzyme apa saja yang harus dikonsumsi untuk mendukung enzyme ajaib dan kesehatan Anda.

Namun, hal terpenting yang dapat saya katakan agar Anda menjalani hidup yang panjang dan sehat adalah lakukanlah apa yang membuat Anda bahagia (bahkan jika itu berarti sesekali Anda tidak menjalankan saran-saran saya yang lain).

Mainkan music. Mencintailah. Bersenang-senanglah. Nikmati hal-hal kecil. Jalani hidup dengan penuh gairah.

Ingatlah bahwa hidup yang bahagia dan penuh arti adalah cara alamin menuju kesehatan manusia. Antusiasme dengan senang hati, dan bukan kepatuhan sempurna terhadapa suatu rezim diet, adalah kunci agar keajaiban enzyme berhasil bagi Anda.

Dr. Hiromi Shinya – Juni 2007”

Luar biasa bukan penutup bukunya, saya kutip sekali lagi:

Mainkan music.

Mencintailah.

Bersenang-senanglah.

Nikmati hal-hal kecil.

Jalani hidup dengan penuh gairah.

Nikmatilah hidup ini, tidak perlu juga harus langsung berubah 180 derajat karena buku si Shinya, tapi usahakan hidup balance (katanya orang bijak begitu :)), so that we can Enjoy a beautiful LIFE…

 

14 thoughts on “May We Live a Beautiful Life… (3/3)

  1. Buku bagus pak, sejak baca buku ini saya tidak pernah minum susu lagi ha..ha.. Tapi saya belum selesai bacanya. Pak Guntur hebat sampai habis bacanya. Mau terusin baca lagi ah🙂

    • Hello bu Jen, seneng baca your comment. Saya yakin kalau bu Jen mampu menyelesaikan membaca tulisan acak kadul saya ini, pasti lebih bisa lagi menyelesaikan membaca bukunya si Hiromi itu🙂

  2. Next time ke gramedia kudu beli buku ini nih. Rapor saya jelek😦 Dan yg paling penting semoga bisa menerapkan apa yg dibaca. Baca itu gampang, tapi prakteknya yg jauh lebih susah biasanya. Thanks for sharing pak🙂

    • Yeeey…akhirnya ada ketipu eh nggak ding🙂. Beneran bagus kok bukunya. Tetapi memang, gampang dibaca susah dilaksanakan🙂. Wise thought. Yg ptg, kita tahu teorinya, dan secara tdk sadar otak kita jadi lebih waspada drpd sama sekali tidak tahu, iya kan?
      Tq for reading n commenting. GBU

  3. Sudah sejak SMP-SMA dulu saya sangat tertarik masalah kesehatan dan mencoba untuk hidup sehat.
    Setelah membaca buku The Miracle of Enzyme, sangat surprise, sehingga sampai membeli 6 buku untuk di-bagi2kan ke ortu & teman2, dengan hasil sangat mengecewakan karena pada tak mau baca, apa lagi menerapkannya.
    Lah saya sendiri yang sampai beli lanjutannya & buku2 sejenis juga tak sanggup.
    Tapi setidaknya diusia hampir 49 ini raport saya baru 1 merahnya.

    • Wah hebat, saya mah merah semua wkwkwk…
      Emang easier said than done🙂. Janji hanya bisa bertahan beberapa minggu, begitu kena godaan makanan yang yummy2…hajar blehhh🙂.

  4. Oalahhhhhh kaget saya baca isinya😦
    padahal tiap pagi saya minum black tea ( ngga tiap pagi juga sih.. coz suka saya selang seling dengan energen )
    trus minum susu ??
    susu saya ngga terlalu sering sih.. tapi saya lagi minum susu untuk kalsium dosisnya sih hanya sehari sekali..
    lalu yogurt ??
    dulu pas ketika saya mulai gym. rajin sekali saya minum yogurt. sampai teman kerja saya sampai hapall tapi sudah tidak lagi. gara2 ada teman saya yang mengatakan justru minum yogurt bikin gemuk =_= *cewek banget dah ini..

    kalau nasi putih.. saya sudah jarang memakannya.. (kecuali kalo kepepettttt *stock beras merah sudah habis & makan d luar.. =_= )
    tapi setelah sekitar 2 tahunan mengkonsumsi nasi merah saya lebih menyukai nasi merah.. pas awal mencoba nya mmang tidak enak karena rasnaya yg sepertiii *kalau temen saya bilang makanan ayam. hahhaahah😛
    tapi saya mengakali dengan sayur yg rasanya lebih dominan,

    kalau sekarang saya sedang investasi rajin2 olahraga & yoga untuk di masa tua nanti😀 hahahha ( apalagi kalau yoga.. saya sangat menyukainya .. baru setengah tahun lebih mulai nya ) karena d dekat kantor saya ada tempat gym.

    mungkin yg paling susah d jaga itu ngemill. hhaaaahahaha
    bedanya laki2 & perempuan :
    laki2 : tidak tahan kalo tidak makan tapi tahan ngemil
    perempuan : tahan kalo tidak makan tapi tidak tahan kalo ngemillllllll
    *berdasarkan opini2 dari teman.. *tapi mungkin juga tidak semuanya..😀

    sekian duluuuuuu.. mau matiin pc & pulanggg
    hahahha

    Warm Regards,

  5. Iya bener cocok sekali tanda2 penuaan setelah mulai menginjak 40 seperti yang ditulis Pak Guntur, sara rasakan sendiri. Kalau saya kiat2nya hidup sehat yakni mulai membiasakan makanan yg direbus atau dikukus, spt: sayur rebus, jagung rebus, telur rebus, daging kukus (tim), ayam kukus, ikan kukus. Sebetulnya yang dipepes pepes itu bagus buat kesehatan lho, biarpun rasanya juga enak2. Dan menghindari yg goreng2, at least berusaha di bake di oven daripada digoreng di kuali. Tapi memang goreng2 itu wangi…..hehe….

    Salam

    • Wah masih muda sudah makan makan dikukus, direbus, ditim ya🙂.

      Saya masih belum disiplin nih, masih berjuang menahan selera🙂.

      Emang yang enak2 semuanya beracun ya🙂.

      Sekarang baru sadar ya, kok gak seperti orang bilang Life begin at 40, kok after 40 malah ga boleh makan ini gak boleh makan itu🙂.

      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s