LASIK: Not for everyone!!… At least not for me… (5/6)

Pertanyaannya: apakah operasi LASIK yang saya alami gagal?

TIDAK, berhasil kok,100% berhasil, bahkan kata dokter yang menangani saya hasilnya EXCELLENT. Ukuran mata saya sekarang NOL, dan saya sudah mengkonfirmasikannya dengan melakukan pengecekan di dua optic, dua2nya mengatakan hal yang sama.

Namun jika ditanya, apakah saya puas dengan hasil akhirnya? SAMA SEKALI TIDAK.

Nah pertanyaan ini akan berbeda jika ditanyakan pada orang dengan umur, profesi, dan kegemaran berbeda. Oleh karena itulah di disclaimer saya di atas, rentang usia mempengaruhi hasil akhir dan juga harapan pasien.

Dokter yang menangani saya sudah mengatakan bahwa saya akan menggunakan kacamata plus, dan saya juga sudah mencoba mensimulasi di kepala saya. Namun kenyataan yang saya alami sungguh tidak terbayangkan kecuali jika ketika itu saya digambarkan secara detail akibat menggunakan kacamata plus itu seperti yang akan saya ceritakan dibawah ini. Tetapi… jika dokternya menjelaskan seperti yang akan saya jelaskan di bawah ini, jelas dia akan kehilangan pasien🙂.

Sekarang akan saya coba menggambarkan apa yang saat ini rasakan. Dan sekali lagi, hal ini bisa berbeda pada orang dengan umur, profesi dan kegemaran berbeda.

Kondisi mata saya sebelumnya adalah MINUS 1.75 dan 2.25, dengan kondisi PLUS 1.75. Secara teori menurut dokternya, untuk rabun dekat mata saya hampir sama dengan NOL akibat kompensasi PLUS dan MINUS itu. Maka dari itu saya bisa membaca huruf2 kecil tanpa bermasalah, bahkan memasukkan benang ke jarumpun masih bisa. Namun untuk pandangan jauh, bahkan untuk menonton TV saya perlu pakai kacamata, jika ingin enak dan terang. Jika tidak menggunakan kacamata minus, maka saya akan sering me’mrecing’kan (apa ya bahasa Indonesianya) mata saya, namun tetap bisa menonton tanpa membaca text sub-titlenya.

Setelah diLASIK, maka kondisi rabun jauh (MINUS) saya menjadi NOL, dan kondisi PLUS tetap 1.75. Karena tidak terkompensasi, maka PLUSnya muncul dengan gagah perkasa, sehingga semua object yang berjarak sekitar 50 – 60 cm tampak kabur atau berbayang. Hal ini tentu tidak terjadi pada orang dengan usia di bawah 40 atau yang belum ada PLUSnya. Sehingga jika ybs belum bermasalah dengan PLUS, maka dia akan sangat happy setelah diLASIK.

Bagi yang sudah ada PLUSnya, yang mana menurut dokter pasti terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun dan bertambah terus hingga PLUS 3, maka perlu melanjutkan membaca notes saya ini.

Bagi yang berusia di atas 40, ada PLUS dan lebih sering melakukan kegiatan luar ruangan (outdoor), maka akan sangat happy dengan hasil LASIK ini. Malahan perlu membeli beberapa kacamata Rayban dengan beragam model untuk menambah penampilan.

Tetapi…bila teman2 pembaca sudah berusia di atas 40, sudah ada PLUS dan bekerja di belakang meja, silakan baca lebih lanjut.

Tadinya saya tidak pernah membayangkan setelah nantinya diLASIK masih akan menggunakan kacamata, lha kan iklannya mengatakan BEBAS KACAMATA toh? Saya pikir hanya untuk kegiatan2 tertentu saja saya akan menggunakan kacamata PLUS, misalnya untuk membaca Koran yang cetakanannya kecil, sedangkan membaca BB mestinya tidak perlu kacamata lah. Namun kenyataannya, setelah saya diLASIK, saya baru menyadari bahwa kegiatan membaca saya jauhhhh lebih banyak daripada kegiatan outdoor.

Setiap bangun pagi, yang pertama saya raih adalah handphone saya, karena saya menggunakan alarm di handphone saya untuk membangunkan saya setiap pagi. Yang biasanya saya langsung bisa membaca apa yang ada di BB saya, sekarang saya harus mencari-cari kacamata plus saya dulu, baru membaca jam berapa atau ada message apa di hp saya. Kemudian pada saat duduk di mobil, saya kembali menggunakan kacamata untuk membaca message di BB, atau pada saat ngebrowse di iPad atau membaca Koran. Setiba di kantor, begitu duduk di depan notebook/desktop kembali kacamata bertengger.

To be continued…

5 thoughts on “LASIK: Not for everyone!!… At least not for me… (5/6)

  1. Hi Pak, ulasan nya super lengkap. Saya uda set jadwal LASIK jumat bsk. Lgs batal hahaha. Thanks Pak atas pencerahannya!

    • Hi bu Hartaty,

      Saya harap keputusan itu adalah yang terbaik. Dua bulan lagi, mata saya 3 tahun sudah sejak di Lasik, dan performance mata saya semakin tidak baik. Sekarang jadi sering pedas, kabur dll.

      Semoga Tuhan berkati keputusan ibu itu.

      Salam

  2. Saya berencana lasik di klimik mata nus*ntoro. Umur saya 30, mata kiri -10 sldr 1,5 kanan -8,5 sldr 1,75. Setelah test pra lasik hasilnya doktor memberi rekomendasi mata saya untuk lasik.
    Namun ada yg membuat saya ragu, karena dari hasil test pra lasik kondisi mata saya dinyatakan:
    1. saraf mata kiri lemah, hasil test 10%
    Setelah lasik penglihatan mata kiri tetap tidak akan sempurna / tetap buram. Apakah tetap worth it untuk lasik?
    2. mata kering, hasil schirmer test 3 yg normal 10 – 30
    Saya dapat beberapa sumber artikel yg menyatakan mata kering tidak ideal untuk lasik. Pemilik riwayat mata kering, akan memburuk setelah operasi dilakukan.
    Sumber:
    ReinsteinDZ, Archer TJ, GobbeM. The history of LASIK. Journal of Refractive Surgery. 2012; 28(4): 291-98
    Gulani A. Hyperopia” Lasik. In: eMedicine Article. 2006; 1-8.

    https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjJg7GZhvfNAhVIP48KHSpIAFYQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Fserver2.docfoc.com%2Fuploads%2FZ2015%2F12%2F27%2FLcrZZUFAz0%2F47036b8da4df57fca85ec325b9aee96e.docx&usg=AFQjCNE-H4WdDYhutuIlrxsLAvRZgohFFw&bvm=bv.127178174,d.c2I

    Mohon saran
    Terima kasih

    • Hi Dikad,

      Mohon maaf baru hari ini sempat membalas.

      Terus terang saja saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan rekomendasi, karena saya bukan dokter atau ahli mata. Semoga ada pembaca yang kebetulan ahli bisa memberikan masukan bagi Dikad.

      Namun kalau menilik besarnya minus Dikad, saya rasa Anda akan cukup menikmati hasil Lasik. Dalam kasus saya, minus saya hampir tidak berarti, sangat kecil dibandingkan dengan yang Dikad alami. Akan tetapi saran saya, coba Anda menemui dua orang dokter mata yg tidak berafiliasi dengan RS yang memberikan jasa Lasik, sehingga masukan dari dokter lebih netral dibandingkan dengan dokter yang bekerja/berafiliasi dengan RS yang memang memberikan jasa Lasik. Saya khawatir ada vested of interest seperti yang saya alami.

      Apa yang saya alami setelah Lasik, meskipun katanya ketika itu sudah paling canggih metodenya dan tidak mengakibatkan mata kering, tetap saja mata saya lebih kering. Rasanya tidak enak sekali, mati seperti berpasir terus kecuali kita tetesi obat mata.

      Mungkin itu yang bisa saya share disini, semoga membantu.

      Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s